The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.227: Which Star Are You From? [ENG/IND/2018.06.03]

The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.227: Which Star Are You From? [ENG/IND/2018.06.03]

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 2200

Number of words: 9228

Number of symbols: 53554

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:00
(KBS Studio) (Ada keluarga baru yang ikut The Return of Superman?) (Orang ini cukup berinisiatif untuk menutup pintu.) Aku bisa lihat dengan baik. Mau kutarik kursinya? Tidak. (Malu) Tidak perlu./ Astaga, memalukan sekali. Semua akan baik-baik saja. (Dia adalah Penyiar Kim Soyoung) (Oh Sangjin dan Kim Soyoung) (menikah bulan April tahun lalu.) (Mereka terkenal mesra.) (Melihat mereka saja membuat kita bahagia.) (Mereka adalah narator baru acara ini.) (Namun, tak seperti reputasi mereka,) (mereka terlihat canggung.) Mereka akan sangat manis. Ini kali pertama kita berada di satu studio bersama. Benar. Kita tidak pernah melakukannya seperti ini. (Silakan menyapa permirsa kita secara formal.) Halo, aku Oh Sangjin, dan aku sudah menikah selama setahun. Halo, aku Kim Soyoung. (Terlihat canggung lagi) Cara kerjanya seperti ini, kan? (Menggemaskan sekali.) Kenapa? Apa ada yang membuatmu tak puas? Tidak sama sekali. (Tertawa) (Apa ada yang berubah setelah menikah?) Setelah menikah... Aku lebuh... Bagaimana mengatakannya?
01:13
Apa kau akan membicarakan keburukanku? Aku merasa jauh lebih aman. Tidak ada yang berubah secara drastis. Aku memasak seperti yang biasa kulakukan. Aku bersih-bersih seperti yang biasa kulakukan. Tapi beban kerjanya dua kali lipat sekarang. (Beban kerjanya dua kali lipat karena mereka berdua sekarang,) Bukannya makan makanan ibunya, dia makan masakanku sekarang. Ya, kurang lebih sama bagiku./ Itu saja. (Apa kalian menonton dan menyukai The Return of Superman?) Tentu saja./ Aku penggemar acara ini. Benar./ Sebenarnya dari awal, aku sangat menyukai The Return of Superman. Dia tidak dipanggil Daebak lagi belakangan ini. Namanya Sian./ Dia sudah besar sekarang. Aku sangat menyukainya./ Dia menggemaskan. Keluarga mereka besar sekali. Jadi, aku agak iri./ Benar. (Bagaimana jika kita temui lima bersaudara itu searang?) Mereka manis sekali. Situasinya tenang. Tolong tetaplah tidur. (Itru harapanku.) (Istirahat singkat ini semanis madu.) Ayah. Dia bangun./ Hari dimulai. Tapi apa dia selalu bersemangat seperti itu di pagi hari? Dia putra seorang pemain bola. Kau sudah bangun? Hei, Sian. Kau mau ke mana? Ayo lakukan ini./ Apa itu?
02:26
Aku ingin melempar bola./ Baik. Berdiri di sana dan bersiaplah. (Itu pelajaran bahasa Korea.) Bidik yang benar. Jangan sampai kena ayah. Lempar. (Melempar) (Menempel) Apa ini?/ Pisang? Apa kau sudah menghafal semuanya? Ya./ Sejak kapan? Bagaimana dengan yang ini? Ayah rasa kau tahu yang ini. Ayam./ Benar. Kau tahu banyak sekali kata sekarang. Apa kau sering memainkan ini? Apa ini?/ Bagaimana dengan "The Ocean"? "Mempelajari Bahasa Korea Dasar". Aku pernah membacanya di tablet. Apa? Aku pernah melihatnya di tablet./ Tablet? Generasimu cepat mengerti. Hei, Sian./ Ya? Kau sudah banyak belajar dengan ini, ya? (Bahkan belajar pun dilakukan di tablet sekarang ini.) Di mana babinya? Kau benar. Lihat. Apa selanjutnya? Semangka./ Semangka. (Sian terus menjawab setiap pertanyaan.) Benar. Apa selanjutnya? (Donggook lebih bersemangat.) Handuk. Kau tahu semuanya, Sian. Kau hebat sekali. Coba lihat. Sian, bagaimana rasanya belajar dengan ayah? Menyenangkan. Belajar bahasa Korea bersamamu juga menyenangkan.
03:50
Kalau ayah punya benda seperti ini wkatu kecil... Astaga. Melelahkan. (Dia kehabisan energi.) Apanya yang sulit? Belajarnya? Bateraiku habis. (Dia memang sudah cukup lama belajar.) Bateraimu habis? (Sian perlu diisi ulang.) Karena bateraimu habis, akan ayah isi ulang, ya? Buka matamu lebar-lebar. Buka yang lebar. Bagus. Buka matamu lebar-lebar. Seperti ini?/ Ya, ayah mulai. (Adegan ini familier.) (Ini adegan terkenal dari "The Greatest Love".) Isi ulang. (Ciuman isi ulang) Ayah mulai. (Donggook dan Sian akan mencoba adegan ini?) (Dia otomatis menutup matanya.) (Apa sudah terisi penuh?) (Dia mengelap air liurnya.) Bateraiku habis. Kau mengelap bibirmu. Kau tak boleh melakukannya. Bateraimu habis, kan? Bateraiku sudah terisi sekarang. The Return of Superman, episode 227. "Dari Bintang Mana Asalmu?" Selamat pagi, Ayah./ Ayah. Kemarilah./ Selamat pagi. Selamat pagi. Cium ayah. (Pengungkapan cinta adalah yang pertama di pagi hari.) Ayo.
05:02
Aku bosan. Benarkah? Seorang teman ayah ingin bertemu kalian. Siapa? Paman Dongwook? Apa? Dari drama itu./ Bukan Dongwook. Salah. Bukan dia. (Kecewa) Dia seorang penyanyi yang sangat hebat. Dia juga sangat bugar. Apa dia berotot? Ya, karena dia suka berolahraga. Apa dia lebih berotot daripada Ayah? Ya. Sebentar. Apa rumahnya lebih besar daripada rumah kita? Tidak./ Apa kita pergi ke luar? Tidak. Dia bicara bahasa Mandari dengan sangat baik. Bahasa Mandarin?/ Apa dia dari Tiongkok? Ya, apa kalian bisa bahasa Mandarin? (Menghitung dalam bahasa Mandarin) (Secara bertahap berubah menjadi bahasa Korea.) Seola, kau pandai bahasa Mandarin. Halo. Dia pandai bahasa Mandarin. Apa dia tampan? Kenapa kau menantakannya? Kau akan menembakkan hati lagi dari matamu? Alis matamu juga akan naik-turun.
06:13
Ayah benar, kan? Itu yang kau lakukan saat ada paman tampan yang berkunjung. (Bagaimana bisa mereka begitu bahagia?) Ayo berdandan. Agar terlihat bagus di depan tamu kita? (Mengangguk gembira) Waktunya pakai gaun. Kalian yang pilih, anak-anak. Baik. Trio Lee, apa kalian sudah siap? Keluarlah satu per satu, mengerti? Mulai. (Mereka mengadakan pagelaran busana sebelum penyambutan.) Hei, Seola. Kau berusaha terlihat secantik apa? (Aku cantik.) Orang berikutnya. Ada apa denganmu? (Peserta berikutnya masuk dengan murung.) Hei, Sua. (Sua menunjukkan selera modenya yang unik.) Kau Sua, bukan? Setidaknya kau harus perlihatkan wajahmu. Apa sekarang giliranku? Ya. Kau yang selanjutnya, Sian. Siapa kau? Itu Thor. (Tanah bergoyang saat dia masuk.) Kau Thor. (Sian, sang dewa petir.) Menakutkan sekali. Apa kau akan mengintimidasi tamu kita? Sian, palu itu kuat sekali.
07:26
(Kuat) Tamu kita.../ Coba pegang ini. (Melebih-lebihkan) Bagaimana kau membawanya? Ini berat sekali. Dia pura-pura. Aku ingin coba yang seperti itu. Kau bisa mengangkatnya? Ayah tidak bisa. Nona-nona, coba pegang. Cobalah. Astaga. (Astaga. Ini berat.) (Dia tersandung dan jatuh.) (Sian bersikap seolah-olah semua baik-baik saja.) Hanya Sian yang bisa mengangkatnya. (Kau sennag, Adikku?) Kita memang kompak. Sian bisa memainkannya dengan jari kelingkingnya./ Ya. Sekarang sudah waktunya tamu kita tiba. Aku ingin bersembunyi untuk mengejutkannya. Baik, bersembunyilah. Dia hampir tiba. Aku akan sembunyi di sini, Ayah. Aku akan sembunyi di sini. Baik, silakan. (Berdering) Dia datang. Halo./ Selamat datang. Kenapa bawaanmu banyak sekali?/ Ini bukan apa-apa. Ini untuk anak-anak. Aku yang membuatnya. Kami tidak bisa melihatmu, Sian. Mereka semua sedang bersembunyi.
08:38
(Dia adalah...) Dia paman yang tampan./ Dia Hwang Chiyeul. Aku pernah makan bersama Donggook sekali bersama kenalan. Aku mengatakan bahwa aku ingin bertemu anak-anaknya kapan-kapan, tapi waktunya tidak pernah tepat. Kebetulan hari ini jadwal kami cocok. Jadi aku mengunjungi mereka dengan senang hati. Mereka bersembunyi./ Benarkah? Mereka bersembunyi di sana./ Di mana kalian? Ayah tidak melihat jari-jarimu, Sian. (Jari-jari Sian tidak terlihat hanya oleh dirinya sendiri.) Ke mana Sian pergi?/ Aku tidak lihat jari-jarinya. Ke mana anak-anak pergi? Cuacanya bagus sekali. Ini luar biasa. Halo. (Sambil berpura-pura melihat ke luar, dia menemukan satu anak.) Di sana kau. Halo. Aku menemukan satu. Siapa lagi?/ Kau menemukan satu. Di mana mereka?/ Di mana mereka? Di mana mereka? Aku menemukan seorang putri. Duduklah di sini. Di mana yang terakhir? Aku sungguh tidak bisa menemukannya. Biarkan saja Sian. Apa kita biarkan saja Sian?
09:49
(Kejutan!) Aku sudah tahu. Ini Thor. Menggemaskan sekali./ Duduk di sini. Anak-anak, kalian tidak mau tahu namanya? Aku ingin tahu./ Namanya adalah... Namaku adalah Hwang Chiyeul./ Chiyeul. (Dia menatapnya.) Aku melihat ada hati yang keluar dari matamu. Beri dia pertanyaan kalau kalian ingin tahu. Kalian semua tahu lagu itu, kan? Ingat lagu yang diajarkan sebelumnya? Itu lagu Paman Chiyeul. Kalian tahu laguku?/ ♪ Lagu yang kudengarkan setiap hari ♪ ♪ Lagu yang kudengarkan setiap hari ♪ Dia menekankan nada di tengah bait. Dia hebat. / ♪ Lagu yang kudengarkan setiap hari ♪ sian berada di tingkat berbeda. Cobalah menyanyi juga, Paman. Paman harus bernyanyi juga? ("A Daily Song", versi asli) (Berbalik badan) (Setelah membuatnya bernyanyi, mereka sibuk sendiri.) Hei, Paman sedang bernyanyi./ ♪Membuatku memikirkanmu ♪ (Senyuman bukan selalu tanda kebahagiaan.) Dia bukan orang yang biasa bernyanyi di tempat sekecil ini. Benarkah?/ Ya. Dia sangat terkenal.
10:54
Kalian tahu lagu "Baby Shark", kan? Aku tahu./ Mereka tahu. ♪ Berenang ♪ / ♪ Berenang ♪ ♪ Berenang dengan manis ♪ ♪ Berenang di laut ♪ / ♪ Berenang ♪ ♪ Bayi hiu berenang ♪ Kita sama saat menyanyikan lagu anak-anak. Entah itu kau atau aku yang bernyanyi, Benar./ kita tidak ada bedanya. Itu cukup aneh. (Kita tidak bisa menyanyikan lagu anak-anak dengan emosional.) ♪ Berenang dengan manis ♪ Itu aneh. Tapi senang mendengarnya. Hei!/ Dari sudut pandang anak-anak. Dari sudut pandang mereka... Inilah kehidupan kami sehari-hari, Chiyeul. Mereka anak-anak. Mereka memang seperti ini. Aku harus melakukan pemanasan. Aku akan baik-baik saja. Aku terbiasa dengan anak-anak. Pegang ini. (Ini tes palu.) (Melebihi akting Hollywood.) Sian, tolong paman. Terima kasih banyak. Kau menyesuaikan diri dengan sempurna. Terima kasih, Sian. Itu sakit. Ayah harus pergi pemanasan. Kalian akan menyusahkan Paman Chiyeul atau tidak? Ridak./ Benar, ya? Kalian tidak boleh menyusahkannya, mengerti?
12:02
Aku bisa lihat hati keluar dari mata kalian, Nona-nona. Chiyeul, sampai nanti. Aku akan menghubungimu dalam perjalanan pulang. Hanya beberapa jam./ Tidak apa-apa. Bersenang-senanglah. Baik. Mereka ingin aku pergi. Lampu merah, Lampu Hijau./ Tentu, ayo bermain. Paman yang mulai. Paman yang jaga. Ayo mulai. Ini dia. Lampu merah, lampu hijau. Lampu merah, lampu hijau./ Aku bergerak. Baik, berikan kelingkingmu. Paman harus menyelamatkanku, mengerti? Ini dia./ Selamatkan aku. (Memukul) (Mereka sudah dekat. Dia sangat disukai.) Bisakah Paman memeluk kami bertiga?/ Kalian bertiga? Tentu saja. Aku juga./ Baik. Sian, kemarilah. Paman bisa peluk kalian semua. (Mengangkat) Hei, Sian. Sian. Paman lelah?/ Tidak. Menurutku Paman lelah./ Tidak. Apa arti kata lelah? Apa menurutmu kau bisa menggendong dua putri? Tentu, aku akan besarkan otot-otot lenganku dengan baik. Kurasa tidak akan mudah. Tentu aku bisa. Aku rajik ke gimnastium belakangan ini. (Aku akan percaya padamu.) Kalian sama sekali tidak berat./ Apa?
13:16
(Aku datang!) Kelihatannya seru. (Ini olahraga satu badan.) Hei, Sian. Terima kasih. (Sua memberikannya handuk.) Mungkin aku kurang olahraga. Ayo lakukan ini. (Chiyeul telah menjadi paman sungguhan mereka.) Apa itu? Kereta selimut. Apa? Kereta selimut? Baik./ Tarik kami. Mulai. Mulai. (Menyenangkan sekali!) Ini seru sekali./ Bukankah ini cepat? (Berputar-putar) (Aku belum lelah.) Paman belum lelah. Tolong sekali lagi./ Sekali lagi. Lagi?/ Ya. Kita mulai. (Dia melakukannya sekali lagi untuk trio ini.) (Berputar-putar.) Sekali lagi! (Paman Chiyeul sudah mencapai batasnya.) Paman sangat kepanasan sekarang. Biarkan paman minum dulu. Paman berkeringat. Kemarilah, Anak-anak. (Tiba-tiba dia teringat seseorang.) Ada alasan kenapa Donggook begitu bugar. Bawa selimutnya!/ Dia bugar sekali. (Bagus, Paman.)
14:43
Terima kasih. Kemari, anak-anak. Duduk di sini. Paman punya sesuatu untuk kalian. Paman membawa hadiah.Tapi rahasia. Kalian akan terkejut. (Tasnya cukup besar.) Tutup mata kalian. Apa sudah ditutup? Paman lihat matamu terbuka, Seola. Apa itu?/ Baiklah. Paman akan menunjukkannya. Jangan buka mata kalian selagi paman menyiapkan. Kalian tidak boleh membukata mata. Hadiahnya belum selesai. (Mereka penasaran sekali.) Jangan buka mata kalian. Apa itu?/ Jangan buka mata kalian. Apa itu? Kalian boleh buka mata sekarang. (Akhirnya!) Kalian boleh buka mata sekarang. (Apa yang Chiyeul bawa?) Aku pernah lihat Carrie menggunakan ini./ Benar, kan? (Hari sbeelum dia pergi menemui mereka) Seola, Sua, dan Sian, halo. Paman akan buatkan kalian sesuatu yang istimewa. Saat sedang memikirkan harus memberi kalian apa, paman teringat agar-agar. Kalian bisa memainkan dan memakannya sesuka kalian
16:01
tanpa perlu khawatir gigi kalian rusak. Tunggu paman, Anak-anak. Paman akan perlihatkan. Lihat. Paman akan perlihatkan. Lihat. (Mereka sangat bersemangat.) Saat paman menuang ini, ini akan terbentuk./ Seperti balok Lego. Benar. Ini dia. Ini dia./ Itu akan jadi balok. Astaga. Itu tidak berhasil. (Membeku) Paman yakin ini agar-agar? Sepertinya ini perlu lebih banyak gelatin. Ini rasa anggur./ Gagal. Paman punya satu lagi. Yang ini akan berhasil. Paman gagal./ Lihat ini. Paman punya satu lagi. Paman tahu akan gagal, jadi paman membuat beberapa. (Paman pengertian sekali.) Ini dia. Manusia Lego. Lego. (Paman harus berhasil kali ini!) Manusia Lego./ Ini dia. Ini dia./ Baik. Tolong berhasil./ Kumohon. (Berhasil!) Hei, jangan disentuh./ Lihat, Sian. (Agar-agarnya hancur dalam 2 detik.) Astaga! Kau melepas kepalanya. Kau melepas kepalanya!
17:17
(Dia sibuk mencicipi agar-agarnya.) Rasa stroberi./ Tangannya. Ini enak./ Benarkah? Aku melepas tangannya. Ini kali pertama kali./ Makan tangannya, Sian. Kau suka? (Sian terlihat kecewa dengan baloknya.) Ada satu lagi. Ada satu lagi./ Benarkah? (Dia menyiapkan senjata rahasia.) Yang terakhir. Kartu rahasia. (Kartu rahasia terakhir terungkap.) Ini yang terakhir, jadi pergilah berdoa di atas sofa. Tolong biarkan kami berhasil. Kumohon. Apa kita akan berhasil, Sian? Kurasa akan berhasil. Menurutmu begitu? Baiklah. Ini dia. Doa kalian telah terjawab. Ya./ Kalian menginginkannya? 3, 2, 1./ 3, 2, 1. (Bagaimana hasilnya?) Satu./ Satu. (Kenapa tidak keluar?) Sepertinya itu mengeras./ Benarkah? (Tangannya bergegas.) Pukul ini bersama, Sian. (Mereka memukul bersama.) Berhasil. (Sukses besar!) (Wah!) Berseru. Ini tebal./ Lihat ini.
18:30
Apa Paman sungguh membuatnya? Ya. Mari kita nilai. Seola, berapa nilai paman dari 10 poin? Semua yang paman buat. Berapa nilai paman dari 10 poin? Delapan poin./ Delapan poin. Itu cukup tinggi. 100 poin dariku./ 100? 20 poin./ 800 poin dariku. 20 poin./ Lebih banyak poin dariku. Paman senang sekali. Paman cukup keren, kan? Terima kasih. Tapi Ayah akan marah karena berantakan. Kenapa? Paman akan bereskan. Benar. Kau hebat. Hei, Seola. Maaf. Kau bahkan tidak bisa memakannya. Tidak apa-apa. Itu karena.../ Kau baik sekali. Beri aku piring. Aku akan selesaikan. Aku akan selesaikan./ Di sana. Benar. Hei, Sian. Kau baik-baik saja? (Aku akan membantu juga.) Kau hebat, Sian. Kenapa aku membuat agar-agar? (Akhirnya dia ambruk.) Paman.
19:47
Ada apa? Aku akan isi ulang Paman dengan ciuman. Kau akan mengisi ulang Paman? (Mencium) Paman sudah terisi! Aku akan ganti baju. Paman sudah terisi sekarang. (Mereka bangga) (Membersihkan dengan tekun.) (Ruang tengah bersih kembali.) Selesi. Aku selesai. (Bersih-bersih selesai!) Sebelumnya aku diberi tahu bahwa tanganku akan sakit. Itu yang Donggook katakan padaku. Tapi cinta yang mereka berikan membuatku melupakan rasa lelah. Sebenarnya aku tidak merasa selelah itu. Ini juga menyenangkan bagiku. (Teriak kesakitan) Suara apa itu? (Suara misterius mengisi rumah.) Apa yang terjadi? (Aku sama sekali tidak bisa tidur.) Suara apa itu? (Seungjae mencari sumber suaranya.) Sakit. (Siapa yang membuat suara itu?) Astaga. Seungjae? Ayah terluka. (Itu Ayah.) Tangan ayah cedera. (Apa yang terjadi pada tangan Jiyong?) Tanganku cedera saat sedang olahraga. Aku harus pakai gips selama 3 hari.
21:11
Tangan ayah cedera. (Seungjae tampak tidak percaya.) Bagaimana Ayah melukai tangan Ayah? Ayah terjatuh saat olahraga. Ayah jatuh seperti ini?/ Ya. Rasakan. Astaga. (Mengejek) Apa sakit?/ Sakit sekali. Sakit. (Apa dia sungguh kesakitan?) (Merintih) (Dia berusaha keras membuka botol.) (Akhirnya dia menyerah.) (Dia membuat cedera tangannya makin parah.) Apa sakit sekali?/ Ya. Tidak bohong? Ayah sungguh kesakitan. Lihat. (Tiba-tiba Seungjae terlihat serius.) (Tiba-tiba, dia mulai menangis.) Astaga./ Astaga. (Bingung) Ada apa? Kemarilah. Kemari, Seungjae. Kenapa kau menangis padahal ayah yang terluka? Kau tidak mau ayah sakit? Astaga. Dia serius. (Dia tersentuh.) Dia menangis karena ayahnya terluka. Ayah harus hati-hati./ Astaga.
22:39
Dia harus segera jelaskan kalau gipsnya akan segera dilepas. Ayah masih bisa menggunakan tangan kiri. (Melihat dengan seksama.) Tapi Ayah tidak bisa menggunakan tangan kanan Ayah. Benar. Ayah tidak bisa menggunakannya hari ini. Tapi ayah bisa gunakan tangan kiri. (Jangan khawatir, Suengjar. Ayah baik-baik saja.) Benar, kan? Tapi Ayah tidak bisa masak. Masak? Kita bisa makan di luar. Kita tidak punya uang. Ayah menjatuhkan dompet Ayah. (Dia menjatuhkan dompetnya saat mengayuh.) (Seperti itulah dia kehilangan dompetnya.) (Seungjae ingat saat dia hampir mati kelaparan.) (Aku tidak percaya dia mengingatnya.) Karena ayah menjatuhkan dompet ke laut? Ayah sudah beli dompet baru. Bagaimana kalau Ayah menjatuhkannya lagi? Ayah tidak akan dekat-dekat air. Tapi Ayah tidak bisa bermain denganku. Apa maksudmu?/ Ayah tidak bisa menjadi hewan berkaki 4. Ayah bisa menjadi meerkat. Ayah tidak bisa menjadi singa, tapi ayah bisa menjadi meerkat.
23:54
Bagaimana dengan babi hutan?/ Akan sulit menjadi babi hutan. Babi hutan berkaki 4 juga. Meerkat berkaki 2. Mereka melompat seperti ini. (Melompat) Ayah tidak bisa menjadi hewan berkaki 4 hari ini. tapi ayah bisa berjalan dengan 2 kaki. (Aku akan menjadi hewan berkaki duamu.) Tapi tangan Ayah.../ Berhenti menangis. Ayah kesulitan. Tidak apa-apa. Kau hanya perlu membantu ayah. Apa? Kalau aku mengerjakan semua, ayah tidak akan sakit lagi? Ya, ayah tidak akan sakit jika kau kerjakan semuanya. Bantu ayah menyikat gigi dan mencuci muka. Ekspresinya berubah./ Ya. Bantu ayah menyikat gigi dan mencuci muka. Kalau ayah menyikat gigi dan mencuci muka, apa Ayah akan merasa lebih baik? (Ayah, percayalah padaku.) (Serius) Ayah akan pakai pasta gigimu. Pasta gigimu. (Dia menekan pasta gigi Seungjae.) (Sikat giginya siap.) (Dia membasahinya dengan air) (dan memasukkannya ke mulut Jiyong.)
25:09
(Kuman-kuman akan mati hari ini.) Pasta gigi rasanya enak. (Tangannya bergerak lebih kencang.) (Dia gagal mengendalikan kekuatannya.) (Dia menggores gusi Jiyong.) (Mundur) Apa kau sengaja melakukannya? (Senyum) Tolong bantu ayah mencuci muka. Mencuci muka?/ Ya. (Dia membasahi tangannya dengan air.) (Menyolok) (Apa dia bermain-main?) Di mana sabunnya?/ Di sini. (Sabun!) Kau harus membasahinya agar berbusa. Dia bahkan menggunakan sabun. Dia melakukan segalanya untuk ayahnya yang cedera. Ya, benar. (Dia menggosokkan sabunnya ke muka Jiyong.) Astaga. Apa dia sedang mencuci baju?/ Tunggu sebentar. Apa dia sedang mencuci baju? Sekarang, letakkan sabunnya dan pijat wajah ayah. (Aku harus memijat wajah Ayah?) (Seperti membuat musik techno.) (Dia memijatnya naik-turun dengan semangat.) (Lalu dia memutar tangannya.) Mata Ayah! Sabunnya masuk mata Ayah! (Ini bukan akhir dunia.) Sedikit lagi.
26:27
Tolong bilas mata ayah. (Dia melakukan yang terbaik sampai akhir.) Benar. Selesai. (Aku sudah memakai seluruh tenagaku.) (Dia kelelahan.) (Sepertinya pikirannya kosong.) Seungjae, tolong bawakan ayah air. (Dia berlari ke dapur.) Yang ini?/ Ya. Seungjae, tolong bukakan untuk ayah karena ayah tidak bisa gunakan tangan satunya. (Dia membukanya dan memberikannya ke Jiyong.) (Aku terkesan.) (Batuk) (Ayah kenapa?) (Dia merasa prihatin.) (Tanpa kata,) (Seungjae menepuk-nepuk punggung ayahnya.) (Memukul) (Tolong tetaplah sehat untuk waktu yang lama.) Apa Ayah sudah makan? Belum. Ayah tidak bisa makan dengan kondisi ini. Ayah mau kumasakkan? Kau bisa memasak?/ Ya. Kalau begitu cobalah. Ayah akan makan apa yang kau buat. (Nantikan hidangan Seungjae.) Benarkah? Bagaimana dia akan masak? (Dia mengambil nasi,)
27:46
(yang paling penting bagi orang Korea.) Seungjae, kenapa kau mengambil obat? (Obat dan nasi karena dia sakit?) (Dia menambahkan rumput laut kering untuk perasa.) (Seungjae sangay sibuk di dapur.) Sepertinya kita akan melihat sesuatu yang luar biasa. Sudah jadi. Mari makan. (Hidangan yang Seungjae buat sudah siap.) (Haruskah aku mencobanya?) (Ragu-ragu) Ayah, ini hidanganmu. (Seungjae mengeluarkan soju.) Ini... (Dia tertawa.) Ini... Makan ini. Nasi, rumput laut dan soju. (Aku seorang pasien.) Kau mau ayah minum alkohol? Minumlah jika Ayah haus karena makan nasi. Ayah harus minum jika ayah haus karena makan nasi? (Terima kasih atas usahamu.) Ini hidangan yang menyedihkan, Seungjae. Aku akan menuangkan Ayah minum./ Tidak, tidak. (Minumlah jika kau sedih.) Tidak, tidak. Tidak perlu. Aku akan menuangkan Ayah minum. Ayah tidak bisa minum karena sedang sakit. (Sedih) (Kalau begitu,) (aku akan bacakan tabel perkalian.) (Dia membacakan tabel perkalian 2.)
29:04
2 kali 7 sama dengan 14. 3 kali 9 sama dengan 27. Kenapa tiba-tiba kau membacakan tabel perkalian 3? Kenapa tiba-tiba kau membacakan tabel perkalian 3? Kau hanya ingat kata-katanya, kan? Apa kau tahu artinya 3 kali 9? (Itu...) Apa itu? Sesuatu yang mahal./ Bukan itu. (Aku akan berikan Ayah tabel perkalian 3.) (Dia menghafalnya dengan baik.) 2 kali 7 sama dengan 14. (Tapi dia akurat.) Astaga. (Dia selalu mengakhirinya dengan "3 kali 9 sama dengan 27") 3 kali 9 sama dengan 27. (Tepuk tangan) Apa kau tahu yang selain itu? Tidak./ Kau hanya tahu itu? Ya./ Bagus. Seungjae./ Ini. Terima kasih atas perhatianmu. Karena ayah tidak bisa masak, ayo kita makan di luar. Setuju?/ Baik. (Jiyong dan Seungjae pergi makan di luar.) Kau mau makan apa? Apa kau mau pho dan ssam? Kita pernah memakannya./ Ya. Mari kita makan itu. (Mereka pergi ke restoran pho.) Kita pernah ke sini.
30:18
Ya, kita pernah ke sini. Apa itu dia? Sapa dia. Halo./ Halo. Dia kenal Seungjae dari TK. Kurasa aku melihatmu di TK. Begitu. Dia satu TK denganmu. Dia satu TK denganmu. (Rasanya memalukan bertemu di luar.) (Halo!) Mau pesan apa? Tolong beri kami pho dan ssam. Apa itu ssam? Ssam. Itu lezat. Tiup hidungmu. Tn. Ko, tanganmu cedera. Bagaimana itu terjadi?/ Aku jatuh. Kau harus lebih hati-hati. Kami datang untuk makan karena aku tak bisa masak. Seungjae, bagaimana dia akan menggendongmu dengan tangan itu? Tangannya akan sembuh kalau aku menurutinya. Apa kau menurutinya? Aku menurutinya. Pasti karena itu tangannya sudah sembuh sedikit. (Hidangan disajikan.) Terima kasih. (Isian warna-warni) (dan kulit ssam) Ini ssam?/ Ayah akan jelaskan cara makannya. Seperti ini caramu membuat ssam. Jika kau masukkan kulit ssam-nya ke dalam air, kulitnya akan jadi cukup lembut untuk digulung.
31:31
(Lalu tambahkan berbagai sayuran.) Seperti ini caramu membuat ssam. Ini namanya ssam. Seperti ini kau memakannya. (Dia makan sekali suap.) (Rasanya lezat.) Kau bisa melakukannya? Kau mau coba? (Bagaimana aku akan membuat ssam?) Kau tidak bisa membuatnya karena kau masih bayi. (Apa? Bayi?) Umurnya 5 tahun. Dia dianggap remeh./ Dia disebut bayi. Ayahnya melukai harga dirinya. Bayiku berumur 5 tahun. Mungkin dia akan bisa melakukannya saat umurnya 6 tahun. (Dia menguatkan dirinya.) Aku akan coba./ Cobalah. Aku pasti bisa./ Baik. Putar dan basahi semuanya. (Aku bukan bayi!) (Bayinya kaget.) (Apa ini?) Ayo coba lagi. Mangkuknya terlalu kecil. Kau tidak perlu pakai kekuatan. Putar saja perlahan. Benar. Baiklah. Sudah basah. Sudah basah? Kelihatannya kurang basah. Itu seperti nasi yang belum matang. Astaga. Dia membuat ssam. Cobalah. (Aku akan menggulung sekarang.)
32:46
(Dia menggulung kulit ssam dengan tangan kecilnya.) (Gulungan bocah besar ini sudah siap.) Cobalah. (Dia makan seperti bocah besar.) Enak? (Aku penasaran siapa yang membuat ssam ini.) (Enak!) Enak? Sekarang aku akan makan daging. (Daging yang terbaik.) (Akan kutunjukkan acara makan terbaik!) (Jiyong berjuang dengan sumpitnya.) (Menyedihkan.) Seungjae. Ayah tidak bisa melakukannya dengan tangan kiri. (Kesedihan pria bertangan kanan) (Jangan sedih. Seungjae akan membantu.) Sedikit wortel. Sedikit ini. (Menggulung) (Ayo makan ini.) Celupkan ke saus. Celupkan./ Baik. (Dia berantakan.) itu untuk ayah? Terima kasih. (Tapi ini tetap lezat.) Ayah, cepat sembuh. Baik. Ayah akan cepat sembuh. Apa Ayah akan cepat sembuh kalau makan banyak? Ayah akancepat sembuh kalau makan banyak. (Kalau begitu makan satu gulung lagi.) (Makan.)
34:09
(Bukankah ssam-ku yang terbaik?) Ayah mau cuci tangan. Tunggu di sini. (Saat jiyong pergi,) (dia merasa cinta untuk ayahnya makin kuat.) Ayah suka ketumbar. Tolong berikan ketumbar lagi. Ayah juga suka cabai. Cabai. Itu tampak pedas. Itu terlalu banyak. Jamur sehat. Aku akan gulung yang rapi. Ini waktunya menggulung yang rapi. (Cepatlah sehat.) (Sempurna!) Ayah, makan ini. (Dia langsung memberikannya ke Jiyong.) Untuk ayah? Kau membuatnya? Ya. Terima kasih, Seungjae. (Dia menikmati) (Ssam-nya.) (Mulutnya terbakar.) (Dia menambahkan cintanya yang pedad ke ssam.) (Mulutnyaterbakar juga.) (Meringis) (Menatap) Kau sengaja membuatnya pedas, kan? Cabai bagus untuk kesehatan ayah. Berapa cabai yang kau masukkan?
35:31
(Aku memasukkannya sebanyak ini.) Ini pedas sekali, Seungjae. Aku memasukkan banyak agar Ayah cepat sembuh. Sepertinya ayah akan cepat sembuh. (Cinta anaknya mungkin akan membuatnya tambah sakit. Apa tangan Ayah lebih baik? Belum./ Kenapa begitu? (Keluarga Hammington melewati pagi hari yang damai.) (William dan Bentley sedang menonton TV.) (Halo.) (Ini menyenangkan.) (William, kepalaku terlalu berat.) (Biarkan aku bersandar padamu.) (Nyaman) (Apa Sam sedang membuat susu formula?) (Itu bukan susu formula.) (Dia membilas sinusnya.) (Sinus yang sudah segar membuatnya ceria.) (Menggeliat) Aku mau permen! (Mari memulai hari dengan semangat.) (Aku sedang menonton TV. Kau mengganggu.) Ada apa? Kau tidak suka duduk di samping William? (Bukan itu.) (William dan Bentley akur,) (meskipun Sam salah paham.) (Bentley berguling dengan ciuman selamat pagi.) (Bentley tersenyum)
37:04
Terima kasih. Lihat Ben. Astaga. Apa yang dia lakukan? (Menggelepar) Bukankah dia seperti sedang berenang? (Apa dia sedang bersiap-siap pergi ke kolam renang?) Ben. Ayah, air. (Aku ingin pergi berenang.) Kau ingin pergi berenang? Ya. Kau mau naik pesawat? Ya. Kau ingin bertemu Nana?/ Ya. Bagaimana dengan Nenek?/ Ya. Apa kau ingin jadi pemain basket? Ya. Apa kau ingin jadi pengacara? Ya. Apa kau mau memberi ayah uang? (Dia bernyanyi bukannya menjawab.) (Apa kau bernyanyi?) Kenapa kau tidak menjawab? (Dia mengelak dengan bernyanyi.) Sebentar. Berhenti, berhenti, berhenti, berhenti. (Bentley dalam bahaya.) Berhenti, berhenti, berhenti. Astaga. (Apa dia baik-baik saja?) Apa kau baik-baik saja? (Dia bahkan tidak menangis.) (Adikku sudah besar.) (Sam menghujani Ben dengan ciuman.) (Biarkan aku menciumnya juga.) Kau ingin menciumnya juga?
38:23
Ben sudah besar, ya? Coba lihat sudah setinggi apa kau. Berbaringlah. Astaga. William tinggi, ya? (Tolong terus tumbuh dengan baik.) Tetaplah bersama Bentley. Ayah akan buatkan makanan. (Bentley, bermainlah denganku.) Bermainlah dengan Bentley. Baik. Bagaimana kau akan bermain dengannya? (Aku akan bermain dengannya sambil berbaring.) (Dia pergi menyiapkan sarapan.) (Bentley berbaring di samping William.) (Dia meregangkan kakinya.) Dia menahannya. Kakinya tidak turun./ Dia akan memecahkan rekor. Sedikit lagi. 11 detik. Itu rekor terbaik dalam hidupnya. Dia mulai menahan beratnya sendiri. (Aku lapar setelah olahraga.) Bentley./ Ini... Kau mau makan?/ Bagaimana aku bisa... (Beri aku makan.) Ini makanan untuk Bentley. Sam pintar membuat makanan sederhana. Apa nanti kau akan bisa memasak dengan baik? Aku?/ Ya.
39:47
Aku selalu memasak untukmu. Pagi ini, dia membuat bulgogi. Dua hari kemarin, dia membuat dakgalbi. Itu lezat. Hidangannya bukan hanya terlihat lezat, tapi rasanya juga seperti masakan ibuku. Aku belajar cara membuat hidangan Korea dan Barat. Ayah akan menyuapimu. (Dia menggeleng) (dan dia makan.) William, gunakan garpu. (William bisa makan) (sendiri.) (Kakakku hebat.) Astaga, kau rakus. (Dia makan dengan semangat.) Baiklah. Maaf. (Ini enak sekali.) Ini dia. (Ini enak sekali.) William. Astaga. Ini kotor. Jangan lakukan itu. (Aku masih lapar.) Ayah. Gunakan garpu. Gunakan garpu seperti ini. (Apa yang harus kulakukan untuk makan?) Gunakan seperti ini. (Mengisap) Hei, hei. Itu bukan sedotan. (Aku ingin makan.) Isap ujung satunya.
41:14
(Sam mencoba membantu.) (Dia tidak ingin menggunakan sendok.) Kau mau meminumnya? (Minum sampai habis.) Permisi. (Jangan dimakan. Pakaikan di kulit.) Permisi. Enak? Ya. Enak? Ya. Apa itu enak? (Dia menumpahkan makanan dalam sekejap.) Astaga. (Mengisap) Astaga. William, dahulu kau makan seperti ini./ Aku tahu. (Saat William masih bayi.) (Saat Sam tidak ada di dekatnya,) (dia akan melumuri makanan bayi ke seluruh wajahnya.) (Mengisap) Kau tidak boleh makan seperti ini saat makan di luar bersama ayah dan ibumu. (Mereka jelas kakak beradik.) (Dia seolah-olah akan memakan kepalan tangannya sendiri.) (Apa Ben menjilati bakinya?) Nafsu makan kalian besar. (Baik William dan Bentley sama-sama menjilati baki.) William, beri Bentley topi. (Apa dia duduk sendiri?) (Astaga) (Dia jatuh dengan teriakan.)
42:41
Sulit untuk duduk, ya? William, lihat si bayi. (Goyah) (Kepalanya masih berat.) Jangan lukai kepalamu. (Dia harus latihan duduk.) Apa ini akan berhasil? (Apa itu selimut?) Pasti ada cara lebih baik. (Dia melipat selimutnya...) Bentley, mari lakukan ini. (dan mengikat boneka di badan Bentley.) (Ini dia!) Bentley, kau menjadi seperti Luke Skywalker. Luke Skywalker menggendong Yoda di punggungnya. Astaga. Bentley. (Dia menggendong Yoda di punggung.) (Itu bagus.) Saat William bayi, aku membeli semua karena aku tidak tahu apa yang kubutuhkan. Sekarang saat punya Bentley, aku mulai tahu caranya. Sekarang aku bisa menggunakan apa yang ada di rumah untuk memenuhi kebutuhanku. Itu bagus. (Apa guna boneka ini?) (Itu mencegah Bentley membenturkan kepalanya.) Ini bagus. Bentley, duduklah. Bahkan jika dia jatuh ke belakang, itu akan menjadi bantal./ itu akan menjadi bantal. (Apa yang dia bawa dengan musik latar?)
43:56
Aku! Aku! Apa? William, kau ingat ini? Kau ingat ini? Kemarilah. Halo, Si An. (Dulu ini digunakan oleh Si An.) Berkelilinglah. (Lalu diturunkan ke William.) (Dulu William menggunakannya saat masih bayi.) Lihat adikmu. (Ben naik kursi roda bayi bersejarah.) Bentley, ayah sudah singkirkan tikarnya untukmu. Ayo jalan. Pergilah ke William. William. Bayi./ Bayi. Bayi, kemarilah. Ben. Bayi. Katakan lebih keras. Bayi. (Bentley mulai menggerakkan kakinya.) Ayo. Ayo. Ayo. (Tunggu aku, William. Aku akan ke sana.) Tn. Sopir, kami menunggu. Tolong cepat. Ayo. Mau pergi bersama? (Menabrak) Terjadi kecelakaan. Sepertinya terjadi kecelakaan. William, apa kau mau membantu adikmu? Ya. Bantu adikmu agar dia bisa ke sini. Dia harus ke sini. (William dengan terampil mengeluarkan kursi roda bayi itu.)
45:12
Kemarilah. Datang ke Ayah. Ayo, William. Cepat. Adikmu datang. Tepuk tangan untuk dia! (Bentley menggunakan kursi roda bayi untuk kali pertama.) Tos. (Mereka tos dalam kebahagiaan.) Dia hebat, bukan?/ Ya. (Adikku berhasil.) Lagi./ Mau melakukan itu lagi? Cepat. (Kursi roda Bentley bergerak lagi.) Kemarilah. Kau bisa. Dia hebat, bukan? Kemarilah. (Bentley memijakkan kakinya.) (Dia terus melihat ke arah William.) Kemarilah. (William memberi jempol ke atas di depan hidung Bentley.) (William dan Bentley akur.) (Bentley tertidur setelah bermain dengan kursi roda.) Ayah harus mensterilkan botol susu. Tolong kumpulkan botol-botolnya dan berikan pada ayah. (Sam meminta bantuan pada putra sulungnya.) (Ini ada satu.) (Aku minum menggunakan ini.) Terima kasih. Ada satu lagi. William sudah cukup besar untuk membantu ayahnya.
46:33
Dia sudah besar./ Dia sudah besar. Terima kasih. (Putra sulung itu membantu tugas rumah.) Terima kasih./ Ya. (Sam mensterilkan botol-botol susu itu.) (Sam menjadi ahli mengurus rumah.) Ayah sudah selesai. (Kota di kaki gunung) Itu kota di kaki gunung. (diselimuti sinar matahari.) Kudengar itu di Seoul. Itu area yang bagus. Keluarga mana yang tinggal di rumah itu? (Saat memasuki rumah yang memiliki atap hijau itu,) (kalian akan melihat patung-patung kecil yang unik.) (Aku yakin aku lebih manis.) (Halo, aku Bandal.) (Ruangan sebelah dipenuhi peralatan musik) (profesional) (Siapa Superman spesial ini?) (Terdengar suara senandung yang merdu.) Dia jago menyanyi. Kau dengar vibrasi itu? Siapa dia? (Rambutnya dikuncir samping.) Cara dia bersenandung ada di tingkatan berbeda.
47:56
(Menjatuhkan) (Apa dia ibu pemula?) Ada seorang anak! Dia berjalan tertatih-tatih. (Kecil dan menggemaskan.) (Selamat pagi.) Dia putri siapa?/ Kau sudah bangun? Eun, ibu akan membuat sarapan. Bermain di sini. Bermain di sini, ya? (Namanya Eun?) (Menepuk) (Selamat pagi, Penguin.) Ayah? (Menatap) (Itu bukan ayah.) (Astaga) (Aku melihat banyak paman yang asing.) (Halo, Semuanya.) (Bergoyang) (Dia peri dengan senyum lebar.) (Ini Eun.) (Dia seperti) (Axolotl.) (Apa dia kembaran Ponyo?) (Mungkinkah) (dia Baby Groot?) (Dia mirip banyak karakter dan memiliki banyak instrumen musik.) (Bermain)
49:12
(Selamat datang di resital Eun.) (Aku suka kibor.) (Bukan itu suara yang aku inginkan.) (Dia memilih nada.) (Dia memainkan kibor dengan bersemangat.) (Terkejut) Suaranya keren. (Dia ganti bermain ukulele.) (Ini harus diselaraskan.) (Apa kali ini dia akan bermain biola?) (Mainan instrumen musik terus dikeluarkan.) (Dia musisi hebat.) (Dia bermain dengan ketukan.) (Dia ahli dalam bersenandung.) (Bayi musikal.) Menggemaskan sekali./ Dia putri siapa? Dia mirip seseorang. Tentu saja./ Dia mirip seseorang. Dia mirip siapa? Dia benar-benar menggemaskan, tapi aku tak tidak tahu siapa dia. Sayang./ Kita akan lihat suaminya. Kita harus siapkan sarapan Eun. Siapa suaminya? (Apa ayah sudah bangun?) Aku harus tahu siapa dia./ Apa dia musisi yang keren?
50:31
(Antusias untuk mengetahuinya.) (Pria Alami, Cho Jungchi) Mereka mirip. (Pria Alami, Cho Jungchi) (Musisi Cho Jungchi) Apa yang kau lakukan? Kau sedang menulis lagu? (Eun menari mengikuti irama untuk menyambut ayahnya.) (Jika Jungchi itu ayahnya,) (maka ibunya adalah Jungin.) Apa itu menyenangkan? Halo, senang bertemu dengan kalian. Aku ibu dari Cho Eun yang berusia 14 bulan dan juga seorang penyanyi, Jungin. Halo. Aku ayah Eun dan seorang gitaris, Cho Jungchi. Senang bertemu dengan kalian. (Pasangan gitaris dan penyanyi.) Mereka teman sekaligus sepasang kekasih. Setelah berpacaran selama 10 tahun, mereka menikah tahun 2013. (Mereka menikah di Gunung Jiri.) Bulan Februari tahun lalu, Eun, yang 100% mirip ayahnya, lahir ke dunia, setelah 4 tahun pernikahan mereka. (Dia menggemaskan seperti bola.) (Walau mirip ayahnya, dia cantik.) (Dia adalah Cho Eun yang berusia 15 bulan.) Bayi yang baru lahir itu
51:43
keriput. Para pria sering kali terkejut dan mengatakan mereka tidak cantik. Tapi, aku langsung suka saat melihatnya. Aku jatuh cinta pada pandangan pertama. Dia menaklukkanku. Aku tak pernah berpikir seperti ini selama 40 tahun hidupku, aku mulai berharap agar semuanya berjalan baik. Aku ingin itu terjadi pada keluarga kami dan juga pada negaraku. Aku ingin dunia berjalan baik karena Eun akan menjadi bagian dari dunia itu. Dia dulu hidup dalam keterputusasaan, tapi dia mulai memiliki harapan. Aku seolah-olah sedang main permainan membesarkan Cho Jungchi selama bersamanya. Awalnya, dia tidak memiliki apa-apa. Lalu aku melihat dia membangun karir sebagai gitaris. Setelah menikah, dia menjadi suami yang bertanggung jawab.
52:46
Kemudian dia menjadi ayah yang penyayang. Levelku semakin naik dengan misi besar memiliki anak. Aku ada di level tertinggi. Itu penilaian yang terburu-buru. Benar. Maafkan aku. Selama mengandung dan mengurus Eun selama 14 bulan ini, membuat Jungin istirahat dari karirnya selama 2 tahun. Dia ingin kembali melakukan karirnya. Aku ingin memberi dia waktu untuk fokus pada karirnya walau hanya sesaat. (Halo, Makanan.) (Saatnya menikmati sarapan lezat.) Selamat makan. Dia ingin makan./ Kau ingin makan. Dia ingin makan./ Buka yang lebar. Ini lezat. (Menurut Eun itu juga lezat.) (Eun suka brokoli.) (Dia tepuk tangan karena rasanya lezat.) Ayo makan lebih banyak nasi. Tepuk tangan! (Saat menurutnya makanan itu enak,)
54:01
(dia memperlihatkan sisi menggemaskannya.) Sekarang?/ Ya. (Menatap) Benarkah? Baiklah. (Aku ingin makan lebih cepat.) Berikan itu padanya nanti. (Jungchi sangat lambat.) Kurasa dia tak butuh itu sekarang. (Berikan!) Baiklah. Kadang kau mengunyah dengan cepat, dan kadang lambat. Karena itu perkiraan waktu ayah tidak tepat. Kau mau nasi? Buka yang lebar. Buka yang lebar. (Cepat beri aku air.) Eun. Kau bertingkah seolah-olah ayah tak memberimu air. Kau terkenal dengan itu. Apa kau bangga? Kau akan makan dengan ayah, bukan? (Dia seperti bos, dan ayahnya adalah sekretarisnya.) Jaga ayah dengan baik./ Apa? Kau seharusnya mengatakan itu padaku. Ayahmu adalah pria yang menyedihkan. Astaga, aku sangat cemas. (Apa ibu sedih?) Apa yang harus ibu lakukan?/ Apa? Meninggalkan kalian... Apa yang kau lakukan? Ibu sangat cemas. Kau juga membuat ayah cemas. Kau membuat ibu cemas.
55:15
Tapi saat aku pergi ke Pyongyang, kalian bisa melakukannya tanpa aku. ("Jungin membuka acara konser di Pyongyang") ("Uphill" menarik perhatian penonton di Utara") (Dia seorang ibu yang bernyanyi) (mewakili Korea Selatan di Pyongyang.) Aku dapat tampil bersama penyanyi-penyanyi terbaik. (Jungchi merekam Jungin yang tampil dalam berita.) Sungguh?/ Ibu? Ibu?/ Tapi saat itu, Ibumu membantuku./ Itu dia. Itu sebabnya saat itu tidak sulit. Saat itu.../ Benar. Ibuku bersamamu. Dia membantuku melakukan segalanya. Ini kali pertama aku mengasuhnya sendiri. Benar./ Selama 2 hari sendirian. Astaga. Jaga ayahmu dengan baik, Eun. Bersikap baik pada ayahmu, oke? Dia tidak tahu apa-apa. Kau terlihat malang. Eun, bisa baik-baik saja dengan ayah, kan? Tos. Bersikap baik pada ayah. (Kalau begitu, percaya padaku, Ibu.) Tos dengan ayah juga. Ayo bersenang-senang. Tos./ Aku merasa lebih baik. Bersenang-senanglah bersamanya./ Apa? (Tantangan, Rebut Hati Eun) Ayah Ultraman!
56:31
(Dia tidak mau menatap dan jadi pendiam.) (Menyalak) Kau tahu itu, kan? (Itu gajah laut milik Eun.) Dia mirip dengan itu. (Apa aku harus tertawa melihat itu? Dia bingung.) Sekarang ayah ada di dalam air. Eun. Dia tertawa. (Itu berhasil.) (Jungchi mengulanginya karena dia berhasil.) (Dia terlihat lebih jelek.) Dia tertawa lagi. (Astaga, itu lucu.) (Jungchi berhasil membuatnya tertawa.) Dia tertawa. (Untuk ayahnya yang bekerja keras membuat dia tertawa,) (Eun memakan sendiri makanannya.) (Dia pembawa acara makan masa depan.) (Aku juga harus tepuk tangan.) (Dia selesai makan dengan baik.) Dia sudah selesai. Lihat ini. Lihat. Kau akan terlihat menggemaskan. Kenakan ini. Baik. Sudah terpasang. Dia terlihat cantik./ Apa sudah dikenakan? Sudah selesai?/ Dia terlihat cantik. Dia terlihat cantik./ Menggemaskan. Cantik. Dia cocok mengenakan itu. (Aku dan ibu memiliki kuncir samping yang sama.) Kemarilah./ Lihat. Kau tetap mirip dengan ayah. Ayo kenakan ini./ Baiklah. Kau tidak mau?/ Tidak mau?
57:48
(Dia mengenakan barang ayahnya, kacamata.) Menggemaskan./ Dia terlihat menggemaskan. Tidak, kau mirip sekali dengan ayah. Dia menggemaskan./ Baiklah. Ini. Satu, dua, tiga./ Tiga. Bagaimana penampilannya? Apa dia mirip denganku?/ Menggemaskan sekali. Dia mirip denganku. Astaga. Lihat, Eun. / Kau mirip ayah. Astaga. Dia menggemaskan. Lihat gayanya./ Dia bahkan bergaya. Dia memang mirip ayahnya. Itu yang biasa terjadi pada putri pertama. Itu benar. Aku tak mengerti kenapa bisa begitu. Dia mirip sekali dengan ayahnya. Jika kita punya anak perempuan, dia akan mirip denganmu. Itu membuatku bahagia./ Benarkah? Aku suka itu. Dia terlihat cantik. Eun. Cium ayah. Cium ayah. Tidak, Eun. / Kenapa kau tidak cium ayah? Ayah akan menciummu./ Eun. Cium ibu. Cium ibu. Cium ibu. (Dia berhenti makan kudapannya.) Astaga./ Dia menciummu. Itu karena jenggotmu. Perlihatkan pada juru kameranya./ Apa kau ditakdirkan populer? (Juru kameranya memperlihatkan pipinya pada Eun.) (Apa Eun akan memberi ciuman pada juru kameranya?)
59:08
(Mencium) Astaga./ Dia menciumnya. Benarkah?/ Itu terlihat alami. Dia juga tersenyum. Mungkin karena jenggotmu. (Tertawa) Apa kau tersenyum? Hei! Cho Eun. Ini sangat menyebalkan. Kenapa kau bisa sebahagia itu? Baiklah. Ayah akan mencukur jenggot. Bersiaplah. (Saatnya berpisah dengan ibunya.) Eun, cium ayah. (Jungchi bersikap manja.) Cuacanya bagus. Pergilah ke luar hari ini. Baiklah./ Buat banyak kenangan. Katakan. "sampai jumpa."/ Sampai jumpa. Aku akan buat dia menyukaiku. Tentu. (Jungchi mulai mencukur jenggotnya demi Eun.) Aku memang terlihat tidak layak untuk tampil di TV. Aku harus mencukur jenggot. (Sudah ada) (pelopor jika menyangkut mencukur.) (Klip dia mencukur menjadi klip iklan.) (Aku akan menggunakan) (sabun juga.) Bukankah ini sama dengan krim pencukur? Aku harus mulai dari mana agar terlihat keren? (Dia perlahan mulai mencukur.)
01:00:29
Jika aku memiliki jenggot bergaya Lincoln, itu takkan menghalangi Eun saat dia menciumku. Apa aku mirip Lincoln? (Dia memuji diri sendiri.) (Pria alami ini bercukur dengan harapan tinggi.) Eun. (Jungchi memperlihatkan penampilan barunya.) Eun. Eun. Ada yang hilang, bukan? (Hal yang selalu dia miliki itu hilang?) Sudah hilang. Sudah tidak tajam lagi. Sekarang kau bisa mencium ayah, bukan? Dagu ayah terasa berbeda. Sudah berubah. Apakah masih tajam? Rambut yang pendek bisa tajam. Cium ayah. (Kali ini kau akan mencium ayah, bukan?) Cium ayah. (Memberi ciuman.) Terima kasih. (Ciuman Eun membuat ayahnya gembira.) (Dia mengganggu Eun.) (Astaga, Ayah) (Dia mencubit ayahnya.) Tunggu. Eun. (Bayi modis ini tahu cara menangani masalah.) (Rumah baru yang belum pernah kita lihat.) Ini rumah siapa? Sepertinya keluarga ini suka memasak. Aku melihat banyak bahan masakan.
01:01:48
(Apa ini rumah keluarga yang baru?) (Berdering) Ada yang datang. Tunggu. Kemarilah, Manok. Ya, silakan masuk. (Ada seorang gadis yang berlari ke luar.) Kemarilah. (Tamu rumah ini adalah...) Halo./ Halo. Kemarilah./ Hei. Halo, William. (Halo, Sam.) Manok, beri salam pada William. Aku takut anjing itu. Anjingnya ada di sana. Anjing itu tidak menakutkan. Manok, kau cantik sekail. Halo./ Astaga, terima kasih. Halo, Bentley. Wow, Manok. Beri salam pada Bentley. Beri tahu dia kalau kau menyukainya. Cium dia. (Omong-omong, siapa pria dan gadis ini?) Karena sekarang Bentley sudah mulai makan, dia makan banyak. Karena itu aku menjadi sedikit ambisius. Aku ingin terus memasak makanan yang lebih lezat. Salah satu temanku sangat pandai memasak. Aku ingin belajar darinya. (Chang Jinwoo.) (Dia seorang koki dan wirausahawan.)
01:02:59
(Bahkan ada jalan yang diberi nama sesuai nama koki ini.) (Setelah menikah dengan pengarah seni 2 tahun lalu,) (mereka memiliki gadis menggemaskan ini, Manok.) (Dia tuan puteri berusia 18 bulan yang memiliki kuncir samping.) William sudah makin besar. Manok juga sudah makin besar. Dia cantik./ Benar. Dia menggemaskan, bukan? Tos./ Tos. (Ayo berteman.) Manok, tos dengannya. Tos. William? / Tos. Tos juga dengan William. / Tos Manok. (Senang bertemu denganmu, Kawan.) (Merasa malu) Bersalaman dengannya./ Katakan kau menyukai dia. Cium dia./ Cium dia. (Mereka melakukan semuanya walau mereka malu.) Bagus./ Bentley. Ayo sapa. / Ini Bentley. Dia masih bayi. Manis, bukan? Dia menggemaskan, bukan? Dia mirip William. / Benar. Manok, bukankah dia menggemaskan? Jangan lakukan itu./ Kau menggemaskan. Apakah nama aslinya Manok? Ya, Chang Manok. Artis Hongkong itu. Begitu. Maggie Cheung? / Ya. Namanya dalam bahasa Korea adalah Manok.
01:04:08
Ya, Chang Manok. / Ayah. Benarkah?/ Ya. Ayah./ Ya? (Ayah, ada anak anjing.) Anak anjing./ Anak anjing. Anak anjing.../ Bear. Anak anjing itu datang./ Ada anak anjing. Anjing itu datang saat dipanggil? (Dia dengan berani memperlihatkan kasih sayang pada Bear.) Kau menyukainya? Kau mau cium dia?/ Kau mau cium dia? Tadi kau takut pada anjing itu. Benar./ Sekarang tidak takut? Kau tidak konsisten./ Kau bahagia. Itu tidak menakutkan./ Itu tidak menakutkan. Kau berputar-putar. Bentley sangat senang. Dia menggemaskan sekali. Dia lumayan. Kau lumayan, kan? (William masuk ke dapur.) (Manok terus mengikuti William.) (Kesulitan) (Mereka sepasang penjarah lemari es.) (Astaga, aku terjepit.) (Hei, itu es krim.) (Manok mengincar telur.) (Bergegas) Telur?/ Apa ini? (Astaga) (Lihat, kami juga bawa es krim.) William, kau dapat itu dari mana?
01:05:22
William, apa ini rumahmu? Apa itu untuk Manok? / Ini. Ini sangat lezat!/ Bagus. Kau pandai makan. Apa itu lezat? Apa itu lezat? Ini lezat./ Ada lagi? (Jika kau suka, makan saja lagi.) Apa itu lezat? (Dia tidak tahan untuk mengacungkan jempol.) Enak. (Ini seperti festival vanili di dalam mulutku.) Apa itu lezat? Sudah habis./ Buka mulutmu. William, kau harus berbagi. (Es krim itu lebih lezat bila dimakan dengan tangan.) (Berikan lagi untukku.) Aku ingin anak perempuan. Kau ingin anak perempuan?/ Ya. (Kau makan sendirian?) Dia tak bisa diam. Dia sangat aktif. (Manok hanya menatap sendok saja.) William, beri sedikit untuk Manok. Berbagilah. Entah apa yang dia lakukan saat aku tidak ada. (Terkejut) Kau serakah. Kau tidak boleh makan sendirian. Itu lezat, bukan? (Itulah maksudku.) Kau juga mau itu, bukan Manok? (Akhirnya dia mendapat es krim lagi.) Bukankah lebih baik bila berbagi? Ini meleleh./ Ya. Apa itu lezat?/ Ya. (Suaranya mengingatkan kami pada sesuatu.)
01:06:36
(Minioks) (Itulah sebabnya) (cara mengoceh Manok juga unik.) Apa Bentley makan dengan lahap? Dia belum banyak makan. Apa kau membuat makanan bayi sendiri? Istriku yang sering memasak. Terus terang, koki tidak memasak di rumah. Itu yang kudengar. Kurasa Manok bisa mencoba berbagai jenis makanan. Manok sangat sehat. Dia tidak pernah sakit./ Benarkah? Dia tidak pernah ke rumah sakit. Untuk makanan bayi. Ada banyak makanan super. Pisang itu salah satunya./ Benar. Labu dan ubi juga. Mereka karbohidrat yang baik dan rasanya manis. Pikirkan saja makanan bagus untuk diet untuk membuat makanan bayi. Itu hampir sama. Wortel. (Wortel kukus.) Nasi. (Nasi yang direndam.) Pisang. (Pisang.)
01:07:42
(Campur saja, kemudian didihkan.) Tuangkan. (Campurkan saja semua dan didihkan.) Aromanya harum. Aku harus buat bola nasi yang lezat untuk Manok dan William. Bola nasi. Mereka suka Pororo. Maka lebih mudah membuatnya dari yang kau pikirkan. Masukkan saja. Buat bundar seperti wajah Pororo. Aku membuat Pororo. Wortel. (Selagi Pororo dibuat...) (Manis) (Kali ini, William naik perosotan.) (Tunggu aku.) (Meluncur) (Berteriak) (Itu sangat menyenangkan!) Manok. Manok. (Terpeleset) Kau baik-baik saja? (Semua, aku baik-baik saja.) (Bagus, Manok.) (Bola nasi Pororo akhirnya selesai.) William, apa ini? (Manok menyambut dengan tangan terbuka.) Pororo. Ini dia. (William tidak ragu-ragu membelahnya.)
01:09:12
William, ayo makan telur. Aku akan memakannya. (Pororo menghilang.) Pororonya hilang. Kau makan Pororo. Telur Pororo. (Kali ini, dia makan pipinya.) (Itu terlalu kejam.) Apa yang terjadi pada Pororo? Dia terluka. Benar./ Dia terluka. Dia terluka./ Kita melukai Pororo. Dia makan dengan lahap./ Ya. Dia suka bola nasi. (Bangga) Ini dia./ Menggemaskan sekali. Apa ayah harus coba? (Bagaimana rasanya?) Ini sangat lezat. (Apa Bentley menyukainya?) (Dia langsung memakannya.) Adik bayi. Adik bayi makan. Ini./ Apa itu lezat, Bentley? Ini mengandung wortel dan pisang, tapi ini lebih lezat dari dugaanku. Selain air kau juga bisa menggunakan kaldu. Kau bisa menggunakan kaldu daging atau sayur-sayuran. Banyak orang melakukan itu. Aku akan mengunjungi restoranmu bersama William dan Bentley. Ya. Datanglah dan makan bersama Manok. Baiklah. Ayo! (Lima bersaudara itu pergi ke taman bermain.)
01:10:22
(Mengayun-ayun) Gerakkan bokongmu. Kau jago. Gerakkan bokongmu. Gerakkan bokongmu. Ini melelahkan. Seola pandai dalam berbagai olahraga. Sian, cepat./ Sian, cepat. Gerakkan bokongmu. Sian, gerakkan bokongmu. Lakukan seperti ini. Gerakkan bokongmu. (Sian hanya menggerakkan pundaknya.) Ini. Lanjutkan. Gerakkan bokongmu. Paman akan perlihatkan cara mengendarainya. Lakukan seperti ini. (Chiyeul memberi contoh untuk Sian.) Apa kau bisa melakukannya seperti ini? Kau harus menggoyangkan bokongmu. Itu milikku./ Gerakkan bokongmu. Bagus. Ikuti iramanya. Perlihatkan pada semua kemampuanmu. (Ini cukup menyenangkan.) Kau hebat. Bagus. Lihat Seola. Tuan Puteri Seola! Memarkir. (Bahkan dia memarkir dengan sempurna.) Ayo balapan siapa yang lebih dulu tiba di perahu. Ayo kalahkan Seola. (Ayo bekerja sama.) Ayo.
01:11:34
Orang pertama yang menyentuh bola itu pemenangnya. Baiklah!/ Kau sudah siap? Ya./ Seola... Tanyakan pada Seola dan Sua, menurut mereka siapa yang akan menang. Menurutmu siapa yang akan menang? Aku!/ Aku! Menurutmu siapa yang akan menang? Seola. (Tentu saja Seola.) Kau harus mengatakan kita yang akan menang. Sudah siap? Ayo./ Baiklah. Bersedia, siap, mulai. (Seola memimpin.) Ayo. Tidak! Aku akan menang! Aku akan menang! (Seola dan Sua memperebutkan posisi pertama.) Kita harus lebih cepat lagi. Ayo. Tidak. (Tanpa ada kejutan.) (Seola menang.) Seola di posisi pertama. Seola. Sua di posisi kedua. (Sua di posisi kedua.) Aku ketiga./ Kita ketiga. Kita ketiga!/ Hore! (Mereka berada di posisi ketiga, tapi mereka sangat gembira.) Ayo kita naik perahu.
01:12:46
Kau mau naik perahu? (Sekarang saatnya untuk naik perahu.) Kau mau naik yang mana, Sian? Yang mana?/ Payung. Yang memiliki payung merah itu? Tidak./ Perahu yang bundar itu. Yang bundar?/ Aku mau naik yang putih. Yang putih?/ Aku mau yang kuning. Baiklah. Kalau begitu Seola... Aku mau naik yang kuning. Bagaimana kalau kalian berdua naik perahu yang bundar? Paman dan Sian akan naik perahu yang merah./ Baiklah. Bisakah kau naik bersama mereka? Baiklah, ayo naik. Aku akan membantumu. Ayo naik. (Sian akan naik bersama Chiyeul.) (Mereka naik perahu yang ada payungnya.) Ini akan sangat menyenangkan. Ayo kita berangkat! (Kru naik perahu bersama si kembar.) Ayo berangkat!/ Ayo berangkat! (Seola dan Sua berangkat.) Halo. Perahu kami lebih menyenangkan. Perahu kami lebih menyenangkan. Sian, ada ikan hiu di bawahmu. Lihat ke bawah. (Ikan hiu?) (Siaga)
01:13:51
Di mana? Lihat ke bawah! Paman bisa melihat air di bawah. Kau bisa melihat ke bawah. Iyakan?/ Ya. Jangan khawatir. Percaya pada paman. (Paman yang terbaik.) Kau senang?/ Ini sangat menyenangkan. Kau tidak takut karena ada paman di sini, bukan? Paman, lebih cepat lagi. Paman, cepat! Tolong lebih cepat lagi! Kita juga harus lebih cepat. Ayo. (Ayo, Sian.) (Chiyeul akan melakukan apa pun demi Sian.) (Ini menyenangkan.) (Chiyeul kehabisan napas.) Paman lelah? (Bagaimana paman sudah lelah?) Celana paman basah. Nanti kubelikan celana baru. (Celana baru itu hal kecil.) Aku akan cari banyak uang dan membelikan paman celana baru yang banyak. Terima kasih. Paman akan menantikan hari itu.
01:15:02
Apa kau mau mengisi ulang tenaga paman? (Siapa yang akan mengisi dia tenaga?) Aku akan mengisi tenaga paman. (Aku akan mengisi tenaga paman dengan hati.) Sian, ini hati. Paman akan mengisi tenagamu. Paman Chiyeul sangat menyenangkan. Apa yang kau katakan? (Kau bilang apa, Sian?) Aku sayang paman. Kau sayang paman? (Jantung Chiyeul berdebar kencang.) Berapa besar?/ Besar sekali. Menginaplah di tempat kami./ Paman boleh menginap? Ya./ Kau mau paman menginap? (Terharu) Ke mana perginya paman dan Sian? Apa Sian pergi mencari makanan lezat tanpa aku? Ayolah. Tentu saja tidak. Sian pasti mengajak kita. Tidak. Sian tidak bisa berbohong./ Tidak. Mereka pergi ke mana? (Perahu payung itu lebih dulu kembali.) Seola dan Sua belum tiba. Ayo pergi ke tempat yang sejuk. Mau pergi? Mau beli minuman?
01:16:09
Baiklah, ayo. Apakah ini sama?/ Ya. Apa paman punya pacar? Kenapa menanyakan hal yang menyakitkan seperti itu? Paman tidak punya pacar. (Aku sedih karena tidak punya pacar.) Haruskah paman mendengar soal ini juga darimu? Apa kau punya pacar? Pacarku dulu adalah Minchae, tapi sudah tidak lagi. Lalu, siapa sekarang? Minchae suka Siwoon. (Sian bertemu Siwoon pada hari ulang tahun Minchae.) (Minchae hanya bermain bersama Siwoon.) (Hei, mereka pergi ke mana?) Minchae. Oh, tidak. / Itu selalu terjadi. Orang yang kusuka tidak pernah tertarik padaku. Usianya baru 5 tahun, tapi dia sudah merasakan sakit karena cinta. (Dia merasakan patah hati di usia 5 tahun.) Menyedihkan sekali. Ada hari yang baik, ada juga hari yang buruk. Astaga. Minumlah. Ini. Bersulang. Bersulang. Bersulang. (Kenapa susu ini terasa pahit?)
01:17:22
Tidak apa-apa. Itu normal. Aku masih sangat menyukai Minchae. Cintamu tulus. (Cinta tulus Sian terdengar lebih menyedihkan di hari musim semi.) Aku mencintainya dengan tulus. (Dia melewati musim semi yang sendu.) Aku tahu ini akan terjadi. Sudah kuduga kau akan melakukan ini. Kalian menangkap basah kami. (Chiyeul menutup mulut Sua dengan sosis goreng.) Paman akan membuatkan sesuatu yang lezat di rumah. Apa? (Paman bisa melakukan apa pun!) Ayo pulang./ Ayo. Apa kau bisa menggambar laut di kertas ini? Kenapa?/ Itu tugas untuk kalian. Jika kalian menggambar laut, paman akan melakukan sesuatu dengan itu. Melakukan apa?/ Kau akan terkejut. Ya? Gambarlah bersama Sian. Baiklah./ Gambar laut. Aku ingin membantu paman. Kau mau membantu paman? Kau bisa melakukannya? Ya./ Baiklah. Apa paman pandai memasak? Paman sangat buruk dalam memasak, tapi paman berusaha memasak untuk kalian.
01:18:27
Paman membuat apa? Paman akan membuat binatang laut. (Paman membuat binatang laut.) Binatang laut apa? Binatang laut apa yang paling kau suka? Aku suka kepiting. Kepiting?/ Ya. Paman akan membuatkannya untukmu. Aku tidak pandai memasak. Tapi, aku ingin melakukan sesuatu untuk mereka. Karena aku tidak pandai memasak, aku harus kreatif. Jika masakannya menarik, maka mereka akan makan. Tunggu sebentar, Pak. Apa itu? Ini kepiting. Kepiting. (Apa dia membuat kepiting dari roti?) Lihat. (Itu kepiting.) Bukankah ini keren?/ Apa itu sulap? Apakah keren?/ Ya. Bisa buatkan aku gurita juga? Ikan juga. Itu ikan./ Ikan. Paman adalah pesulap. Paman pesulap? Aku paling menyukai paman dari paman yang lainnya. Paman sangat terharu. Paman terharu. Paman, kami sudah selesai./ Aku menggambar ini.
01:19:36
Aku menggambarnya./ Kalian sudah selesai? Itu luar biasa. Siapa yang menggambar ini? Aku yang menggambarnya. Apa ini laut?/ Ya. Kau benar-benar hanya menggambar laut. Kemarilah. (Di atas gambar itu,) (Paman mengisinya dengan binatang laut.) Itu ide cemerlang. Mereka akan menyukainya./ Kemarilah. Sudah selesai, Sian. (Itu hidangan seru karya Paman Chiyeul.) Aku ingin memakannya. Bagaimana karya paman menurut kalian? Dia membuatnya dari bola nasi dan sosis. Ini cantik./ Cantik? Chiyeul benar-benar pandai mengasuh anak. Dia benar-benar paman terbaik yang pernah ada. Anak-anak! Ayah, lihat!/ Itu ayah. Ayah, kami membuat ini bersama. Apa yang kalian lakukan?/ Ayah, lihat. Apa yang kalian lakukan?/ Kami... Apa ini?/ Bukankah ini terlihat lezat? Kami menunggumu untuk makan ini bersama. Kami membuatnya bersama./ Ayah, adik ayah, dan aku membuatnya bersama. Adik ayah? Dia menyebutku seperti itu./ Ini pasti melelahkan. Tidak. Anak-anak.../ Kau terlihat lelah. Anak-anak mendengarkanku dengan baik.
01:20:44
Benarkah?/ Ya. Apa yang kalian lakukan hari ini? Perahu! Kami naik perahu./ Benarkah? Ya. / Aku dan Sian naik kayak. Gadis-gadis ini naik perahu lain. Paman Chiyeul dan Sian pergi makan tanpa kami. Mereka makan tanpa kalian? Ya./ Mereka pergi makan? Kalian menemukan mereka?/ Kami tertangkap basah. Kalian tertangkap basah? Siapa dari kalian yang menemukan mereka? Aku./ Sudah ayah duga. Sua akan muncul di mana ada makanan. (Di mana ada makanan, di situ ada Sua.) (Aku akan banyak makan karena aku tidak dapat makan tadi.) Ini enak. Seola tidak memberikan ini pada orang lain. Kau tahu ini apa?/ Ini tidak mudah didapatkan. (Kenapa paman tidak makan?) (Hanya Sian yang memperhatikan Chiyeul.) Kau manis sekali. Apa kalian senang bersama Paman Chiyeul? Ya./ Apakah lebih menyenangkan daripada bersama ayah? (Seola dan Sua langsung mengangguk.) Aku tidak bisa melakukannya./ Bagaimana denganmu, Sian? Aku juga suka. Apa lebih menyenangkan daripada bersama ayah? Ya. (Bahagia, sedih)
01:21:57
Kalian.../ Mereka bertemu denganmu tiap hari. Terima kasih atas makanannya./ Terima kasih atas makanannya. Ini serius. Tinggalkan saja./ Ini seperti peperangan. Ayah, omong-omong.../ Ya? Apa Paman Chiyeul boleh menginap? Di luar sudah gelap. Keluarganya sedang menunggu dia. Dia harus pulang./ Dia tinggal sendiri. (Dia mengatakan kalau dia tinggal sendiri.) Apa dia mengatakan itu? (Dia tertawa.) Apa dia mengatakan itu? Dia memang tinggal sendiri, tapi... Dia harus pergi. Dia harus mengasuh orang lain. Dia harus mengasuh orang lain sekarang. Paman tidak punya anak. Tidak. Dia harus mengasuh anak orang lain. Astaga./ Tapi... Seola, kau cerdas. / Tapi dia bukan guru. Paman Chiyeul. / Ya? Aku suka ini, tapi kuberikan ini untuk paman. Benarkah?/ Bukankah itu mainan favoritmu? Terima kasih. Apa itu hadiah?/ Berpelukan bersama. (Seola, Sua, dan Sian sangat menggemaskan.)
01:23:05
(Aku sayang paman.) Mereka lebih menggemaskan dari yang kuperkirakan. Mereka sangat manis dan penurut. Sian sangat dewasa. Beberapa kali dia membuatku terharu. Lain kali, aku akan pastikan untuk membuat yang lebih cantik lagi. Tidak. Aku akan siapkan sesuatu selain agar-agar. Kalian bisa menantikan itu. (Aku akan menyiapkan sesuatu lain kali.) (Matahari terbenam di atas atap hijau itu.) Makanan./ Kau pasti lapar. Ayah harus meminta nasi dari tetangga. Mereka meminta nasi?/ Ayo. Kita kehabisan nasi. Makanan./ Ya. Ayo minta nasi dari tetangga. Tolong beri kami sedikit nasi. ("Dining Together" ala Jungchi dan Eun.) Baiklah. Kita sudah sampai. Kita sampai. (Berbunyi.) Kita sudah tiba. (Apa mereka bisa dapat nasi?) (Kenapa Jungin keluar dari sini?) Ibu./ Apa ini? Kakak ipar?
01:24:21
Kukira itu Jungin./ Halo. Halo, Ibu. Halo. Halo, Goya. Beri salam. Menantu ibu datang. Ibunya Jungin, Jungin, dan adiknya, mereka semua mirip. Mereka sangat mirip. Kami datang untuk meminta nasi. Apa ini "Dining Together"? Kami sudah makan. Kami gagal. Kami gagal mendapatkan nasi. Cho Eun, ayo pergi ke rumah berikutnya. Cium nenek. (Akan nenek pertimbangkan kalau kau mencium nenek.) (Memberi ciuman.) Bagaimana dengan bibi?/ Cium bibimu. (Ciuman untuk bibiku.) Kau memberi terlalu banyak ciuman. Bagaimana dengan Goya? / Goya juga? (Dia juga mencium Goya.) Goya. (Dapur ini sibuk menyiapkan makan malam.) (Eun juga sibuk memasak.) Apa kau juga memasak? (Kita mau makan apa hari ini?) Dia tiba-tiba memasak dengan serius. Mungkin dia lapar. Apa kau akan melakukan itu? (Setelah airnya mendidih,) Kau tak boleh melakukan itu. Berikan itu pada Eun. (kau harus mengaduknya dengan kuat.) (Lalu tutup pancinya,) (dan biarkan mendidih.)
01:25:40
(Sudah selesai!) (Kita coba?) (Rasanya lezat.) Kemarilah. Ayo makan. Mari duduk dan makan. Apa kau lapar? (Eun pasti lapar.) (Dia mengambil makanan dengan tangannya.) (Bagaimana dengan Goya?) Ibu, Goya sudah selesai. (Aku hanya butuh satu suapan.) Goya sudah selesai. Dia memakannya dalam satu suapan. Ini./ Astaga. (Akan kuberikan milikku padamu.) Eun, kau harus memakannya. Kau harus memakannya. Kenapa kau berdiri? (Baiklah. Kalau begitu aku akan menikmati mi-ku!) (Makan) (Eun makan menggunakan kedua tangannya.) (Eun, kalau seperti ini apa kau bisa menghabiskan makananmu?) (Jangan khawatir, Goya.) (Aku baru mulai.) Apa? (Dia memakannya.) Dia makan dengan lahap./ Dia makan dengan lahap. Dia seperti pembawa acara program makan. (Tersenyum) (Mi panjang rasanya lebih lezat bilang dimakan sambil diri.) (Dia makan mi sambil berdiri.)
01:27:00
(Lebih banyak yang jatuh,) (daripada yang termakan.) (Aku menikmati makanan ini!) Jungchi, karena Eun sudah selesai makan, sekarang giliran kita makan. Baik, Ibu./ Silakan duduk. (Meja makan ibu mertua.) Eun. Mainlah sendiri. Eun, ayah akan makan./ Ayahmu harus makan. Ayah akan segera kembali. Aku akan menikmati waktu makanku. Eun bisa bermain sendiri dengan baik. Terima kasih atas makanannya./ Kau terlalu kurus. Coba bulgogi ini. Ini pasti karena aku cukur jenggot. Kau terlihat lebih tampan. Ibu terlihat sangat cantik hari ini. (Ibu terlihat sangat cantik hari ini.) (Apa yang terjadi?) Ibu cantik./ Kau tampan. (Mereka saling memuji.) Aku menjadi lebih cantik karena berat badanku turun. Aku menyadari itu. Apa ibu ingat saat kita bertemu pertama kali? (Apa kesan pertamaku?) Itu saat penampilan Jungin di kelab. Boleh aku mengatakannya? Boleh aku mengatakan apa yang dikatakan ibu di rumah? Aku juga ingat./ Tunggu. Ibu tidak ingat./ Aku ingat. Aku tidak tahu./ Ibu tidak ingat. Ibu bilang apa?/ Ibu bilang, dia tidak menyukaimu.
01:28:09
(Dia menentangmu.) Kau terlihat terlalu baik. Itu cara tidak langsung mengatakan ibu tidak menyukaiku. Aku tanya pada ibu apa salahnya jika terlihat baik. Ibu mengatakan kalau pria tidak boleh terlalu baik. Lalu Jungin mengatakan, "dia tidak sebaik itu." (Dia tidak sebaik yang ibu pikirkan.) Menurut ibu dunia terlalu berat untuk orang-orang baik. Ya, itu yang ibu katakan. Setelah itu, Jungin sakit, dan dirawat di rumah sakit. Kau datang setiap hari. Itu membuat ibu terharu. Menurut ibu pria sepertimu jarang ada. Setelah itu, ibu telepon aku dan memberikan restunya untuk berpacaran dengan Jungin. Benarkah?/ Itu yang dia katakan. Manis sekali./ Ya. Banyak yang harus kau lakukan tanpa Jungin. (Masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan menantuku.) (Tolong berikan cintamu padaku.) Ini. Bersemangatlah./ Terima kasih. (Terima kasih.) (Setelah makan malam yang mengharukan itu...) Jangan menangis. Apa itu album foto lama Jungin? Ya. Ini album foto bayinya dari Daejeon. Mari lihat apa Eun mirip dengan Jungin.
01:29:15
Eun, kemarilah. / Ayo cari ibu. Banyak yang belum pernah kulihat. (Bukankah ini Eun?) Lihat rambutnya. Aku bisa melihat kemiripannya. Dia mirip dengan Eun. / Eun, lihat nenek. Dia mirip sekali dengan Eun. Ini mirip dengan Eun./ Eun. Eun, siapa ini? Siapa itu?/ Siapa itu? (Bayi ini mirip denganku.) Apa ini Eun? Kita harus perlihatkan ini pada orang-orang yang mengatakan bahwa Eun mirip ayahnya. Apa ibu kesal orang mengatakan dia mirip denganku? Bukan itu maksud ibu. Itu jahat, Bu. Ada apa dengan kalian? (Melirik) Ibu./ Bukan itu. Mereka terus mengatakan Jungin dan Eun tidak mirip. Dia mirip Jungin. Mereka terlihat seperti kembar dalam foto ini. Apa ibu ingin kami memiliki anak lagi? Tentu saja. (Kalian harus memiliki anak lagi.) Apa?/ Tentu saja. Maka mereka bisa saling mengandalkan. Jungin dan aku juga sudah memikirkannya. Kalian makin tua, jadi kalian harus cepat. Buat anak kedua sebelum terlambat. Lebih menakutkan saat dia bicara sambil menatap lantai./ Dia malu.
01:30:18
Jadikan itu kenyataan. Tentu saja./ Jadikan itu kenyataan. Ibu. Aku tidak tahu kita akan membahas ini. Kurasa akan menyenangkan memiliki anak lagi. Itu hal yang besar. Memiliki Eun juga suatu hal yang besar. Bayi itu sangat cantik. Karena itu kami mulai memikirkannya. Kurasa sekarang kami jadi lebih menginginkannya. Itu sesuatu yang diputuskan takdir untuk kami. (Tolong kirimkan adik Eun pada kami.)

DOWNLOAD SUBTITLES: