MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP17 特别版 | 破5千万次观看量福利!| 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP17 特别版 | 破5千万次观看量福利!| 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 708

Number of words: 3369

Number of symbols: 19549

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 17= A-Xiang! Kenapa kau bangun? A-Xiang. A-Xiang, untunglah kau baik-baik saja. Aku bermimpi tak bisa melindungimu. Kenapa aku sakit sekali? Kau berbaringlah. Sudah dipukul orang, kau sudah berbaring beberapa hari. Bisa melindungi siapa? A-Xiang, aku banyak bermimpi. Tak bisa sadar. Setiap mimpi tetap tak bisa melindungimu. Aku sangat panik. Di mimpi terakhir, aku sudah mati. Dengan senang menunggumu di samping jembatan kematian. Aku berpikir harus menunggu sampai 60 sampai 70 tahun. Menantikan kedatangan nenek tua. Namun, tak lama kemudian kau sudah turun. Kupikir ini tak benar. Kau sudah mati dari awal, 'kan? Aku sungguh panik. Kau menyumpahiku? Tidak, tidak. Perkataan anak-anak, jangan didengarkan. A-Xiang. Kau begitu baik hati. Kau pasti berumur panjang. Mana Kak Xiaolian? Dia dibawa pergi dua iblis itu. Kita pergi tolong dia. Sudahlah.
03:21
Kau berbaring dulu. Sudah hampir mati, masih bisa menolong siapa? Siapa yang menolongku? Paman guruku? Di mana paman guruku? Sudahlah, tuanku. Pengelola Yu Sekte Gunung Hua yang menolongmu. Kau istirahat dulu, jangan asal bergerak. Aku ambilkan obat untukmu. Nona Gu, Tuan Cao baik-baik saja, 'kan? Baik-baik saja. Baguslah. Tuan Cao bisa bertindak bagai pahlawan. Ini adalah kamar lain Sekte Gunung Hua. Biarkan dia istirahat di sini. Cukup, Pengelola Yu. Aku sudah memberitahunya. Anda tak perlu merendahkan dirimu untuk 'xu yu wei she'.[*salah lafal] Silakan. Xiang'er, 'xu yu wei yi'. [*berpura-pura baik] Sudahlah. Kalian berbincanglah. Jangan ganggu ketenangan Tuan Cao. Kak Qianqiao, apakah kau bisa tak mempermalukanku di depan orang? Xiang'er, pengetahuanmu masih kurang. Bagaimana bisa bersama dengannya? Siapa yang mau bersamanya? Aku bahkan pantas untuk keturunan Raja. Dia hanya Si Dungu. Baik, baik, baik. Bahkan keturunan Raja pun tak pantas untuk Xiang'er kita. Lihatlah, Hantu Ungu tanpa hati… …juga bisa merasakan kekhawatiran. Xiang'er, dengarkan Kakak. Sekarang ada masalah, harus perhatikan saat ini.
05:02
Sekarang Pendekar Cao terluka,… …kalian tinggal dulu di Sekte Gunung Hua ini. Tunggu sampai aku urus Master. Kak Qianqiao. Kenapa Pengelola Sekte Gunung Hua bisa menolong Bibi Luo denganmu? Kau mengancamnya dengan apa? Katakanlah padaku. Jangan nanti aku salah bicara. Anaknya mati di tangan Ikatan Lima Danau. Aku janji membantunya balas dendam,… …jadi, dia membantuku menolong Master. Sesederhana itu? Menurutku, orang itu sangatlah licik. Kak, kau harus hati-hati. Xiang'er yang baik. Jangan khawatirkan aku. Cepatlah jaga Pendekar Cao. Kebetulan aku mau ambilkan obat untuknya. Aku pergi dulu. Nak. Makanlah. Dia sudah tuli atau sudah mati? Kenapa? Kau ingin mati kelaparan? Jangan harap. Jika kau mati, semua usahaku akan jadi sia-sia, 'kan? Buka mulut. Buka mulut. Makan, makanlah. Sudahlah, istriku. Jangan mempersulit gadis kecil. Biar kubujuk dia. Bujuklah sana. Huang He berengsek ini. Sebenarnya apa yang dia pikirkan? Karena Gao Chong juga mati,… …langsung cari Shen Shen dan Zhao Jing saja. Untuk apa menahan gadis ini?
06:55
Jika gadis ini tak tahu apa pun, bisa bunuh atau lepaskan dia. Untuk apa mengurungnya? Sudah pasti tak bisa dilepaskan. Kita begitu berusaha menangkapnya, sekarang jadi serba salah. Nak, katakanlah yang kau ketahui. Ayahmu sudah tiada. Untuk apa kau terus bersikeras? Yang menderita tetap kau seorang, 'kan? Kami berdua tak akan menyiksamu. Jika orang lain, belum tentu begini. A-Xu, panas tidak? Lihat, kau sudah keringatan. Mari, kukipaskan. Awalnya tak panas. Mendengarmu bicara, langsung membuatku kesal. Paman Wen, Guru sangat baik. Lebih baik perhatikan aku ini. Bermalas-malasan lagi. Berlatih satu jam lagi. Guru, Sembilan Langkah Cepat ini sudah kulatih ribuan kali. Sudah kuhafal dari awal. Sungguh tak akan salah. Boleh tidak tak latihan lagi? Berani melawan. Tambah dua jam lagi. A-Xu, biasanya kau begitu lembut. Kenapa begitu tegas saat melatih murid? Terlalu memaksa bukanlah hal yang baik. Anak ini harus diajari perlahan-lahan.
08:54
Perlahan seperti apa? Baik, baik, baik, aku banyak bicara. A-Xu berbakat dalam mengajar. Guru tegas baru bisa punya murid yang hebat. Siapa pun yang mohon tetap percuma. Tak mengerti teori bergerak lebih awal? Aku bisa melindungimu sesaat, apa bisa melindungimu seumur hidup? Guru, aku tak bilang tak mau berlatih. Namun,… …walau harus berlatih sekarang, aku juga tak sanggup lagi. Memang harus berlatih. Jika berlebihan, bukankah akan gagal? Kulihat Chengling sungguh tak sanggup lagi. Biarkanlah dia istirahat di kereta kuda. Lanjutkan. Muridmu atau muridku? Kau yang ajari atau aku? Baik, baik, aku diam. Kau benar. Ada apa dengan Lao Wen beberapa hari ini? Terlihat seperti wanita yang sedang kesal. Apa lagi yang dia rencanakan? Hormat Master, Raja Xie. Hantu Kematian, Hantu Mesum. Pasti ini adalah Hantu Bahagia. Kurang dalam pelayanan. Saudara Zhao, Raja Xie. Saudara Zhao sungguh pintar menyusun strategi. Membuatku sangat salut. Tidak, tidak. Rencana Rapat Besar Pahlawan bisa berhasil… …itu juga berkat kamu dan jasa dari saudara sekalian. Hormat pada Zhao…
10:32
Pemimpin Zhao. Hormat Raja Xie. Hantu Bahagia ini sungguh seperti julukannya,… …sungguh membuat orang senang. Hantu Mesum. Pemimpin Zhao mewujudkan rencana besar. Kelak posisi Ketua Dunia Persilatan akan diberikan pada siapa? Sesama Saudara untuk apa sesungkan itu? Waktu masih panjang. Sekarang keberadaan Kunci Giok Biru masih tak jelas. Kelak masih harus mengandalkan kalian semua. Saudara Zhao. Maksudmu,Gao Chong menghancurkan Kunci Giok Biru palsu… …di Rapat Besar Pahlawan? Aku khawatir nanti kita terus sibuk, malah jadi sia-sia. Aku sangat memahami Gao Chong. Dia melakukan ini hanya untuk mengelabui orang lain. Dia ingin kematiannya menghentikan perebutan Kunci Giok Biru. Kunci Giok Biru asli… …pasti sudah dia simpan di suatu tempat. Jadi, kalian harus berusaha mencarinya. Selain itu, mengenai pencarian Hantu Gantung… …kalian juga harus memperhatikannya. Mengenai Ikatan Lima Danau,… …kalian tenang saja, serahkan padaku. Tak perlu dipikirkan. Membahas sampai sini, ada hal yang tak kumengerti.
11:50
Anda bilang Wen Kexing bilang… …Hantu Gantung menculik kunci giok birunya. Bukankah Ikatan Lima Danau ada lima potong? Anda punya berapa potong? Hantu Kematian. Yang harus kau tahu sudah kuberi tahu. Yang tak harus kau tahu, untuk apa dipikirkan lagi? Hantu Kematian, apa yang kau lakukan ini? Kita bersatu dengan sekte pahlawan ini… …tak diperlakukan dengan baik dan tak dapat keuntungan apa pun. Lagi pula, kulihat Zhao Jing dan Raja Xie terlihat gila. Tentu aku tahu mereka ini gila. Jika tak gila, tak akan bisa merencanakan semua ini. Jika tak merencanakan hal ini,… …bagaimana bisa mewujudkan keinginanku? Apa maumu? Dia ingin jadi Ketua Lembah. Apa bagusnya jadi Ketua Lembah?
13:35
Tiga ribu Hantu jahat berusaha saling menggantikan. Siapa yang bisa terus mengawasi segala hal? Semua pasti mati. Benar. Apa hebatnya jadi Ketua Lembah? Bukankah sama saja? Tak bisa lihat matahari? Raja Lembah yang keji seperti Wen Kexing,… …pada akhirnya juga tak bisa lari dari takdir. Apa yang kau pikirkan? Apakah kau tak pernah berpikir untuk kembali ke alam manusia? Menunggangi kuda tercepat. Minum arak terkuat. Bermain wanita tercantik. Bagus, bagus! Membunuh musuh terkuat. Mau! Bermimpi pun aku masih memikirkannya. Hantu Kematian. Jika menyamar, tak akan ada yang tahu… …kau adalah pemimpin Sepuluh Hantu Jahat. Namun, dengan wajahku ini, kelainan nafasku ini… …dan tak bisa bicara dengan baik ini.
15:11
Siapa yang tak kenal? Jika kukatakan,… …di Gudang Ilmu Bela Diri ada pusaka Lembah Tabib Hebat… …yang bisa mengobati orang mati dan seluruh penyakit di dunia ini. Bagaimana pendapatmu? Lao Wen, temani aku cari makanan. Kau istirahatlah, biar aku saja. Murid yang berbakti, ikut aku cari makanan. Paman Wen. Aku tak bisa gerakkan jari tanganku. Chengling tak boleh pergi, dia masih harus latihan. Guru. Langkah Phoenix yang kuajarkan kemarin,… …latih 500 kali sebelum makan malam. Oh iya, tangkap dua ekor ikan. Aku mau minum sup ikan. Aku bahkan ingin minum sup Iblis Tua. Kenapa kau tak masak dirimu saja? Bocah Tengik! Berlagak sombong. A-Xu, cobalah. Masih muda tak mengerti harus hormati orang tua? Tak apa, ambil lagi yang baru. A-Xu. Terima kasih, Lao Wen. Chengling. Berikan sup ini pada Ketua Long. Jika dia mau, kau suapi dia. A-Xu. Kenapa kau memanggilnya Ketua Long? Qin Huaizhang dan Long Que berteman baik.
17:27
Long Que kenal dengan Rong Xuan yang berengsek itu,… …karena dikenalkan Qin Huaizhang. Berengsek? Kau siapanya Rong Xuan? Bagaimana kau tahu hubungan Rong Xuan dengan mereka? Mau tahu? Kenapa kau seperti wanita saja? Apa pun mau tahu. Senior. Perjalanan kali ini sulit dan jauh. Bagaimana Anda tahu Paviliun Longyuan punya jawabannya? Selain orang yang mati, orang dalam yang masih hidup… …hanya Long Que. Yakin atau tidak, hanya bisa mencarinya. Senior, Guru. Sebenarnya siapa itu Long Que? Ketua Long lama Paviliun Longyuan… …adalah sahabat sejati guru agungmu. Teknik kecil tentang mesin di Desa Empat Musim… …berasal dari Paviliun Longyuan. Saat aku baru masuk,… …Ketua Long masih sering berkunjung. Namun, tak tahu kenapa dia tiba-tiba hilang. Terjadi salah paham antara Guru dengannya. Sehingga tak lagi berhubungan. Sampai akhirnya… …Guru menemukan surat permintaan tolong dari Pipit Pengintai. Barulah tahu ada yang aneh dengan ini,… …jadi, mengasingkan diri. Guru, apakah Guru Agung sudah ditemukan? Belum. Tak ada yang tahu keberadaan Paviliun Longyuan. Katanya tempat di gunung yang bisa bergerak.
18:56
Saat itu Tianchuang baru terbentuk. Beberapa kali kuutus orang mencarinya. Orang yang pergi mencari bilang… …tempat yang ditandai tak bermasalah. Namun, saat kembali ke tempat itu, malah tak ada tanda lagi. Itu karena mereka tak berguna. Pemimpinnya begitu tak berguna, bawahannya lebih tak berguna lagi. Murid tak berguna. Teman tak berguna. Namun, supmu ini lumayan. Hidup begitu lama kenapa kau tak dibunuh orang? Ilmu bela diriku tinggi. Senior Ye, hati-hati supnya ada racun. Kau tak minum? Duduklah, Saudara sekalian, jangan sungkan. Ke mana Ketua Geng Paus dan Geng Ombak Ungu? Mereka yang berengsek ini tak mau mengakui kita lagi. Bahkan bilang akan mundur dari Ikatan Lima Danau. Ikatan Lima Danau terjadi masalah besar, …ada yang ingin berkhianat sudah wajar. Naluri manusia. Pendekar Zhao, Anda sungguh berlapang dada. Namun, hal yang mereka lakukan ini… Mereka meremehkan sumpah masuk Ikatan Lima Danau. Setelah ambil keuntungan, mereka malah mau pergi. Apakah ada hal sebagus itu? Dalam sejarah Ikatan Lima Danau, tak pernah ada… …Pemimpin yang bekerja sama dengan aliran iblis,…
20:47
…mencelakai Saudara sendiri. Dasar. Gao Chong bersekongkol dengan Lembah Hantu atau tidak,… …belum bisa dipastikan. Membunuh saudara sendiri bukan hal kecil. Biarkan saja orang luar asal berbicara,… …sebagai saudara sendiri bagaimana boleh buat kekacauan? Pendekar Zhao. Ini hanya beberapa hari berlalu. Semua orang-orang yang merebut jasad Gao Chong mati mengenaskan. Apakah ini tak cukup membuktikan? Lembah Hantu membalaskan dendam Gao Chong, 'kan? Iya, 'kan? Tetua Kongtong mati di tangan Hantu Bahagia. Sun Zhong dari Sekte Cakar Elang mati di jalan. Enam belas murid Geng Telapak Besi mati di penginapan. Setiap dada terukir satu kata. Digabung menjadi, membunuh anggota kami, seluruh keluarga akan dibunuh. Hantu Gunung Qingya, dendam akan dibalas. Saat ini dunia persilatan sedang tak tenang. Banyak keluhan pada Ikatan Lima Danau. Jika hal ini tak diatasi,… …Geng Paus dan Ombak Ungu hanya permulaan saja. Meski aku tak hebat, tapi aku tahu dengan jelas. Semakin banyak kesulitan, kita harus semakin bersatu hati.
22:08
Kebangkitan Ikatan Lima Danau membutuhkan waktu. Asalkan terus maju,… …baru bisa menunjukkan tekad pada dunia. Ikatan Lima Danau menghadapi perubahan ini,… …tapi asalkan kalian percaya padaku. Aku pasti akan berusaha keras… …mempertahankan nama baik Ikatan Lima Danau. Mempertahankan Ikatan Lima Danau sampai ratusan tahun. Bagus! Bagus! Bagus! Orang tua yang tak pantas dihargai. Anak yang tak tahu menghormati. Bilang kau tua kau malah mengakui? Siapa anakmu? Berapa usiamu? Berlagak seakan seorang senior yang hebat. Aku bukan seniormu. Aku adalah leluhurmu. Dasar Iblis Tua. (Geng Paus) Sungguh mengesalkan. Ketua, mengenai meninggalkan Ikatan Lima Danau,… …harus dipikirkan lagi. Untuk apa dipikirkan? Zhao Jing begitu lemah. Dia memang tak berguna. Dia jadi Pemimpin, Ikatan Lima Danau akan hancur juga. Ada apa? Semua hal tak bisa dinilai dari luar. Hati manusia tak bisa ditebak. Ketua Wang. Kita selalu berada di satu pihak.
24:11
Berhubungan begitu lama. Kau malah membicarakanku seperti itu. Hati adik sungguh tersakiti. Benar. Wang Moxuan, kau meremehkan orang, 'kan? Cepat bersujud pada Pemimpin untuk minta maaf. Pemimpin kita sangat pemaaf. Mungkin bisa memaafkan kecerobohanmu kali ini. Empat Pembunuh. Duxie. Pemimpin Zhao. Rumor itu benar. Kau memang bersekongkol dengan Duxie. Tutup mulut busukmu! Kak Wang salah paham. Sekarang Duxie bergabung dengan Ikatan Lima Danau. Kelak kita adalah saudara. Harus berbaur dengan baik. Geng Paus tak akan bersatu dengan Duxie. Pengawal, antar mereka. Pengawal! Kamu! Apa yang kau lakukan pada anggota Geng Paus? Kak Wang, jangan panik dulu. Sekarang ada rumor berkata… …Geng Paus akan pisah dari Ikatan Lima Danau. Aku pikir ini pasti bukan keinginanmu. Pasti anggotamu yang asal berbicara dan membuat rumor. Benar, 'kan? Benar apanya? Aku Geng Paus memang akan keluar dari Ikatan Lima Danau.
25:48
Jika hebat, bunuh saja aku. Ketua! Ketua! Xie'er, kenapa kau membunuhnya? Ayah Angkat sudah mendengar perkataannya. Dia bilang jika hebat, bunuh saja dia. Xie'er merasa cukup hebat dalam hal ini. Sembarangan. Kita harus membujuknya, bagaimana boleh membunuhnya? Pergilah. Baik. Senior Ye. Mau makan kacang? dari Toko Wolong. Sangat enak dan wangi. Kau ini bermalas-malasan lagi? Tidak. Aku sudah latihan setengah hari. Paman Wen ingin aku makan kacang… …menyehatkan tubuh dan meningkatkan tenaga. Begitu banyak alasan. Walau enak juga jangan ambil semua. Sisakan untukku. Bermalas-malasan berakhir, lanjut berlatih. Mari. Guru, aku tak salah langkah. Sudah berlatih ribuan kali. Tak salah memang sudah wajar. Ini adalah Sembilan Langkah Cepat. Bukan tarian beruang. Gayamu lebih jelek dari laba-laba. Ulangi. Punggungmu harus tegak. A-Xu. Jangan pakai kacangku menghukum muridmu. Tak menghargai makanan. Aku antri panjang baru bisa membelinya. Guru, ini sungguh terlalu berat. Sungguh tak bisa menegakkan pinggang. Apakah beratnya bisa dikurangi?
28:12
Mau kupatahkan kakimu? A-Xu. Melihatmu mengajari murid. Aku baru tahu, ternyata guruku sudah sangat memaklumiku dulu. Siapa gurumu? Ayah kandungku. Ayah kandung tak akan bisa mengajari anaknya. Pantas saja ilmu bela dirimu payah. Memang harus begini saat mengajari murid. Memangnya tokoh hebat mana yang berhasil kau ajari? Tak sangka selain bela dirimu yang payah,… …kau juga tak kuat minum. Bersulang. Mari. Kumpulkan tenaga dalam, satukanlah, maka kekuatannya akan muncul. Anak Lugu, sekarang pernafasanmu sudah tersebar. Sebarkan semua tenaga dalammu sampai empat bagian tubuh. Gerakkan tubuh dengan tenaga dalam, tentu akan bertenaga. Kenapa mendengarnya? Anak lugu. Tahan dan lanjutkan, nafas akan dikeluarkan. Seperti masuk ke lautan, tanpa ada jejak. Dengarkan aku saja. Nafas dalam terbentuk, jiwa bagai ular melingkar. Tak terputuskan dan bergerak bebas. Lepaskan! A-Xu jangan bercanda, Chengling… Baguslah. Kalian sudah memaksa muridmu sampai mati. Sudah puas? Tak apa. Ajaib sekali. Anak ini terlahir dengan saraf yang lebih lebar. Mungkin termasuk murid berbakat. Benar, aku sudah menyadarinya. Chengling terlahir dengan saraf lebih lebar.
30:31
Seperti sungai lebar yang harus dipenuhi air. Pasti harus butuh lebih banyak waktu dari orang lain. Ilmu bela dirinya meningkat lambat, bukan karena dia tak berusaha. Guru, ada apa denganku? Ternyata ada orang unik seperti ini. Otaknya lambat, tapi sarafnya bagus. Sebenarnya Langit ingin kau baik atau ingin kau buruk? Sebaik apa pun, dia sudah berguru pada A-Xu. Kau jangan lihat dia anak berbakat… …langsung berniat lain. Aku pernah lihat yang lebih baik. Masih minum tidak? Minum. Siapa takut? Ayo. A-Xu, kau jadi saksi. Hari ini aku… …akan membuat Iblis Tua ini memanggilku Ayah. Bocah Tengik membual lagi, ayo. Ayo. Chengling, baik-baik saja? Jika sungguh tak tahan, latihan satu jam lagi. Sarafnya sangat bagus. Kau bisa memaksanya sedikit. Tak akan mati karena itu. Untuk apa omong kosong? Lanjut minum. Ayo. Bersulang. Kenapa Yu Qiufeng Si Dungu ini bisa bersama Hantu Duka? Wuyang, wanita yang bersamanya menculik orang… …terlihat berusia berapa tahun? Mohon Ayah Angkat maafkan. Aku lamban, tak bisa menebaknya.
32:27
Namun, diihat dari postur tubuh sekitar 20-an tahun. Namun jurusnya mengerikan,… …tak seperti bisa dilakukan wanita muda. Wuyang tak bisa maju untuk melaksanakan perintah Anda. Mohon Ayah Angkat beri hukuman. Aku hanya ingin kau meminta Duxie menculik Hantu Duka. Tak memintamu menahannya. Pembunuh yang berpengalaman saja sudah mati. Kau masih begitu muda. Bagaimana bisa melawan Pengelola Gunung Hua? Aku tak akan menyalahkanmu. Selama ini,… …kau mendapat kepercayaan Pengelola Sekte Yueyang. Melakukan banyak hal untukku. Kau dan Huairen adalah anak baik. Hanya saja,… …Huairen tak bertahan sampai hari ini. Ayah Angkat. Ayah Angkat, waktunya terlalu singkat. Aku hanya bisa mengaturnya seperti tatanan Sekte Sanbai. Hanya saja,… …penutup angin ini tak bisa diputuskan. Anda mau gambar pegunungan atau tempelan gambar burung? Ayah Angkat, siapa dia? Kau pergilah dulu. Baik. Xie'er, kau yang putuskan saja. Setelah kau atur, tinggal saja di sana. Ayah Angkat tinggal di sini saja. Bagaimana bisa? Lihatlah betapa jeleknya tempat ini. Bagaimana Ayah Angkat bisa tinggal di sini? Burung yang terbang di langit, tekadnya setinggi langit.
34:09
Selama ini aku hidup dalam kekayaan,… …berpura-pura menikmatinya. Tujuannya adalah untuk menipu orang-orang dungu. Namun, hari ini. Aku sudah berjalan sejauh ini, memimpin dunia persilatan. Hanya perlu muncul dengan topeng ini. Benar, Ayah Angkat benar. Hanya saja Xie'er sudah menata semuanya. Ayah Angkat. Semua barang ini aku pilih sendiri. Xie'er. Pria sejati tak boleh terlalu terikat dengan benda luar. Aku paling tak suka sifat mudah panikmu ini. Kemauanmu terlalu banyak. Melakukan sesuatu harus fokus. Harus letakkan pikiranmu di rencana utama. Lakukan hal yang kuminta dengan baik. Baik. Aku duluan. Lanjut minum. Bersulang, habiskan. Atas dasar apa? Mulutmu besar. Aku… Mulutku tidak besar. A-Xu. A-Xu. A-Xu. Iblis Tua ini bilang mulutku besar. Mulutku jelas-jelas biasa saja. A-Xu. Sudah kutemukan. Kau sudah berubah. Masih bilang aku seperti wanita, jelas-jelas kau lebih mirip.
36:22
Apa hebatnya dengan beberapa uban? Jangan berlebihan. Benar juga. Kau ini entah sudah hidup berapa lama. Kenapa jika tumbuh uban? Namun, kau ini… Sebenarnya berapa usiamu? Tak ingat lagi. Intinya seharusnya sudah mati dari awal. A-Xu. A-Xu. Aku… Aku… Kembalilah tidur. Tak apa, aku tak mabuk. Aku tak mau mengulangi. Bocah. Masih muda, kenapa tak mau hidup lagi? Siapa bilang aku tak mau? Pakumu akhir-akhir ini tak kambuh, 'kan? Kau cukup senang, ya? Ini adalah pertanda kematianmu. Semua organ tubuhmu sudah melemah. Tenaga dalam tak bisa melawan luka dalam lagi. Sudah pasti tak menyiksamu lagi. Aku hanya tak mengerti. Sekarang dunia ini ada banyak orang yang pantas mati… …malah berusaha keras ingin hidup. Kenapa kau tak mau hidup? Hidupku hanya ada dua pilihan. Hidup dengan baik atau mati dengan baik. Tak ada yang bisa memaksaku melalui jalan lain. Bocah Qin, muridmu ini sungguh dungu. Apakah semua anak muda sekarang begitu dungu? Changqing, apakah kita juga seperti ini saat muda? Tak ingat lagi, tak ingat lagi.
38:58
Hidup terlalu lama. Tak ingat lagi. (Penginapan Wangchen) A-Xu. Ayo, minum. Lihat apa? Sakit tidak? Kau coba saja. Itu. Selama ini… …aku baru menemukan teman yang begitu cocok. Kau bisa tidak jangan mati? Kuusahakan. Berbalik dan lihatlah aku. Katakan sekali lagi. Tak ingin lihat. Aku tak ingin lihat kau yang berpura-pura itu. Memakai topeng, tak ada niat tulus sama sekali. Aku… Aku… Aku takut. Kau takut waktuku tak banyak lagi. Selalu akan mengeluh. Selalu mengalah dan sengaja melindungiku. Lao Wen. Kau mengasihaniku atau menghinaku? Jangan pergi. Aku tak pergi. Setelah kau sadar, aku masih akan menghajarmu. Jelas tahu hidupku terbatas,… …masih memakai topeng palsu untuk mengelabuiku. Bukan palsu,… …tapi yang asli. Kau sungguh minta dihajar. Cepatlah pergi tidur. Sementara ini aku tak akan mati. Hidup terbatas, harus lebih dihargai. Bocah. Aku sudah bilang.
42:04
Aku bertaruh tak akan salah menilai. Aku bertaruh suatu hari kau akan membuka hatimu padaku. Jika belum melihat hasilnya,… …Langit pun jangan harap bisa menjemputku. Membuka pintu hati? Hati manusia sangat jahat. Apa yang perlu dilihat dari hatiku? Setelah melihatnya, aku baru bisa membantumu. Tidurlah. Setelah kau melihatnya, kau tak akan menganggapku teman lagi. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪
44:26
♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: