MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP29 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP29 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 697

Number of words: 3122

Number of symbols: 17641

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 29= (Toko Penyimpanan Uang Ping'an) Ada orang? Ada orang tidak? Paman Guru, kau baik-baik saja? Tuan Muda Wen. Meski tenaga dalammu kuat,… …tenaga dalam bukan tak ada habisnya. Jika begini terus, pasti akan terluka parah. Bagaimana aku bisa menerimanya? Saudara Han, tak perlu sungkan padaku. Jika kau mati, A-Xu tak akan bisa melepaskanmu. Lagi pula, dia sudah merasa bersalah atas kematian Jiuxiao. Apa masih tak cukup? Tenang saja. Meski mati kelelahan, aku juga harus pertahankan nyawamu. Paman Guru, istirahatlah dulu. Ajari aku bagaimana caranya. Aku yang bantu Kak Han untuk bertahan. Anak Lugu. Tenaga dalammu itu tak akan berguna.
03:55
Sekarang sudah bisa panik. Lihat kelak,… …kau masih berani merayu gurumu dan malas-malasan atau tidak. Adik, kau sudah jadi murid Ketua? Adik. Kau tahu betapa irinya kami padamu? Jika Ketua bisa menerimaku sebagai murid,… …meski hanya satu hari, mati pun aku sudah rela. Jangan bicara lagi. Lanjutkan fokus. Kak Han. Asalkan kau sembuh,… …kita bertiga mohon pada Guru untuk menerimamu jadi murid. Kau jadi Kakak seperguruanku. Kita sama-sama berlatih, belajar dan bertani di Desa Empat Musim. Suara apa itu? Jika aku tak menyebarkan Kunci Giok Biru palsu,… …anak lugu ini juga tak akan dijebak Raja Jin. Mengorbankan nyawa untuk Kunci Giok Biru palsu. Duan Pengju. Lao Wen sudah bertarung dengan mereka. Benar, dia sedang menungguku. Guru. Mana paman gurumu? Dia tak apa. Kau yang melukai orang di luar? Anak baik. Formasi! Bagi dua bagian serang pintu! Pindahkan patung serigala, lalu pindahkan patung kuda. Baik. Kau tak boleh mati. Aku tak bisa biarkan kau mati. Saudara Han. Kau tak boleh mati. Aku tak bisa biarkan kau mati.
07:03
Aku sudah berjanji pada A-Xu. Kau tak boleh mati. Saudara Han. Lao Wen. Lao Wen. Minggir! Aku tak bisa biarkan kau mati. Saudara Han. Lao Wen. Kau tak boleh mati. Lao Wen, ini aku A-Xu. Aku adalah A-Xu. A-Xu. Mana Penyihir? Kau lepaskan Han Ying dulu. Tidak, begitu kulepas, dia akan mati. Aku tak bisa melepaskannya. Saudara Han, cepatlah sadar. Cepat sadar. Dia sudah tiada. Sembarangan. Dia belum mati. Saudara Han. Lepaskanlah dia! Han Ying. -Saudara Han. -Pergilah dengan baik. A-Xu. Semua salahku. A-Xu. Saudara Han ingin aku meninggalkannya,… …dan membawa Chengling pergi. Aku tak mau. Dia langsung… Langsung memutuskan nadinya sendiri. Semua salahku. Jika aku tak menyebarkan Kunci Giok Biru palsu,… …Saudara Han… Dia tak akan berkorban sia-sia. Lao Wen. Semua salahku, salahku, salahku. Lao Wen. Nadinya sangat kacau. Tenaga dalamnya kosong.
09:31
Lao Wen… Di mana tenaga dalamnya? Guru, patung rubah belum diperbaiki. Bagaimana ini? Paman Guru… Ada apa dengannya dan Kak Han? Chengling. Dengarkan Guru. Aku tak mau. Guru, tak perlu bicara. Terakhir kali ayahku berbicara denganku… …juga berekspresi sepertimu. Lebih baik aku mati bersama kalian, aku tak mau melarikan diri. Siapa bilang mau mati? Tak akan ada yang mati. Kau masih ingat aku pernah bilang aku adalah mantan Ketua Tianchuang? Pasukan di luar adalah orang Tianchuang. Mereka sama seperti Kak Han. Semuanya hasil bimbinganku. Raja Jin yang mereka layani adalah kakak sepupuku. Mereka hanya datang menangkapku. Aku tak percaya. Guru, tak perlu menghiburku. Paman Wen, cepat bangun. -Paman Wen! -Chengling. Bagaimana mungkin Guru membohongimu? Mereka sungguh hanya datang menangkapku. Tak akan berani membunuhku. Sebaliknya paman gurumu,… …tenaga dalamnya sudah habis. Ada kemungkinan bersikap ekstrem. Jika tak segera dikendalikan, ilmu bela dirinya akan hilang,… …bahkan bisa mengancam nyawanya. Mereka masih tak tahu keberadaanmu. Sekarang kubawa kalian ke ruang rahasia. Ketua Zhou, silakan keluar.
11:05
Raja meminta Ketua Zhou kembali ke Jinzhou. Dengarkan. Mereka sungguh hanya menangkapku ke Jinzhou. Chengling, kau harus jaga paman gurumu dengan baik. Setelah paman gurumu sadar,… …masih bisa datang ke Jinzhou untuk menolongku. Yang patuh. Ketua Zhou, silakan keluar. Raja meminta Ketua Zhou kembali ke Jinzhou. Pengju. Ketua Zhou, lama tak berjumpa. Melihat penampilanmu, Anda memang tak banyak berubah. Ternyata Tujuh Paku Penyiksa bisa diobati. Jika tahu begini,… …bagaimana saudara yang mati karena paku ini bisa menerimanya? Zhou Zishu, kamu! Berhenti! Pengju, bukankah ada titah dari Raja? Konyol! Kau mengkhianati Tianchuang, menipu Raja. Kau kira kali ini Raja bisa mengampunimu? Tangkap dia. Baik. Sekalipun hanya sesaat bertemu dengan kekasih,… …kebahagiaan itu sudah melebihi semua hal di dunia. Berharap menjadi sepasang burung di langit,… …atau menjadi akar dan pohon yang berdampingan di tanah. Kak Cao. Kata-kata aneh apa lagi yang kau katakan itu?
12:56
Kenapa setiap hari kau begitu senang? Tentu saja aku senang. Ada kamu, aku sudah puas. A-Xiang. Aku merasa kau sedikit tak senang. Apakah kau merindukan Saudara Wen dan Zhou? Kau tak boleh berlagak dekat. Kau harus ikut aku panggil Master… A-Xiang, apa yang kau tertawakan? ♪Jejak merah yang ada di tangan♪ ♪Jatuh ke hati♪ Lihat, tiga jagung ini. Mirip tidak dengan mereka yang membawa Pendekar Cengeng? Seperti sebuah keluarga, manis sekali. A-Xiang. Sudah lama aku tak melihatmu tertawa lebar. Selama ini kau tak senang. Jika kau merindukan mereka, kita bisa ke Desa Empat musim. Jangan. Menurutku, tinggal di sini cukup bagus. Aku tak mau turun gunung. Lagi pula, Master tak memintaku kembali. Jika aku pergi tanpa izin, dia pasti akan marah padaku. Saudara Wen tak akan marah padamu. Dia memperlakukanmu sebagai Adik. Jika kita mengunjunginya, dia hanya akan senang. Tak akan marah padamu. ♪Bertemu lagi di jembatan♪ Aku hanya pelayan. A-Xiang, sebenarnya apa yang kau pikirkan? Katakanlah padaku, aku bisa membantumu.
14:08
Setiap kali kau mengeluh, hatiku sangat penat, aku sedih. Tidak. Sungguh tak apa. Hanya saja, sejak aku bisa mengingat,… …aku tak pernah melewati hari yang begitu tenang. Kau sangat baik padaku. Kakak Seperguruan, Paman Guru juga sangat baik padaku. Aku hanya sedikit tak terbiasa. Hidup yang begitu manis. Terlalu bagus. Aku hanya khawatir suatu saat mereka akan menghilang. Jauhkan kata-kata itu. ♪Lihat, puisi yang menyentuh itu diteruskan ribuan tahun♪ Jangan khawatir, aku tak akan meninggalkanmu. ♪Lihat, puisi yang menyentuh itu diteruskan ribuan tahun♪ Itu suara peringatan. Serangan musuh, cepat kembali. Dengar. Pasukan manusia racun. -Pasukan manusia racun Duxie. -Pasukan apa? Nanti kujelaskan, cepat. (Qingfeng) Ada hantu! Kenapa siang-siang begini ada hantu?
15:51
Kakak Seperguruan, ada apa denganmu? Ada racun. Racun. Badan monster itu… Kakak Seperguruan, bertahanlah. Kubawa kau cari Paman Guru. Ayo, cepat. Ayo, cepat. Adik seperguruan. Kenapa ini? Kakak Cao. Weilan, ada apa denganmu? Aku tak apa. Ini… Sudahlah. Cepat ke gunung belakang. Paman Guru melindungi semua di sana. Ayo, cepat. Ayo. Ketua. Di tubuh pengkhianat memang ada tujuh paku. Sudah menyatu dengan daging. Ini namanya menyiksa diri dengan cara lama, 'kan? Tunggu apa lagi? Untuk apa buru-buru? Ketua Zhou. Selama ini Anda begitu terhormat, begitu hebat dan tak tertandingi. Namun, kau selalu memikirkan tempat lain. Aku tak mengerti. Apa hebatnya Desa Empat Musim ini? Ternyata hanya begitu saja. Zhou Zishu. Selama ini rekanmu yang kau tutupi itu,… …Raja tak tahu. Namun, aku tahu dengan sangat jelas. Pengju. Jika tak pergi lagi,… …kau tak takut akan ada masalah? Apakah masih ada rekanmu di sini?
18:23
Han Ying? Han Ying sudah mati. Bagus, bagus. Ketua Zhou, kau menyembunyikan Han Ying dengan baik. Aku salut. Namun, jika pengikut setiamu tak menunjukkan jalan,… …aku juga tak berani percaya kau bersembunyi di Desa Empat Musim. Memang budak Raja Jin. Rencana bagus. Benar. Ketua Zhou, kuberitahukan saja. Kunci Giok Biru yang Han Ying ambil dengan nyawanya… …adalah barang palsu. Raja Jin sungguh cerdas. Dia menebak jika Han Ying tahu rahasia Buku Yinyang,… …pasti akan bawa Kunci Giok Biru mencarimu. Karena dia begitu setia pada Desa Empat Musim,… …maka biarkan dia dikubur di sana. Sudah termasuk sangat berbelas kasih. Lihatlah lebih lama. Nanti tak bisa dilihat lagi. Bunga mekar sepanjang tahun… …mengetahui segala hal di dunia. Raja berpesan. Jika dia menyukai pedangnya, maka patahkan. Jika dia tak bisa melepaskan kampungnya,… …maka hancurkan kampungnya. Ketua Zhou, semua ini akibat perbuatanmu sendiri.
20:25
Kebaikan sepuluh tahun tak bisa menjinakkanmu. Jika itu aku, tak akan kubiarkan kau berkhianat,… …akan langsung kubunuh di tempat. Setelah bertemu Raja, kau minta pengampunan sendiri. Berangkat. Oh iya. Pasukanmu sudah sangat teratur. Sudah harus punya nama, 'kan? Bagaimana kalau Pasukan Kunzhou? Pangeran mohon maafkan. Zishu beranikan diri ingin meminta Pangeran… …memberi nama Pasukan Tianchuang. Kekuatanku sendiri masih lemah. Tak berani memakai nama besar. Hanya berharap aku bisa… …memberikan sedikit cahaya pada dunia gelap ini. Ini termasuk tak mengecewakan ajaran Guru. Bagus. 'Tianchuang' nama yang bagus. [*Jendela atap] Zishu. Hari ini kita berikan cahaya untuk dunia yang kacau ini. Suatu hari nanti, aku akan menghadapi semuanya… …dan menghancurkan semua penghalang. Sepuluh tahun penuh dengan darah. Kukira asalkan membuka sebuah jendela… …akan selalu ada cahaya. Pengorbanan untuk kebenaran malah menjadi bencana bagi diri sendiri.
22:16
Selama ini,… …Zhou Zishu, apa yang kau dapat? Paman Guru. Minumlah air. Paman Guru, ada orang. Ini aku, cepat buka pintu! Weining, itu Weining. Cepat! Cepat buka pintu! Cepat buka. Baik. Paman Guru, ada wanita. Paman Guru, Guru. Paman Guru, Kakak Seperguruan. Kenapa begini? Weilan, kau baik-baik saja? Paman Guru, aku tak apa. Kakak Seperguruan dilukai iblis. Jalan keluar selatan dipenuhi iblis. Baik, aku tahu. Cepat, bawa dia untuk obati luka. Mari. A-Xiang. Kau baik-baik saja? Paman Guru, aku tak apa. Aku tak takut. Iblis itu sangat bodoh. Asalkan memanjat pohon, mereka tak bisa menangkap kita. Baguslah jika baik-baik saja. Paman Guru, Nona ini… Cukup. Aku tak tua sampai tak bisa bedakan pria dan wanita. Namun, tempat terlarang sekte… Peraturan apa? Sekarang keadaan mendesak, mengerti? Ini istri Kakak Seperguruan Cao. Calon kakak iparmu. Jangankan anggota kita sendiri. Meski gadis yang tak dikenal tinggal di tengah gunung ini,… …jika tak biarkan dia masuk,…
24:04
…apa kau mau biarkan dia dibawa iblis di luar? Pemikiranmu ini sungguh kaku. Kamu… Sia-sia saja kubesarkan kau, aku… Paman Guru. Paman Guru. Kau keracunan. Tak apa, tak apa. Iblis itu menggigitku. Tak apa, tak apa. Paman Guru. Ini obat buatan teman masterku. Khusus untuk racun ini. Ambillah. Meski racun ini tak berbahaya, namun sulit untuk dibersihkan. Setelah pakai,… …jika warna darah jadi merah gelap, maka sudah membaik. Weixu, cepat, bawa obat ini untuk menolong adik-adikmu. Terima kasih, Nona Xiang. Cepat. Paman Guru, mari. Pergilah. A-Xiang. Mastermu pernah menghadapi makhluk aneh ini? Dulu masterku bertemu beberapa makhluk aneh ini. Awalnya mereka adalah manusia hidup… …diberi guna-guna oleh orang dan dilatih jadi sekarang ini. Cukup kuat, tak kenal sakit. Namun, tidak cerdas. Harus hati-hati dengan cakar beracun. Mengguna-gunai manusia? Lembah Hantu ini… …bahkan bisa melakukan hal yang begitu tak bermoral. Apakah… Apakah tak takut disambar petir?
25:39
Lembah Hantu? Siapa bilang makhluk aneh ini dari Lembah Hantu? Semalam Empat Hantu Jahat menyerang dan tak berhasil. Mereka dikalahkan Pengelola. Kami sedang mendiskusikan cara menghadapi,… …tak sangka sekelompok makhluk aneh ini datang menyerang. Lembah Hantu malah melatih pasukan iblis ini. Iblis yang bertindak atas nama Hantu… …sungguh tak termasuk sebagai manusia. A-Xiang, jangan takut. Di sini adalah tempat berlatih para leluhur Sekte Pedang Qingfeng. Ada di dalam gunung. Iblis itu tak bisa masuk. Paman Guru. Mana guruku? Guruku ke mana? Kenapa aku tak melihat guruku? Paman Guru. Setelah Guru membawa kami kemari,… …aku lihat sendiri Guru masuk ke kerumunan manusia racun itu. Lalu,… Lalu, menghilang. Mulut sialmu itu. Apakah itu bisa didengar? Tak mungkin. Weining. Ini tak mungkin. Weining, jangan dengarkan anak itu asal bicara. Gurumu sangat hebat. Iblis kecil itu tak akan bisa mengalahkannya.
27:09
Gurumu pasti ingin menangkap pemimpinnya dulu. Dia pasti turun untuk cari bantuan dulu. Tak apa. Menangkap pemimpinnya dulu? Empat Hantu Jahat ini datang,… …Ketua Lembah Hantu Wen Kexing pasti juga akan datang. Asalkan Ketua bisa membunuh pemimpinnya ini… Paman Guru. Tadi kau bilang… …Ketua Lembah Hantu ini bernama apa? Ketua Lembah Hantu,… …Wen Kexing. Guru Agung, Paman Guru Jiuxiao,… …Kak Han dan semua Leluhur Desa Empat Musim, mohon berkatilah. Kita pasti bisa baik-baik saja dan keluar dengan selamat. Berhenti! Kau tak bisa lari lagi, 'kan? Jangan kemari! Tahan dia. Yang patuh, cepat lari, pulang cari Ibu! Zhen Yiguo. Lepaskan aku! Terima kasih. Adik, apakah margamu Zhen? Aku bukan marga Zhen, Anda salah orang. Adik jangan takut. Aku adalah Paman Zhao. Sekte Pedang Danau Tai, Zhao Jing. Aku berteman dengan orang tuamu. Ruyu dan Miaomiao pasti pernah mengungkitku.
29:51
Benar, 'kan? Ibu, aku bertemu Paman Zhao! Ibu, aku bertemu Paman Zhao! Paman Zhao dari Ikatan Lima Danau. Ibu, lihat. Ini adalah manisan pemberian Paman Zhao. Sangat enak. A-Jing, kenapa bisa datang? Hati-hati. Kakak ke-2 Zhao, duduk. Cepat duduk. Yan'er, pergilah bermain. Orang dewasa mau berbicara. Kenapa kau jadi seperti ini? Kak, kau berbincang dengan Kak Zhao dulu. Aku buatkan teh untuk kalian. Baik. Mau makan? Tak boleh. Zhao Jing. Akhirnya kau menunjukkan dirimu. Sudah kuduga. Sudah kuduga pasti kamu. Adik ipar. Kenapa kau tetap begitu emosian? Kak Rong dan istrinya sudah meninggal. Keluarga Rong tak ada penerus. Jika tak buka Gudang Ilmu Bela Diri,… …apa harus biarkan usaha kita semua ditutupi begitu saja? Jangan pura-pura lagi. Sebenarnya bagaimana Kak Rong bisa mati? Kenapa Kak Gao Chong ada barang iblis seperti Racun Tiga Jasad? Hanya kamu. Hanya orang rendahan sepertimu. Benar, aku orang rendahan dan hina.
32:01
Kenapa dengan itu? Bukankah sekarang tetap aku menang, kalian kalah? Berikan kunci padaku. Aku akan langsung pergi. Kita tak akan bertemu lagi. Jika tidak,… Jika tidak, bagaimana? Jika tidak,… Berengsek! Zhao Jing! Kakak Seperguruan. Apa maumu? Ruyu, kau harus pikirkan. Di gudang itu masih ada Buku Yinyang. Berikan kuncinya padaku. Aku berjanji padamu, setelah buka gudang itu,… …akan kuberikan Buku Yinyang padamu untuk mengobati lukamu. Saat itu kau tetap tabib yang dihormati. Tak perlu bawa anak dan istrimu bersembunyi di tempat jelek ini. Ruyu, kau tak pikirkan dirimu, juga harus pikirkan anakmu, 'kan? Kak Zhao, kau pikirkan saja dirimu. Tadi kau memakai tenaga dalammu, apakah tak merasa ada yang aneh? Wanita Licik, kau meracuni tehku. Obat dan racun tak saling membedakan. Kau terlalu meremehkan Lembah Tabib Hebat. Ruyu sudah seperti ini. Aku hanya seorang wanita lemah.
33:43
Tentu harus waspada. Berikan penawar padaku. Kita bicarakan baik-baik. Baik, Kak ke-2 Zhao. Kak ke-2 Zhao, makanlah. Begitu racun ini kambuh, akan sangat menderita. Akan menghancurkan ginjal dan mati. Karena kita saling kenal. Aku juga tak ingin kau menderita. Di botol itu adalah penawar untuk tiga bulan. Aku belum selesai. Begitu racun ini kambuh maka tak bisa diobati lagi. Jika kami bertiga masih hidup,… …Kak Zhao bisa datang mengunjungi kami setiap beberapa bulan. Jika tidak,… Kamu! Silakan pergi, aku tak antar lagi. Ayah! Yan'er. Ibu, kenapa? Paman Zhao adalah orang jahat? Aku tak seharusnya bawa dia pulang, maaf. Ibu, pukullah aku. Paman Guru, Paman Guru. -Aku. -Paman Guru, kau kenapa? Aku. Paman Guru. Akan kubunuh dia! Paman Guru. Akan kubunuh dia! Paman Guru! Wu Xi, bagaimana keadaannya? Aku sudah periksa tiga kali. (Penyihir) Di dalam sana,… (Tuan ke-7, Jing Beiyuan) …hanya ada jasad seorang pria.
35:59
Tak mungkin. Aku harus lihat sendiri. Beiyuan. Aku sudah minta A-Qinlai untuk… Untuk menguburnya. Wu Xi, kau tak mengerti. Zishu tak mungkin mati begitu saja. Raja juga tak mungkin membunuhnya. Beiyuan. Siapa yang tak mengerti? Dia bahkan minta orang membunuhmu,… …kenapa tak bisa membunuh Ketua Zhou? Tidak. Zishu sudah keluar dari Tianchuang,… …pasti diikuti orang Desa Empat Musim. Lagi pula, masih ada adik kedua dan muridnya. Tak bisa dipastikan itu adalah jasadnya. Beiyuan. Aku yang tak pernah memberitahumu. Desa Empat Musim yang lama… …sudah dimusnahkan Raja Jin. Ketua Zhou tinggalkan Tianchuang dan berkelana karena hal ini. Jangan salahkan Ping'an. Aku yang perintahkan. Wu Xi, kamu… -Lepaskan aku! -Paman Guru! -Lepaskan aku! -Ayo. Paman Guru! Lepaskan aku! -Lepaskan aku! -Paman Guru! -Paman Guru. -Akan kubunuh dia! Lepaskan aku! Paman Guru! -Paman Guru! -Lepaskan aku! Paman Guru! Akan kubunuh dia! -Paman Guru! -Akan kubunuh dia! Itu… Bukankah itu murid Ketua Zhou? Akan kubunuh dia!
37:38
Akan kubunuh kamu! -Paman Guru! -Akan kubunuh kamu! Paman Guru! Tuan Muda Zhang. Tuan Muda Zhang. Kak Ping'an. Kak Ping'an. Ini adalah Tuan ke-7 dan Penyihir. Mana Ketua Zhou? Jangan takut, Nak. Aku adalah teman gurumu. Katakan semuanya padaku. Kita pikirkan cara. Tuan ke-7, guruku dibawa pergi orang Tianchuang. Sepertinya Paman Guru tak sadar. Cepatlah tolong dia. Kubunuh kamu! Tuan muda, kendalikan pikiran, kau sudah tak sadar. Kubunuh kamu! Tuan, kami adalah kenalan Zhou Zishu. A-Xu. Di mana dia? Paman Guru! Kau apakan paman guruku? Dia baik-baik saja. Hanya terlalu lelah. Biarkan dia istirahat. Kalian pasti kelaparan. Mari, ini dari Paman Guru, cepatlah makan. ♪Suasana hati kacau, tak pedulikan cinta dan benci♪ Adik. Nona Xiang. Kalian kenapa? Tak apa. ♪Sepenuh hati ingin lewati semua bersamamu♪ Sudah seperti ini, kau malah bertengkar dengannya. ♪Melewati hidup ini♪ Kak, bagaimana keadaan di luar? Mereka tak bisa masuk. Namun, kita juga tak bisa keluar. Makanan di gua ini sudah tak banyak.
40:01
♪Apalah daya, perasaan mendalam ini membuatku salah memilih jalan♪ Apa rencana Paman Guru. Jika terkurung dua hari lagi, kelaparan sampai tak bertenaga,… …saat itu ingin melawan juga tak bisa lagi. Kalau begitu,… …lebih baik langsung melawan hantu jahat itu. Bunuh satu per satu. Weining. Kau harus bertahan. Guru begitu hebat. Iblis di luar tak bisa menahannya. Sampai sekarang belum ada kabar,… …pasti dia sudah lolos dan sedang minta bantuan. Paman Guru sudah bilang kita tunggu sehari lagi. Jika tak ada kabar, kita akan keluar dan melawannya. Saat itu kau harus berusaha melindungi A-Xiang… …dan melarikan diri. Kakak. Ini perintah Paman Guru. Ajaran Sekte Pedang Qingfeng sudah ratusan tahun,… …tak boleh hancur di tangan kita. Lagi pula,… …kita tak bisa libatkan orang luar seperti A-Xiang… …mati karena kita. Masternya adalah orang hebat. Saat itu, kau bawa catatan rahasia dari para leluhur… …dan surat untuk minta perlindungannya. Kak Mo, tak perlu katakan lagi. Aku tak akan ke mana-mana. Kalian tak boleh ingkar janji. Sekarang menyebutku orang luar. Jika sudah di sini,… …aku gunakan nyawa ini melawan mereka bersama kalian.
41:35
Kak Mo. Jangan meremehkan aku seorang wanita. Mungkin orang yang kubunuh lebih banyak darimu. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪
43:24
♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: