MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP18 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP18 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 505

Number of words: 2434

Number of symbols: 13907

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 18= Chengling, pikul orang tak berguna ini. Berangkat. Bocah Tengik, ilmu bela dirimu meningkat. Guru. Begitu penakut, mau jadi apa? Jalan di depan berbahaya. Tak mau mati, ikuti langkah-langkahku. Murid Qin Huaizhang. Jaga murid dungumu itu. Bocah, kusarankan kau tahu diri. Semua permainanmu itu tak berguna padaku. Kumaafkan kali ini. Jika kau ulangi lagi,… …akan kuminta Wen Kexing patahkan jarimu. Kenapa harus aku? Julukanku adalah Tuan Baik Wen. Hal kejam seperti ini, bagaimana bisa kulakukan? A-Xu, berikan penjelasan. Diamlah. Guru. Kenapa Ketua Longyuan hidup di tempat terpencil seperti ini? Ada banyak jenis manusia di dunia. Tinggal di tempat terpencil ini dan memasang banyak perangkap. Dia begitu berhati-hati. Jika dia keluar dan tersesat, bagaimana? Bukankah ini seperti menaruh perangkap tikus di bawah kasur? Menaruh perangkap tikus di bawah kasur?
04:58
Suatu kali kamarku ada tikus, sulit sekali ditangkap. Jadi, kutaruh perangkap tikus di bawah kasur. Hasilnya di hari kedua aku lupa dan menginjaknya. Kakiku patah karena perangkap tikus itu. Bocah, manusia bisa bersembunyi hanya ada beberapa alasan. Mungkin dia merasa ada yang ingin membunuhnya,… …jadi harus bersembunyi di tempat yang tak bisa ditemukan. Mungkin… Long Que adalah orang baik. Seumur hidup selalu ditindas orang. Tak akan punya musuh. Murid Qin Huaizhang. Gurumu paling tahu itu. Kalau begitu hanya alasan kedua. Sedih. Dia tak bisa menemui orang yang ingin ditemui. Jadi, langsung sembunyi dan tak jumpai siapa pun. Agar tak mengingat hal itu. Jika gurumu sudah tak ada lagi,… …aku juga ingin bersembunyi di tempat seperti ini. Tak jumpai siapa pun. Seperti… Seperti Yu Boya yang membuang kecapi?[Tak ingin ungkit] Tidak, tak akan. Guru begitu hebat dan baik hati. Pasti akan panjang umur. Sudah membunuh begitu banyak orang,… …pasti akan mati dengan mengenaskan. Kau mau mati, Bocah Tengik? Senior Ye, bawa jalan. Tak lewati bahaya, maka tak akan berhasil.
06:56
Kalian mau ke Paviliun Longyuan, 'kan? Ada di seberang sana. Kenapa? Kalian takut aku menggerakkan perangkap? Tiga pendekar hebat menahanku. Apa lagi yang bisa kulakukan? Bocah, biar aku memikulnya. Ayo jalan. Tunggu. Ketua Muda Long, maaf. Kalau begitu, aku jalan dulu, A-Xu. Belum giliranmu. Aku jalan dulu. -Senior! -Iblis Tua! Aku hanya bercanda. Kekanak-kanakan! Kemarilah. Aku jalan dulu. Hati-hati! Aku pura-pura, kalian sungguhan? Guru! Paman Wen! Guru! Paman Wen! Guru! Lao Wen. Lao Wen. A-Xu. Jangan bicara. Aku tak apa-apa. Ini seperti organ dalam yang 'berpindah rumah', harus dibiasakan. Aku tak tahu… Mana Bocah Tengik itu? Tak sangka dia sungguh punya tekad besar. Aku sampai terjatuh seperti ini. Bukankah dia akan lebih hancur lagi? Dia tak jatuh. Apakah dia bisa terbang? Aneh. Aku sudah perhatikan setiap langkah Ye Baiyi. Kenapa dia baik-baik saja? Aku menginjaknya langsung menghidupkan perangkap.
11:03
Perangkap ini seharusnya hidup karena jumlah berat. Ye Baiyi lewat sendiri tak masalah. Saat kita bertiga lewat, perangkapnya langsung hidup. Kukira Long Xiao ada di tangan kita. Mereka tak akan hidupkan perangkap. Tak sangka perangkap Paviliun Longyuan bisa seunik ini. Di mana ini? Kenapa begitu gelap? Kukira ini di neraka. Tempat ini tak terlalu tinggi. Jika bukan demi aku,… …kau tak akan pingsan. Mungkin kita menyentuh perangkap kedua saat terjatuh,… …sehingga jatuh kemari. Guru! Paman Wen! Sudahlah, berdiri. Jangan berteriak lagi. Bocah Dungu. Coba pikirkan. Bocah Tengik itu menghidupkan perangkap. Dia juga terjatuh ke bawah. Kau kira dia mau mati bersama mereka? Pasti ada sesuatu di sana. Benar, Guruku tak akan mati. Paman Wen juga tak akan mati. Tenang saja, orang jahat tak mudah mati. Mereka berdua itu tak akan cepat mati. Lao Wen. Kau sangat panik? Apa yang perlu kupanikkan? Kenapa kau menarikku? Aku tak menarikmu. Manusia yang diracuni. Awalnya ingin kalian mati begitu saja.
13:34
Kupikir lagi, rencana sebagus ini… …jika tak biarkan kalian melihatnya… …dan langsung mati akan sia-sia saja. Lihatlah anak-anak yang manis ini. Ciptaanku yang paling membanggakan. Ini manusia racun ciptaan pertamaku. Memang sedikit bodoh. Namun, karena ciptaan pertama, tak tega kuhancurkan. Jadi, kupelihara diam-diam di sini. Terkadang, jika ada yang lewat,… …maka perangkap akan dibuka, orangnya terbuang ke sini,… …dan dimakan oleh mereka. Aku pergi begitu lama. Anak-anakku pasti kelaparan. Anak-anak hampir waktunya makan. Ternyata manusia racun adalah ciptaan Paviliun Longyuan. Paman Long selalu berbuat baik. Tak sangka putra kesayangannya begitu gila. Membuat manusia racun bersama Duxie. Baik? Dia itu terlalu bodoh. Aku adalah anak satu-satunya. Dia tahu di dunia ini ada yang bisa mengobati penyakitku. Malah membiarkanku hidup tak normal seperti ini.
14:47
Kau cacat dari lahir, tak tertolong lagi. Sekalipun pil dewa yang mengobati orang mati,… …juga tak bisa membuatmu tumbuh besar. Apa yang kau tahu? Buku Yinyang milik Lembah Tabib Hebat… …bisa mengobati semua penyakit. Dulu Rong Xuan sakit parah dan semua sarafnya putus. Yue Feng'er bisa menyembuhkannya. Penyakitku juga bisa diobati. Baiklah. Baiklah kalau kau bilang begitu. Kau yang memegang pedang, aku yang jadi korban. Yang penting kau senang. Kamu! Untuk apa aku omong kosong pada orang yang akan mati. Dia tak membantuku, Langit membantuku. Tanpa dia, aku juga bisa buka Gudang Ilmu Bela Diri. Sayangnya, kalian tak bisa melihatku berdiri… …di posisi yang tertinggi. Walaupun Rong Xuan disembuhkan dengan Buku Yinyang. Lalu apa? Bertindak sebaliknya lalu menggila. Kau tak peduli? Aku hampir lupa. Kau memang orang gila. Tentu saja kau tak peduli. Kau ingin tahu apa? Kau ingin tahu rahasia Buku Yinyang? Kau menanyai orang yang benar. Hanya saja aku tak suka berbicara sambil mengangkat kepala.
16:10
Kau atasi saja sendiri. Kau penerus Lembah Tabib Hebat? Begitulah. Bocah, kau mau menipu siapa? Murid Lembah Tabib Hebat sudah mati semua. Gawat, tak tertipu. Anak-anak, habiskanlah. Bunuh semua. Kenapa banyak sekali jumlahnya? A-Xu, kau bisa bertahan? Kenapa jika tak bisa? Tak perlu banyak omong kosong. Jika kita tak bisa selamat, bukankah aku yang melibatkanmu? Tarik kembali kata-kata menyedihkanmu. Lao Wen. Mendapat sahabat sejati, hidupku tak sia-sia. Kau sehati denganku. Aku lelah mendengar puisimu. Long Que. Ye Baiyi di sini. Masih tak keluar menyambut? Senior, kita masuk tidak? Paviliun ini pasti ada perangkap. Aku coba masuk dulu. Kau tunggu di sini, jangan asal bergerak. Teknik murahan. Senior Ye, hati-hati! Bocah Tengik! Long Xiao, keluar kamu! Pantas tak ada yang bisa menemukan Paviliun Longyuan. Paviliun ini hanya tipuan belaka. Paviliun Longyuan yang sebenarnya ada di dasar jurang ini. Guru.
21:03
Guru. Guru. Kau memang tak mati. Mana guruku? Sekarang gurumu sudah ke jembatan kematian. Jika kau jalan lebih cepat, mungkin masih bisa mengejarnya. Sembarangan! Aku jarang dikejar orang sampai seperti ini. Kenapa saat bersamamu, jadi sering dikejar? Ini namanya kau terlalu arogan, pada akhirnya kena getahnya. A-Xu, kau terimalah saja. Aku belum pernah dirugikan. Sekarang masuk perangkap orang dan jadi seperti ini. Jika bukan bertemu denganmu,… …keberuntunganku sudah habis terpakai. Aku pasti akan sial delapan kehidupan. Ayo. Sepertinya kita ada di tengah gunung. Aku maju dulu. Kau bertahan sebentar. Kenapa? Jika kau mati, apakah aku akan hidup sendiri? Kita juga pernah menerobos tempat yang berbahaya. Aku mengingat sebuah cerita. Dulu ada orang di padang pasir. Tuan Baik Wen, aku sudah pernah dengar cerita ini. Ayo. ♪Pertemuan dalam hidup♪ ♪Berubah seiring berjalannya waktu♪ ♪Masalah duniawi selalu berubah-ubah♪ ♪Tak ada jalan kembali♪
23:45
A-Xu, kemarilah. ♪Hanya pedang di tanganku♪ ♪Yang bisa menemaniku melewati hari-hari bebas♪ ♪Dunia hancur dan tak pernah damai♪ ♪Kalau aku tak kembali♪ ♪Dendam akan menghilang♪ ♪Setelah beberapa kali terlahir kembali♪ ♪Jiwa yang hancur akan berakhir sendiri♪ ♪Seberapa kacaunya dunia ini♪ ♪Ia tak akan musnah♪ ♪Jodoh ini tak terlepas♪ ♪Hidupku tak sia-sia♪ ♪Jika berjuang sekali♪ ♪Mengikuti angin untuk menghadapi semua♪ ♪Dunia hancur dan tak pernah damai♪ Terima kasih. ♪Kalau aku tak kembali♪ ♪Dendam akan menghilang♪ ♪Setelah beberapa kali terlahir kembali♪ ♪Jiwa yang hancur akan berakhir sendiri♪ ♪Seberapa kacaunya dunia ini♪ Kenapa? Tak mau bangun?
25:06
♪Jika berjuang sekali♪ ♪Mengikuti angin untuk menghadapi semua♪ Sudah. ♪Jika berjuang sekali♪ ♪Mengikuti angin untuk menghadapi semua♪ Bahkan ada taman di luar dunia seperti ini. Saudara! Di mana ini? Saudara! Saudara. Tak sangka teknik membuat orang-orangan… …Paviliun Longyuan sudah sealami ini. Benda iblis apa ini? Selama hidup ini,… …masih bisa mendengarmu menyebut benda lain iblis. Hati-hati! Baru mengomentarinya saja,… …apakah perlu sampai meledakkan diri? A- Xu, emosinya ini hampir sama denganmu. Dungu. Memang orang jahat tak mudah mati. Anak lugu itu menangis seakan kalian sudah mati. Kalian malah saling meledek di sini. Senior, mana Chengling? Iblis Tua, kami bertanya padamu. Mana murid kami itu? Hilang. Bocah, larimu cepat juga. Paviliun Longyuan ada banyak perangkap dan ribuan jalan. Hanya dengan kamu? Meski kubiarkan kau bebas lari di sini,…
28:27
…percaya tidak,… …meski kau mati kelaparan juga tak akan bisa lolos. Kau pantang menyerah. Bagus, bagus. Aku suka anak yang pantang menyerah. Semakin pantang menyerah,… …saat dipermainkan akan semakin menarik. Sudah dapat jawabannya? Jangan mendesakku. Diam. Anak lugu kami masih ada di tangan Long Xiao. Itu bukan anakmu, kau hilangkan begitu saja. Lao Wen, perangkap ini saling berhubungan. Selalu berubah. Tak bisa langsung diselesaikan. Ya sudah kalau tak bisa. Aku bisa bertarung. Palingan kita terobos paksa. Akan kubakar tempat ini sampai bersih. Anak Dungu. Kau tahu apa itu Batu Ungu Emas? Benar jika tak tahu. Melihatmu yang berpengetahuan sempit pasti tak tahu. Iblis Tua, kau masih bisa habiskan waktu untukku? Cepat pecahkan. Dengar. Kau hanya perlu tahu. Semua penggerak mesin di Lembah ini,… …berasal dari Batu Ungu Emas. Begitu Batu Ungu Emas akan meledak jika terbakar. Kekuatan itu bisa menghancurkan semua tempat ini. Ini… Ini peta Paviliun Longyuan. Lepaskan aku! Lepaskan aku! Kenapa mengikatku? Jika berani, bunuh saja aku. Bocah, tentu saja aku tak akan membunuhmu.
31:03
Kau adalah anak Zhang Yusen, 'kan? Dua puluh tahun lalu, ayahmu dan ayahku berteman baik. Kenapa tak bilang lebih awal? Ayahmu dan guru agungku juga teman baik. Jika ada jodoh ini, kita bicarakan baik-baik. Jika tak ada jodoh ini,… …aku bisa membuatmu mati lebih cepat. Karena ayahmu dan Long Que pernah berteman,… …aku tak akan membiarkanmu mati dengan mudah. Kau tenang saja. Mereka adalah orang hebat yang kulatih. Mereka akan membuatmu merasa nyaman. Kita mulai dari mana? Akan kucongkel dulu matamu. Mata manusia adalah bahan terbaik untuk mesin. Tung… Tunggu dulu. Kau tahu kenapa aku suka hidup di bawah tanah? Karena begitu dilahirkan, aku sudah hidup di dalam kegelapan. Jika sudah ditakdirkan seperti itu,… …maka kujadikan kegelapan sebagai rumahku. Ada apa ini? Begitu suka hidup di bawah tanah,… …apakah kau terlahir langsung jadi tikus dalam parit?
33:15
Batu Ungu Emas. Benar. Meski lubang tikusmu ini begitu rumit,… …jika ada peta, siapa yang mau lihat? Langsung ledakkan untuk dilewati saja. Anakku! Apa yang kau lakukan pada anakku? Itu adalah hati anakku! Manusia racun anakmu. Orang-orangan juga adalah anakmu. Kau tikus pencipta hal tak berguna. Tempatmu yang ada di pedalaman begini,… …dari mana bisa mendapatkan peledak? Untuk saja anakmu cukup banyak,… …bahkan begitu murah hati dan bersedia berkorban. Aku masih punya satu, kukembalikan padamu. Lao Wen, tunggu, tunggu dulu. Katakan. Jarum di kepala muridku bisa dicabut atau tidak? Zhou Zishu, kau membunuh anakku… …dan mengubah hati mereka jadi bahan peledak. Aku tak akan melepaskan muridmu juga. Mati juga ingin dia menemani! Bocah, kau sudah pikirkan? Setahuku,… …manusia akan memberi dua respon berbeda… …ketika diri mereka dalam keadaan sehat dan cacat. Kau mau coba merasakannya? Aku terlahir cacat. Kau tak bisa menakutiku. Aku juga tak berpikir mengampunimu.
34:46
Senior Ye. Untuk apa menusuk jarum ini? Tidak boleh! Kenapa tidak boleh? Takut apa? Tak akan mati. Jika mati, kugantikan lagi. Guru, kalian menolongku lagi. Kata "lagi" ini sungguh menarik. A-Xu, sebelum menerima murid kenapa tak coba meramalnya? Muridmu ini punya nasib sial apa? Selalu ada masalah dan bencana. Guru, mereka mau mencongkel mataku. Ketua Long selalu berbaik hati. Kau malah begitu keji. Baik hati? Pak Tua yang pura-pura baik hati. Diam saja melihat anaknya seperti ini. Omong kosong itu kau katakan setelah bertemu ayahmu. Guru. Orang-orangan ini sangat mirip… …dengan penjahat ini. Orang-orangan inilah… …yang membawa kami menemukan pintu masuk. Pasti Long Que yang membuatnya sesuai wujud anaknya. Ada orang yang terlahir untuk menagih hutang. Guru, aroma apa ini? Bau sekali. Tinggal di pegunungan, melewati hari biasa. Aku tak melayani tamu dengan baik, mohon dimaafkan. (Ketua Paviliun Longyuan, Long Que) Ini adalah Long Que?
37:55
Paman Long. Zishu, sungguh suaramu? Kukira sedang bermimpi. Kenapa? Gurumu baik-baik saja? Paman Long. Paman Long, Anda masih mengingatku? Guru sudah tiada. Ingat, bagaimana bisa tak ingat? Begitu manusia menderita dan tak berani hadapi kenyataan,… …maka hanya bisa hidup dengan mengenang masa lalu. Begitu tutup mata, aku sudah bisa melihatmu… …yang manis saat masuk ke Desa Empat Musim. Huaizhang juga sudah tiada. Benar, ada orang yang mati terasa masih hidup. Ada yang lebih baik mati daripada hidup. Daripada dibiarkan hidup,… …lebih baik bunuh saja anakmu saat baru dilahirkan. Dia bukan anakku, dia bukan manusia. Anakku sudah lama mati. Aku tak peduli dengan hubungan tak jelas kalian. Kau anggap tak dengar, menipu diri sendiri,… …aku juga tak peduli. Namun, anak durhakamu ini berbohong dan mencelakai orang,…
39:17
…menipu dengan nama besar Paviliun Longyuan. Kau juga tak urus lagi? Tak bisa kuurus lagi. Paman Long. Entah sudah berapa lama anak durhaka ini mengurungku di sini. Kau bahkan begitu kejam pada ayahmu sendiri. Tak pantas hidup. Aku tak pantas hidup? Dia juga tak jauh lebih baik. Harimau saja tak makan anaknya. Dia begitu kejam padaku. Dia jelas tahu di dunia ini ada yang bisa mengobati penyakitku. Dia malah membiarkanku jadi orang cacat. Dia sudah seperti ini, masih tak mau membantuku. Asal bicara apa kamu? Ayahmu sudah berusaha keras untuk penyakitmu. Semua tahu itu. Yang dia maksud adalah ingin aku mengambil Buku Yinyang. Buku Yinyang yang ada di Gudang Ilmu Bela Diri. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪
41:18
♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: