MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP08 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP08 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 749

Number of words: 3739

Number of symbols: 21552

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 8= Paman Gao. Paman Zhao, Paman Shen. Chengling, sudah terbiasa? Kelak kau akan tinggal di Sekte Yueyang. Chengling, apakah kau mengidap suatu penyakit? Jawab Paman Gao, tidak. Kenapa tulangmu begitu lemah? Kakak, dia masih kecil. Sekarang masih bisa dibina. Tidak kecil lagi. Orang dunia persilatan berkata Sekte Danau Jing dibinasakan. Namun, asalkan Chengling ada, maka hal ini tak benar. Namun, Chengling, jika kau tak bisa meneruskan status ayahmu,… …maka keluarga Zhang sungguh tak ada penerus lagi. Serahkan Kunci Giok Biru pada Paman. Mari. Kak, Chengling sekarang masih terlalu takut. Dia hilang ingatan. Masalah Kunci Giok Biru, kita rencanakan lagi. Apanya yang rencanakan lagi? Kunci Giok Biru lebih penting dari nyawa Yusen.
03:29
Lebih penting dari nyawa kita. Yusen bersusah payah membiarkan Chengling kabur. Pasti ingin dia membawa keluar kabar Kunci Giok Biru. Chengling. Apakah kau ingin ayahmu dan semua keluargamu mati sia-sia? Kalian mau aku bilang berapa kali? Aku tak tahu apa itu Kunci Giok Biru. Hentikan. Cepat bilang di mana Kunci Giok Biru. Chengling, jangan takut. Cepat katakan. Chengling. Aku tahu. Selama ini ayahmu tak berhubungan dengan kami. Kau tak percaya pada kami. Namun, sekarang kau tak percaya pada kami,… …kau bisa percaya pada siapa? Kau tak punya pilihan, Nak. Kakak, anak-anak tak mengerti. Kita bisa pelan-pelan mengajarinya. Aku tak punya kesabaran untuk membujukmu. Semakin lama kau serahkan Kunci Giok Biru,… …maka akan lebih banyak orang terluka di dunia persilatan. Kau tahu tidak? Aku… Aku tidak tahu. Aku! Kakak, Kakak, Kakak. Chengling. Kakak, jangan marah. Bagaimana kalau masalah ini, kita bicarakan lain hari? Pergilah. Cepatlah pergi. Pergilah. Kak, aku tahu. Yusen dan Kakak ada salah paham,… …tapi anak ini tak mengerti, dia tak tahu harus bagaimana.
05:27
Diam! Kakak ke-2 sudah pikun? Masalah Kakak ke-4 paling membuat Kakak Pertama sedih. Kenapa masih membahasnya? Kau cepat bantu aku perbaiki keadaan. Aku kasihan pada anak itu. Kelak dia harus menumpang tinggal di sini. Ini juga perkataan konyol. Jika Kakak Pertama sungguh marah,… …apakah akan lampiaskan pada anak-anak? Kau berpikir Kakak Pertama begitu perhitungan. Saudara, hari ini Weining berada dalam kesulitan. Bertemu secara kebetulan, Anda malah harus menghabiskan uang. Aku sungguh merasa tak enak hati. Aku tinggal di Sekte Yueyang dekat sini. Bisakah Saudara menunggu sebentar? Aku akan segera kembali. Bertemu secara kebetulan karena jodoh. Uang adalah benda luar. Jika bisa mendapat teman dengan ini,… …bukankah itu lebih baik lagi? Aku Zhou Xu, boleh tahu nama pendekar? Aku… Margaku Cao, namaku Cao Weining. Murid Sekte Pedang Qingfeng. Kudengar Sekte Pedang Qingfeng tegas dalam memilih murid. Semua muridnya sangat sopan dan terdidik. Hidup bebas, ahli sastra dan bela diri. Hari ini bertemu, memang benar adanya. Tidak, tidak. Aku yang paling tak berguna di sekte.
07:01
Jangan bilang begitu. Bisa bertemu maka berjodoh. Jika tak keberatan, mari duduk dan berbincang. -Mari, mari. -Baik, baik. Saudara Zhou sungguh terus terang dan mudah bergaul. Saudara Zhou, mari minum. Mari. Mari, bersulang padamu. Cepat usir dia pergi. Dia bisa membantuku masuk Sekte Yueyang. Silakan, silakan makan dan minum. A-Xiang. Pergi temukan Fang Buzhi. Fang Buzhi? Bela diri Fang Buzhi tinggi. A-Xiang seorang gadis… Meremehkan gadis? Gadis… Gadis bagus, gadis bagus. Bagaimana… Bagaimana kalau kutemani kamu? Begitu banyak orang. Saudara Zhou, aku pamit dulu. Kalian tinggal di mana? Aku akan berkunjung untuk mentraktir kembali. Berteman itu, yang penting karena jodoh. Tak perlu lagi. Kami diundang Pendekar Zhao. Setelah selesai, kami akan mengunjungi Sekte Yueyang. Tak bisa menemukan kantongku, kau jangan kembali. Ada perlu minta bantuan, tak perlu langsung mengusir. Pendekar Cao. Mohon sampaikan pada Sekte Yueyang. Semoga kantongmu cepat ditemukan. Baik, baik. Sampai jumpa. (Restoran Fengyang) Marga Cao, kenapa mengikutiku?
09:08
Cao… Cao Weining. Aku tak peduli. Kenapa mengikutiku? Tak ada uang untuk makan lagi? Ingin meminjam uangku, 'kan? Boleh. Satu hari bunganya 66%, bagaimana? Maaf. Awalnya aku terlalu memalukan. Nona Gu, kubawa kau ke Sekte Yueyang saja. Barang tuanmu tak akan hilang. Hal ini lebih baik diserahkan pada Ikatan Lima Danau. Apakah kau sering datang ke Yueyang? Kau pasti tahu tempat ini… …ada makanan enak apa dan apa yang seru, 'kan? Aku sangat tahu. Jika Nona memberiku kesempatan mengikutimu,… …kau pasti bisa makan semuanya. Sungguh ingin membawamu pulang agar mereka lihat. Mereka selalu bilang aku yang paling rakus. Hanya tahu makan. Hari ini melihatmu, aku baru tahu,… …ternyata ada yang lebih kuat makan dariku. Ayo. Ayo, ayo. Nona, sebelah sini. Pengelola Sekte Pedang Qingfeng adalah seekor rubah tua yang licik. Kenapa di sarang rubah hidup seekor 'kelinci'? Jika hidup lama, semua hal aneh pun bisa ditemui. Seperti ada seseorang begitu dingin dan tak pernah tersenyum padaku. Malah begitu ramah dan mudah bergaul… …dengan orang yang baru ditemui.
10:42
Aku tahu kau ingin mencari tahu tentang… …muridmu di Kota Yueyang melalui 'kelinci' ini. Melihat anak itu berlagak lugu di depan A-Xiang,… …aku langsung kesal. Tenang saja. Aku sudah minta A-Xiang cari kesempatan… …untuk masuk ke Sekte Yueyang dengannya. Menjaga murid lugumu dari dekat. Bagaimana? Cukup perhatian, 'kan? Kau hanya menjual tampang A-Xiang saja. Wanita tak bisa ditahan setelah dewasa. Jika kukekang secara paksa, akan jadi dendam. Tak tahu malu. Bukankah semua demi kau dan muridmu? Kenapa aku merasa tujuanmu bukan untuk itu? Kau tak tahu, 'kan? Aku bisa disebut Tuan Baik Wen,… …karena jika tak berbuat baik, aku akan merasa tersiksa. Jika waktunya lama, akan jadi penyakit. Jadi, aku berkeliling mencari hal baik untuk dilakukan. Kalau begitu, Saudara Wen sedang mengumpulkan pahala. "Jika neraka tidak kosong, aku takkan jadi Buddha." Namun sekarang di Kota Yueyang… …penuh dengan sekte terkenal dan pendekar hebat. Saudara Wen mau membantu orang lemah di mana? Ada tempat yang terang maka ada yang gelap.
12:06
Hantu yang paling galak dan hebat selalu menyamar jadi manusia. Bersembunyi di kumpulan orang-orang. Aku datang kemari demi membuka samaran mereka… …agar mereka hancur jadi abu. A-Xu, menurutmu ini termasuk mengumpulkan pahala? Tak sangka,… …Saudara Wen sungguh pendekar pembasmi iblis. Pendekar sejati. Tidak, tidak, semua berkat bantuan rekan. Adik Zhang. Adik Zhang, tunggu. Aku ingat jalannya. Aku pergi sendiri. Tak perlu Kakak antar lagi. Tak bisa. Guru bilang, kau adalah tamu penting. Ke mana pun harus ditemani. Benarkah? Aku tamu atau tahanan? Kamu! Kenapa ini? Xie Wuyang, apa yang kalian ributkan? (Xie Wuyang) Kak, aku ingin bawa Adik Zhang… …ke taman murid kedua. Namun, dia tak mau ditemani. Aku mengerti, kau pergi dulu. Serahkan Chengling padaku. Baik. Adik Chengling, akhir-akhir ini Kota Yueyang sedang kacau. Ayah takut terjadi sesuatu padamu. Aku juga tak diizinkan keluar. Apakah ayahku terlalu galak sehingga mengejutkanmu? Ayahku ini, setelah lama kenal, kau akan tahu.
13:42
Sebenarnya dia hanya keras di mulut lembut di hati. Dia biasanya sangat menyayangi kita. Chengling. Sekte Yueyang sudah terbiasa sederhana,… …mungkin tak sebagus rumahmu. Jadi, kami menempatkanmu tinggal di sini. (Kamar Cemara) Kelak ada masalah, langsung katakan pada Kakak. Baik, Kakak yang salah. Chengling bukan lagi anak-anak. Sudah dewasa. Kak, Kakak Cao Weining mencarimu. Baik, aku tahu. Baik. Semua saudara ini hampir seumuran denganmu. Kelak berlatihlah dengan mereka. Semuanya kemari dulu. Ini adalah Adik Chengling. Kelak kalian jagalah dia. Baik, Kakak Seperguruan. Kelak berlatihlah di sini. Dia pasti tak tahan dengan satu pukulan. Benar. Beberapa kali saja dia pasti pingsan. Jadi, menangkap Fang Buzhi masih perlu waktu. Akhir-akhir ini Yueyang juga tak aman. Nona Gu Xiang seorang gadis, sendirian di luar sangat tak aman. Lagi pula, Tuan Zhou dan Wen juga teman pendekar Zhao. Tak lama lagi mereka akan datang ke Sekte Yueyang. Jadi… Kupikir… …jika Kak Xiaolian bisa membantu…
15:24
…boleh biarkan Nona Gu Xiang tinggal di sini? Jika dia adalah teman Weining, maka tak ada yang tak bisa. Kalau begitu, bagaimana kalau Nona Gu tinggal di tempatku? Terima kasih, Kak Xiaolian. Terima kasih. Adik yang baik, jangan sungkan denganku. Teman Weining adalah temanku. Kakak. Guru ingin kau menyiapkan barang persembahan. Langit sudah mau gelap. Kenapa mau sembahyang di saat ini? Siapkan sesuai aturan apa? Guru ingin membawa adik Keluarga Zhang… …untuk menghormati Tugu Lima Danau. Baik. Kau bantu aku bawa Nona ini ke kediamanku. Tinggal di kamar barat. Baik. Adik, aku pamit dulu. Jika ada masalah, katakan saja pada adikku ini. Baik. Katakan pada Weining juga bisa. Manisan. Manisan. Mari, Tuan, hati-hati di jalan. Silakan masuk. Saudara Wen, jaga diri. Kenapa? Aku masih ada urusan lain. Berpisah di sini. Sampai… Kau mau ke mana, aku ikut. Bukankah Saudara Wen mau membasmi iblis? Membantu banyak orang? Sudah begitu lama membantu banyak orang,…
17:06
…waktuku takkan terbuang. Aku tak mengerti. Kenapa Saudara Wen terus mengikutiku? Bukankah kau selalu biarkan aku mengikutimu? Jadi, manusia harus hidup bebas. Tak perlu begitu banyak pekerjaan. Aku tanya padamu, kenapa kau terus mengikuti Chengling? Benar, aku tak bisa melepaskannya. Aku tahu kau khawatir pada Chengling… …di bawah Ikatan Lima Danau. Bukankah aku mengutus A-Xiang mengikutinya? Sekumpulan rubah tua ini sangat licik,… …tak secepat itu menunjukkan ekornya. Yang kukhawatirkan tak hanya Ikatan Lima Danau. Di dunia persilatan banyak yang mengawasi Chengling. Tadi aku berbicara pada pelayan, bertanya apakah dia pernah melihat… …pendekar yang tak patuhi aturan. Dia bilang sungguh ada. Seperti orang kediaman pejabat yang muncul di luar kota? Langit masih terang, kenapa ada yang melepaskan lentera? Tianchuang menyusun rencananya di sini. Orang kediaman pejabat adalah Tianchuang. Aku ke Sekte Yueyang dulu. Master! Master, untung kau belum pergi jauh. Kenapa kau kembali begitu cepat? Tak apa, katakan langsung. Aku sudah masuk ke Sekte Yueyang. Gadis pintar, bagaimana anak lugu itu? Aku datang melapor padamu.
18:39
Gao Chong bilang mau membawa anak lugu itu… …untuk menghormati Tugu Lima Danau. Aku tak mengerti. Langit sudah mau gelap, masih mau hormati apa. Malam… Kau kembali dulu. (Sekte Ikatan Lima Danau) (Persatuan Lima Danau) Ratusan tahun lalu, lima leluhur kita di hutan… …meniru tiga pendekar dengan bersumpah saudara. Mereka bekerja sama, saling membantu. Membuka sekte dan memperbanyak murid,… …barulah ada Ikatan Lima Danau hari ini. (Sekte Danau Jing) Mereka mendirikan pilar untuk penerus,… …ada kesetiaan Lima Danau, barulah ada ikatan ini. Nak. Jika kau meneruskan posisi Pengelola Sekte,… …kelak namamu akan diukir di pilar ini. Akan dihormati dari generasi ke generasi. Ada yang bilang, kau tak bisa jadi Pengelola.
20:35
Ada yang bilang, kau tak bisa ambil tanggung jawab ini. Berharap aku bisa memilih murid berbakat untuk… …meneruskan keluarga Zhang mewakilimu menanggungnya. Namun, aku tak setuju. Bagaimanapun kaulah penerus Keluarga Zhang. Paman Gao, Anda adalah Pemimpin Ikatan Lima Danau. Anda putuskan saja. Shan'er! Yaozhi! -Guru! -Guru! Pemimpin Gao, kita bertemu lagi. Jenderal Han. Tak sangka kau melakukan hal buruk ini. Kau ingin memaksaku menurutimu? Pemimpin Gao, aku ingin menyelesaikannya dengan damai. Kau serahkan keturunan Zhang padaku, akan kulepaskan mereka. Jika tidak… Jika tidak, kenapa? Pemanah adalah senjata penting negara. Tak bisa dimiliki. Raja Jin mau memberontak? Pemimpin Gao. Anda tak perlu khawatirkan para bangsawan. Anda serahkan anak itu padaku, dia masih bisa hidup. Jika tidak,… …tahun depan di hari yang sama adalah peringatan kematian kalian.
22:28
Mau bawa Chengling? Kecuali aku mati. Pemimpin Gao. Jangan kira aku hanya menakuti, tak berani bertindak. Tak ada yang tak diketahui Tianchuang. Meski hari ini kubunuh kalian semua,… …aku tetap bisa menemukan kebenaran tentang Kunci Giok Biru. Yang benar saja. Hal tak terduga dari mana ini? Mau apa? Kau gila? Jangan ikut campur. Pemasangan panah butuh waktu. Aku alihkan pemanah pertama,… …saat mereka bersiap memanah lagi, kau tangkap pemimpinnya. Tidak. Panah ringan dan cepat, manusia tak bisa menghadapi. Sehebat apa pun juga tak akan bisa. Mati untuk sahabat sejati. Tak masalah aku ambil risiko ini untukmu. Aku yang mengalihkan, kau tangkap orangnya. Hentikan! Masih tak lepaskan mereka? Lepaskan. Kalian adalah… Pemimpin Gao, jangan tanya lagi. Masih tak pergi? Mau tunggu dibunuh? Jasa ini akan dibalas, sampai bertemu lagi. Ayo pergi. Tuan, ikutlah dengan kami. Lepaskan tuan kami! Mundur. Semuanya mundur! Mereka tak akan macam-macam padaku. Benar, kami tak bisa menyinggung kalian. Nanti akan kami lepaskan Tuan ini dengan selamat.
24:46
Cepatlah mundur, jaga panah itu dengan baik. Tunggu aku. Ayo. A-Xu. Utang budimu padaku hari ini sangat besar. Tuan, jaga matamu. Yang menahanmu adalah aku. Untuk apa menatapnya? Ketua. Ketua, ternyata memang Anda. Saat melihat Sembilan Langkah Cepat, kukira aku salah lihat. Ketua, kenapa Anda bisa muncul di sini? Kenapa Anda tak menyamar? Bagaimana luka Anda? Aku sudah menyamar begitu lama,… …sudah cukup. Ying'er, maaf. Aku tahu kau bisa mengenaliku. Ini cara terbaik agar kau bisa beri penjelasan pada bawahanmu. Nyawa Han Ying adalah pemberian Anda. Asalkan Ketua perintahkan, Han Ying bersedia melakukan apa pun A-Xu, apa aku perlu menghindar dulu? Awalnya ada Pipit Pengintai dan Hidup Bagai Mimpi Tianchuang,… …lalu ada murid Sekte Yueyang memakai kode Tianchuang. Kukira semua ini datang karena aku. Tak sangka Tianchuang sedang mencari Kunci Giok Biru. Benar, sejak kabar Desa Danau Jing dimusnahkan sampai ke Jinzhou. Aku diutus ke Sungai Selatan untuk menyelidiki kebenaran lagu itu.
26:33
Itu hanya rumor di dunia silat. Kenapa bisa memancing Tianchuang bertindak? Maafkan aku tak tahu. Aku hanya tahu Duan Pengju sangat mementingkan Kunci Giok Biru,… …seakan harus mendapatkannya. Jika Ketua perlu, aku bisa diam-diam menyelidikinya. Tak perlu. Sekarang kemunculanku sudah membahayakanmu. Ini sudah terpaksa. Orang yang masuk Tianchuang karena aku tak banyak lagi. Kau harus hidup dengan baik. Itulah kesetiaan terbesar padaku. Tuan. Tuan, Anda adalah teman Ketua. Panggil aku Han Ying saja. Tuan. Kenapa kau ingin merebut anak keluarga Zhang dari Gao Chong? Sekte Danau Jing seharusnya dibunuh Hantu Gantung. Kunci Giok Biru seharusnya ada di tangan anggota Lembah Hantu. Kenapa harus menyulitkan anak kecil? Tuan tak tahu. Pengintai Tianchuang di Sekte Danau Jing melihat langsung… …orang Lembah Hantu membunuh ayah dan anak keluarga Zhang. Paksa mereka serahkan Kunci Giok Biru. Zhang Yusen bersikeras sampai mati. Jadi, Kunci Giok Biru pasti ada pada anak termuda keluarga Zhang. Para rubah tua di dunia persilatan tahu banyak. Meski mereka tak tahu hal ini,… …sebelumnya Lembah Hantu mencoba menculik Chengling di Desa Sanbai. Itu sudah beri petunjuk bahwa Sekte Danau Jing masih ada.
27:55
Ketua, apa perintah Anda? Sebenarnya Zhang Chengling ini adalah milik ketuamu. Lao Wen. Ketua, Zhang Chengling adalah kenalan Anda? Maafkan aku tak tahu. Aku pasti… Tak perlu. Setelah kembali,… …kau anggap tak bertemu denganku, lakukan sesuai rencana. Hanya saja, jangan buru-buru bertindak. Jika aku tak salah tebak,… …Ikatan Lima Danau pasti akan memaksa Chengling… …mengeluarkan Kunci Giok Biru. Itu pasti sebelum Rapat Besar Pahlawan. Awan tersebar, giok biru pecah. Jangan-jangan ini Kunci Giok Biru yang ada di rumor. Namun, orang itu memakainya jalan-jalan. Apakah dia dungu? Yang benar saja. Ada apa ini? Berasal dari Tianchuang, bahkan menjadi jadi Ketua. Sebenarnya siapa yang kuikuti ini? Terima kasih untuk tadi. Kau jawab dulu pertanyaanku. Jadi, kau yang punya jabatan tinggi di Tianchuang,… …kenapa bisa berjemur di Yuezhou? Bersenang-senang dengan rakyat? Aku sudah keluar dari Tianchuang. Lao Wen, aku berutang budi padamu. Kau tak berutang budi.
30:17
Kau utang penjelasan. A-Xu, A-Xu. Kau mau aku percaya kau seperti ini demi tiga perak? Apa hubunganmu dengan Zhang Chengling? Janjiku pada nelayan di Yuezhou sudah kutepati. Hanya saja melihat anak ini berada dalam bahaya,… …aku tak bisa duduk diam. Anggap berbuat baik. Mungkin ratus… Mungkin kelak saat bertemu Raja Neraka… …bisa kurangi sedikit penyiksaan. Hubungan yang lama penuh dengan kebohongan. Bertemu secara kebetulan, bisa saling melindungi. Menarik, menarik. Namun, A-Xu. Kau memang tak berhubungan dengan Ikatan Lima Danau. Benar, 'kan? Kau bertanya begitu seakan kau punya dendam dengan mereka. Membahas sampai ini. Aku juga ingin bertanya padamu. Hari itu Desa Danau Jing diberantas,… …kau muncul di pulau, itu hanya kebetulan? Itu bukanlah kebetulan. Bukankah aku mengikutimu? Bukankah kau bilang akan bertemu lagi? Aku tak ingin menunggu takdir, jadi, aku lebih inisiatif.
32:02
Kuanggap kau teman baru menanyakannya. Kau anggap aku teman? Kita melewati hidup mati bersama begitu sering. Kau hanya menganggapku teman? Wen Kexing, Wen Kexing. Sepertinya kau harus berusaha lagi. Kenapa kau tak tanya aku menganggapmu apa? Aku tak peduli. Ayo, cepat turun gunung. Menganggapmu sahabat sejati. Cari semua. Diracuni. Semuanya hati-hati. Jangan asal menyentuh barang di kamar. Hati-hati racun. -Baik. -Baik. Kak Gao, cepat lihat. Apakah yang di meja adalah barang curian? Fang Buzhi sangat licik. Siapa yang begitu hebat menemukannya dulu? Datanglah lagi. Jual semangka, semangka yang besar dan manis. Jual semangka. Semangka, besar dan manis. Tuan, cobalah, besar dan manis. Yang mana paling manis? Mari, ini, ini manis. Mau besar. A-Xu. Manis sekali. Tuan, Anda… Anda belum bayar. Ini. Baik, terima kasih. Mau? Terima kasih. Hati-hati. Sudah cukup makannya?
34:23
Kenapa seperti anak yang baru pertama kali keluar? Kau masih mau cari kantong dan giokmu tidak? Jika tak ketemu, tak usah cari lagi, tak masalah. A-Xu, kau mau coba air gula ini? Aku memintanya menambah dua sendok gula. Bukan bayar dengan uangmu, kau sungguh bisa memeras orang. Jangan begitu pelit. Setidaknya aku sudah menolong murid lugumu itu. Ini tak merugikanmu. Siapa yang mau berbisnis denganmu. Kembalikan. A-Xu. Biarkan aku memakai uangmu. Tak akan rugi. Kau bersedia pertaruhkan nyawamu demi tiga perak dari pak tua itu. Sekarang aku hanya pakai sedikit uangmu. Jika tidak, kelak aku akan menghidupimu, bagaimana? Baik. Kalau begitu, mohon jaga jarak denganku. Baik, aku akan ikut ke mana pun kau pergi. (Teater Jinyan) Mari lihatlah. Teater tarian dari barat. Kesempatan yang jarang ada. A-Xu, apakah kau pernah lihat sulap dari barat? Kenapa harus menusuk wanita? Sulap orang hidup, bayar tiket masuk. Dijamin akan mengejutkanmu. Ayo, pergi lihat, aku tak pernah melihatnya. Tim teater dari daerah barat. Ayo, mungkin Fang Buzhi ada di dalam.
35:47
Ayo. Mari, Tuan silakan masuk. Budaya dari luar kota, memang sangat berbeda. Suara kecapi ini… Harus lihat apa maksud permainannya. -Bagus! -Bagus! -Bagus! -Bagus! Selamat pada Ikatan Lima Danau untuk Rapat Besar Pahlawan. Lembah Hantu mempersembahkan sepuluh kepala manusia. Cepat, tangkap mereka! Adik Wei. Semuanya. Kalian jangan panik. Sekte Yueyang akan menyelidiki masalah ini sampai jelas. Ada Pemimpin Gao di sini. Kami pasti akan menghukum orang jahat. Kalian tak perlu takut. Sekte Yueyang lebih berkuasa dari pejabat setempat. Melindungi keselamatan tempat ini. Pemimpin Gao masih belum meninggal,… …kenapa dikatakan seperti sudah jadi dewa? Sekte Yueyang sangat waspada dan terus ronda. Di kota ada banyak pendekar hebat, tak sangka Lembah Hantu… …masih bisa melakukan hal besar ini. Bukankah ini seakan 'ditampar' terlalu keras?[*malu] Pemimpin Gao sudah pasti sangat dipermalukan. Lembah Hantu bersedia melakukan hal ini,…
39:10
…untuk mengurangi kekuasaan Sekte Yueyang. Kau percaya tidak, ini hanya permulaan? Mundur! Mundur! Mundur! Mengkhawatirkan muridmu itu? Murid dari mana? Mulai lagi, untuk apa bersikeras denganku? Lebih baik kita gunakan kesempatan ini untuk menemui Zhao Jing. Kebetulan bisa mencari tahu Gao Chong… …asisten pejabat yang melindungi rakyat. Guru. Adik… Adik Wei… Anakku, Yunge. Ayah akan balaskan dendammu. Lembah Hantu yang pantas mati. Iblis yang tak punya hati. Aku tak akan mengampuni kalian. Kurang ajar, sampai berani seperti ini. Lembah Hantu sungguh tak tahu diri! Kenapa? Sehebat apa pun Hantu di Gunung Qingya,… …apakah berani melawan seluruh dunia persilatan? Namun, mereka sudah melakukannya. Kak, jangan panik. Lembah Hantu pasti akan kena karmanya. Kakak, jangan marah sampai merusak kesehatan. Aku bersumpah Lembah Hantu akan membayarnya sepuluh kali lipat. Sepuluh kali lipat? Ini penghinaan yang besar.
40:54
Jika aku tak meratakan Lembah Hantu,… …aku akan malu untuk hidup. -Benar! -Pemimpin benar! Darah bayar dengan darah! Ratakan Lembah Hantu! Darah bayar dengan darah! Ratakan Lembah Hantu! Darah bayar dengan darah! Ratakan Lembah Hantu! Dua Pendekar, mohon tunggu. Terima kasih. Saudara Wen, Saudara Zhou. Pendekar Zhao. Lama tak berjumpa. Maaf terlambat menyambut. Pendekar Shen. Kami mencari kalian ke mana-mana. Kalian malah mengantar diri. Pendekar Shen mencariku? Aku sungguh tak sangka. Jangan pura-pura. Ada kejadian tak terduga di Desa Sanbai,… …kalian pergi tanpa pamit, apa maksudnya? Maaf, maaf. Aku melihat terjadi masalah di sana, sudah pasti tak bisa melayani tamu. Jadi, kami pergi dulu. Aku meninggalkan pesan sebelum pergi. Kenapa Pendekar Shen bertanya? Pandai berbicara. Di malam kepergian kalian, desa Kakak ke-2 ada pencurian. Apa yang ingin kalian katakan? Tidak ada. Pendekar Zhao. Apakah desa kalian kemasukan pencuri,… …juga harus dipertanyakan padaku? Tentu tidak, ini salah paham. Mereka adalah orang berjasa pada Ikatan Lima Danau. Kenapa kau asal mencurigai?
42:24
Berjasa? Kakak Pertama. Ini adalah Tuan Wen yang menolong Chengling dari Sekte Danau Jing. Bahkan mengantar Chengling ke kediamanku. Budi ini sungguh tidak kecil. Tuan Muda Wen mengenalku? Asisten Pejabat Gao Chong yang terkenal. Mengenal Anda bukan hal aneh. Jika dikenali Anda, barulah termasuk kehormatan. Apakah Anda kenal denganku? Maaf, aku tak kenal Tuan Wen. Tuan Wen. Bagaimana kau bisa kenal dengan adik keempatku, Zhang Yusen? Terima kasih perlindungan darimu dan Tuan Zhou. Jasa ini akan diingat Ikatan Lima Danau. Kenapa Lao Wen sedikit berbeda? Dia punya masalah apa dengan Gao Chong? Aku tak seberuntung itu untuk berkenalan dengan Pendekar Zhang. Hanya membantu yang lemah saja. Awalnya kami datang untuk mengunjungi Chengling. Namun, sepertinya bukan di waktu yang tepat. Apakah Chengling baik-baik saja? Chengling tak enak badan, sedang beristirahat.
43:58
Tak bisa temui tamu. Chengling sakit? Parah tidak? Bagaimana kalau kami melihatnya? Tuan Wen, nama lengkapmu… Aku Wen Kexing. Tuan Wen. Belum tahu kau dari perguruan dan sekte mana. Tidak ada perguruan. Hanya ilmu bela diri kecil yang diajari ayahku. Aku hanya asal berlatih saja. Kalau begitu, siapa ayahmu yang bisa mengajari anak sehebat kamu? Ayahku rakyat biasa, tak mengerti urusan dunia ini. Tak termasuk orang hebat. Dia bahkan tak termasuk orang pintar. Ayahku juga sudah lama meninggal. Kalian pendekar yang sibuk,… …bagaimana bisa ingat orang seperti ini. Guru! Gawat, Guru! Guru! Ada yang terbunuh, ada yang terbunuh lagi. Tak lihat ada tamu? Kenapa begitu panik? Guru. Kakak Gao menemukan mayat lagi saat ronda. Mayatnya sudah ada di depan. Baik. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪
46:02
♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪
47:10
♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: