MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP11 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP11 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 592

Number of words: 2916

Number of symbols: 16869

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 11= Lapor Guru. Perbaikan Tugu Lima Danau sangat lancar. Rapat Besar Pahlawan akan diadakan di sini. Tugu Lima Danau akan menyaksikan Guru… …naik menjadi Ketua Dunia Persilatan. Sungguh legenda dunia persilatan. Ketua Dunia Persilatan apa? Aku hanya berusaha untuk melanjutkan usaha leluhur. Masalah pribadi tidaklah penting. Baik. Wen Kexing, kenapa kau menggila? Gila adalah sifatku. Jika tak gila,… …kalian malah harus lebih waspada, 'kan? Kenapa kau harus membunuh Hantu Kematian Putih di saat ini? Kenapa kau minta gadis-gadisku asal menyebarkan lagu Gunung Qingya? Sebenarnya apa yang kau pikirkan? Jangan anggap kesabaranku sebagai kebebasan. Wen Kexing! Ketua Lembah jangan marah. Master hanya terlalu khawatir. Kami mengkhawatirkan Ketua Lembah. Ingin mengabdi lebih baik pada Anda. Qianqiao, berdiri.
03:23
Kau takut padanya? Aku tak takut. Hantu Duka, pergilah. Ada yang ingin kubicarakan berdua dengan Hantu Cantik. Wen Kexing, sekarang kau merasa sudah hebat? Master. Berdirilah. Ketua Lembah. Saya beranikan diri meminta Anda memaafkan kelancangan Master. Yang Anda perintahkan pasti ada alasannya. Kami hanya perlu patuh. Alasan? Aku tiba-tiba, hanya ingin membunuh. Bisa ada alasan apa? Hantu Kematian tak tinggal diam dan mulai bertindak. Anda membunuh tangan kanannya, Hantu Kematian Putih. Itu sudah membuatnya marah. Hantu Cantik. Apa kau tahu akibat dari terlalu banyak cari tahu? Itu mencari tahu untuk kepentingan pribadi. Saya setia. Hanya ingin mengabdi pada Ketua Lembah dan Master. Saya tak merasa bersalah. Tenang saja. Semuanya ada dalam genggamanku. Aku ingin kau melakukan hal yang lain. Baik, saya laksanakan. Teknik menyamarmu dipelajari dari Desa Empat musim? Benar. Apakah kau pernah ke sana? Tidak. Saat kecil saya kebetulan… …bertemu dan diberi makan oleh pendekar dunia persilatan.
05:23
Senior itu bersimpati karena wajah saya hancur,… …jadi mengajariku teknik penyamaran. Hanya begitu saja. Orang ini adalah Ketua Desa Empat Musim, Qin Huaizhang? Memang Senior Qin. Kudengar bunga Desa Empat Musim mekar di akhir tahun. Tempat yang sangat indah. Jika kau punya jodoh dengan Qin Huaizhang,… …kenapa kau tak pergi jalan-jalan? Saya sudah masuk Lembah Hantu. Jadi, tak akan menginginkan keindahan dunia. Hanya ingin mengabdi pada Lembah Hantu,… …mengabdi pada Ketua Lembah. Benar, kita adalah hantu. Jika hantu melihat cahaya, maka akan jadi abu. Dunia begitu jauh. Aku sekarang hanya sendiri. Bisa pergi ke mana pun juga. Untuk apa tinggal di sini melihat permainan mereka semua? (Sekte Yueyang) Apakah aku masih belum bosan? Selama ini, apa yang kuinginkan? (Temui aku di kolam teratai tengah malam nanti, Xu) Mengendap-endap, mau ke mana? Aku… Perutku lapar, tak bisa tidur. Ingin cari makanan. Tak boleh?
09:02
Boleh, tentu boleh. Setelah Tuan Muda Zhang jadi Pengelola Sekte Yueyang,… …maka kau bisa lakukan apa pun. Namun, itu masalah ke depannya. Tuan Muda Zhang mau makan apa, kuminta bagian dapur siapkan. Anda tunggu saja di kamar. Tak perlu begitu repot. Aku ke dapur dan cari nasi sisa saja. Jika Anda tak kembali, aku akan melapor pada Guru. Kak Xiang, kau juga datang. Kenapa berkeliaran di tengah malam begini? Mana Guru dan Paman Wen? Bukankah Guru memintamu menjemputku? Menjemputmu? Kak Xiang, aku pernah bertemu orang itu. Dia pelayan di sini. Ternyata dia kenalan Guru. Aku datang, mana Guru? Apa hubunganmu dengan Hantu Cantik? Apa urusanmu? Kau cepat pergi. Kak Xiang. Cepat pergi! Gadis Tengik! Kak Xiang! Chengling! Lao Qin, urus mereka. Berputar-putar, pada akhirnya tak ada apa-apa. Zhou Zishu, Zhou Zishu. Kau berlagak pintar seumur hidupmu. Apakah kau berusaha keras tinggalkan Tianchuang,… …untuk hidup dengan arak? Banyak orang bodoh di dunia. Siapa lagi yang lebih bodoh darimu? Jangan sentuh aku! Chengling. Bagaimana? Sudah ketemu?
12:17
Belum. Cari ke sana. Baik. -Ke sana. -Kalian ke sana. Baik. Tuan Wen. Maaf. Kami mencari pencuri. Apakah Tuan Wen melihat seorang pria? Dia membawa kecapi, tapi mungkin juga tak bawa kecapi. Maksudmu Musik Kegelapan, Qin Song? Bagus sekali, Tuan kenal orang ini. Begini. Dia dan pencuri lain membawa pergi Tuan Muda Zhang Chengling. Namun, kami sudah meminta wali kota menutup kota. Mohon Tuan Wen membantu. Kusarankan kau lebih tahu diri. Katakan keberadaan Kunci Giok Biru. Agar tak tersiksa. Wanita Tomboi. Kenapa kau tak tahu menghargai barang bagus? Jika pria yang muda begini sampai terluka,… …maka tak akan tampan lagi. Adik, tubuhmu sakit? Mau kubantu hembus? Wanita jelek yang tak tahu malu, jangan sentuh aku. Aku mau menyentuhmu. Dasar. Mereka terus mengikutiku. Kenapa mereka bertiga tak datang menjemputku? Rekanmu membawanya ke mana? Katakan sendiri, atau aku keluarkan jawabannya sendiri? Adik, sekarang sudah mau bilang?
15:02
Bunuh saja aku. Tak menyerahkan Kunci Giok Biru, kau masih mau mati? Sayang, membunuhmu terlalu memudahkanmu. Aku punya ratusan cara yang lebih menyiksa dari membunuhmu. Kau sudah selesai? Tak tahu diri. Master tak ada kesabaran sampai kau keluarkan 100 caramu. Anak ini terlihat begitu lemah. Tekadnya kuat juga. Memaksaku mengeluarkan cara yang sebenarnya. Anak sekecil ini. Jika sampai tak sengaja membunuhnya,… …kita juga harus mati. Biarkan saja. Aku saja. Kau pergi lihat kenapa Pak Tua Jiang belum pulang… …dari menjemput Lao Qin. Aku tak mau. Aku tak peduli hidup mati dua pria jelek itu. Aku lebih ingin lihat kau punya kemampuan apa. Kalau begitu ambil seember air dan beberapa lembar kertas. Tangan untuk memainkan kecapi sudah rusak. Dulu aku pernah bertanya pada orang yang keras kepala,… …dia juga tak mau jawab. Tak ada pilihan lain. Aku hanya bisa menghancurkan setiap inci tulang di tubuhnya.
16:49
Pelan-pelan membuatnya menjawab sendiri. Ayahku berkata padaku. Manusia mempunyai 206 tulang. Sepertinya setelah mematahkan 80 tulang,… …pria itu sudah menjawabku. Qin Song. Sekarang katakan padaku, rekanmu membawanya ke mana. Bagaimana? Tak perlu usahamu yang terlihat bagus itu. Seember air dan kertas. Aku belum pernah lihat pendekar terkenal… …yang bisa menghadapi hukuman air ini. Salut. Salut, Wanita Tomboi. Memang harus kejam. Dibandingkan denganmu, aku memang bukan apa-apa. Bagaimana? Sudah mau bilang? Aku katakan. Kunci Giok Biru ada… Kunci Giok Biru… Kau bilang apa? Kalian masih ada cara apa? Keluarkan saja. Lihat apakah aku tahan atau tidak. Ayahku adalah Pendekar Danau Jing, Zhang Yusen. Semua anaknya tak ada yang lemah. Siapa kamu? Beraninya menjadi lawan Empat Pembunuh. Sekumpulan kalajengking busuk juga berhak tahu namaku? Kau tahu Duxie?[*kalajengking racun] Tahu. Aku adalah leluhurmu!
19:17
Guru. Kenapa kau kembali sendiri? Mana Lao Qin? Aku tak menemukan Lao Qin. Luka paku sialan ini. Tidak, aku tak bisa berlama-lama. Harus segera mengakhiri. Kenapa dia bisa di sini? Jangan omong kosong, bunuh dia dulu. Guru. Siapa kau sebenarnya? Jika kau tahu tentang Duxie, maka pasti tahu… …orang dan barang yang diinginkan Raja Kalajengking,… …tak ada yang bisa menghalangi. Kebetulan. Orang dan barang yang kuinginkan, juga tak ada yang bisa menghalangi. Pak Tua Jiang! Guru. Jangan takut, ada aku. Kekuatannya sudah melemah. Kita serang bersama. Tangkap hidup-hidup. Dendam Qin Song dan Pak Tua Jiang, aku mau balas perlahan-lahan. Pria tampan. Akan kubiarkan kau rasakan,… …apa itu lebih baik mati daripada tersiksa. Paman Wen! Siapa yang melukaimu? Paman Wen, mereka menculikku dan melukai Guru. Tak perlu kejar. Bawa Chengling pergi dulu. Tidak bisa. Aku akan menghancurkan mereka yang melukaimu! Ayo. Guru. Apa ini semua? Jangan takut. Bawa Chengling pergi. Tak pergi juga tak apa. Jika mati bersamamu itu, termasuk akhir yang baik.
22:39
Siapa yang mau mati denganmu? Sehidup semati. Kalian sungguh menarik. Kalian datang kemari,… …maaf aku terlambat menyambut. Dua orang berengsek ini… …yang bunuh Lao Jiang, menyerang Lao Qin. Diri sendiri tak berguna,… …memalukan Master, masih berani berbicara. Pemimpin Zhou. Kau tak berencana mengenalkan teman sehidup sematimu ini? Siapa kamu? Kenapa mengutus orang menculik Chengling? Kau boleh saja mengetahui identitasku. Hanya saja katakan dulu siapa kamu. Kita bertaruh saja. Orang yang kalah memberitahukan identitasnya… …pada yang menang. Orang ini lebih banyak bicara darimu. Raja, siapa mereka? Yang satu Pemimpin Tianchuang, satu lagi Pemimpin Hantu Jahat. Pemimpin Hantu? Kenapa dua monster ini bisa bersama? Kak. Tak apa, Anda jangan terlalu panik. Empat Pembunuh mengambil resiko untuk menculik Chengling,… …pasti demi menanyakan Kunci Giok Biru.
24:46
Asalkan Chengling tak bilang, nyawanya tak akan terancam. Cukup. Guru, Paman Wen. Kalian datang menolongku. Kak Xiang memang tak berbohong. Kalian tak meninggalkanku. Anak lugu. Kau memanggilku Paman Wen dan panggil dia Guru. Bukankah terkesan aku lebih kecil darinya? Apakah aku lebih kecil darimu? Kau bahkan tak menangis saat Empat Pembunuh menyiksamu. Kenapa bertemu kami malah begini? Sudahlah, harus seperti pria sejati. Mereka menyiksaku, aku lebih baik mati daripada dihina. Hanya bertemu kalian, aku baru… Guru, Paman Wen. Ada banyak hal yang ingin kukatakan. Wangi sekali. A-Xu. Chengling, sudah lapar, 'kan? Kau makan dulu. Guru, aku tahu. Hanya kalian yang tulus padaku. Anak Lugu. Bukankah paman-pamanmu juga baik padamu? Kudengar Gao Chong ingin menikahkan putrinya padamu. Aku tak punya putri, hanya punya A-Xiang. Aku tak keberatan. Hanya takut kau tak sanggup hadapi. Mereka hanya ingin aku serahkan Giok Kunci Biru. Tak ada yang sungguh peduli padaku dan dendam keluargaku. Awalnya,… …kukira mereka sungguh menganggapku keponakan. Lalu, aku baru mengerti mereka tak menganggap ayahku sebagai saudara. Bagaimana bisa menganggapku orang sendiri?
26:34
Anak Lugu, kenapa begitu? Paman Gao tak berniat balas dendam,… …malah menjadikan ini sebagai alasan untuk membuat Rapat Besar Pahlawan. Sejak aku sampai di Sekte Yueyang, tak ada yang peduli padaku. Tak ada yang bertanya apa yang kumau. Jadi, apa yang kau mau? Aku mau belajar bela diri. Aku ingin balas dendam sendiri. Aku tak ingin jadi anak tak berguna. Hanya membuat orang berkorban untuk melindungiku. Aku juga mau meneruskan ajaran Sekte Danau Jing. Itu adalah harapan Ayah dan Kakak-Kakak. Chengling, kau begitu meragukan Ikatan Lima Danau. Apakah ada hal yang tak kami ketahui? Kau bersedia katakan? Kau makan dulu, tak perlu buru-buru. Tidak. Guru, Paman Wen. Sejak keluargaku terjadi masalah, ayahku tak bisa banyak bicara. Hanya berpesan padaku, jangan percaya pada siapa pun. Siapa pun tak bisa dipercaya. Namun, Guru, Paman Wen. Aku percaya pada kalian. Anak Lugu, jangan buru-buru percaya pada orang. Guru, betapa bagusnya jika aku percaya padamu dari awal. Saat itu Paman Nelayan… …tak tahu hubungan ayahku dan Ikatan Lima Danau.
27:54
Dia mau mengantarku ke Paman Zhao Jing. Saat itu, aku juga tak tahu harus bagaimana. Tak tahu harus percaya pada siapa. Guru, maaf. Seharusnya aku percaya padamu dari awal. Kunci Giok Biru ada di tubuhku. Saat itu keadaan mendesak,… …ayahku membelah perutku dan memasukkan Kunci Giok Biru. Luka sudah sembuh. Ia terus berada di tubuhku. Sekarang aku keluarkan untukmu. Anak Lugu. Aku pernah bilang aku mau? Anak Lugu, untuk apa buru-buru? Kata diucapkan pelan-pelan, manusia dinilai pelan-pelan. Ayahmu begitu berhati-hati, dia pasti bisa menebak… …meski Lao Li mengantarmu dengan selamat. Saudaranya di Ikatan Lima Danau juga akan menyelidikimu. Sepertinya, dia sudah tak percaya pada saudara-saudaranya ini. Benar, orang luar tak tahu mereka sudah tak akur begitu lama. Apakah kau tahu alasan mereka tidak akur? Aku tahu, dia memberiku sebuah surat. Mana suratnya? Aku menyimpannya di kaki patung Buddha kuil kumuh. Kukira kau anak yang lugu, tak sangka cukup licik juga. Keadaan seperti itu, kau masih bisa menyembunyikan barang. Ayahku bilang selain penerima surat… …surat ini tak boleh ada di tangan orang lain.
29:21
Saat itu aku tak tahu harus bagaimana. Jadi, aku berpura-pura dan menyembunyikannya. Berpikir,… …jika sungguh tak bisa, kusampaikan kode pada penerima surat dulu. Siapa penerima surat? Kau masih ingat isi suratnya? Dewa Pedang Gunung Changming. Isinya kira-kira… …Gao, Zhao, Lu, Zhang, Shen, Ikatan Lima Danau. Mereka awalnya berteman baik dengan Paman Rong Xuan. Paman Rong bisa masuk ajaran sesat, karena kesalahan lima bersaudara. Suatu kali, demi memperdebatkan Enam Metode Hati,… …mereka berduel pedang. Meski Paman Rong menang, tapi dia keracunan. Lalu, dia menggila. Alasannya, ada yang menaruh racun di pedang. Lalu? Lalu, Paman Rong dirasuki. Mereka bersaudara seharusnya bertanggung jawab. Saat Paman Rong dikepung, mereka tak ada yang membelanya. Awalnya ayahku ingin ke Gunung Qingya… …untuk membantu Paman Rong. Namun, kakinya malah dipatahkan oleh Guru Agung dan dikurung. Sampai semuanya terlambat, dia menyesal seumur hidup. Siapa yang menaruh racun di pedang? Aku… Aku tak tahu. Namun, pedang itu milik Paman Gao. (Zhang Yusen) (Rong Xuan)
31:44
Yusen, maaf. Aku gagal menjaga anakmu. Aku bertahan 20 tahun… …karena ingin menunggu munculnya fakta. Namun, hasilnya… …malah mendapat satu per satu kabar kematian. Saudara-Saudara sudah pergi semua. Pemimpin Ikatan Lima Danau dan Ketua Dunia Persilatan apa? Itu semua palsu. Aku jelaskan pada mereka. Namun, siapa yang bisa tahu apa sebenarnya yang kuinginkan? Tak masalah jika mereka tak percaya padaku. Namun, kenapa kau tak percaya padaku? Keturunan kita sudah seusia seperti saat kita pertama kali bertemu. Sekarang aku sudah tua, tapi kalian sudah mati. Kak Rong. Yang paling kusesalkan dalam hidup adalah mengenalmu. (Rong Xuan) Yusen. (Lu Taichong) Taichong. Pasti kalian sudah bertemu di sana dan sedang memarahiku, 'kan?
33:56
Marah saja. A-Xu. Berikan arakmu padaku. Berikan padanya. Guru, Paman Wen Kalian bertengkar? Jangan… Jangan marah lagi. Sesama teman apa yang tak bisa dibicarakan? Paman Wen, hiburlah Guru. Dia ini terlihat dingin, hatinya paling lembut. Hibur saja dia. Kau yang mengajariku, 'kan? Jika bersikeras pasti diterima. Diam. Kau asal mengajarinya apa? Hati siapa yang lembut? Bocah Tengik, asal bicara. Guru, aku tahu. Hatimu paling lembut. Katakanlah bagaimana Paman Wen menyinggungmu. Kuwakili dia minta maaf. Kalian jangan bertengkar lagi. Sudahlah. Sekte Yueyang begitu ketat,… …kenapa Empat Pembunuh bisa menculikmu? Aku… Aku menerima sebuah surat, ingin aku ke kolam teratai. Aku menghindari penjaga dengan bantuan Kak Xiang. Guru. Aku percaya karena surat itu ada kata 'Xu'. Apakah itu bukan Anda? Pasti bukan aku. Sekarang di luar berbahaya. Kau lebih aman di Sekte Yueyang. Luka dalammu kambuh lagi. Luka dalam? Luka dalam apa? Guru, ada apa denganmu? Benar. Jika bukan luka dalam ini, dengan kehebatan A-Xu,…
36:35
…aku tak punya kesempatan membantu. Chengling. Apakah kau tahu? Pertama kali melihat gurumu,… …hanya dengan tulang di tubuhnya yang tiada duanya. Aku sudah tahu dia menyamar. Di bawah topeng penyakitan itu, tentu dia adalah orang hebat. Membual. Kenapa jadi membual? Teknikku mengenali seseorang dari tulang… …adalah kemampuanku yang sesungguhnya. Paman Wen, kau sungguh hebat. Aku tak pernah menyadari Guru menyamar. Seumur hidupku, aku tak pernah salah menilai. Bertahun-tahun yang lalu,… …aku melihat sebuah jasad, rambutnya begitu kacau. Wajahnya penuh darah dan tak jelas. Ditusuk tombak dari dada depan sampai ke belakang punggung,… …lalu, ke tulang punggung. Aku melihatnya lagi. Aku menebak orang ini pasti sangat cantik saat masih hidup. Lalu, kau tebak seperti apa. Masa lalu biarkanlah berlalu. Turut berduka. Lao Wen, siapa kau sebenarnya? Siapa aku? Aku adalah Tuan Baik Wen. Berbuat baik, mengasihani yang miskin dan lemah. Baik hati, banyak uang, dan banyak wanita. Jika ada wanita yang lewat, aku bisa memilih banyak.
38:10
Guru. Minumlah. Chengling. Kau sungguh tulus ingin berguru padaku? Benar, Guru. Kita bertemu karena jodoh. Mendapat kepercayaanmu, hanya bisa dibalas dengan ketulusan. Namun, kau harus dengar dulu siapa aku sebenarnya… …baru memutuskannya. Nama asliku Zhou Zishu. Ketua terakhir dari Desa Empat Musim. Ketua sebelumnya, Qin Huaizhang adalah guruku. Sekte ini dikenal dengan bunga mekar sepanjang tahun,… …mengetahui segala hal di dunia. Sekarang dunia persilatan sudah tak ada orang… …yang tahu nama Desa Empat Musim lagi. Semuanya karena salahku yang tak berguna ini. Saat 16 tahun, guruku tiba-tiba meninggal karena sakit. Aku tak bisa mempertahankan nama Desa Empat Musim. Jadi, kubawa semua anggota sekte menemui… …Kepala Militer Jinzhou yang diabdi Keluarga Zhou. Dengan ini, aku mendirikan Tianchuang. Tak sangka,… …itu membuat semua anggota menjadi budak kekuasaan.
40:00
Delapan puluh satu anggota desa mati satu per satu. Sampai tersisa aku seorang. Pemimpin Zhou artinya Pemimpin Tianchuang? Benar. Inilah kenapa Duxie mengenaliku. Aku juga tahu kekuatan mereka. Guru. Apa itu Duxie? Duxie adalah organisasi pembunuh. Menyebar di Sungai Selatan. Mereka sangat misterius. Empat Pembunuh yang menculikmu adalah anggota penting Duxie. Namun, kekuatan mereka tak hanya ini. Dulu Tianchuang ingin memperluas kekuasaannya sampai Sungai Selatan,… …jadi, bermasalah dengan Duxie. Kekuatan Duxie di Sungai Selatan,… …tak kalah dengan Tianchuang di barat laut. Lalu, apakah Tianchuang milik Guru juga organisasi pembunuh? Bukan milikku lagi. Sekarang aku hanya orang biasa. Hidupku selama ini,… …pernah melakukan hal buruk dan membunuh orang jahat. Awalnya ingin berkelana dan tunggu kematian. Tak sangka ternyata Langit mengatur jalan lain untukku.
41:30
Sekarang kau sudah tahu siapa aku. Kau masih bersedia berguru denganku? Aku bersedia, tentu saja bersedia. Guru, tak peduli kau menginginkanku atau tidak,… …dari awal aku sudah menganggapmu sebagai Guru. Anak Lugu. Kalau sudah yakin, cepat bertindak sebelum terlambat. Beri hormat. Cepat. Guru, terimalah hormat murid. Baik. Setelah kau berguru,… …maka kau akan jadi murid generasi ke-6. Desa Empat Musim bangga punya murid sepertimu. Generasi kita tidak terputus. Aku… Aku sungguh sangat senang. Terima kasih, Guru. Guru, aku juga sangat senang. Sangat sangat senang ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪
43:40
♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪ ♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: