MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP30 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP30 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 607

Number of words: 2859

Number of symbols: 16611

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 30= Teh ini lumayan. Qianqiao. Minta mereka pergi. Sebodoh apa pun Mo Huaiyang,… …dia tak akan sembunyikan Kunci Giok Biru di sini. Untuk apa berpura-pura berusaha. Baik. Kita bubar. Raja. Kita mau begini sampai kapan? Bagaimana kalau… …aku paksa bocah-bocah itu keluar dengan api? Untuk apa buru-buru? Mo Huaiyang bisa lari sekarang tapi tak bisa lari seumur hidup. Asalkan semua muridnya ada di sini,… …kita hanya perlu menunggu. Namun, akan ada masalah nantinya, Raja. Kali ini kita gerakkan begitu banyak manusia yang diracuni. Jika ada manusia yang gagal diracuni melarikan diri,… …akibatnya akan fatal. Jika… …Mo Huaiyang bawa kembali bala bantuan? Kalau begitu kita bunuh saja,… …semua orang yang menghalangi.
04:07
Makanlah. Dungu. Tak ada yang mau kau tanyakan? Aku… Aku… Tentu saja ada. Gu Xiang, sebenarnya siapa kamu? Kenapa kata-katamu ini… …tak ditanyakan di hadapan Paman Guru dan Kakak Seperguruan? Jika kutanyakan di hadapan mereka, maka… Kau harus bagaimana? Kau begitu peduli padaku? Omong kosong. Aku sudah bersumpah pada Saudara Wen. Wen Kexing… Bagaimana bisa dia adalah Ketua Lembah Hantu? Jelas-jelas dia… Jelas-jelas dia, Saudara Zhou dan Chengling berhubungan baik. Benar. Bukankah dia anak Pendekar Zhen Ruyu? A-Xiang. Apakah ada salah paham? Apa Saudara Wen diancam orang lain, jadi, sengaja melakukannya? Apakah seperti itu? Kenapa jika iya? Kenapa jika tidak? Jika ini salah paham, meski korbankan nyawa,… …aku akan membersihkan nama baikmu dan Saudara Wen. ♪Suasana hati kacau, tak pedulikan cinta dan benci♪ Kalau benar? Kalau aku adalah hantu kecil Gunung Qingya…
06:05
…dan tanpa sengaja masuk ke dunia manusia. Mengenalmu,… …menipumu. Kak Cao, apakah kau akan membunuhku? ♪Apalah daya, perasaan mendalam ini♪ Tempat aku tumbuh dewasa,… …adalah tempat di mana semua orang saling membunuh, Meski hanya satu persen saja,… …lebih baik salah bunuh daripada melepaskannya. Jika tak begitu, aku tak akan hidup sampai hari ini. Jika… Jika kau sungguh mata-mata Lembah Hantu dan sengaja menipuku,… …masuk kemari untuk menunjukkan jalan pada rekanmu,… …membunuh saudaraku, menghancurkan gunung kami. Aku pasti akan membunuhmu. Baiklah. Namun, A-Xiang. Apa kau tahu? Aku pernah bersumpah Aku Cao Weining seumur hidup ini… …tak akan melakukan hal yang mengecewakanmu. ♪Kita tak bisa melepaskan diri dari ini♪ Namun, dalam hal ini,… …aku tak tahu termasuk mengecewakan atau tidak. ♪Cinta telah tumbuh di tengah kekejaman♪ Namun, A-Xiang tenang saja. Setelah membunuhmu, aku tak akan hidup. Aku pasti akan menemanimu. Aku temani kau berjalan menuju alam baka.
07:58
Kita sama-sama terlahir kembali. A-Xiang, percaya padaku. Di kehidupan berikutnya, aku akan menemanimu tumbuh dewasa. Tak akan kubiarkan kau jadi jahat. Tak akan kubiarkan kau menderita. Namun,… Namun, A-Xiang, aku merasa kau tak begitu. Aku tahu kau gadis yang sangat baik. Jadi, A-Xiang, beri tahu aku. Sebenarnya ada apa ini? ♪Di tengah-tengah kekacauan ini, kuharap senja segera tiba♪ Jika kukatakan,… …apakah kau akan percaya? ♪Apalah daya, perasaan mendalam ini membuatku salah memilih jalan♪ Aku percaya. ♪Kita adalah orang yang berjodoh♪ ♪Malah terjatuh ke dunia persilatan yang kejam♪ A-Xiang. A-Xiang. A-Xiang, jangan menangis. Aku percaya padamu, aku sudah bilang percaya padamu. Katakan saja padaku. A-Xiang, jangan menangis lagi. Aku katakan, aku katakan semua. Kemari. Duduk, aku katakan. Masterku Wen Kexing memang Ketua Lembah Hantu. Namun, dia sudah berencana jadi orang yang baik.
09:25
Tidak, tidak. Dia memang orang yang baik. Dia demi balas dendam. Lagi pula dia… Dia tak mau Kunci Giok Biru. Dia juga tak akan menyerang Sekte Pedang Qingfeng. A-Xiang, katakan pelan-pelan, aku tak mengerti. Baik, kalau begitu… Kalau begitu, kuceritakan dari awal. Dari aku tumbuh besar di Lembah Hantu. Sejak aku… Sejak aku bisa mengingat hal, aku sudah ada di Lembah Hantu. Saat itu, Master masih seorang remaja. Dia melayani Ketua Lembah terdahulu. Dia bilang aku adalah hasil pancingannya di sungai,… …sehingga diberi nama 'Xiang'.[*Sungai] Aku percaya begitu lama. Setelah dewasa, aku baru tahu… …Ketua Lembah terdahulu bawa sekelompok anak… …untuk membantunya berlatih. Yang lain sudah mati. Hanya ada aku, karena Master meminta… …aku diberikan padanya sebagai mainan… …baru bisa bertahan hidup. Anak-anak yang tumbuh besar di Lembah Hantu,… …saat bisa berjalan sudah bisa bunuh orang. Semua mengira itulah aturan di dunia. Memang yang kuat menyiksa yang lemah, harus ada yang mati. Namun, Master bilang bukan seperti itu. Di luar masih ada tempat yang disebut dunia manusia. Aku hanya hantu kecil yang salah masuk.
10:36
Dia bilang suatu hari akan mengantarku kembali. Setelah dewasa, aku baru tahu,… …ternyata Master menahan begitu banyak hal untukku. Suatu hari, Master menyebabkan kekacauan di Lembah Hantu. Membunuh Ketua Lembah terdahulu dan menggantinya. Selanjutnya, Master membunuh Sepuluh Hantu Jahat sebelumnya… …dan ganti orang yang baru. Dia juga mendapat julukan Si Gila Wen. Saat itu aku tak merasa bukan apa-apa. Master naik posisi. Aku lebih bebas di Lembah Hantu, aku sangat senang. Sampai suatu hari Master bilang rencananya akan segera berhasil. Dia akan membawaku ke dunia manusia. Perintahkan 3.000 hantu di Gunung Qingya. Mulai hari ini, aku mau kalian keluar… …dan merobek jasad pengkhianat. Hantu mana pun yang membantuku mendapat kembali Kunci Giok Biru,… …akan kuangkat dia jadi Pemimpin Sepuluh Hantu Kejam. Ternyata kalian keluar… …demi menangkap Hantu Gantung dan merebut Kunci Giok Biru? Lamban sekali, sudah kukatakan. Itu hanya alasan, Master keluar untuk balas dendam. Setelah pasangan Keluarga Zhen mati,… …Saudara Wen dibawa ke Lembah Hantu? Pantas saja saat Saudara Wen melihat Pendekar Shen Shen,… …dia begitu sedih.
12:04
Sungguh kasihan A-Xiang kami. Tak benar juga. Kau bilang orang Lembah Hantu membunuh orang tuanya,… …kenapa masih membimbing Saudara Wen? Mereka tak takut Saudara Wen balas dendam dewasa nanti? Orang yang masuk lembah… …harus minum obat yang disebut Sup Penghilang Ingatan. Setelah minum,… …maka akan melupakan hal yang paling dipentingkan. Mereka mengira Master sudah melupakan kematian orang tuanya. Sebenarnya tekad Master sangat kuat. Melebihi orang lain. Dia mengingat dendam ini dengan jelas. Paman Guru. Paman Guru, Paman Guru. Kau sudah sadar. Selama kau pingsan, aku hampir mati ketakutan. Oh, iya. Paman Guru, ini adalah… Tuan Muda Wen, aku adalah Jing Beiyuan, urutan ke-7. Ini adalah Penyihir Nanjiang. Kalian datang begitu jauh demi saudaraku. Kalian pasti kelelahan. Pantas menerima hormat dariku. Tuan Muda Wen. Tak perlu begitu sungkan. Aku berutang nyawa pada Zishu. Beiyuan, masalah ini nanti dibahas lagi. Tuan Muda Wen pingsan beberapa hari. Sudah kehilangan kesempatan. Sekarang Ketua Zhou pasti sudah sampai di Jinzhou. Sekarang harus pergi menolongnya dulu.
13:32
Namun, Tianchuang banyak perangkap. Kita sendiri sulit melakukannya. Dalam perjalanan kemari,… …kami hanya membawa beberapa pengawal saja. Tak akan bisa menolongnya. Ada apa dengan A-Xu? (Pedang Putih) (Pedang Putih) Tuan Muda Zhou, silakan. Sudah hirup Aroma Pelemah, untuk apa lagi ini. Harap maklum. Ayo. Raja. Aku sudah tahu. Pengju, kau sudah bekerja keras. Pergilah istirahat. Raja. Pergi. Baik. Ayo. Zishu, kau tak masuk untuk melihatku? Kau sungguh lancang. Harus aku yang menjemputmu. Raja. Kampungku sudah dihancurkan. Orang dan pedang tak perlu dipertahankan lagi. Pedang bagus ini… …seharusnya dikembalikan pada pemiliknya. Ikut aku. Aku siapkan arak bagus untukmu. (Pedang Putih) Ini adalah arak di Paviliun Qingluan. Sudah disimpan lama, sudah mengental. Tak cukup untuk dua poci lagi.
18:17
Bukankah saat itu kita sudah berjanji dalam sepuluh tahun? Setelah sepuluh tahun kita orang yang sama… …mengeluarkan arak ini dan habiskan di paviliun itu. Orang yang sama? Mana ada lagi orang yang sama? Yunxing pergi jauh ke Bianjiang. Qingluan bunuh diri. Kau memburu Tuan ke-7. Jiuxiao mati berperang di Kota Lu. Di paviliun ini,… …hanya tersisa kita berdua. Dalam mimpiku,… …aku juga berulang kali kembali ke paviliun penuh bunga itu. Beiyuan memegang kecapi, Jiuxiao main seruling. Yunxing menari pedang, Qingluan bernyanyi. Begitu berbalik badan,… …kau berdiri di sampingku. Kau benar. Zishu. Semua sudah terpisah. Hanya tersisa kita berdua. Dendam kita… …tak bisa dijelaskan. Aku tak ingin memperhitungkannya. Kembalilah untuk membantuku. Semua masa lalu, kita impas. Bagaimana? Arak bagus. Arak penting saat penyimpanan. Manusia penting di hubungan. Aku pernah mengira, kau mati juga tak apa. Sebagai Raja, memang pasti akan merasa kesepian.
20:55
Namun, sejak tahu kau muncul kembali di luar Kota Yueyang,… …ilmu bela dirimu tak berkurang dan hidup dengan baik. Saat itu aku sungguh sangat senang. Mari. Katakan. Apa yang kau lakukan di Tujuh Paku Penyiksa? Bahkan Pengju pun tertipu. Aku tak bisa melakukan apa pun pada Tujuh Paku Penyiksa. Hanya ganti cara saja. Setiap tiga bulan… …memaku satu paku,… …agar dia tumbuh dalam daging dan menyatu dengan saraf. Dengan begini bisa pelan-pelan merasakan sakitnya saraf terputus. Meski langsung diselesaikan,… …juga tak akan langsung tak bisa bicara dan tak bisa berjalan. Ilmu bela diri masih tersisa setengah. Delapan belas bulan. Kau membuat dirimu tersiksa selama delapan belas bulan. Kenapa? Jika kau ingin meninggalkanku,… …langsung dan tanpa suara pergi dari hadapanku saja. Kenapa? Kenapa kau harus berbuat begitu? Hukuman Tujuh Paku Penyiksa adalah aturan yang kubuat. Saudara yang sehidup semati denganku juga melakukannya.
22:22
Jika aku saja yang terkecuali,… …bagaimana aku hadapi mereka di alam baka nanti? Kematian Jiuxiao itu kecelakaan. Kau kira aku tak menyesalkannya? Apa artinya kau menderita seperti itu? Jika Jiuxiao tahu, dia pasti lebih menderita dariku. Kematian Jiuxiao adalah kecelakaan? Bagaimana dengan 79 saudaraku dari Desa Empat Musim? Itu juga kecelakaan? Itu tak bisa dihindari seperti pasukan mati di medan perang . Pedang tak kenal ampun, hidup mati sudah ditakdirkan. Kau menjauhkan dirimu dengan sempurna. Zhou Zishu. Kau jangan lupa. Nama Tianchuang ini adalah pemberianmu. Kau ingin memberikan cahaya pada dunia gelap ini. Membantu rakyat. Memberi kedamaian pada dunia. Kau tak mengerti arti pengorbanan mereka? Sekarang… …aku akan segera menaklukkan dunia kacau ini. Bagaimana boleh kau tak hadir? Bagaimana dengan Han Ying? Han Ying? Aku membahas rakyat, bahas jalan dunia. Kau bahas Han Ying denganku? Dia termasuk apa? Bawahanku yang rendahan, berani berpura-pura di hadapanku.
24:07
Benar juga. Jika Si Dungu ini tak masuk perangkap,… …aku tak bisa begitu cepat menemukanmu. Kau malah menyalahkanku karena dia. Konyol. Apakah dia bukan rakyat? Dia baru berusia 22 tahun. Zishu. Sungguh konyol. Benar-benar konyol. Sepuluh tahun ini,… …sudah berapa banyak yang mati demi jalan kebenaranmu. Yang pantas mati, yang tak pantas mati. Raja. Aku sudah bukan anak muda berusia 16 tahun lagi. Aku tak melihat kedamaian dunia yang kau bilang. Aku hanya melihat satu per satu orang mati karena aku. Roh mereka selalu menekan pundakku. Tak ada pertumpahan darah dari mana datangnya kedamaian dunia? Mereka berkorban untuk keadilan! Mereka mati demi keadilan atau mati demi keserakahanmu? Arak yang begitu bagus,… …kau hancurkan seperti itu. Zishu. Jangan gegabah. Beberapa hari ini, kau hirup Aroma Pelemah. Jika memakai tenaga besar, akan mudah mati. Kau sudah menghancurkan Desa Empat Musim. Aku hancurkan Desa empat Musim untuk memberimu kesempatan.
25:57
Kampung halamanmu adalah di Jinzhou. Kau tak tega memilih, maka kuputuskan untukmu. Awalnya kukira… …kau bisa sadar dan kembali ke sisiku. Aku bisa abaikan masa lalu. Konyol. Aku selalu mengira… …kau adalah sahabat sejatiku. Ternyata, kau hanya orang biasa saja. Jadi sahabat sejatiku? Kau tak pantas. Kau bilang apa? Perlindungan! Perlindungan! Raja. Zhou Zishu, kamu! Pemberontak. Jika kau berani melukaiku,… …jangan harap tinggalkan Jinzhou hidup-hidup. Jangan bergerak! Raja. Jika aku berani datang, maka tak akan berpikir untuk hidup. Kau melakukan sesuatu di Aroma Pelemah. Bagus sekali, masih ada pengikutmu di Tianchuang. Raja. Anda salah. Dengarkan! Jika hari ini aku mati di sini,… …semuanya orang Tianchuang akan mati bersamaku. Baik. Raja. Setelah beberapa tahun,… …Anda sungguh tak berubah sedikit pun. Aku bisa biarkan Duan Pengju memimpin… …karena ingin dia bisa mengurus semua ini.
28:10
Jika Tianchuang masih ada anggotaku,… …bagaimana bisa kubiarkan begitu saja. Bukankah sudah kukatakan? Aku hanya ganti sebuah cara untuk memakai Tujuh Paku Penyiksa. Itu hanya mengurangi kecepatannya, tak bisa mengubah akhir. Sekarang indera perasaku sudah mati. Bau apa pun tak berguna bagiku. Konyol. Karena kau yakin aku tak akan membunuhmu. Kau akan membunuhku. Namun, kau akan menemuiku. Asalkan kau mau menemuiku, saat kita berada di satu ruangan,… …ada seribu macam cara untuk membunuhmu. Pasti… …Raja sudah lupa dengan perkataan Guru. Jika Langit marah, akan banyak yang terluka. Jika rakyat marah, tak banyak yang terluka. Namun, membuat dunia berduka. Aku… Aku tak permasalahkan kau adalah keturunan pengkhianat,… …mempercayakan nyawaku sepenuh hati padamu. Setelah Jiuxiao mati, kau terus terpuruk. Pada akhirnya kau meninggalkanku. Aku maafkan itu semua. Bahkan… Bahkan menyadari kau menipuku, aku juga tak tega membunuhmu.
29:44
Mana hati nuranimu? Apa sudah hilang? Raja. Dendam di antara kita tak akan bisa dihitung jelas. Kau menipu, memanfaatkanku dan membunuh tanpa ampun. Aku tak peduli lagi. Aku sudah jadi orang bersalah pada Desa Empat Musim. Tak bisa jadi orang yang bersalah pada dunia. Konyol. Sia-sia saja kita kenal selama ini. Zhou Zishu. Kapan kau jadi dewa? Dulu kamu… Cukup! Bunuh aku! Bunuh aku! Masih ada yang bisa meneruskan keinginanku. -Raja! -Raja! Raja! Jangan… Raja. Jangan… Jangan… Jangan membunuhnya. -Raja! -Raja! Suara apa itu? Cepat. Kak Cao. A-Xiang, kau tak takut? Kenapa harus takut? Jangan bercanda. Sebenarnya saat kita lari ke gunung, aku sangat senang. Kupikir, jika kita mati bersama di sini,… …selamanya kau tak akan tahu. Apakah aku berimajinasi? Kenapa aku mencium aroma daging panggang? Aku juga menciumnya. Arah angin ini tak benar. Kalian semua, bawakan kipas besar.
32:52
Kipas aroma ini. Baik. Bocah-bocah tengik. Rasa kelaparan kalian akan semakin terasa sekarang. Raja Xie, gawat! Mo Huaiyang sudah kembali. Dia juga bawa satu orang. Mo Huaiyang membawa Raja Langit atau ayah kandungmu? Apakah harus setakut itu? Tak berguna. Mana murid-muridku? Ayah Angkat. Anak Durhaka! Pemberontak! Jawab Pengelola Mo. Kalian semua tuli?! Jawab Pengelola Mo! Buka pintu, aku kembali! Saudara Zhao. Lihatlah. Lihatlah. Dia. Perbuatan anak angkatmu. Hanya dengan kemampuannya hampir membuat Sekte Pedang Qingfeng,… …menghilang di dunia persilatan. Saudara Mo, tenang saja. Aku pasti akan memberikan jawaban yang memuaskan. Kau tak mengkhianati, aku tak mengkhianatimu. Akhirnya aku mengerti. Master. Ampunilah. Ini adalah tempat yang tenang. Masalah antara ayah dan anak selesaikan di rumah.
35:28
Apakah bisa segera meminta anakmu membawa pergi pasukannya? Sudah dengar perkataan Pengelola Mo? Minta semua makhluk aneh menjijikkan itu pergi! Lalu, aku akan cari perhitungan denganmu. Pemberontak! Pergi! Kak Cao, Kak Cao. Kemari. Saudara Mo jangan marah. Zhao Jing bersumpah pada Langit. Aku tak tahu mengenai hal ini. Aku bahkan memintanya untuk menghormati semua sekte. Salah aku tak memberitahunya kita sudah bekerja sama. Itu karena aku tak ingin punya banyak masalah. Namun, tenang saja,… …setelah masalah selesai, aku akan menghukumnya. Itu tak perlu. Jika nyawa 20 orang murid Sekte Pedang Qingfeng,… …hanya senilai beberapa pukulan saja,… …bukankah sangat mengecewakan? Saudara Mo benar. Aku gagal mendidik anak. Aku sungguh malu. Aku bersedia mengeluarkan tiga buah Kunci Giok Biru… …dengan risiko hancurnya reputasiku. Aku jujur saja. Jika kau sungguh menghargai hubungan kita,… …kau pasti tahu harus bagaimana.
37:35
Aku mengerti maksudmu. Namun, Saudara Mo. Anak angkatku sangat penting bagiku. Aku membutuhkannya dalam banyak hal. Bagaimana kalau begini saja? Aku selalu menepati janji. Aku pasti akan menebusmu. Aku akan berikan jawaban yang memuaskan. Masalah hari ini berkat anakmu, di depan semua muridku,… …aku berada di tempat yang sama denganmu, Raja Xie dan Lembah Hantu. Bagaimana aku mengajari muridku kelak? Aku mengerti. Setelah selesai,… …akan kupersembahkan kepala anakku. Pengkhianat, apa yang kau lakukan pada Raja? Zhou Zishu. Raja begitu menghargaimu. Sampai sekarang tak tega membunuhmu,… …kau malah membalas seperti itu. Luka dalam yang Raja alami… …adalah teknik andalan perguruanku. Pembeku Nadi. Setelah kena, nadi akan melemah. Di sisa hidupnya, dia hanya bisa berbaring di kasur. Hanya bisa disembuhkan oleh ilmu bela diriku. Namun, ilmu bela diri ini,… …hanya tersisa satu orang saja di dunia. Kau tebak siapa dia?
39:45
Omong kosong. Apa syaratnya agar kau menyembuhkan Raja? Katakan! Pengju. Apakah kau kira aku memukulnya karena aku bermurah hati? Mengikutiku begitu lama, kau masih tak memahamiku. Sungguh menyakiti hatiku. Zhou Zishu. Jangan kira Raja tak berani membunuhmu. Kau tak mau sembuhkan. Di dunia ini ada tabib yang hebat. Meski aku dihukum mati,… …kali ini juga akan minta Raja membunuhmu. Menghancurkan jasadmu. Pengju. Kau sungguh menakutiku. Bunuh aku. Membunuhku sama saja dengan membunuh Raja. Palingan aku pergi duluan. Aku tunggu dia di alam baka. Kamu! Tak tahu diri. Apakah kau kira… …aku mendirikan Tianchuang dengan mengandalkan moral? Baik. Baik. Ketua Zhou, kita tunggu saja. Lihat siapa yang lebih bertahan. Tunggu, tunggu saja.
41:38
Bagaimanapun, hidupku tak lama lagi. Hidup atau mati pun tak merugikanku. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪
43:42
♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: