MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP02 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装剧情 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP02 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装剧情 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 560

Number of words: 2600

Number of symbols: 14848

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Berbicara tentang pedang dan pisau, dendam terhapuskan♪ ♪Dendam baru dan lama membuatku kebingungan♪ ♪Berbicara tentang taktik dan cara, siapa lebih hebat?♪ ♪Kesulitan yang kita hadapi sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, perjalanan sangat jauh♪ ♪Di mana pendampingku?♪ ♪Menceritakan beban pikiran pada hujan dan langit cerah♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Lihatlah warna bunga dan daun yang indah ini♪ ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪ ♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 2= Orang baik hati. Kau begitu manis, tapi begitu kejam. Aku tak percaya. Master. A-Xiang, jangan memalukan. Ilmu bela dirimu biasa saja, kau masih tak pandai menilai? Pelayanku tak sopan, sudah memalukan. Tidak. Salahku berbicara kasar. Ternyata kau juga bisa bela diri,… …maka termasuk teman dunia persilatan. Aku sudah tak sopan. Aku salah di awal. Aku Zhang Chengling. Sekte Danau Jing dari Ikatan Lima Danau. Aku ingin bertanya,… …kau berguru di mana dan siapa namamu? Tak berani, tak berani. Apakah Anda terluka atau sakit? Tak berbakat, tak ada perguruan dan sekte. Tuan Muda, kita pergi saja. Jangan ikut campur. Kau datang ke Yuezhou, wilayah Sekte Danau Jing,… …kalau bersedia maka sudah jadi tamu kami. Tak peduli kau terluka, sakit atau bertemu kesulitan… …pakai pelat namaku untuk datang berobat ke desa kami. Tuan Muda, meski ada pelat nama,…
04:07
…juga tak boleh berikan ke orang yang baru ditemui. Tuan Besar sudah bilang, pelat nama ini… Ayah mengajariku seperti itu. Mengandalkan orang tua di rumah, mengandalkan teman di luar. Prinsip pendekar harus saling menolong. Lihat, sakitnya begitu parah dan bahkan bertemu denganku. Tuan Muda. Bagaimana kau tahu dia adalah pendekar? Lihatlah pakaiannya, bagaimana jika dia orang jahat? Tuan Muda, ayo pergi. Jika tidak, akan terlambat. Terima kasih bantuan Tuan Zhang. Apakah Anda buru-buru melakukan sesuatu? Jangan sampai terlambat. Benar, hampir lupa. Aku harus beli sarapan ibuku. Teman, jangan sungkan. Kita akan terus menjadi berteman. Sampai bertemu lagi. (Sekte Danau Jing, Zhang Chengling) Sudahlah. Saat kecil Jiuxiao… …juga lugu sepertinya. Master. Aku baru mau memberinya pelajaran. Kenapa kau tak izinkan aku menghajarnya? Langkahnya itu begitu lincah. Sangat menyebalkan. Hanya kamu… …bisa dapat keuntungan apa dari Sembilan Langkah Cepat. Sembilan Langkah Cepat? Dari Sekte mana? Desa Empat Musim. Desa Empat Musim? Desa Empat Musim apa?
05:42
Kenapa aku tak pernah dengar? Orang ini sepertinya menyamar, nanti akan kudatangi dia. Kau kejar aku, aku kejar kamu. Ada keajaiban di dunia persilatan. Lima Danau mengelilingi dunia. Siapa yang jadi ketua dunia persilatan? Lagu ini lagi. Dunia persilatan baru tenang beberapa tahun. Lima Danau ingin menciptakan kekuasaan. Memakai nama ketua dunia persilatan. Tak pantas menduduki posisi itu. Ini pasti akan ada bencana. Siapa? (Pengemudi Perahu) Apa yang kau lakukan? Tak lihat aku sedang tidur? Berbisnis tidak? Tentu. Aku mau ke Desa Danau Jing. Tiga Tael perak, mau tidak? Baik, ayo. Dasar Dungu. Tiga perak sudah bisa pulang pergi dua puluh kali. Kau sudah buka harga, aku sudah setuju. Inilah transaksi. Untuk apa kau peduli aku dungu atau tidak. Tunggu. Kulihat apa kau gila? Kau terlihat seperti orang sakit yang bisa mati kapan pun. Apakah kau sedang merencanakan hal jahat… …ingin mengancamku? Enyahlah. Aku tak mau berbisnis denganmu. Enyahlah. Anda tak membawa orang berjodoh. Jika tak berjodoh, untuk apa memaksa.
07:32
Jika tak keberatan, kenapa tak bersama kami saja? Apa yang kau lakukan? Bocah yang penuh sindiran. Apa maumu? Mau merebut bisnisku? Apakah kau tahu apa itu bergiliran? Bocah dungu, ayo. Baik, berangkat? Mari. Sampai bertemu lagi. Mari, mari. Cepat, cepat. Semoga perjalananmu lancar, aku akan menantikannya. Master. Siapa sebenarnya si Penyakitan itu? Samaran. (Desa Danau Jing) Ini adalah sungai selatan penuh bunga aprikot di legenda. Apa yang kau lakukan? Jika sungguh mati di sini, sepadan juga. Berengsek! Bajingan, jangan pergi! Kau belum bayar. Si Penyakitan yang pantas mati. Kau yang jelek begini keluar untuk menipu. Orang lain makan gratis, kau naik kapal gratis. Cobalah bercermin. Kau tak terlihat searogan itu. Kau terlihat seperti peliharaan orang tak berguna. Cepat bayar! Jika tak bayar,… …akan kupatahkan tulangmu untuk masak sup. Kau bilang aku naik kapal gratis? Benar, yang kumaksud itu kamu. Kalau begitu, aku naik kapal gratis saja. Jangan lari! Berhenti!
09:45
Dasar berengsek! Berengsek, bajingan. ♪Berbicara tentang pedang dan pisau, dendam terhapuskan♪ ♪Dendam baru dan lama membuatku kebingungan♪ ♪Berbicara tentang taktik dan cara, siapa lebih hebat?♪ ♪Kesulitan yang kita hadapi sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, perjalanan sangat jauh♪ ♪Di mana pendampingku?♪ ♪Menceritakan beban pikiran pada hujan dan langit cerah♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Lihatlah warna bunga dan daun yang indah ini♪ ♪Hidup ini singkat, berapa tahun sudah berlalu?♪ ♪Musim gugur maupun dingin, badai terus berlanjut♪ ♪Awan mudah menyebar, hari-hariku sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪
12:10
♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ Maaf. Jangan marah. Teknik langkahmu begitu elegan, aku tak bisa melupakannya. Jadi, aku datang untuk mengujinya lagi. Elegan? Berengsek. Apakah penglihatan Tuan bermasalah? Tidak, penilaianku sangat baik. Langkah ini ringan bagaikan salju, seperti bulan yang tertutupi awan. Sangat indah, sangat indah. Siapa orang ini? Dia tahu Sembilan Langkah Cepat dari Desa Empat Musim. Kulihat kau suka minum arak. Cuaca juga bagus. Bagaimana kalau minum beberapa gelas denganku? Minum dikelilingi bunga, minum sendiri tanpa ditemani. Tuan terus mengikuti,… …sebenarnya apa tujuanmu, katakan saja langsung. Mengikuti? Bukankah kau yang bilang bertemu lagi jika berjodoh? Bukankah aku datang menemuimu lagi? Asal berbicara. Kelak kita masih akan bertemu lagi? (Desa Danau Jing)
13:44
Tuan Besar kami baik hati, suka membantu. Tuan Muda pertama dan kedua juga suka berteman. Meski desa kami kecil, tapi ada banyak pendekar dunia persilatan. Semuanya begitu berwibawa dan hebat. Tak sangka Tuan Muda Kecil juga mengikutinya. Namun, penilaiannya sungguh jauh berbeda. Lima Danau mengelilingi dunia. Siapa yang jadi ketua dunia persilatan? Kita Sekte Danau Hu sudah tak ikut dunia persilatan. Siapa mau jadi ketua dunia persilatan… (Zhang Yusen) …maka kita dukung saja. Namun, Ayah. Akhir-akhir ini lagu ini terus berlanjut,… …keluar sambungannya lagi. (Zhang Chengfeng) Ini tak masuk akal dan mencurigakan. Awan tersebar, giok biru pecah. Siapa yang menangisi hantu di Gunung Qingya? Apa? Apakah lagu ini membahas Giok Biru itu? Chengfeng jaga mulutmu. Ayah. Kak Deng tahun ini datang mengajak Ayah… …ikut pertemuan Ikatan Lima Danau. Bagaimana kalau tahun ini kita kunjungi Paman Gao di Kota Yang? Itu adalah Tuan Besar Zhang, Zhang Yusen, 'kan? Sudah lama tak bertemu Paman Gao. Mereka Tuan Besar dan Tuan Muda pertama.
15:11
Pendekar, sebelah sini. Siapa orang itu? Dia pengemis yang membawa pelat nama Chengling untuk menginap. Tak tahu bagaimana kenalnya. Tak ingin membuatnya kesal,… …jadi kuminta pengurus mencarikan tempat untuknya. Chengfeng, kau harus urus kedua adikmu. Mulai hari ini jangan izinkan Chengluan dan Chengling keluar. Baik, Ayah. (Gudang) Pendekar. Pendekar. Anda adalah teman Tuan Muda Kecil. Termasuk tamu terhormat, tapi kamar kami memang terbatas. Kali ini hanya ada gudang untuk Anda. Gudang? Jika Anda merasa tak baik,… Gudang ini bagus. Aku masih ada permintaan. Pendekar, langsung katakan saja. Botol arak ini dalamnya begitu kosong. Mengerti. Nanti aku bawakan arak dan sayur untuk Anda. Terima kasih. Kalau begitu, aku lanjut bekerja dulu. Sudah dibersihkan. Hanya beberapa Jenderal yang tak tahu diri,… …mereka mencoba melawan. Semua sudah kubunuh. Gantung kepala mereka di depan pintu kota. Sebagai peringatan untuk semua. Baik. Lapor Raja, melalui laporan mata-mata,… …di area sungai selatan ada yang menyebarkan…
16:54
…lagu anak-anak yang misterius. Sepertinya sedang membahas keberadaan Kunci Giok Biru. Segera utus orang selidiki. Satu hal lagi. Mata-mata yang mengikuti Zhou Zishu… …sudah kehilangan jejaknya tak lama ini. Ternyata memang ada persiapan, lanjut cari. Sudah tengah malam. Paku Penyiksa datang mengambil nyawa. Tolong! Tolong! Tolong! Topeng hantu ini… …sepertinya pernah kubaca di sebuah buku. Lembah Hantu Gunung Qingya. Kenapa Sekte Danau Jing bisa menyinggung iblis ini? Semuanya pelayan. Tak ada yang melawannya. Sepertinya yang berkuasa sudah mati. Tak sangka Sekte Danau Jing dihancurkan Lembah Hantu. Tuan Muda Kecil, ayo ikut aku. Pipit Pengintai. Kenapa ada mata-mata Tianchuang di sini? Sudahlah, tolong orang dulu. Cepat sembunyi! Kau baik-baik saja? Si Penyakitan? Pak Tua, cepat bawa dia pergi. Ayo, cepat. Zhang Yusen. Jika tak ingin tersiksa,… …maka cepat serahkan Kunci Giok Biru. Jangan bermimpi! Baik, kau tak takut mati. Apa kau takut melihat kedua anakmu mati? Kau baik-baik saja? Tuan. Sebenarnya kau orang hebat dari mana? Naik gratis perahumu sekali, aku menolong nyawamu. Kita impas.
23:26
Kau salah. Kau naik perahuku dua kali. Kali ini juga aku yang mendayung, kau juga tak berikan uang. Penyakitan, kita masih harus terus lari. Kita tak bisa lama di tempat ini. Penyakitku kambuh, tak bisa pergi. Kau bawa anak ini pergi. Tak usah pedulikan aku. Kamu… Tak bisa, kalian menolongku. Aku tak bisa tinggalkan kalian. Jika ayahku tahu aku melakukan hal tak setia seperti ini,… …dia akan mematahkan kakiku. Kau ini dungu? Sekarang ayahmu pasti sudah mati. Tak akan yang akan memukulmu. Kau cepatlah lari. Ayahku tak akan mati. Ayahku adalah Pedang Musim Gugur, Pendekar Danau Jing. Tentu saja aku tahu siapa ayahmu. Pedang Musim Gugur pernah menyelamatkan nyawaku. Aku sudah bawa perahu di depan rumahmu selama tiga tahun. Aku mencari kesempatan untuk membalas jasanya. Kau cepat pergi. Kau pergi ke Danau Tai cari Pendekar Sanbai. Setelah bertemu orang Ikatan Lima Danau,… …kau sudah aman. Aku tak mau pergi. Aku bisa bela diri. Kedua Paman, kalian cepat mengobati diri. Aku lindungi kalian.
25:21
Anak Lugu! Anak ini adalah anak yang baik, hanya sedikit lugu. Penyakitan, kau masih bisa berdiri? Aku perlu waktu setengah jam. Baiklah. Hantu Gantung Sepuluh Hantu Kejam dari Lembah Hantu ada di sini. Serahkan Kunci Giok Biru dengan patuh,… …kau bisa mati tanpa tersiksa. Hantu berengsek! Masuk! Paman Li. Paman Li. Kubunuh kamu! Tak sangka Pedang Musim Gugur punya anak yang tak berguna sepertimu. Kugantung kau, hantu jelek. Berani berlagak di depanku. Kujadikan kau hantu sungguhan. Pengemis Jelek. Bela dirimu lumayan juga. Pedang bagus. Master. Saudara, kita bertemu lagi. Lao Li. Paman Li. Kurang ajar. Hampir dibawa pergi hantu kematian. Pendekar, Pendekar. Cepat tolonglah dia. Untuk apa menangis? Aku belum mati. Setelah aku… Setelah aku kehabisan nafas… …masih sempat untuk menangis. Penyakitan. Bela dirimu hebat juga. Lebih hebat sedikit darimu.
31:29
Aku tak berguna lagi. Seumur hidup ini aku tak berutang budi pada orang. Hari ini, akhirnya bisa membalas budinya. Aku bisa mati dengan tenang. Kamu. Kamu dua kali naik perahuku secara gratis. Sekali jalan tiga perak. Masih harus tambah bunga. Jika kau bukan pria berengsek, kau harus bayar aku. Kau ingin aku melakukan apa? Katakanlah. Aku mau kamu… Aku mau kamu bawa anak ini… …kepada Zhao Jing dari Ikatan Lima Danau dengan selamat. Paman Li. Aku tak mau, aku tak pergi. Anak lugu. Kau anak yang baik. Hanya saja ayahmu sudah mengajarimu terlalu baik. Kelak… Kelak… Penyakitan, siapa namamu? Namaku… Zhou Xu. Zhou Xu. Baik. Anak lugu, cepat beri hormat.
33:13
Kelak kau harus turuti dia. Cepat. Paman Zhou. Baik. Zhou Xu, kau sudah menerima hormat ini. Kau harus menepatinya. Aku… Aku akan ingat namamu. Di langit ada dewa. Kelak jika kau ingkar janji,… …aku di alam sana… …juga akan memarahi 18 generasi leluhurmu. Paman Li! Paman Li! Paman Li. Paman Li! Paman Li. Paman. Aku menyetujuimu. Panggil pengemudi perahu! Baik. Kenapa ini? Kenapa masih diam? Siapkan perahu! Kak, perahunya sudah bocor. Kak, ini juga. Kak, perahu ini juga. Kakak! Kakak! Pengemudi perahu mati, sekeluarga sudah dibunuh. Apakah kau tahu namanya? Aku hanya tahu dia bermarga Li. Saudara Li. Kau pandai menilai pendekar. Kau mempercayakan anak ini pada Saudara Zhou. Saudara Zhou terlihat begitu kuat.
36:07
Dia pendekar yang sangat berperasaan. Kau sudah bisa tenang di sana. Terima kasih pada… Wen, Wen Kexing. Ternyata namamu adalah Zhou Xu, Xu dari kata apa? 'Xu' dari kata catkin. Nama yang bagus. Begitu sopan dan bergerak seperti angin. (Makam Paman Li) Kenapa? Paman Zhou, aku tak apa. Hanya tiba-tiba pusing. Tuan Muda, maaf. Jangan bersikeras. Kau kelelahan, butuh istirahat. Tidak, Paman Zhou, aku bisa lanjutkan perjalanan. Istirahat semalam juga tak apa. A-Xiang! Nyalakan api, buat makanan. Tak perlu Anda perintahkan. Sudah kusiapkan, cepat masuk. Saudara Zhou, Tuan Muda Zhang. Silakan. Master, Master. Master. Saudara. Master, kau makan dulu. Aku saja yang melayaninya. Pengemis. Meski bela dirimu bagus, tapi nyalimu kecil. Kenapa? Takut aku memberimu racun? Tak mau kembalikan, aku masih lapar. Saudara jika tak percaya, makan ini saja. Aku tak lapar.
38:37
Kalau begitu… Begitu berhati-hati pada kami,… …malah demi tiga perak mau diikuti anak ini. Kau tahu siapa anak ini? Kau langsung mau ikut campur. Gadis tengik, kau tahu apa? Pengelana yang sebenarnya selalu menepati janjinya. Dia bergerak jauh tanpa takut kematian. Tindakan Saudara Zhou sangatlah bijaksana. Apa maksudnya? Master, jangan bersastra denganku. Aku akan pusing dengan sastramu. Kalimat ini ditulis di buku sejarah Tuan Sima Qian. Artinya adalah meski orang biasa, jika berjanji maka akan ditepati. Karena ini terus berjuang tanpa takut mati. Itulah Pendekar Pengelana. Ayahku memintaku menghafalnya. Paman Zhou, Chengling… Aku berterima kasih. Tak perlu katakan itu. Kenapa? Kau tak suka roti itu? Kuberikan pao ini. Aku tak makan pemberianmu. Sudahlah, Pendekar. Aku yang menolong nyawamu. Jika tak mau aku tolong, coba saja pergi mati. Gadis Tengik, kurangi bicaramu. Mulutmu begitu beracun, hati-hati tak ada yang mau. Memang manusia di dunia ini tak tahu terima kasih.
40:11
Aku baru saja menyelamatkannya. Baru mengatainya sedikit, sudah menatapku seperti itu. Jika hebat, tataplah musuh seperti itu. Pengecut! Nona Gu benar. Maaf, aku salah. Zhang Chengling berterima kasih atas pertolongan Nona. Aku tak memintamu berlutut. Sudahlah, berdirilah. Saudara Zhou. Kau menyamar, 'kan? Tuan Muda Zhang. Namaku Zhang Chengling. Pendekar panggil aku Chengling saja. Jangan panggil aku Pendekar. Aku berlawanan dengan kata pendekar. Master. Anak lugu ini selalu membahas prinsip pendekar,… …membantu yang lemah, seperti membaca cerita. Kukira dia begitu hebat. Ternyata, semua hanya keluar dari mulut. Saat sungguh bertarung,… …hanya bisa melarikan diri dan menangis saja. Prinsip pendekar kalian hanya cocok di panggung teater saja. Kamu! Aku? Kenapa? Pria sejati tak perlu bertengkar mulut. Pria yang tak bisa bawa pedang dengan baik. A-Xiang. Belum berterima kasih pada orang baik. Sudah menolong di saat penting. Jangan memanggilku orang baik,… …mendengar saja membuatku merinding. Namaku Gu Xiang. Kita sungguh berjodoh.
42:14
Bertemu di saat yang tepat, bertemu juga di saat tak tepat. Jodoh sudah ditakdirkan. Begitu juga dengan Saudara Zhou dan Tuan Muda Zhang. Dipertemukan tiba-tiba. Tuan Muda Zhang, kau terluka? Aku… Aku baik-baik saja. Terima kasih, Tuan Muda Wen. Ada luka harus segera diobati. Aku tahu sedikit pengobatan. -Jika tak keberatan, aku bisa… -Tak perlu, aku baik-baik saja. Dia sudah bilang tak perlu. Jangan menolak pengobatan, Saudara Zhou. Jika luka anak ini memburuk dan mati,… …ini bukan urusanku. Namun, 18 generasi leluhurmu akan… Tuan Muda Wen, jika kau ada niat lain, bisa langsung katakan saja. Tak perlu berpura-pura. Jika kau bukan musuh, maka jangan terlalu memaksa. Baik. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪
44:50
♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪
45:58
♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: