WW2 - OverSimplified (Part 1)

WW2 - OverSimplified (Part 1)

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 408

Number of words: 2347

Number of symbols: 14993

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:00
Video ini menjadi mungkin karena Skillshare. Churchill adalah orang dengan banyak bakat. Dia adalah seniman, penyuka kupu-kupu, dan dia punya naskah yang belum diterbitkan tentang alien. Jelas dia adalah orang yang tidak pernah puas tentang pengetahuan. Mungkin dia sudah menyalakan komputernya, dan masuk ke Skillshare. Komunitas belajar online. dengan lebih dari 19000 kelas untuk desain, bisnis, teknologi, dll. Mungkin dia memikirkan kerja sampingan untuk fashion. Tapi tidak tahu harus mulai dimana. Di Skillshare, dia bisa menemukan kursus desain fashion, dan membuat pakaian. Atau jika dia mau belajar mendesain aplikasi, meningkatkan keahlian memotret, atau hanya cara untuk membuat quesadilla yang enak, Dia pasti menemukan kursus untuk itu semua dan lain-lain, di Skillshare. Skillshare memberimu akses ke kelas berkualitas tinggi yang diajarkan oleh para ahli yang bekerja di tempatnya. Aku (Oversimplified) bekerja keras di animasi, dan aku benar-benar terkejut dengan jumlah kursus yang tersedia untukku. Seperti kelas ini, penuh tips dan trik untuk membuat vector art. Atau yang satu ini, untuk membuat karakter yang berjalan. Untuk gabung setahun, Skillshare dibawah $10 sebulan. (Rp. 140.000) Dan apabila kamu mau mencoba dulu, aku punya sesuatu hanya untuk penonton Oversimplified. 1,000 orang pertama yang memakai link ini,
01:04
yang bisa ditemukan di description, bisa mendapat 2 bulan pertama Skillshare hanya untuk 99¢. (Rp.14000) Cobalah dengan menggunakan link di description, dan belajar sesuatu yang baru hari ini. Sekarang, tanpa banyak cingcong - Tahun 1902. Orang muda bernama Benito Mussolini pindah dari Italia ke Swiss untuk menghindari wajib militer. Dia menjadi suka sosialisme, bekerja untuk serikat buruh, menulis untuk koran sosialis, menganjurkan pemberontakan kasar untuk monarki Eropa, SEMUANYA. Ini membuat masalah antara dia dan polisi Swiss. Jadi dia ditangkap, dibalikin lagi ke Italia, dibebasin, balik lagi ke Swiss, ditangkap, LAGI, dipulangkan ke Italia LAGI menyelesaikan wajib militer yang tadinya dia hindari, dan setelah tugas singkat sebagai guru SD, dia akhirnya kembali bekerja menjadi sosialis. Pidatonya dan kebolehan jurnalistiknya membuatnya terkenal oleh sosialis Italia. Dia anti perang, jadi saat Italia menjajah Libya di 1910, dia memberontak. Dan ditangkap. Lalu datanglah PD1, dan sekali lagi, dia protes tentang keikutcampuran Italia, Lalu dia berpikir, "Tunggu sebentar." "Perang ini bisa membawa keinginan untuk sosial yang dibutuhkan untuk menghancurkan monarki Eropa, dan membawa revolusi sosialis dimana-mana." Dan tiba-tiba, dia jadi ingin perang.
02:08
Tapi pengikut sosialisnya tidak suka dia menjadi pendukung terjadinya perang, jadi mereka mengeluarkannya dari partai. Lalu dia bilang, "Tau gak? Gue udahan sama sosialisme. Kita mau sesuatu yang baru. Bukan dilandasi dengan kelas yang memisahkan kita, tapi dilandasi dengan persatuan lewat nasionalitas. Kita akan menjajah Mediterranean, dan menyatukan semua penduduk Italia, seperti hari-hari pada saat Roman Empire. Gue namain "Fascismo" (Fasisme) dan ini akan mengarahkan Italia ke kejayaannya." "boleh juga, Pak Mussolini, tapi ni gue mau ngasih cukuran ke elu gimana?" "Kalo gitu, gue mau jadi... Botak." Wadaww silaw ♪ Tchaikovsky - 1812 Overture ♪ Italia sudah berada di sisi pemenang PD1, dan mereka berharap dapat banyak dari PD1. Tapi akhirnya, mereka dapat sedikit, dan mereka merasa dicurangi. Di puncaknya, ekonomi yang buruk, dan pemerintahan yang lemah berarti penduduk Italia menjadi tidak senang. Lalu saat Mussolini datang, dan bilang dia bisa benerin semuanya, gerakan fasisnya mendapat dukungan yang banyak. Di 1922, dia pergi ke Sang Raja dan bilang, "Jadikan aku perdana menteri, atau aku jadikan diriku perdana menteri." Dan Raja mengatakan, "Kau dan tentara apa?" "Tentara ini." "Yaudah." Lalu dia membuat diktatorisme dan menjadikan dirinya di tengah. Eropa punya diktator fasis pertama. Setelah itu: Jerman.
03:20
Jerman berada di sisi yang kalah, dan mereka menjadi hancur oleh Perjanjian Versailles. Mereka kehilangan tanah, Harus demilitarisasi Rhineland, harus mengurangi tentara mereka jadi 100,000 orang, tidak boleh memiliki angkatan udara, harus membayar Sekutu uang yang sangat banyak yang mereka (Jerman) tidak punya, dan peraturan baru yang dibuat, setiap orang Inggris memiliki hak berjalan ke tengah-tengah Berlin, pilih orang Jerman mana saja yang mereka mau, dan nampar mereka ampe babak belur. Gue bikin sendiri yang barusan, tapi ini ngebantu lo mengerti gimana rasanya jadi orang Jerman pada saat itu Di puncaknya, ekonomi buruk dan pemerintahan lemah berarti bila ada orang kecil, dan marah dengan kumis aneh datang dan dia bilang dia bisa memperbaiki semuanya, penduduk Jerman menyukainya. Hitler telah menjadi tentara saat PD1, dan dia patriotik banget. Dan tidak ada yang semarah dia tentang penghinaan Jerman. Dia membantu membuat partai politik baru, dan pada tahun 1923, mereka berjalan di Munich dengan tentaranya. Lalu dipenjara. Tapi popularitasnya tumbuh dan tumbuh, dan di 1933, Presiden menjadikannya Kanselir. Dia percaya dirinya adalah penyelamat rakyat Jerman, dan dia jadi megalomaniac, membuat diktatorisme dengan dirinya ditengah. Eropa punya Diktator Fasis No. 2. Hitler dan Mussolini memiliki ide yang sama. Tapi yang lebih penting,
04:21
mereka memiliki musuh yang sama. Dan mereka menjadi dekat. Ada yang mau jadi temen lagi? Franco? Nggak? beneran? Iya. Sapa tuh? Ternyata Jepang. Dan mereka mengambil China utara. ayo flashback sedikit - Jepang telah menutup dirinya dari dunia lebih dari 200 tahun. Sebelum Amerika datang dan bilang, "Kau akan berdagang dengan kami, dan kau akan suka." Lalu Western Powers memaksakan 'Perjanjian Tidak Adil'. Yang artinya ekonomi Jepang hancur. Mereka juga tidak memiliki kekayaan alam. Jadi mereka memutuskan untuk mengambil beberapa. Mereka perang dengan Cina untuk mendapat pengaruh ke Korea, dan mereka mengambil daerah China. Lalu 'Si Barat' bilang, "Woy! Berhenti dong." Dan sejak Jepang tidak bisa melawan 'Si Barat', Mereka bilang, "Yaudah, mending kita balik kerumah BENTAR! LU NGAPAIN? "Mengambil kesempatan China yang lemah dan mempengaruhinya." "Tapi aku yang melemahkan mereka." "Kita tau." "Terus lu kagak biarin gue dapet apa-apa." "Kita tau." "Kagak adil." "Nggak juga." "Ok, dadah." Lalu Jepang mengatakan, "Sial!" dan perang dengan Rusia, dan mengejutkan semua orang dengan memenangkannya. Lalu mereka mengambil Korea sepenuhnya, tapi mereka tidak berhenti disitu. Di PD1, mereka mengambil koloni dan pulau milik Jerman di Asia. Dan di kecelakaan yang mungkin dibuat oleh tentara Jepang, bom meledakkan kereta Jepang di Manchuria,
05:26
memberi mereka kesempatan melakukan invasi dan mengambil alih. Jadi, inilah situasinya: Nazi Jerman, fasis Italia dan Jepang, semuanya percaya ras mereka lebih unggul. Semuanya bermusuhan dengan Sekutu, dan semuanya ingin militarisasi dan mengambil lebih. Dan mereka melakukannya. Mulai dengan Jerman. Hitler membenci Perjanjian Versailles, dan sekarang dia siap merusaknya. Saat pelanggaran penuh perjanjiannya, Skuadron pertama Luftwaffe dibuat, wajib militer diberikan, dan memperbagus tentaranya. Para Sekutu hanya diam. Lalu Hitler mengirim tentaranya ke Rhineland yang didemilitarisasi, memberi perintah untuk mundur bila Sekutu datang. Sekutu hanya diam. Dengan militernya diperkuat, dia bisa pindah ke langkah 2. Dia ingin menambah populasi Aryan. Dan untuk melakukannya, dia butuh lebensraum (Tempat hidup) dengan kata lain, dia harus mengambil dunia. Untuk sekarang, Eropa cukup lah. Dan dia melihat tetangganya. Sekutu akhirnya merasa khawatir, lalu mereka menciptakan strategi diplomatik tidak berguna bernama appeasement. (penenangan) kira-kira ceritanya kayak gini: Hitler mengatakan, "Aku mau itu." Dan Sekutu bilang, "Lu kagak bisa ngambil itu - Ok lu boleh dapet itu tapi jangan lagi." "Aku mau itu." Dan ulangi. Di 1938, Tentara Hitler pergi ke Austria,
06:28
dan mengambilnya, tanpa perlawanan. BOOM Ini Jerman sekarang. Berikutnya, dia ingin dirinya diberikan Sudetenland, area Cekoslovakia dengan banyak etnis Jerman. Sekutu membuat meeting dengan Hitler di Munich dan berkata, "Dengar, kita akan memberimu apa- "SEBENTAR. Meeting ini tentang daerah gue, bukannya harusnya gue ikut meeting juga?" "Bagaimanapun, kita akan memberimu apa yang kau mau." "Beneran?" "Ya." "gitu aja?" "Yak." "syaratnya?" "Tandatangan kertas ini untuk berjanji kau tidak akan menjajah seluruh Cekoslovakia." "Ok." Lalu Chamberlain pulang dengan menang, melambaikan kertasnya ke udara, mengatakan krisis telah dihindari, dan melanjutkan Perdamaian Dunia, dan kita membangun patung Chamberlain untuk menghormatinya dan setiap 30 September kita merayakan Hari Chamberlain - "Hitler menjajah sisa Cekoslovakia." "Apa?" "Dia menjajah sisa Cekoslovakia." "Oh." "Kau berbohong kepadaku." "ya terus? Aku kan Hitler." Tidak ingin tertinggal, Mussolini juga ingin beraksi. Dia mengatakan kedirinya sendiri "Tidak adakah negara yang belum dijajah yang sangat terbelakang yang rakyatnya melindungi diri mereka dari tank kita dengan busur dan panah dan tombak kayu? Oh ada? Keren!" Lalu dia mengambilnya. Italia juga ingin kontrol gerbang ke Laut Adriatik. Jadi mereka menjajah Albania. Lalu, di kecelakaan yang mungkin dibuat-buat oleh Jepang,
07:38
tembakan senjata diberikan oleh Jepang dan tentara China di Jembatan Marco Polo. Dan Jepang meluncurkan invasi lagi terhadap China. Mereka melewati Beijing dan Shanghai, dan meneruskan ke Lembah Yangtze ke Ibukota China, Nanking. Disinilah tempat terlihat kekejaman Japan yang terburuk yang dilakukan ke Rakyat China. Kembali ke Eropa, Jerman dan Italia membuat hubungan mereka resmi dengan menandatangani Pact of Steel. Lalu, mata Hitler terarah ke Polandia, dan Koridor Polandia yang dibenci, membelah Jerman menjadi dua. Saat ini, Sekutu benar-benar harus menurunkan kaki mereka. Dan dia memperingatkan bahwa Invasi Polandia Berarti perang. Hitler berencana melanjutkan kearah timur, tetapi dia tidak ingin berakhir dengan perang di dua sisi. Jadi untuk sekarang dia membuat persekutuan dengan Stalin dan mengatakan, "Gimana kalo kita nyerang Polandia dan membaginya untuk kita berdua, dan aku pasti tidak akan tidak menahan diri untuk tidak mengkhianatimu suatu saat nanti." "Boleh... juga." Persekutuan bagus ini mengejutkan 'si barat'. Di 1 September 1939, Tentara Jerman memasuki Polandia, Dan Inggris dan Prancis menyatakan perang ke Jerman. Polandia berjuang keras, tetapi mereka bukan tandingan dua raksasa yang menghancurkan mereka dari dua sisi. Lalu datanglah periode yang disebut juga 'The Phony War', dimana semua orang hanya duduk dan tidak melakukan banyak.
08:47
Prancis telah meluncurkan invasi kecil ke Saar Land, tetapi mereka kebanyakan defensif, dan setelah beberapa saat mereka memutuskan untuk memutar dan menundanya satu hari. Berbicara tentang Prancis, Prancis masih sangat bangga tentang kemenangan mereka di PD1. Dan mereka belum move on juga. Mereka masih menggunakan kuda, mengirimkan pesan dengan motor daripada radio, perintah panglima biasanya tidak jelas, dan tentaranya jarang diinspeksi. Mereka membangun garis pertahanan di perbatasan Jerman, tapi tidak mau memperluas sampai kanal, dan mereka tidak mau meluncurkan serangan artileri ke Jerman takut dibalas serangannya. Di perang. Mereka tidak ingin menyerang musuh. Dan pertama, Inggris tidak lebih baik. Chamberlain tetap berharap perangnya bisa diakhiri secara diplomasi. Daripada serangan bom, RAF menjatuhkan kertas propaganda diatas kota Jerman, yang satu marsekal udara mengatakan tidak berpengaruh tetapi memberikan kertas toilet selama perang. Mereka juga mengirim hanya 200,000 orang ke Prancis, sementara Prancis menggerakkan jutaan. Inggris dan Perancis ingin menghindari terulangnya Perang Dunia Pertama, dan mereka ingin perangnya sejauh mungkin dari rumah. Jadi mereka memutar mata mereka ke utara, ke Norwegia. Swedia yang netral mengekspor biji besi ke Jerman, melewati Norwegia netral. Lalu Sekutu meminta mereka jika mereka bisa berhenti mengekspor biji besi ke Jerman.
09:51
Tapi permintaan ini ditolak. Lalu, Uni Soviet menyerang Finlandia. Lalu Sekutu mengatakan, "giimana kalau kita mendaratkan tentara di norwegia dan memindahkannya lewat Swedia untuk membantu temanmu Finlandia? dan sepanjang perjalanan mengambil alih ladang besi." Tapi Norwegia dan Swedia mengatakan tidak. Jadi Inggris memberi ranjau di pantai Norwegia memaksakan setiap kapal barang melewati laut internasional, dan mereka juga menyerang kapal minyak Jerman yang mereka temukan. Hitler sadar tentang apa yang telah Sekutu lakukan, dan dia dengan cepat bergerak untuk mengamankan persediaan biji besi. Dia meluncurkan invasi melewati Denmark ke Norwegia. Sekutu menurunkan tentara di pelabuhan sekitar pantai, tapi Jerman telah mengontrol lanud Norwegia, dan keunggulan udara mereka ikut perang. Sekutu harus mundur. Setelah kegagalan yang sedikit memalukan, Chamberlain mengundurkan diri. Dan diganti oleh Winston Churchill, yang memiliki cara yang sedikit lebih berbeda untuk menghadapi Jerman. Strategi Hitler secara keseluruhan mirip dengan strategi Jerman di PD1 Serang Prancis, Kalahkan Prancis, menghajar Inggris di prosesnya, dan berputar ke Uni Soviet dan menang perang. Selama Phony War, Sekutu memberi waktu Hitler cukup untuk mempersiapkan pasukannya, Sekarang dia siap menyerang. Sekutu ingin menaruh tentara di Belgia, tapi Belgia menolak. Dan di pergerakan yang tidak mengejutkan, Hitler meluncurkan invasi memutari garis pertahanan Prancis.
10:52
Sekutu bergerak ke Belgia dengan kecepatan penuh, menemui invasi Jerman langsung, dan sepertinya pengulangan PD1 sudah datang. Tapi sekarang, Hitler mempunyai trik ampuh. Blitzkrieg. Selama Jerman bergerak, mereka mengirim ribuan pengungsi ke barat, memperlambat Sekutu. Dan, di selatan, Prancis meninggalkan Ardennes, area yang penuh bukit dan hutan, yang kurang dipertahankan, karena mereka kira tidak bisa ditembus. Jerman baru akan menembusnya dengan segala yang mereka punya. Mereka meluncurkan 50 divisi Wehrmacht, dan menyudutkan tentara Sekutu dengan kecepatan petir. Tentara Sekutu terbaik sekarang terkepung. Jerman memeras dari semua arah, menghancurkan tentara terhebat Prancis, dan hampir menghapus tentara Inggris. Tapi mereka melarikan diri di saat-saat terakhir di Dunkirk, dengan kapal sipil bahkan dengan perjalanan berbahaya untuk membawa pemuda mereka pulang. Dengan kebanyakan tentara Perancis habis, Jerman melanjutkan terus, mengambil Paris, dan Perancis hancur. Apa yang Jerman tidak bisa lakukan di PD1, Hitler menyelesaikannya begitu saja. Hitler berharap dengan hancurnya Perancis, Inggris juga kehilangan harapan dan meminta damai. Tapi yang sedikit mengganggu, mereka tidak. Dan dia ingin mengamankan Front Barat. Jadi mereka memaksa untuk pengabdian, dengan permainan pikiran. Inggris sekarang sendirian dan Hitler ingin menekannya.
11:55
Pertama, sebelum Perancis jatuh, Italia menyatakan perang ke Sekutu, membuat situasi Inggris memburuk. Lalu, daripada menempati semua Peranis, Hitler menempati area pantai untuk pertahanan, tapi membolehkan Perancis untuk menjadi boneka Jerman. Seperti ini, terlihat seperti teman lama Inggris telah berubah sisi. Hitler berharap Inggris tidak menyerang koloni atau pangkalan laut teman di Afrika, memberi Hitler pertahanan ekstra di selatan. Tapi Inggris yakin untuk membalasnya dengan berlayar ke pangkalan laut Perancis di Aljazair dan menghancurkan beberapa kapal. Jadi, boleh lah. Hitler lalu menyusun rencana menginvasi Inggris Raya. Sebelum tentara Jerman mendarat di tanah Inggris, dia membutuhkan keunggulan di udara dan air sepanjang Channel. Gelombang pesawat pembom Jerman datang, sementara RAF yang kalah jumlah bekerja dengan berani mencoba menggagalkan serangan Jerman. Pertama, Luftwaffe menarget pelabuhan Inggris dan fasilitas pantai, lalu menyerang markas RAF, menghancurkan kemampuan RAF untuk melindungi negaranya. Dan sepertinya invasi Inggris Raya oleh Hitler datang. Lalu, Churchill memerintahkan pemboman kecil, tidak signifikan di Berlin. Tidak membuat kerusakan besar, tapi Hitler marah, dan dia segera menyuruh Luftwaffe
12:55
untuk memfokuskan serangan ke penduduk sipil di London. Anak-anak dibawa ke pedesaan, jauh dari orangtua mereka, menghindari bahaya. Dan perjalanan ke perlindungan dari serangan udara menjadi kegiatan sehari-hari. Tapi moral Inggris bertahan. Senyum, menjahit, bersantai seperti biasa, orang-orangnya punya bola besi. "IYKWIM" Mengalihkan serangan ke London memberi RAF ruang terbuka untuk mengatur. Hitler seperti menembak dirinya di kaki. Hanya kaki sekarang. Akhirnya, Luftwaffe mengirim serangan besar-besaran ke London, dan RAF berhasil mengusirnya, menghancurkan banyak pesawat Jerman, dam menaruh keunggulan udara tetap di tangan Inggris. Invasi Hitler harus ditunda, tapi pemboman Inggris berlanjut beberapa waktu.

DOWNLOAD SUBTITLES: