The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.282 : A Fairytale in Our Daily Life Pt.1[ENG/IND/2019.06.23]

The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.282 : A Fairytale in Our Daily Life Pt.1[ENG/IND/2019.06.23]

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 811

Number of words: 4762

Number of symbols: 20604

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:00
The Return of Superman, episode 282. "Kisah Dongeng di Kehidupan Sehari-Hari Kita". Astaga, aku lelah sekali. (Heejun dan Heeyul sibuk bersenang-senang.) (Mereka tidak bisa melewatkan tarian pagi.) Dia manis sekali. (Bergoyang sampai Heeyul lelah.) (Heejun menampilkan tarian spesial 20 tahun lalu.) Heejun mulai merasa lelah. Ayah lelah. (Jangan merusak suasana dan berlarilah.) (Jadi, mereka berlari) Ayah sungguh tidak bisa berlari lagi. Lutut ayah sakit sekali. Ayah lelah sekali karena berlarian. Lutut ayah bengkak. Lututnya bengkak. - Mau ke mana kamu? / - Ayah terluka. Apa itu? Apa itu? (Jam Jam kembali dengan kotak P3K.) Apa kamu akan mengobati ayah? Itulah hebatnya punya anak perempuan. - Ayah terluka. / - Ayah terluka. - Kamu akan menempelkan plester? / - Ayahnya terluka. Kamu melakukannya untuk ayah? (Aku gagal mengelupasnya.) Kamu gagal mengelupas yang itu. Dia mencoba memakaikan plester dengan tangan kecilnya. Tolong pakaikan ayah plester. Terima kasih banyak. - Terima kasih banyak. / - Dia tidak bisa melepasnya.
01:22
- Aku bisa bayangkan. / - Tidak bisa. - Dia juga memberi kecupan. / - Dia memberinya kecupan. (Dia jadi jail.) - Aku terluka. / - Kamu terluka? - Ya. / - Kamu terluka? Dia terluka juga? Kamu mau memakai ini juga? Baik, ayah akan pakaikan plester padamu. Kemarilah. Ayah akan pakaikan padamu. Kamu terluka. Dia tidak benar-benar terluka, tapi dia ingin memakai plester. Anak kecil cenderung ingin memakai itu. Kamu terluka. Meskipun sepertinya kamu tidak terluka. Itu menyakitimu. Lutut ayah benar-benar sakit. - Mau ke mana kamu? / - Lihat dia. Kamu akan mencuci mukamu dahulu, lalu Ayah akan mencuci muka Ayah. Ayah akan cuci muka mengantukmu. (Dia segera menghilangkan rasa kantuknya.) Ayo cuci tanganmu. (Jariku sakit.) (Dia pura-pura sakit.) Kamu terluka, jadi, sulit mencuci tangan? Astaga, dia tidak mau cuci tangan karena terluka. Sudah selesai. (Bersih-bersih paginya sudah selesai.) (Apalagi yang harus kita lakukan sekarang?) (Aku ingin menekannya.)
02:34
- Dia menelepon seseorang. / - Heejun tidak tahu. (Heejun sedang sibuk mencuci muka.) - Siapa yang dia telepon? / - Halo? Apa? Siapa yang kamu telepon? Halo? Hai. Jam Jam yang menelepon. Astaga, itu manis sekali. Ini Nenek. Dia menelepon neneknya. Apa dia tahu itu neneknya? Ini Nenek. - Nenek. / - Nenek. Nenek. (Aku menyayangi Nenek.) - Aku sedang berdua Jam Jam. / - Jam Jam. Menjaganya sendiri sulit sekali. Tentu saja. Pasti sulit sekali baginya saat aku pergi bekerja. Tentu saja. Kamu harus mengalaminya agar tahu. (Dia membuangnya.) Baiklah. Lakukan yang terbaik dalam mengurusnya. Nenek mau berpamitan. - Katakan, "Sampai jumpa". / - Sampai jumpa. - Baik, sampai jumpa. / - Sampai jumpa. Apa? Kamu tidak hanya menelepon Nenek. - Kamu menelepon Paman juga? / - Ya. - Benar. / - Ya! Jam Jam. (Bersemangat) (Aku menelepon Paman.) - Aku melakukannya. / - Dia bicara dengan tubuhnya.
03:51
(Sebaiknya aku bermain dengan apa?) (Untuk apa benda ini?) Aku sedang berdua Jam Jam. - Siapa itu? / - Jadi, sudah dimulai. Ya, aku berdua dengannya. Paman itu adalah Kim Taewoo dari god, Bagaimana kamu bisa bermain dengan tiga anak? Aku sudah sangat lelah bermain dengan satu anak. Kamu harus segera punya anak lagi. Apa maksudmu? Satu saja sudah sulit ditangani. Aku bahkan tidak bisa bayangkan dengan tiga anak. (Aku kecewa.) Kalau kamu ada waktu, bisa jaga anakku juga? Dia mungil. Kamu bahkan tidak akan menyadarinya. (Tertawa) Kamu akan terbiasa. Benarkah? Dia terdengar sangat santai. Dia seorang pakar. Sampai nanti. - Sampai jumpa. / - Sampai jumpa. Sampai jumpa. Hei, Jam Jam. Kamu bermain dengan pembersih telinga? Benarkah? Apa kamu lapar? - Makan. / - Kamu ingin makan? (Aku lapar.) - Dia lapar. / - Kamu mau sup rumput laut? Bermainlah di sini. Apakah dia sendiri yang memasak untuknya?
05:05
(Tidak mungkin dia akan diam saja di sini.) Bersenang-senanglah di sana. Kamu ke sini. (Membenturkan diri) (Dia kuat.) - Kamu mengejutkan ayah. / - Dia berpengalaman. Apa kamu mengeluarkan kudapanmu? Apa begitu caramu membuka dengan bahumu? Kamu ingin makan kudapan dahulu? Baik. Makanlah di ruang tengah. Mengerti? Bermainlah di sana. (Saat Ayah fokus memasak...) (Ke mana dia pergi dengan tidak memakan kudapan?) (Dia menemukan mainan baru.) (Pelembap) Apa itu pembersih telinga? - Apa itu pelembap? / - Ya. Astaga. (Dia mengaduknya dengan jari.) Dia melembapkan dirinya. Karena dia seorang perempuan. - Astaga. / - Tapi itu terlalu banyak. (Mau ke mana kamu?) (Kamu merasa kering juga, bukan?) Bagaimana bisa dia semanis itu? (Dia melembapkan mainannya.) (Di setiap sudut) (Secara teliti) - Di mana kecapnya? / - Dia sama sekali tidak tahu. ♪ Dua sendok, dua sendok ♪
06:22
Jika anak-anak tenang, kita jadi gugup. Saat mereka tenang, biasanya mereka membuat masalah. Benar. Aku bisa tambah bubuk bawang putih ke sup rumput laut? Baik. Sampai jumpa. (Dia menuju ruang tengah.) (Astaga. Apa aku ketahuan?) (Dia memeriksa dirinya di cermin.) Dia bukan memeriksanya tapi dirinya sendiri. (Dia kembali ke dapur tanpa menyadari apa-apa.) (Syukurlah. Kupikir aku ketahuan.) (Rasanya lembap sekali.) Dia cantik sekali. (Dia memulai perawatan wajah.) (Dia jelas melihat sesuatu.) Ini terlalu banyak rumput laut. Tolong lihat yang Jam Jam lakukan. Astaga, panas. (Perawatan wajah sudah cukup.) (Sekarang perawatan rambut.) - Dia memakainya di rambut. / - Dia pakai di rambut. (Kejailan Jam Jam dan pelembap) (yang membuat kekacauan ini.) Astaga. Benar. Itu terlalu tenang. Apa? Jam Jam. (Dia melihat kamera pintar.)
07:36
Dia melihatnya. - Tapi dia baru lihat sekarang. / - Jam Jam. (Bergegas) (Dia tidak percaya apa yang dilihatnya.) Jam Jam, apa ini? (Dia berlumur pelembap.) (Apa ini berlebihan?) Dia bisa merasakan situasi jadi serius. Kamu memakainya di wajahmu? Apa yang akan kamu lakukan dengan rambutmu? (Senyum) Astaga, jangan memakannya. - Senyumnya menggemaskan. / - Kamu pakai di wajah. Itu.. Anak-anak menggunakan satu stoples begitu membukanya. Kamu pakai pada mainanmu agar kulit mereka lebih bagus? Apa yang akan kamu lakukan dengan rambutmu? Mobilnya. Mobilnya berlumur juga. Kamu mau ayah membersihkan mobilnya dahulu? Ayah harus membersihkanmu dahulu. Ini. (Bersihkan ini.) (Kuharap aku tidak melihat ini.) (Sofanya berlumur pelembap.) (Terkejut) (Dia ingin selalu murah hati dan pengertian.) Harusnya dipakai di wajah, tapi sedikit saja. Kamu tidak boleh memakai sestoples sekaligus, mengerti?
08:48
(Aku tidak akan melakukan lagi.) Kamu sudah gunakan semua. Lain kali, gunakan sedikit saja. Sedikit saja. Sedikit. (Jam Jam dibawa ke kamar mandi.) Apa dia sudah mematikan kompor di dapur? Aku khawatir. (Lelah) Kamu harus mencuci rambutmu. (Sementara itu, sup rumput lautnya mendidih.) - Astaga. / - Itu sudah mendidih. Biasanya ayah tidak membuat kesalahan seperti ini. Lihat? Firasatku selalu benar. (Kemunculan pelembap) Kita tidak bisa berpikir jernih saat mengurus seorang anak sendiri. (Dia menikmati makanannya.) (Ayah tidak.) (Dia makan bukan karena dia lapar.) (Menyesap) Dia tidak bisa makan jika tidak makan sekarang. - Dia harus makan sekarang. / - Enak? Ayo pergi. Halo. Ini kali pertama kamu pergi ke pasar, bukan? (Mereka tertarik pada Heejun dan Heeyul.) Mereka menjual begitu banyak barang menarik di sini. Mereka mendatangi pasar tradisional yang penuh produk pertanian, buah-buahan, dan ramuan obat langka.
10:02
Aku pernah melihatmu di suatu tempat. Benarkah? - Halo. / - Beri salam. Apa mungkin kamu tahu namaku? - Aku tidak tahu. / - Moon Heejun. - Kamu mengenalku. / - Tentu saja. Terima kasih. Aku sering melihatmu. Dia anggota H.O.T. Siapa favoritmu? Kamu. - Dia terlihat sangat senang. / - Terima kasih. Semoga barangmu terjual banyak. Terima kasih. Dia datang untuk beli makanan atau menemui penggemar? Halo. - Halo. / - Kamu kurus sekali. Apa aku terlihat kurus saat dilihat langsung? Ya. - Terima kasih. / - Kamu lebih tampan dilihat langsung. - Benarkah? / - Ya. TV membuatmu terlihat jelek. TV membuatku terlihat jelek? - Ya. / - Benar, bukan? Aku kesal sekali. (Aku tidak bisa berkomentar.) - Kamu tampan sekali. / - Terima kasih banyak. - Apa dia putrimu? / - Halo, ya. - Dia menggemaskan. / - Terima kasih. "Aku cinta kamu." Kurasa dia bukan datang untuk membeli makanan. (Setelah pertemuan penggemar Heejun selesai.) - Halo, apa kamu punya kenari? / - Ini.
11:13
Ini dia. (Itu terlihat enak.) Apa bisa satu keranjang? Sekitar 500 gram. - 500 gram? Baik. Terima kasih. / - Ya. (Jam Jam memperlihatkan pesona manisnya.) Kerja bagus. (Dia menyukainya.) Kuberikan yang banyak. Tolong pegang. Terima kasih. Semoga laku keras. Sampai jumpa. Mereka kembali ke rumah di malam hari dan sibuk menyiapkan sambutan untuk Ibu. Ke mana lagi Jam Jam pergi? Aku khawatir sekali. (Di mana Jam Jam?) Itu dia. Berikan pada Ayah. Jam Jam. Dia bersih-bersih. (Dia tidak melewatkan satu titik pun.) (Dia membersihkan lantai secara menyeluruh.) (Apa kabarmu baik, teman-temanku?) (Dia membersihkan mainan yang ikut pesta pelembap.) Begitu saja? (Aku belum membersihkan dapur.) Terima kasih banyak. Terima kasih. (Ini sangat kotor.) (Dia selesai bersih-bersih.) Jam berapa sekarang? Pukul 18.14. Aku harus bergegas.
12:31
Jam Jam. Jam Jam. - Apa dia kembali? / - Ibu kembali? Ini punyamu. Kemarilah. Kamu menggemaskan. Kamu manis sekali. Sekarang kita sudah siap. Mari kita matikan lampu dan menemui Ibu. - Waktu kita dua menit lagi. / - Dua menit. Ibu. - Itu Ibu. / - Dia manis sekali. - Halo. / - Halo. Mengapa kalian gelap-gelapan? (Bergegas) Ada apa? Aku penasaran. - Pasti ada sesuatu di sana. / - Apakah itu? Aku menyiapkan ini untukmu. Apa yang kamu siapkan? - Apa itu? / - Apa yang dia siapkan? (Ini canggung.) - Tunggu dan lihat saja. / - Apa itu? (Itu dia.) (Menjerit) (Ini untuk merayakan kembalinya Ibu.) Lihat itu. (Itu kembang api pertamanya dalam 25 bulan.) - Itu hebat. / - Ini belum selesai. Apa dia menyiapkan itu untuk menyambut istrinya?
13:49
- Itu hebat. / - Selamat datang kembali, Ibu. Bagaimana bisa itu kebetulan terjadi? Di hari kepulangannya, pemasangan kembang api dilakukan pukul 20.30. Jika waktunya pas, kami bisa membuat acara yang menarik. - Apa ini? / - Itu kue kenari. - Astaga. Benarkah? / - Aku membuatnya sendiri. - Aku berusaha terbaik. / - Mengapa tiba-tiba sekali? Di musim panas? Jam Jam lahir karena kue kenari. Dia pasti membuatnya dengan kenari yang dibelinya tadi. - Jam Jam. / - Aku ingin makan kue kenari.. (Soyul bilang pada Heejun dia ingin makan kue kenari) (dan dia langsung membelikannya.) (Keluarga Jam Jam bisa lahir berkat kue kenari.) Soyul jatuh cinta pada Heejun karena kue kenari. Bagus. (Dengan kenari yang dia beli bersama Jam Jam,) (Heejun membuat kue.) (Itu penuh cinta.) Selesai. Apalagi yang ada di sana? (Ada surat di jendela.) - Di sana. / - "Terima kasih untuk semuanya."
14:59
"Mari berbahagia. Aku mencintaimu." - Apakah kamu yang menulis ini? / - Ya. - Kamu mengenali tulisan tanganku? / - Astaga. - Itu tulisan Ayah. / - Ayah yang menulisnya. Ya. Aku suka kembang apinya, tapi suratmu lebih menyentuh. Aku ingin menulis lebih banyak, - tapi tidak bisa kutulis semuanya. / - Benarkah? - Lihat. / - Kembang api! (Pesta penyambutan yang menyentuh selesai.) - Sayang. / - Ya? Ini untukmu. - Apa ini? / - Ini bagus untuk wanita. - Benarkah? / - Ini ramuan obat. - Ini ramuan. / - Dia sangat peduli. Kamu bahkan tidak akan berkeringat jika minum ini. - Menjaga bayi anggun. Bersulang. / - Bersulang. - Bersulang. / - Bersulang. Dia terlihat sangat santai sekarang. Ini enak sekali. (Aku penjaga bayi anggun.) (Namun,) (kakinya menunjukkan kenyataan.) Kita bisa lihat apa yang dia lakukan sepanjang hari. Ayah melakukan dengan baik, bukan? Dia kehabisan energi dan mentalnya lelah. Itu tidak seanggun yang dia harapkan. (Apa yang terjadi di sana?)
16:15
(Dia kelelahan.) Dan dia tidak punya waktu untuk istirahat - karena kejailan Jam Jam. / - Apa yang kamu lakukan? (Bukankah kamu harus pergi ke sana?) - Sayang. Sayang? / - Ya. - Ada apa? / - Apa aku pergi selama sepekan? Kenapa? Kekacauan apa ini? Mengapa kamu sudah mengomel? Apa tubuhku hanya satu? Maksudku, memang cuma satu. Apa tubuhku ada dua? Bahkan aku tidak bisa jalan lurus. Apa aku punya dua tubuh? Mau ke mana kamu? Tidak apa. Istirahat saja sekarang. - Jangan masuk ke sana. / - Apa ini? - Itu berantakan. / - Sedang dalam pembangunan. Apa kamu mengurus sepuluh anak sendirian? Bagaimana bisa kamu melakukan ini? Ada apa dengan ini? - Mari bersih-bersih besok. / - Baik. Aku ingin mandi. Kerja bagus. Kerja bagus. - Heejun. / - Jam Jam. - Semangat. / - Semangat. - Semangat. / - Beri ibumu tos. (48 jam keanggunannya berakhir.) - Kita belum pernah melihat ini. / - Benar. Rumah siapa ini? Ada banyak mobil di ruang tengah. (Anak ini pasti suka mobil.) Pasti anak laki-laki.
17:32
Dia bangun. Benar. (Anaknya bangun lebih dahulu daripada ayahnya.) - Dia laki-laki. / - Dia tampan. Bagaimana bisa wajah anak lelaki begitu tegas? Mana Ibu? Mana Ibu? (Dia tidak bisa menemukan ibunya.) (Ada banyak benda yang tidak ada sebelumnya.) Bagaimana bisa rambutnya begitu rapi saat baru bangun? (Dia baik-baik saja tanpa ibunya.) (Apa kalian ingin tahu siapa ayahku?) Dia tampan sekali. Siapa ayahmu? (Bergerak pelan) Itu ayahnya. Siapa dia? (Akhirnya dia bangun.) Rambutnya tebal. (Apa yang dia lakukan begitu dia bangun?) Dia memakai mikrofonnya sendiri. Siapa dia? Sedang apa kamu sendirian, Dain? - Itu Park Jeongcheol. / - Itu Park Jeongcheol. Kita biasa melihatnya mengenakan jas rapi. Benar. Bukan hanya dalam drama, tapi di acara ragam, dia menunjukkan kehadirannya. Halo. Aku Park Jeongcheol, ayah dari Dain, tiga tahun. Aku menikah tahun 2014, dan Dain lahir tahun 2017.
18:55
Selama dua tahun terakhir, aku fokus merawat anakku. Ayah akan ikat rambutmu. Bukankah dia laki-laki? - Panas sekali. / - Sakit. Tidak. Ayah akan pastikan tidak sakit. Gunhoo juga mengikat rambutnya. (Tapi itu tidak terlalu panjang.) - Sudah. / - Dia manis sekali. - Kamu cantik sekali, putriku. / - Putrinya? - Kamu cantik sekali. / - Apa? Dia terlihat seperti laki-laki cantik, tapi dia perempuan. Kamu cantik. Kita membuat kesalahan besar. Dia tampan. - Fitur wajahnya... / - Kupikir dia anak lelaki tampan. Agar mereka tahu kamu perempuan. (Aku akan coba gaya lain.) (Dia memakaikannya bando berpita putih.) Sudah. Itu semacam label untuk menunjukkan anak perempuan. Baik. Ini. Lihat. Suka? Kamu sudah melihatnya. Sudah.
20:10
- Kamu senang sekarang? / - Itu harimau. Dia memakainya. Dia pasti lebih suka harimau daripada pita merah muda. Mau makan? Ayah akan buatkan sekarang. Apa katamu? - Kacang merah. / - Kacang merah? Kamu hanya akan makan kacang merah lagi. - Baik. / - Apa dia suka kacang merah? Karena kita akan segera makan, makan sedikit saja. Umurnya 22 bulan. Putri Kyungmin makan ikan teri dan dia makan kacang merah. Beri ayah juga. - Dia memberi potongan kecil. / - Ayah tidak melihat. Itu kecil sekali. Ayah hanya dapat segitu? (Dia tetap memakannya.) Terima kasih. Beri ayah lagi. (Dia berusaha terlihat manis.) Dia juga berlutut. Baik. Tapi kamu keterlaluan. Dia sangat karismatik. Selamat menikmati. (Dain suka kacang merah.) (Ini membuatku senang.) - Kamu senang. / - Itu karena kacang merah manis. Kamu senang. (Aku suka sekali kacang merah.) Sudah habis? Sudah? Astaga. Ayah, kacang merah.
21:28
- Dia pasti sangat menyukainya. / - Baik. Mengapa anak kecil bisa suka sekali kacang merah? Rotinya sudah habis. Ayah akan memberimu kacang merah. Dain pasti sangat menyukainya - sampai dia membuatnya. / - Mereka punya selainya. Ini, Dain. (Hebat, ini kacang merah.) - Sebenarnya dia sangat cantik. / - Benar. (Dia menyuap lagi.) - Makan pelan-pelan. / - Dia makan satu sendok. (Dia menjatuhkan.) Dia bahkan memakan yang jatuh. (Aku tidak bisa mengambilnya.) (Kalau begitu, aku akan mengisapnya dari lantai.) Dia tidak menggunakan tangannya. (Dia sudah menghabiskan semangkuk kacang merahnya.) (Ada apa dengan wajahnya?) - Kamu mau meniup? / - Meniup? Meniup? Hebat, Dain. Kemarilah. (Senyum) - Duduk di sini. / - Itu untuk meniup lilin. Setiap hari ulang tahun. (Selamat ulang tahun) Dia ikut bermain. (Dain sayang) (Selamat ulang tahun) (Meniup lilin adalah favorit Dain.) Alismu akan terbakar kalau terlalu dekat. - Anak-anak senang meniup. / - Mereka senang meniup.
22:52
(Sekali lagi.) - Sekali lagi? / - Sekali lagi. - Tidak boleh berhenti? / - Sekali tidak pernah cukup. Kamu sudah lima kali ulang tahun bulan lalu. Sekarang ulang tahun ayah. (Anggap ini ulang tahun Ayah.) (Matanya tertuju pada lilin.) ♪ Selamat ulang tahun ♪ (Meniup) - Sekali lagi? / - Sekali lagi. Dia akan melakukannya sampai tidak tersisa lagi. Sampai lilinnya melumuri roti. (Meniup) Kita sudah merayakan berapa ulang tahun? Tidak, tidak boleh. Tidak. Ayah tahu kamu akan seperti ini. (Dia sedih sekali.) Astaga. Dia menangis. Baik, mari kita selesaikan ini. Menangis tidak akan berhasil lagi. (Aku akan siap-siap.) (Ini dia lilin besar.) (Dia senang.) - Dia lakukan semaunya. / - Kita lupa ulang tahun Ibu. Karena itu kamu terus bersikeras. ♪ Selamat ulang tahun Ibu sayang, selamat ulang tahun ♪ (Tolong biarkan aku meniup lilin setiap hari.) Tepuk tangan! Ayo pergi. Tolong ke sini. Kamu akan mengangkat tanganmu? Benar. Angkat tanganmu saat menyeberang.
24:09
Ayo. Tidak ada mobil. Jalan saat tidak ada mobil. Hujan turun. Aku ingin tahu mereka mau ke mana. Ayo ke tempat persembunyian kita. Hati-hati. Ayo naik tangga ini. Hati-hati jika kamu tidak mau memegang tangan ayah. Apa ada tempat bagus di dekat rumahnya? Lompat. Satu, dua, tiga. (Lompat) - Kita sampai. Kamu bersemangat. / - Hujan turun. - Baiklah. Ayo. / - Di mana mereka? Menyenangkan ada tempat seperti ini di dekat sini? Tidak semua orang mendapatkan kemewahan ini. Jaraknya lima menit dari rumahnya. (Lima menit jalan kaki dari rumahnya.) (Tempat istirahat?) Ada tempat istirahat? - Luar biasa tinggal dekat tempat istirahat. / - Ya. (Ada yang harus kulakukan di sini.) (Pipinya terus bergetar.) Mau ke mana kamu, Dain? - Mobil. / - Ada banyak wahana - dan makanan. / - Benar. Kamu mau menaikinya? Mau? - Baik. Ini. / - Semangat! (Teriak) Dain. Kamu hebat, Dain. (Dia membuat tanda V dengan jarinya.) Ayo pergi makan. - Itu hebat. / - Itu terlihat enak. - Kamu suka. / - Makan di Area Istirahat Jukjeon.
25:23
- Kudapan kenari. / - Itu lucu sekali. (Ayah, cepat.) Benar. Kudapan kenari ada kacang merah di dalamnya. (Kacang merah lagi.) (Mengunyah) Itu hebat. (Berikutnya aku akan memakanmu.) Udon di tempat istirahat saat hujan turun - itu... / - Mereka makan udon. - Itu luar biasa. / - Ayah akan potongkan untukmu. Ayah akan potongkan untukmu. Lihat gunting itu. (Gunting untuk anak-anak) Persiapannya bagus. Apa dia membawa semua? (Dia mengambil potongan mi.) Benar. Dain, bukankah ini yang terbaik? (Mi di saat hujan turun adalah yang terlezat!) Bukankah rasanya lebih enak karena hujan turun? Kita belum pernah ke sini saat hujan turun. Rasanya seperti sedang melakukan perjalanan, bukan? (Menyesap) (Suara apa itu?) (Dia lapar karena banyak bicara.) - Pasti dia lapar. / - Aku juga jadi lapar. Dain, kamu akan bertemu teman-temanmu nanti. Temanmu banyak makan. Ini tidak sebanding. Siapa teman tukang makan yang akan dia temui nanti? Astaga. (Apa ada yang membicarakanku?) (Keluarga Hammington penuh energi di pagi hari.) Lebih tinggi.
26:41
- Ayah tidak perlu ke gym. / - Pasti berat keduanya 30 kg. Bisa angkat seperti pesawat sekali lagi? Angkat seperti pesawat? Astaga. (Sam kelelahan.) (Aku tidak bisa lakukan lagi.) - Ayah. Ayah. / - Dia pikir Sam terluka lagi. - Dia tidak bisa lihat ayah sakit. / - Tidak apa-apa. (Aku mengkhawatirkan Ayah.) Kenapa? Mengapa kamu harus duduk di bahu ayah? - Itulah anak laki-laki. / - Kamu harus di sana? (Ini masa cobaan bagi Sam.) Astaga. Sungguh. - Ayah kelelahan. / - Ayah, bangun. Ayah akan berbaring sebentar. - Itu akan tersangkut. / - Ayah lelah? Ya, Ayah lelah sekali hari ini. Sakit? Sakit. Ayah sakit hari ini. Wajah Ayah bengkak. Ayah tidur larut sekali semalam. Ayah lelah. (Memukul) Apa dia memberinya pijatan meridian? Itu metode terbaik untuk mengurangi bengkak. (Itu tidak mau mengecil.) (Merasa khawatir) (Benar! Ada itu!) (Bergegas) Ibu menggunakan ini. Ini lembap. Lembap?
28:00
- Apa yang kamu lakukan? / - Apa itu? - Hei, dingin. / - Dia memakaikan sesuatu pada Sam. Apa itu kulit semangka? Apa ini? Hei, hei. Dingin sekali. Ibu menggunakan ini. Ini lembap. Bukankah aku pandai melakukan pijatan ini? - Kamu sedang memijat ayah? / - Ya. (William tiba-tiba berhenti memijat.) Apa yang kamu lakukan? Ayah mendengarmu makan. Dia memakannya? - Dia manis. / - Kamu ketahuan. Ayah, letakkan kepala Ayah di sini. - Di mana? / - Di sini. Astaga, dia anak berbakti. Di pangkuanmu? - Bagaimana bisa? / - Kamu akan baik-baik saja? Ini menyenangkan sekali, William. Sangat menenangkan. Bukankah ini dingin? Dingin sekali. Aku akan membuatnya hangat karena aku sayang Ayah. (Memasukkan ke mulut) Tidak mungkin. (Aku akan membuatnya hangat di mulutku.) Dia akan melakukan itu untuk setiap potong? (Ini perawatan spesial dari William.) (Kali ini, dia meletakkan banyak potongan sekaligus.) Dia tidak tahu. (Dia meletakkannya tepat di atas hidung Sam.) Mengapa hangat sekali? - Kamu memasukkannya ke mulutmu? / - Maaf. - Mengapa kamu melakukannya? / - Dia cepat mengaku. (Ayah tidak boleh sampai flu.) - Dia menjilatinya. / - Kamu menjilatinya?
29:19
(Tertawa) - Dia manis sekali. / - Benar sekali. Rasanya seperti ada gajah menjilati ayah. Ini bagus untuk Ayah. Itu tidak jorok jika anak sendiri yang menjilatimu. Rasanya menyenangkan. (Kulit semangkanya menumpuk.) Sudah. Ayah jadi seperti zombi. (Zombi semangka?) (Kepala ayahnya cukup lama berada di pangkuannya.) - Kakinya pasti mati rasa sekarang. / - Astaga. Ada apa? - Berat sekali. / - Apanya yang berat? Kepala Ayah. (Maaf.) - Itu pasti sakit. / - Sakit. Kepalanya akan jatuh. - Astaga. / - Apa yang terjadi? - Darahnya tidak mengalir. / - Hei. Jangan tinggalkan ayah seperti ini. Tetap di sana. Aku akan ke kamar mandi. Bentley datang. (Apa? Apa yang dia lakukan?) (Ada apa dengan wajahnya?) Apa kamu kembali, William? Sam pikir dia William. Bodoh. Jika dia bicara, Sam akan tahu. (Apa ini?) (Ya! Aku tahu apa ini.) Kamu harus meminumnya juga. Benar. Itu akan segera hilang jika meletakkan semangka di depan Ben.
30:33
Benar. (Semangka yang dingin, manis, dan renyah) Dia menghabiskan semua yang ada di depannya. - Dia menyukainya. / - Astaga. (Itulah awal dari acara makan Bentley.) Astaga. Dia sudah besar sekali. Itu baru setahun yang lalu. Astaga. Hei, apa kamu Ben? Sam tahu dari suara mengunyahnya. - Apa dia melarikan diri? / - Hei. Apa yang sudah kamu lakukan? Astaga. Adik Bayi, kamu tidak boleh makan ini. Kamu sulit dipercaya. (Astaga, kepalaku sakit.) Ben, kalau kamu terus makan semuanya, ayah akan marah! (Dia bercanda.) (Apa itu?) (Seperti ini sudut pandang Bentley.) (Aku harus lari.) (Ke mana aku harus pergi? Ke mana?) (Ya, ini tempatnya!) Dia bisa memanjat ke sana? (Berjuang) Dia tidak bisa. Itu terlalu sulit untuknya. (Tidak ada kata menyerah bagi Bentley.) (Ben si Hulk, gunakan kekuatanmu!) Kekuatan tangannya luar biasa. (Bagi Bentley, meja ini seperti Himalaya.) (Memanjat) - Tunggu sebentar. / - Astaga. Aku tidak percaya ini. - Dia bisa memanjat meja. / - Dia bisa melakukan itu? (Dia tertangkap.)
31:54
- Hei. Jangan ke sana. / - Sulit naik ke sana. Kamu bukan Hulk. Hentikan. Dia pasti merasa kosong. (Meraung) (Astaga, Ayah mengerikan.) Dia lari lagi karena takut. (Tolong selamatkan aku!) (Beberapa jam kemudian) (Dia membaca buku seolah itu benar-benar terjadi.) Ibunya tertidur, bukan? "Cedric si naga masih berkeliaran." "Cedric si naga..." Suara apa itu? Ben menangis? (Dia berlari ke kamar tidur utama.) (William melihat sesuatu.) Bukankah dia menangis? - Apa itu? / - Ada yang datang. Bukankah itu kursi bayi? (Dari mana asal suara tangisan bayi itu?) Anak-anakku senang sekali saat bertemu bayi. Mereka mendekat untuk menyapa dan menyentuh bayinya. (William terpikat pada Gunhoo saat dia masih bayi.) Bentley senang sekali setiap bertemu bayi. Aku ingin tahu bagaimana respons mereka jika ada bayi di rumah. - Apa itu? / - Itu boneka. (Apa William akan percaya itu bayi sungguhan?) Astaga, William tidak akan percaya kalau itu asli. Tapi suaranya seperti tangisan bayi sungguhan. (Astaga, kamu manis sekali.)
33:14
Dia mengira itu sungguhan. Dia mengelus boneka itu. Ayah. Ada sesuatu di ruang tengah. William, ayah membawa pulang bayi lain. Siapa namanya? Namanya John. - John. Dia baru memikirkannya. / - John. - Namanya John? / - Ya, John. (Ke mana William dan Ayah pergi?) Dia datang ke ruang tengah. Akan seperti apa reaksi Bentley? (Bagian 2 akan segera tayang.)

DOWNLOAD SUBTITLES: