【FULL】Cry Me A River of Stars EP02 (Starring Luo Zheng, Huang Ri Ying) | 春来枕星河 | iQiyi

【FULL】Cry Me A River of Stars EP02 (Starring Luo Zheng, Huang Ri Ying) | 春来枕星河 | iQiyi

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 703

Number of words: 2594

Number of symbols: 14473

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:30
[Tersedia subtitle Bahasa Indonesia] [Cry Me A River of Stars] [Episode 2] Perahu Hiburan Chunlai telah dibuka. [Negara Zhongyuan, Kabupaten Biyun] Kau melarikan diri ke mana? Aku ada di sini. [Negara Zhongyuan, Perahu Hiburan Chunlai] Para siluman dan iblis cepatlah pergi. Pemilik Perahu. Aku melihat saat orang lain sembahyang, [Rong Xiu] mereka mempersembahkan kepala hewan dan kaki domba. Kita punya sudah terlalu sederhana bukan? Para siluman dan iblis cepatlah pergi. Sebagai orang jangan terlalu kaku. Keikhlasan yang paling penting. Benarkah? Pemilik perahu benar. [Er Shui] Diam. Apa yang kalian lakukan? Tak melakukan apa-apa, tak melakukan apa-apa. Bawa pergi. Tuan, Tuan, Tuan. Tuan maafkan aku. Aku juga hanya demi sesuap makan
03:09
dan mencari uang. Aku tak membahayakan orang. Benar-benar tak membahayakan orang. Tuan. Bahkan jika dia membohongi orang, kau juga tak perlu seperti itu. Tak perlu seperti ini? Baik. Kalau begitu, aku akan membuktikannya padamu. Tuan. - Kau sudah melihatnya? - Tuan. Rakyat Qianli. Tuan, ampuni aku. Bawa pergi. Tuan, ampuni aku. Tuan, ampuni aku. Tuan, ampuni aku. Apa lagi yang bisa kau katakan? Aku benar-benar tak tahu. Ini sedang menipu kita. Tuan. Tuan. Aku benar-benar tak bersalah. Aku benar-benar tak tahu bahwa dia Rakyat Qianli. Aku menerimanya hanya karena dia murah, hanya meminta tiga tael perak. Kalau aku tahu, aku akan mencari yang lima tael perak. Kau bangun dulu. Aku tak mau. Rakyat Qianli sangat licik. Sering bergaul dengan orang-orang dari semua lapisan masyarakat. Sangat sulit bagi orang biasa untuk membedakannya. Meskipun aku yakin kau tak ada hubungannya dengan Rakyat Qianli, namun, hari ini aku memang menemukan Rakyat Qianli dari Perahu Hiburanmu. Masih punya harga diri tidak? Begini. Mulai sekarang, setiap hari datang ke Kediaman Tao untuk melaporkan ke mana saja kau pergi. Namun,... Mungkinkah kau sekarang ingin pergi ke Pulau Nanlin denganku untuk diinterogasi? Aku... [Kediaman Tao] [Negara Zhongyuan, Ruang Kerja] Tuan. Jika bukan karena pengkhianatan Rakyat Qianli saat itu, orang tuaku tak akan mati dalam pertempuran. Perasaan melihat kepala orang tuaku dipenggal
05:13
dan digantung di gerbang Kota Xirong terasa sangat mendalam di hatiku. Anda memakai pedang Mendiang Jenderal Tao ke medan perang, dan membunuh Raja Xirong, Situ Tian secara pribadi juga sudah bisa dianggap membalas dendam Mendiang Jenderal Tao dan istrinya. Mulai sekarang, aku akan menggunakannya untuk melindungi dunia. Tuan. Nona Afan sudah di sini. Biarkan dia masuk. Tuan. Tuan. Kau baru datang dari Ibu Kota, pasti tak pernah mencoba ikan sculpin kulit kasar yang terkenal di Kabupaten Biyun, 'kan? Ini baru ditangkap dan sangat segar. - Tuan. - Cao Qing. Bawa pergi. Ini. Apa yang mau kau katakan? Tuan. Tuan. Mari kita berdiskusi. Kembalikan serulingku dulu. Aku berjanji bahkan waktu aku masuk ke toilet juga akan kulapor padamu. Bagaimana? Bagaimana? Baik. Lapor Tuan. Setelah aku bangun di pagi hari dan mengurus Ayah Lugu-ku, aku pergi ke toko roti Lao Zhang dan membeli roti untuk dimakan. Kulitnya tipis dan isinya banyak, murah dan enak. Tuan. Jika kau ingin memakannya, aku akan membawakannya kepadamu besok. Katakan hal penting. Baiklah. Hal pentingnya. Setelah aku memakan roti, aku terus berada di Perahu Hiburan. Aku berharap dapat menerima beberapa tamu dan mendapatkan cukup uang. Namun, pemilik perahu sepertiku yang setiap hari melapor ke Kediaman Tao, siapa yang berani berurusan denganku? Tuan. Apakah menurutmu aku terlalu kasihan? Saat matahari terbenam, aku pulang dalam keadaan lapar. Angin tadi malam sangat dingin. Pintuku bocor lagi. Aku dan Ayah Lugu-ku hampir masuk angin setelah ditiup angin sepanjang malam. Yang paling menyedihkan adalah aku harus memeluk serulingku saat malam baru bisa tertidur.
07:21
Tuan. Lihat betapa gelapnya lingkaran mataku. Lalu, lihat ini... [Tampan sekali.] Cao Qing. Tuan. Wakil Kepala Cao Kenapa kau berdiri saja? Cepat ambilkan serulingku. Bawa dia keluar. Baik. Tuan, Tuan. Bagaimana dengan serulingku? Tuan, Tuan, Tuan. Ayo. Tuan, Tuan. Tuan. [Kediaman Tao] Seruling tak di sana. Begini, Tuan Tao. Kita bicarakan baik-baik jika ada masalah. Kenapa kau datang ke sini? Aku... Aku... Datang untuk mencari serulingku. Jika bukan karena kau tak mengembalikan serulingku, untuk apa aku menghabiskan begitu banyak usaha dan datang ke sini di tengah malam? Bagaimana kau bisa masuk? Aku tak pulang. Ada terlalu banyak nyamuk di luar. Lihat semua bekas gigitan di mukaku ini. Tuan. Tuan. Aku hanya ingin mendapatkan serulingku kembali. Ampunilah aku. Tuan, kau... Aku... Aku... Aku... Bukankah kau ingin aku mengampunimu? Baik. Boleh. Sepuluh hari. Selama kau membersihkan Kediaman Tao selama sepuluh hari, aku akan mengampunimu. Lalu, bagaimana dengan Perahu Hiburan-ku? Tak bersedia? Bersedia. Aku sangat bersedia. Kalau begitu, Tuan Tao. Bisakah kau melepaskanku dulu? Cao Qing. Begini, Tuan Tao. Jika kau tak ada urusan,
10:42
aku akan pergi sekarang. Tunggu sebentar. Tak perlu menunggu sampai besok. Kau tak perlu pergi. Kau rapikan ruang belajar sekarang. Setelah selesai dirapikan baru pulang. Awasi dia. Baik. Kenapa kau tak menghindar? Tuan. Apa kau sedang bercanda? Aku seorang wanita, bagaimana bisa menghindarinya? Sapu bersih halaman ini. Aku... Baiklah, Tuan Tao. Aku pasti akan dari atas sampai bawah, dari dalam sampai luar, membersihkannya dengan sangat bersih. Kau tak perlu khawatir. Aku... Tuan. Apa lagi yang bisa kulakukan untuk Anda? [Cai Yun] Ini sudah pukul berapa, kenapa Tuan Tao masih belum keluar? [Ao Qing] Tunggu sebentar, jangan cemas. Siapa? [Kediaman Tao] Li Afan. Bisa-bisanya dia keluar dari ruang belajar Tuan Tao. Tuan Tao, apakah dia sudah tak suci lagi? Sembarangan. Pasti wanita licik itu yang merayu Kak Tao kita. Cepat serahkan dia. Serahkan dia. Jika tak menyerahkannya, kami tak akan pergi. Serahkan dia. Li Afan di mana? Cepat serahkan dia. Cepat serahkan Li Afan. Minggir. Mana dia? Cepat keluar. Li Afan, kau cepat keluar! Dia sudah di sini. - Apakah itu dia? - Ayah. - Benar dia, benar dia. - Xiao Fan Fan.
14:04
Apa yang kalian lakukan? Katakan, apa sebenarnya hubunganmu dengan Tuan Tao? Jika kau tak bilang, kami akan menghancurkan rumahmu. Teman-temanku, ini semua salah paham. Salah paham? Salah paham apa? Salah paham apa? Ayo, ayo, ayo. Kemarilah, kemarilah. Ayo. Kemarilah. Aku mau lihat bagaimana kau menjelaskannya. Sebenarnya, aku pergi ke Kediaman Tao untuk menjadi pelayan kebersihan. Pelayan? Aku dengan Tuan Tao. sama sekali tak ada hubungan. Tak ada hubungan? Kau tahu mengapa aku pergi ke Kediaman Tao untuk menjadi pelayan kebersihan? Kenapa? Kenapa? Bukankah ini untuk kalian semua? Demi kami? Demi kami? Demi kita? Untuk apa demi kita? Kemarilah. Siapa yang percaya? Iya. Di Kediaman Tao ada banyak barang pribadi Tuan Tao. Barang pribadi? Aku akan mengeluarkannya dan berbagi bersama kalian. Teman-temanku, ayo kita pergi. Jangan lupa. - Baiklah. - Jangan lupa. Ayo, ayo, ayo. Ayo, ayo, ayo. Ayo pulang, ayo pulang. Pergi dulu, pergi dulu. Ayah. Sudah. Sudah, sudah, sudah. Xiao Fan Fan. Takut. Ayah. Jangan takut, jangan takut. Tunggu sampai aku mendapatkan uang dari mereka, aku akan membelikan sesuatu yang enak untukmu. [Kediaman Tao] Tuan. Aku tak bermaksud mengintipmu di kamar mandi. Setelah aku mengambil barang yang kuinginkan, aku akan pergi. Air panas yang kau inginkan sudah disiapkan.
16:35
Baik, keluarlah. Kenapa kau masih belum pergi? Tuan. Apa kau mau menggosok punggungmu? Tak perlu. Tuan. Kulihat pakaianmu agak kotor, aku akan mencucinya untukmu. Lepaskan tanganmu. Siapa kau? Sejak kau masuk, aku sudah merasa ada yang tak beres denganmu. Aku adalah pelayan Da Zhuang. Da Zhuang? Tak pernah ada orang bernama itu di kediamanku. Li Afan? Bukan. Bukan aku. Bukan aku. Bukan aku. Li Afan. Bukan aku. [Miniatur 100 tael] [Sumpit 20 tael] Aku mau ini. Bayar, bayar, bayar. Antrelah, antrelah. Satu per satu. - Jangan berebutan. - Bayar, bayar, bayar. Diam. Diam. Aku menyiapkan sedikit kejutan untuk kalian hari ini. Lihat miniatur itu persis seperti Tuan Tao. Tentu saja. Ini adalah yang kukatakan sebelumnya, miniatur kustom Tuan Tao. Pernahkah kau bertemu orang ini? Aku tak mengenalnya. Aku tak pernah bertemu dengannya. Tak mengenalnya? Tuan. Tuan, Anda lihat. Apa ini? Ini adalah miniatur yang dibuat oleh Li Afan berdasarkan dengan ukuran tubuhmu. Apa lagi yang dia lakukan? Dia meletakkan miniatur ini di Perahu Hiburan
18:46
dan menjualnya ke pengagummu dengan harga tinggi. Apa? 'Segel' perahunya.[*Mirip dengan pelafalan "Gila".] Iya, Cao Qing juga merasa Li Afan adalah wanita gila. Kubilang segel Perahu Hiburan Chunlai. Cao Qing akan segera pergi untuk menyegelnya. [Maju dengan berani tanpa takut akan kesulitan] Bagaimana makanan tadi? Aku mentraktir kalian makan di restoran terbaik Kabupaten Biyun. Cukup sobat, 'kan? Cukup sobat, cukup sobat. Cukup, cukup, cukup. Aku memang seorang jenius dalam menghasilkan uang yang biasa-biasa saja. Ini adalah upah kalian bulan ini. Kelak kita bisa menghasilkan banyak uang dengan menjual barang-barang dari Tuan Tao. Sedikit uang ini, kalian... Wakil Kepala Cao. Kenapa hari ini ada waktu untuk kemari? Lihatlah ingatanku ini. Bisa-bisanya aku lupa untuk pergi bersih-bersih di Kediaman Tao hari ini. Aku akan ke sana sekarang. Aku akan pergi sekarang. Tunggu sebentar. Itu... Aku datang untuk memberitahumu. Beri tahu apa? Kau mencuri dan menjual barang-barang pribadi Tuan Tao. Merusak citra Tuan Tao. Tuan memberi perintah. Mulai hari ini, Perahu Hiburan Chunlai akan disegel untuk perbaikan. Kau... Kau tak punya bukti, jangan omong... Jangan asal omong. Tuan. Astaga. Ini... Ini... Ini... Mengukir segel Tuan tanpa persetujuan. Hanya dengan ini, sudah cukup untuk memasukkanmu ke penjara. Tuan hanya menyegel perahu hiburanmu.
20:49
Dia sudah sangat toleran padamu. Wakil Kepala Cao. Begini, kelak uang yang kami hasilkan, akan kubagi setengah padamu. Jangan ambil pergi barang penghasil uangku. Begitu murah hati, memberiku setengah? Sesuai hukum, segala uang kotor harus disita. Bukan. Wakil... Wakil Kepala Cao Ini... Wakil Kepala Cao [Kediaman Tao] Tuan Tao, Wakil Kepala Cao. Ayo kita berdiskusi. Aku benar-benar sudah tahu kesalahanku. Tuan Tao. Apa yang kau lakukan? Biarkan aku bertemu Tuan Tao sebentar. Kuberi tahu padamu, Kediaman Tao bukanlah rumahmu. Tuan bukanlah ayahmu. Bukan tempat yang bisa kau terobos dan bukan orang yang bisa kau jumpa begitu saja. Selain itu, menguntit, mengintip, mengganggu Tuan, semuanya harus dimasukkan ke penjara. Tak terkecuali wanita. Kalian berdua awasi dia. Baik. Wakil Kepala Cao Wakil... [Kediaman Tao] Kau, jangan gigit aku. Serius? Aku baru makan enak. Tuan Tao. Kau... Bantu tarik aku. Tarik aku. Tuan... Tuan Tao. Tuan. Tuan, dengarkan penjelasanku dulu. Tuan Tao. Aku benar-benar tak bermaksud menjual barangmu. Pengagummu terlalu gila. Jika aku tak memberikan mereka sesuatu,
23:34
mereka mau merusak perahu hiburanku. Jadi, kau bilang kau tak bersalah, 'kan? Tuan. Aku terlalu lugu. Namun, aku juga terpaksa. Lihatlah, Perahu Hiburan Chunlai-ku baru dibuka, kau sudah memberi perintah untuk menangguhkan bisnis demi perbaikan, jadi, aku hanya bisa datang sendiri untuk mencari keadilan. Aku memberi perintah perbaikan, sudah berbelas kasih padamu. Namun, kupikir Tuan sedang menggunakan wewenang membalaskan dendam pribadi. Atas dasar apa aku sedang menggunakan wewenang membalaskan dendam pribadi? Karena Tuan, kau berpikir aku punya hubungan dengan Lian Qi, jadi, kesanmu padaku menjadi tak baik. Perintah yang kukeluarkan tak pernah kuubah. Kau di sini saja. Tuan, Tuan. Tuan. Kau... Kau tarik aku keluar dulu, Tuan. Apa yang kau lihat? [Kediaman Tao] Pemilik perahu. Xiao Fan Fan Pemilik perahu. Ayah, Ayah. Ayah. - Kau di mana? - Ini adalah Xiao Fan Fan. Xiao Fan Fan, kau cepat keluar. Xiao Fan Fan. Kenapa kau terjebak di sana? Pemilik perahu. Kenapa kau bisa ada di sini? Bukankah ini semua karena si Marga Tao itu, tak membiarkanku jalan dari gerbang. Membuatku terpaksa melewati lubang anjing ini. Tak disangka aku terjebak seharian di sini. Mana Ayah Li? Ayah. Ayah. Ayah Li. Tiga. - Sudah terjebak.
25:20
- Satu dua tiga. Satu dua tiga. Pelayan. Tuan. Cari beberapa tukang. Besarkan lubang anjing ini. Baik. Payung bunga, payung hujan. Aku tak akan pergi ke Kediaman Tao yang bobrok itu lagi. Terserahmu saja. Tanghulu. Hari ini aku ingin memanjakan diriku sendiri, menebus rasa malu karena terjebak di lubang anjing kemarin. Payung bunga. Kantong wewangian, kantong wewangian. Pao yang masih panas, baru diangkat dari kompor. Nona, lihatlah. Ciumlah, harum sekali. Bos, berapa harga kantong ini? Harganya tiga sen. Tiga sen. [Jangan berpikir aku tak tahu] [selalu ada orang yang mengawasiku setiap hari.] Kemari. Pao. Pao. [Kediaman Tao] [Perahu Hiburan Chunlai] Para siput, kita akan mulai kelas hari ini. Baca bersamaku. Persik. Persik. Bunga. Ini... Ini... Ini... Ini adalah... Apa yang kau lakukan? Aku sedang mengajar siput membaca. Kau mengenali kata-kata ini? Tentu saja. Persik.
28:04
Bunga. Ini... Terlalu sulit, aku sudah lupa. Benteng. Benteng dari benteng bunga persik. Benar, itu dibaca benteng. Tuan. Li Afan berhasil lolos dari pengawasan bawahan. Sekarang dia sudah menghilang. Sudah menghilang? Aku telah mencari ke semua tempat yang bisa dicari, namun, masih tak menemukannya. Xiao Fan Fan hilang? Tak boleh. Aku mau mencari Xiao Fan Fan. Bolehkah kau menungguku di sini? Serahkan padaku untuk menemukan Nona Afan. Siapa kau? Kenapa aku harus menyerahkannya kepadamu? Aku bahkan tak mengenalmu. Aku Dewan Penasihat Militer, Tao Junran. Aku tahu. Tuan Tao yang sering disebut Xiao Fan Fan. Kalau begitu, aku bisa mempercayaimu. Kau pergi untuk mengerahkan pasukan, gunakan sinyal suar untuk berkomunikasi. Kita tak boleh terlalu lama di sini. [Zhu Zi] Tao Junran sudah menyadari dia hilang, pasti akan mengejar hingga kemari. Ganti bajunya. Ubah riasannya. Untuk berjaga-jaga, beri dia meminum ini. Kalian siapa? Apa yang ingin kalian lakukan? Jangan takut. Aku tak akan menyakitimu. Minumlah ini. Aku tak mau meminumnya. Tak takut untuk memberi tahu kalian, sejak kecil aku tak memiliki ayah dan ibu, tubuhku berpenyakitan. Bahkan jika kalian repot-repot menculikku juga tak ada gunanya. Pada akhirnya, kalian hanya akan diberi nama penculik yang tak sepadan dengan kerugiannya. Kuberi tahu pada kalian, aku dan Tuan Tao adalah teman baik. Jika dia menyadari aku hilang, kalian akan dalam masalah. Tak peduli apa yang mau kalian lakukan, aku tak akan tunduk pada kalian.
29:56
Lepaskan aku. Afan, jangan salahkan aku. Bagaimanapun juga, aku akan membawamu pulang. Cepat bersiap untuk pergi dari sini. Masih tersisa setengah perjalanan untuk keluar dari batas Kabupaten Biyun. Dunzi, percepat keretanya. Pastikan untuk tiba di Danau Yanlan yang disepakati sebelum malam hari. Apa yang terjadi denganmu? Per... Perutku sakit. Perutmu sakit? Ini... Kita akan segera sampai di Danau Yanlan. Bersabarlah. Orang-orang memiliki tiga urgensi. Aku tak bisa menahannya. Tampaknya, dia sangat tak nyaman. Bibi Hong, jaga dia. Baik. Dunzi, hentikan keretanya. Baiklah, selesaikan saja di sini. Berbaliklah dan menjauh dariku. Kita semua adalah wanita. Kenapa kau malu? Jika kau melihatku, aku tak bisa mengeluarkannya. Jangan macam-macam. Bahkan jika kau lari, kami juga akan menangkapmu kembali. Lindungi Tuan. Tuan. Tuan. Cao Qing sudah terlambat datang. Mereka Rakyat Qianli. Bawa dia kembali untuk diinterogasi. Baik. Makamkan dia. Bawa pergi. Baik. Jangan takut. Aku akan mengantarmu pulang. Ayah. Ayah. - Ayah. - Xiao Fan Fan. Xiao Fan Fan. - Xiao Fan Fan. - Ayah, aku sudah kembali. Xiao Fan Fan, kau sudah kembali. Aku sudah kembali. Xiao Fan Fan. Ada apa dengan wajahmu? Wajahku? Aku akan membawakan cermin untukmu. Aku... Ini...
34:51
Ayah, ini sakit. Harus bagaimana? Xiao Fan Fan sakit. Bagaimana? Obat. Ayo Xiao Fan Fan. Cepat oleskan obat ini. Obat ini bisa menghilangkan kemerahan dan meredakan gatal. Oleskan dulu. Kau oleskan obat dulu. Aku akan membawakan air untukmu. Karena kau sudah sampai di rumah dengan selamat, aku akan pulang dulu. Tunggu sebentar Tuan Tao. Masih ada urusan? Tuan. Seruling yang kau ambil adalah satu-satunya hal yang ditinggalkan ibuku untukku. Ayahku selain seruling itu, dia tak ingat semua tentang ibuku. Aku juga tak pernah bertemu ibuku. Jadi, bagiku, serulingku di sisiku, maka ibuku juga di sisiku. Aku juga orang yang memiliki ibu. Kenapa kau mengatakan ini kepadaku? Karena... Karena hanya dengan mengatakan ini, kau baru bisa percaya padaku. Karena seruling itu adalah peninggalan ibumu untukmu, maka aku akan mengembalikannya padamu. Terima kasih Tuan, terima kasih Tuan. Sudah selesai bicara? Masih ada, masih ada, masih ada. Ini... Aku tahu apa yang terjadi hari ini, Tuan pasti akan meragukanku. Namun, aku benar-benar tak tahu mengapa Rakyat Qianli itu bisa menangkapku. Aku benar-benar tak ada hubungannya dengan mereka. Aku sudah tahu. Aku akan mengirimkan seseorang untuk mengembalikan serulingmu besok. Terima kasih Tuan. [Kediaman Tao] [Persik.] [Bunga.] [Ini...] [Terlalu sulit.] [Aku sudah lupa.]

DOWNLOAD SUBTITLES: