The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.235: Because You're So Precious [ENG/IND/2018.07.29]

The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.235: Because You're So Precious [ENG/IND/2018.07.29]

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 2130

Number of words: 8385

Number of symbols: 48858

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:00
Karena kita baru bangun, kita harus berolahraga. Ya./ Sekarang, lakukan peregangan. (Posisi mantap) Bagus. Push-up. Dua, tiga. Empat, lima, enam, tujuh. Posturnya sempurna./ 9, 10. (Dia berhasil melakukan 10 kali push-up.) Bahkan adu panco?/ Lihat matanya. Mulai. (Ayo, Sian. Berusahalah.) Tidak, Donggook tidak boleh menang. Ya, bagus. Kau memakai jam tangan dan mengalahkan ayah adu panco. Kau juga berolahraga keras. Benar, kan?/ Ya. Apa kau sudah makan? (Suara Donggook keluar dari jam tangan.) Suara Ayah keluar. Ayah akan memberitahumu kapan waktunya menyikat gigimu. Lihat ini. Apa jadwalmu hari ini? Aku harus menyikat gigiku. Menyikat gigimu./ Ya. Sian, kau harus menyikat gigimu, mengerti? Baik. (Takjub) Suara Ayah keluar dari sini. (Dia lari sendiri untuk menyikat giginya.) (Menyikat) Dia sudah menyikat giginya sendiri. Dia sudah besar sekarang.
01:10
Kau menyikatnya dengan baik, bukan? Aku sudah selesai. (Aku sudah besar sekarang.) Kau sudah selesai? Ayah akan periksa. Nafasmu harum sekarang. The Return of Superman, episode 235. "Karena Kau Sangat Berharga." Selamat pagi. Selamat pagi./ Astaga. (Selamat pagi, kakak-kakak.) Hari ini adalah pesta ulang tahun kalian yang keenam, Seola dan Sua. Astaga./ Bagaimana denganku? Uang tahunmu nanti di musim gugur. Ulang tahun kakakmu di musim panas. Kau mau makan apa untuk ulang tahunmu? Ayah goreng./ Ayam goreng. Sian, aku mau setengah digoreng dan setengah berbumbu. Kalau begitu belilah, Sian. Ayah akan memberimu uang./ Baik. Apa yang ingin kau makan, Seola? Paha ayam./ Paha ayam? Paha ayam. Paha ayam. Apa lagi? Acar lobak yang banyak. Yang banyak. Benar. Itu sangat penting.
02:22
Ayo beli paha ayam. Tunggu aku. paha ayam. (Kring, kring, tolong minggir.) (Sian mau lewat, kring, kring) Halo. Kau mau ke mana?/ Aku mau membeli paha ayam untuk ulang tahun kakakku. Dia menjelaskan alasannya pergi. Sampai jumpa. Tos./ Baik. Kalau seperti ini, dia akan lama tiba di toko ayam. (Di mana aku bisa menemukan paha ayam?) (Di mana aku bisa menemukan paha ayam?) (Semangatnya makin besar.) ♪ Di mana aku bisa menemukan paha ayam? ♪ Ini tempatnya./ Sepertinya dia menemukannya. (Akhirnya dia tiba di toko ayam.) (Namun, tokonya sedang direnovasi.) Astaga. Sedang dalam perbaikan. Ada apa? Dia tidak bisa membaca, jadi dia tidak mengerti. Di sini aku biasa makan ayam./ Astaga. Ini pintunya. Apa ada orang di dalam? Astaga. Aku pesan paha ayam. (Tidak ada jawaban.) Permisi. Aku harus membeli ayam untuk kakakku.
03:39
Tidak ada orang di sini. Apa tulisannya ini? Dia tidak bisa membaca. Mereka mungkin perlu menunggu ayamnya. Apa arti tulisan itu, Paman? Tokonya sedang dalam perbaikan jadi kau harus ke sudut jalan. Paha ayam. (Aku harus membeli paha ayam.) Paha ayam. Ke arah sana lalu ke kiri, mengerti? Terima kasih. Sampai jumpa./ Sampai jumpa. Aku datang dari sini tadi. Ke sana atau ke sini? Aku harus ke mana? (Tadi dia bilang ke kiri.) Paha ayam. (Dia belok kiri.) Paha ayam. Aku bisa menciumnya. Dia belum bisa baca, tapi dia bisa mengikuti aromanya. (Dia tiba.) Aku sampai. Tolong beri aku paha ayam setengah digoreng dan setengah berbumbu. Berikan aku acar lobak yang banyak. Yang banyak?/ Ya. Aku mau dimasukkan ke keranjang ini./ Baik. Tolong isi keranjang ini./ Baik. (Sementara Sian memesan...)
04:54
Ayo coba telepon, setuju?/ Baik. (Mereke menelepon.) Halo?/ Halo. Halo./ Hai. Apa kau ada waktu hari ini? Kami ingin tahu kabar Minha. Hari ini ulang tahun si kembar. Jadi kami ingin mengundang Minha. Kurasa Mingha akan senang sekali datang. Baik. Seola, Sua. Hai./ Hai. Datanglah bermain./ Datanglah bermain. Baik. Aku merindukan kalian. (Dia merasa malu.) Katakan padanya, "Sampai nanti." Sampai nanti./ Sampai nanti. Sampai nanti, Minha./ Dia akan segera ke sana. Baik. Dia terdengar menggemaskan. Suaranya menggemaskan?/ Ya. Aku gugup sekali. Kau gugup? Kenapa? Bertemu Minha membuatmu gugup? Aku harus pakai gaun tuan putri. Aku juga./ Kalian tidak perlu bantuan, kan? Saling membantu. Mereka bahkan tidak menoleh ke belakang. Tuan Putri Sua.
06:07
Tuan Putri. (Mendengus) (Mereka berpakaian ala Miss Korea.) Kalian seperti ikut kontes kecantikan. Apa kalian sungguh harus memakainya di rumah? Ya. (Ayah tidak mengerti perempuan.) (Kalian manis sekali.) Aku jadi gugup sekali setiap Minha bicara.) Dia datang./ Dia datang. (Berlari dengan kecepatan penuh) Astaga. Aku melihat ada yang lewat. Apa itu? Selamat ulang tahun. Terima kasih. Halo./ Kau sudah besar. Astaga, seperti pangeran./ Hei, Minha. Astaga./ Dia tampan. (Tahun lalu, Minha datang berkunjung.) Benar-benar mirip. Mulutmu kotor atau tidak? Kotor./ Astaga. (Si kembar memperhatikannya dengan penuh semangat.) Semakin besar, dia jadi makin tampan. (Minha kembali sebagai Jung Haein.) Dia jadi tampan sekali. Apa yang kau lakukan saat bermain di rumah? Apa yang kau lakukan?/ Mereka ingin tahu sekali. (Tolong bertanya satu per satu.) Kalian tidak boleh memukulnya, mengerti?
07:22
Aku tidak seperti itu. Kami tidak akan lakukan itu. Lihat dia tersenyum dengan matanya. (Berlari) Ini dinosaurus. Aku suka sekali stegosauruses. Ini stegosaurus. Dia punya banyak piring. Piring?/ Ya. Kami juga punya banyak robot. Yang ini.../ Aku mau main. Itu mainan milik Sian. Mereka mungkin menawarkan semua padanya. Sua, Seola. Aku kembali membawa ayam. Dia pergi membeli ayam untuk mereka. Tidak, bukan. (Aku kembali.) (Mereka bahkan tidak menyadari kehadirannya.) Ini sangat menyenangkan. (Bahkan saat dia berteriak...) Mereka tidak sadar. Tapi jika kau membukanya... (Dia memeluk Seola penuh kasih sayang.) Tidak ada yang memperhatikannya. Hei, Minha. Dia lebih tua darimu. Astaga./ Dia lebih tua darimu. Minha./ Lihat mereka. Dia sedih.
08:37
Ayah./ Ya? Seola dan Sua tidak mau bermain denganku. Hei, Sian. Itu sudah bisa diduga sejak mengundang Minha datang. Kau sudah tahu mereka tidak akan bermain denganmu. Karena itu ayah memanggil Jiwoo untukmu. Jiwoo? Mau ke mana kau? Aku mau lihat apa Jiwoo sudah datang. (Cepatlah, Jiwoo. Aku bosan.) Dia datang, Sian. (Siapa itu?) (Ini hadiah ulang tahun untukmu.) Terima kasih. (Namaku Jiwoo.) Dia manis sekali./ Cantiknya. (Aku datang, Sian.) Teman Sian datang. Halo. (Dia bermain dengan mainan memancing.) (Fokus) (Jiwoo hanya duduk sambil menonton.) Kau melakukan kegiatan yang paling dibenci wanita. Kau sibuk menonton sementara dia hanya menonton. Dia pergi. Lihat itu? Jiwoo jadi bosan dan pergi. Kasihan Sian. (Nelayan kota ini bertindak semaunya.) Anak-anak, keluarlah. Hai, Sian. Berkumpullah. (Pesat ulang tahun si kembar dimulai.)
10:06
Donggook menyiapkan semuanya sendiri. Penuh makanan cepat saji. Benar./ ♪ Selamat ulang tahun ♪ (Selamat ulang tahun, Seola dan Sua tersayang) Dia ingin menambahkan namanya./ Sian. ♪ Selamat ulang tahun ♪ / ♪ Selamat ulang tahun ♪ Tunggu. Kau harus buat permohonan. Buat permohonan./ Aku harap... (Sian membuat permohonan dengan sungguh-sungguh.) Bukan kau, Sian. Ini untuk mereka. Katakan permohonan kalian dulu./ Tangannya sudah disatukan. Aku ingin tempat tidur putri./ Astaga tempat tidur putri. Aku ingin tempat tidur putri. Ayah pasti akan belikan kalian tempat tidur itu tahun ini. Mengerti? Tiup lilinnya bersamaan. Satu, dua, tiga./ Satu, dua, tiga. Mereka meniupnya dengan keras. Itu terlihat enak./ Sekarang... Ayo makan paha ayamnya./ Selamat makan. (Melahap) Enak sekali. (Melahap) Aku yang beli ayamnya. Terima kasih, Sian./ Terima kasih.
11:15
Terima kasih. (Bangga) Lihat Donggook. Astaga. Dia jail sekali. Lihat bibir Sua. Baiklah. Mulai. (Rasanya tidak enak jika tidak ada yang menempel di wajahmu.) Ayah akan ambilkan kalian yoghurt. Hanya ada gelas ini. Tunggu./ Aku tidak dapat. Aku akan.../ Tuangkan untuknya. Kau juga, Sian./ Pastikan untuk saling bersulang. Kalian harus bersulang./ Dengan Minha. Minha./ Bersulang. Baiklah. Bersulang semuanya. (Memalingkan kepalanya) (Sian mempelajari cara minum yang benar.) Ini enak sekali. (Satu gelas lagi, Sian?) Jiwoo, tuang untuk orang favoritmu. Astaga, dia sangat menyukaimu. Kau benar-benar menyukainya. (Setelah minum yoghurt) (Seola merasa bersemangat.) (Aku tidak boleh tertinggal.) (Sebaiknya aku pemanasan.) Dia mulai. Mereka bersemangat setelah makan. Sekarang.../ Astaga. (Melompat-lompat) (Sian mulai menari sendiri.) (Kami akan bergabung.)
12:36
(Tiba-tiba, semua anak jadi liar.) Mereka memang berbeda. Apa mereka sungguh minum yoghurt? (Jiwoo menggemaskan. Minha tersenyum.) (Sian meramaikan suasana.) (Anak-anak bersemangat setelah minum yoghurt.) (Jatuh) Mereka senang meskipun terjatuh. Dalam 13-14 tahun lagi, mereka semua akan ke kelab bersama. Panas. (Apa agenda pesat berikutnya?) Itu bagus sekali. Mereka akan sangat menyukainya. Anak-anak. Keluarlah. Satu per satu. Baik. Sebelum kita masuk... Satu, dua, tiga, empat./ Satu, dua, tiga, empat. Lima, enam, tujuh, delapan./ Lima, enam, tujuh, delapan. Lakukan gaya kepiting. Satu, dua, tiga, empat. Lima, enam, tujuh, delapan./ Lima, enam, tujuh, delapan. Satu, dua, tiga, empat. Lima, enam, tujuh, delapan. Ayah menyewa ini sehari penuh untuk ulang tahun kalian. Hati-hati. (Kolam renang Donggook dibuka sekarang.) Hati-hati. Ini seperti pemandian air panas./ Apa airnya panas? Mereka senang sekali. Anak-anak suka balon dan air. Mereka dapat semuanya.
13:53
(Boiling) Bahkan orang dewasa akan menyukainya. (Perang air yang menyenangkan berlangsung.) Memecahkan balon sangat menyenangkan. Ayah ingin mengenai Sian. (Donggook menggoda Sian.) Bom!/ Itu dia. (Berhenti mengganggu Sian-ku.) (Jiwoo, kau yang terbaik.) Anak-anak, lihat ini. (Apa itu?) Tunggu. Apa itu semangka? Sebuah pohon. Apa itu?/ Apa itu? Ini keran semangka. Ayah yang membuatnya. Apa itu? Oh, dia mengeluarkan isinya. Sayang, pelajari itu. (Dia menempelkan keran bersih.) Apa yang keluar? Begitu rupanya. Dia menuangkan jus semangka. Jika dibuka, jusnya keluar. Apa berhasil? Harusnya berhasil. (Mengalir keluar.) Siapa yang mau minum lebih dulu? Aku./ Aku. Paman akan letakkan gelasmu di sini, Jiwoo. Benar. Itu punyamu, Sua. Itu keren sekali.
15:08
Keran semangka. Minumlah, Sian. Ini enak sekali. Kau mau lagi? Habiskan yang itu dulu. Mari bersulang sebelum meminumnya. (Dalam situasi seperti ini,) (kau harus bersikap manis.) Astaga./ Hei. (Dari mana dia mempelajarinya?) Seola, Sua, ini ulang tahun kalian. Kalian boleh melemparkan balon airnya pada ayah setelah kalian menyebutkan perbuatan ayah yang menyebalkan. Mundur lagi. Jangan terlalu dekat. Ayah akan mundur. Baiklah. Mulai. Apa yang membuat kalian kesal? Aku mau ayah berhenti menggodaku. Bilang "jangan ganggu aku"./ Jangan ganggu aku. (Dia melemparnya dengan semua kesulitan yang dia alami.) (Astaga.) (Sian sudah bersiap-siap.) Selanjutnya Sua. Mundur anak-anak. Sebutkan perbuatan ayah yang membuatmu kesal. Apa yang ayah lakukan? Bukan kau, Sian. Lakukan di ulang tahunmu. Aku mau Ayah berhenti memarahiku. Baik. Maafkan ayah. Lemparlah! Lempar. (Tepat di wajah) Ayah
16:21
Tidak apa-apa. Jiwoo juga punya. Apa itu? Ibu tidak memberiku banyak makanan enak. Anggap paman ibumu dan lempar, Jiwoo. Ibu./ Lempar. (Tidak kena.) (Aku akan lakukan untukmu.) (Kena) Hei, jangan lempar ke mata ayah. Kau harus menghindarinya. Dua ulang tahun bisa membuat mata ayah hitam. (Mari lakukan lagi di ulang tahunku.) Keluarga Hammington menyambut pagi kedua mereka di Singapura. (Sam tidur dengan nyenyak.) (William bangun lebih dulu.) Apa dia akan keluar tanpa membangunkan Sam? Kurasa itu cukup sering terjadi. (Lari) (Naik) (Menjatuhkan diri) Dia mengambil pengendali jarak jauhnya. Apa dia tahu cara menggunakannya? Tidak. "Tidak." (Aku lapar. Apa sebaiknya aku mengambil makanan?) Dia juga makan sendiri./ Astaga. Tapi mengupasnya mungkin akan sulit. Tangannya belum cukup besar. (Astaga. Terserah)
17:43
Bukankah itu pahit sekali? Ya. Astaga./ Bukankah itu pahit? Ekpresinya sama dengan semua orang. (Dia mulai mengupas yang terbuka.) Dia pintar. (Fokus) (Aku melakukan ini sendiri.) Dia berhasil. Dia sendiri kaget. (Dia kembali ke sofa dengan pisang.) (Pagi hari liburan anak 3 tahun.) (Bentley dan Sam sama-sama bangun.) (Ini pagi yang bahagia.) Dia sungguh seperti malaikat tersenyum seperti itu./ Benar. Sedang apa kau? Kau menonton TV?/ Ya. Apa? Apa sesuatu terjadi di Singapura? (Dia seperti mengumpat.) Apa? (Dia mencoba lagi.) Apa? Tunggu. Kau harus mengatakannya dengan hati-hati. (Mari coba per huruf, William.) "Si"./ "Si". "Nga"./ "Nga". "Pura"./ "Pura". Singapura./ "Sipura". (Dia mengucapkan kata itu dengan polos.) (Rasanya aneh) Ayah harus senang atau sedih? (Lihat itu.)
19:11
Kau menonton TV Tiongkok? (Bayi bintang internasional ini multibahasa.) (Kakak hebat.) Ayo mandi, Ben. William, angkat tanganmu. (Melepas) (Tubuh William bagus.) Benar. (Dia melepas popoknya sendiri.) Anak seksi. Ayo. (Rasanya menyenangkan sekali) (merasakan air membilas tubuhku.) (Joongki pasti merasakan hal yang sama.) (Segar sekali.) You're feeling it, aren't you? (Dia jadi emosional.) Tunggu, Bentley. William. Tunggu. Ayah akan membantu Bentley duduk. Kau bisa mandi sendiri?/ Ya. Baik. (Dia mandi sendiri.) (Berputar-putar) (Bersemangat) (Menekan sabun) (Menggosok) (Membawa tas) (Kenapa dibawa ke sini?) Bentley duduk. Untuk itu. Dia harus mengawasi keduanya.
20:37
Dia harus tetap dekat dengannya./ Kau sudah membersihkan kakimu? (Sangat teliti) Sisi ini./ Dia mahir. Benar. Bagus./ Itu bau, kan? (Mengakui) Sudah tidak bau lagi. Selesai. Baik, Bentley. Tunggu. William, sepertinya kau bisa mandi sendiri sekarang. Benar, kan?/ Ya. Kau sudah besar. Mulailah bekerja besok. (Menghela napas) Bilas kepalamu. (Bentley hanya membilas wajahnya.) Kemari, William. Kita harus keringkan rambutmu. Ini serangan anginnya. (Ini menyenangkan dan panas.) Hei. Semua anak benci dikeringkan rambutnya./ Kemarilah. (Dia bersikeras. Aku akan sembunyi di sini.) Ke mana William pergi? Dia di sini. Kau tidak bisa lari ke mana-mana sekarang. (Ini perjuangan mengeringkan rambutnya.) Ayah akan ikuti ke mana pun kau pergi. (Cara mengeringkan rambut yang aneh.) Sebelum kita pergi, ada yang harus kita siapkan dahulu. Apa ini? Lihat itu. Mau satu? Yang mana?
21:59
Yang ini? Seperti ini caranya. Ini menempel. Anak kiwi. (Untuk Ayah satu) Kau manis sekali. Karena kita sayang Bentley juga. Satu untukmu (Stiker istimewa di puncak kepalanya.) Untuk berjaga-jaga agar kulitmu tidak terbakar. Kepalamu itu penting. Hei, kau seperti bertato. Lihat. Makin keren. Sudah selesai. Lepas sekarang. Ayo kita pergi makan. (Ayo pergi sarapan.) Keluarga Hammingtons pergi ke pusat kota untuk menikmati sarapan seperti warga lokal Singapura. Sebelum bepergian, perut harus kenyang. William./ Mereka menggemaskan sekali. Di sini panas, kan? Tapi kalian terlihat sangat keren. Di mana kipasnya? (Kipas model terbaru.) Ayah sudah siapkan semuanya untuk pelayanan VIP. Apa kalian merasa puas? Kau mau menari? (Berdiri) (Menari) Astaga. Dia menggemaskan sekali. Mustahil untuk tidak menyukainya. (Ini pagi yang indah.)
23:15
Ayah akan parkir, mengerti? Bentley, saat berada di Singapore, kita harus makan makanan Singapura, bukan? Budaya sarapan Singapura kuat. Dia antara semua hidangan, yang warga lokal paling sukai adalah roti panggang hangat dengan selai kelapa manis dan mentega gurih. Roti manis dan gurih, roti kaya. Wajib makan itu di Singapura. Apa itu? Sudah datang. (Dia langsung merespons.) Terima kasih./ Roti. Apa? Tunggu. Bagaimana cara memakannya?/ Apa itu telur mentah? Tidak, jangan./ Dari mana dia mempelajarinya? Dari mana dia mempelajarinya?/ Kita sering melakukannya. Pasti dia belajar dari Sam./ Tapi yang ini tidak. Jadi, itu mentah. (Itu direbus.) Apa itu? (Tertarik) Kau mau mencobanya?/ Ya. (Memecahkan) Benar. (Telurnya meluncur keluar.) (Dia tidak bisa mengendalikan kekuatannya.) Kau Hulk. Hulk melakukannya seperti itu. Apa kau mencoba jadi Hulk?/ Ya. Bayi tidak terlalu suka telur rebus. Tapi dia suka makan, jadi...
24:28
Kurasa dia menyukainya./ Enak? Dia menyukainya. Kau baik-baik saja, Bentley? Jangan makan itu. (Aku ingin makan sesuatu.) Ayah akan memberimu Big Bird. (Menggigit) William. (Kecap adalah bumbu utamanya.) Ini sarapan Singapura. Baik. Mereka makan dengan lahap. Cobalah. Itu besar./ Astaga. Pintar sekali makannya. Pintar sekali makannya./ Enak? Mau coba rotinya? (Dia menggigit roti kaya-nya.) Bagaimana? Enak? (Aku menyukainya.) (Menggumam tidak jelas) Maksudnya kau hanya bisa makan ini di Singapura? Makanan Singapura. Ini makanan Singapura?/ Ya. Benar. Bagaimana menurutmu? (Aku ingin tahu rasanya.) Woosung. Mau berikan untuk Woosung? Ya./ Kemari. Astaga. (Dia bisa mencicipinya berkat William.) Astaga. (Matanya terbuka lebar.) Dia terkejut.
25:46
(Itu adikku.) (Aku belum pernah merasakan ini dalam hidupku.) (Ini kali pertama.) (Melahap cepat) Hei. Tunggu. Makan pelan-pelan. (Ini renyah, tapi dalamnya lembut.) Bagaimana bisa kau makan sebanyak itu? William, coba katakan "kaya". (Tolong satu suap lagi.) Dia sudah ketagihan. Dia mau lagi. Tangannya bergerak sendiri. Katakan "kaya". Kaya. (Menggapainya) "Ya"./ "Ya". "Kaya"./ "Kaya". Lebih keras. "Kaya". "Kaya"./ Lebih keras. Baik, kita tidak akan memberinya ke William. (Bentley mulai menangis.) (Cepat-cepat makan) Astaga. Seperti siapa sifat rakusmu ini? (Siapa lagi?) (Mereka melihat burung lewat.) Apa itu?/ Burung. (Aku akan kembali.) Dia mau ke mana seorang diri? (Dia tidak pernah lupa melayani penggemarnya.)
27:18
(Dia segera membuka tasnya.) Dia mengumpulkan kelopak bunga. Ayah. Dia ingin memberikannya pada Sam. Hujan. Hujan./ Dia bilang turun hujan. Hujan. Cuaca di Singapura berubah setiap jamnya. (Aku harus sampaikan beritanya.) Ayah. Hujan. Hujan turun?/ Ya. Benarkah? Kalau begitu kemarilah. (Suara petir) Suara apa itu? Hujan. Hujan turun./ Ya. Cepat. Cepat ke sini./ Deras. Hujan turun. Cepat./ Tiba-tiba hujan turun. (Hujan turun tiba-tiba.) (Hujan deras) (Di tengah-tengah hujan, dia melindungi rotinya.) William, apa yang harus kita lakukan? Apa itu? Hujan./ Hujannya deras, ya? Ya. (Tidak ada tanda akan segera berhenti.) Sepertinya akan terus hujan. (Kalau begitu apa yang akan kita lakukan?) (Bentley bahkan berhenti makan.) Ada apa? Kau mau keluar?/ Ya. Ambil payung.
28:50
(Dia keluar dengan payung.) Kau punya payung? Apa cukup besar? (Astaga.) Kau kehujanan?/ Ya. Sepertinya itu bukan payung. (Dia sedih.) Bagaimana ini? (Perjalanan kami...) Astaga, hujan terus. Apa mereka bisa melanjutkan perjalanan hari ini? Sebuah apartemen yang menghadap Sungai Han. (Kita bisa melihat Sungai Han.) Melihat betapa bersih ruang keluarga dan dapurnya, aku yakin ibunya pasti ibu rumah tangga yang baik. Rumah siapa ini? (Noah?) (Seorang wanita misterius sedang melakukan yoga.) Apa wanita yang sedang yoga itu ibunya? Tunggu. Dia hamil. Dia hampir melahirkan./ Dia hampir melahirkan. (Apa yang Ibu lakukan?) Siapa dia? Dia lentur sekali. Yunjung, apa itu mungkin saat hampir melahirkan? Tidak untukku./ Seingatku begitu. Bahkan jika aku tidak... Itu Kahi. Senang bertemu denganmu. (Dia pemimpin After School.) (Dia pernah bertemu si kembar sebelumnya.) (Kahi, ibu Noah)
30:07
(Bayi kuat ini memancarkan kehadiran yang tidak biasa.) Dia seperti peserta ujian./ Peserta ujian? (Halo, aku Yang Noah. Umurku 3 tahun.) Astaga, dia seperti sudah dewasa. Dia bisa ikut militer./ Benar. Dia bisa mendaftar wamil sekarang. (Dia kembali sebagai lelaki gagah.) Kurasa Noah banyak makan. Dia bersemangat. (Anak penuh energi ini seperti ibunya.) Kau mau ke mana? Kau mau ke belakang? (Apa ini?) (Dia juru kamera.) Benar. Bagus. Ya, lakukan juga untuknya. (Ada kamera lainnya di sini.) (Apa kau merekamku sekarang?) Kau sudah pintar bicara. Apa yang kau lakukan? (Menggemaskan sekali.) Panggil Ayah. Panggil dia. Apa ini kali pertaman dia muncul di TV? (Suami Kahi muncul di TV untuk pertama kalinya.) Ayahmu sudah bangun. Panggil dia. Senang berjumpa denganmu./ Halo. Suaminya tampak sangat gagah. Aku Kahi, ibu dari Noah. Dan aku sedang mengandung Rainbow sekarang.
31:19
Aku suami Kahi dan ayah dari Noah. Namaku Yang Junmu. Apa yang harus kulakukan? Aku tidak bisa bicara sekarang. Astaga. (Tumpah) (Dia bingung.) Ayah yang gugup ini adalah seorang CEO muda. Dia dan Kahi menikah di tahun 2016. Pernikahan mereka sudah 3 tahun. (Sekarang tahun ketiga mereka.) Mereka mesra sekali. Kalian sedang apa?/ Aku sedang menari bersama Noah. Apa tidurmu nyenyak?/ Apa kau baik-baik saja? Perutnya besar. Pasti sulit sekali baginya. Bayi kita akan segera lahir. Ya, bati kita akan segera lahir. Noah, di mana bayinya?/ Cari bayinya. Di sini./ Apa? (Mengangkat kausnya) Bayinya tidak ada di sini. Ada di dalam sini. Noah, katakan, "bayi". Bayi. Sepertinya dia tidak mengerti./ Dia belum mengerti. Bayinya di dalam sini. Di sini. Bagaimana? Tekan pusarnya. Ding-dong. Ding-dong./ Rumah siapa itu? Ding-dong. Kami ingin pergi berselancar.
32:34
Kami sudah merencanakan perjalanan dan melakukannya. Tapi ada yang aneh dengan tubuhku. Suamiku membelikanku alat tes. Begitu aku bangun, aku melakukan tes dan kami melihat dua garis. Mereka mengetahuinya di Bali./ Benar. Aku memegang alat tes kehamilannya. Saat itu dia tidur. (Dia mereka ulang hari itu.) Aku menunjukkan padanya seperti ini. Jadi, perjalanan kami dengan kegiatan eksrem berakhir dan tiba-tiba menjadi perjalanan pranatal. Saat hamil Noah, itu mengejutkan. Semuanya terasa baru bagiku. Aku merasa bersalah karena tidak bisa membantunya dengan baik. Kali ini, aku ingin menjadi ayah dan suami yang baik, jadi aku memutuskan untuk bergabung. (Seminggu kemudian) (Kahi dibawa ke rumah sakit karena pendarahan tiba-tiba.) (Kahi kesakitan.) Tidak, Ibu baik-baik saja. Pendarahannya parah. Ini berbahaya. Apa aku harus menyiapkan diri?/ Ya.
33:46
(Ini Proyek Hari-H Bagian 5.) (Spesial Persalinan, Kelahiran Superman) (Kisah persalinan kahi akan terungkap.) Saat hamil Noah, tubuhku lebih bengkak dari sekarang. Saat itu, sepatuku juga tidak muat. (Dia bisa mengerti.) Bulan depan, kandunganku akan 7 bulan. Belakangan ini, cuacanya panas sekali. Janinnya jadi makin membesar. Belakangan ini, aku sering kehabisa napas. Rasanya sulit sekali, karena aku sulit bernapas. Jika suamiku tidak membantuku, aku tidak akan punya anak kedua. Tapi saat kami membesarkan anak pertama kami, dia membuatku percaya. Selama aku memilikinya sebagai suamiku, aku bisa membesarkan satu lagi./ Astaga. Saat episode ini tayang, semua ayah di Korea akan membenciku. Tapi aku serius. Aku sudah bilang, kan?/ Benar. Sejak dia tahu soal kehamilan ini sampai hari ini, dia memijatku setiap hari.
34:51
Aku tidak memijatmu hanya saat kau kerja lembur./ Saat aku minum. dan pulang setelah minum. Karena itu dia terus membuat janji minum. (Dia bercanda.) Bukannya aku ingin minum. Aku berencana minum karena ingin meliburkan diri. Benar. Aku tidak bisa jalan karena terlalu lelah. Anak-anak suka berada di sudut. Benar. Mereka penuh rasa ingin tahu di umur segitu. (Kenapa ini tidak menyala?) Apa? (Aku tidak bisa bahasa anak 3 tahun.) Tolong nyalakan ini. (Dia mencoba berkomunikasi.) (Kau tidak tahu caranya?) (Ini terlihat mahal.) Sampai jumpa. Benar. (Mari makan camilan.) Noah, kau mau minum apa? Kau mau makan apel? Sebentar./ Pisaunya. (Mengunyah) Bukankah itu terlalu besar? (Tidak. Apa yang membuat Ayah berkata begitu?) Bagaimana, Noah?/ Enak? (Apel menambah kebahagiaannya.) Itu ekspresi saat enak atau bahagia. Manisnya. (Noah menunjukkan kemanisannya.) (Aku paling senang saat makan.) (Aku hampir lupa!) (Ada juru kamera di sana.)
36:12
Tadi dia makan itu. (Noah membagi apel yang tadi dimakannya.) Terima kasih./ Dia sudah menggigitnya. Dia sudah menggigitnya?/ Ya. Harusnya kau beri dia yang baru. Bagaimana dengannya? (Kita bahagia bersama tadi.) Di sana. Ada juru kamera lainnya. Bukan dia. Noah. Di sana. Di sebelah kananmu. (Di sebelah kanan?) (Entahlah. Aku akan lurus saja.) (Noah?) Kau terus memberi juru kamera di sana. Berikan ke juru kamera di sana juga. Yang sebelah kananmu. Bukan, bukan dia. Noah, di sini. Ya, di sana, Kau melihatnya. Kau melihatnya. (Siapa yang akan Noah pilih?) Dia tetap setia.) (Noah tidak ragu dalam menentukan hatinya.) (Bantu aku melompat di atas bola.) Haruskah aku membantunya? (Melompat) (Dia senang sekali.) Baiklah. Dia mau kau melakukannya lagi. Teruskan. Harusnya kau tidak memulainya. Kita harus bermain dengan anak-anak sampai mereka lelah. Para ayah harus berpikir dahulu. Apa kau tidak lelah? Astaga./ Apa kau tidak lelah?
37:35
Apa dia baik-baik saja? Dia sedang memikirkannya harus menangis atau tidak./ Mulutnya menangis. Mulutnya sudah menangis. (Dia memutuskan menangis.) Sekarang.../ Itu tidak terlalu sakit. Kenapa kau aktif sekali? Ini masih pagi. Haruskah kita bernyanyi? (Mari lakukan yang lain.) Mau putar lagu Wanna One? (Dia senang.) (Haruskah aku mulai?) Kau siap menari? Kalau dia punya gen ibunya, harusnya tariannya bagus. (Dia menari mengikuti irama.) (Gerakannya keren.) Dia seperti juri. (It's similar to b-boying.) (Noah yang terbaik.) Itu bukan tarian. Dia mengekspresikan dengan seluruh tubuhnya. Benarkah?/ Ya. Dia subjektif mengenai putranya. Dia tidak objektif. Kau lelah./ Apa kau lelah? Kau kehabisan napas. Kau sudah minum air tadi. Kau mau minum? Tuangkan di sini./ Dia pasti haus. Bukan itu air bersoda? Kau tahu apa ini? Kau tahu apa ini? Ini bukan air biasa.
38:51
(Cepat berikan padaku.) Bayi tidak bisa meminumnya./ Kau mau? Itu meletus di mulutmu. Kau bahkan tidak pakai gelas. Dia tidak membencinya./ Ini aneh, tapi... (Sensasi geli apa ini?) Rasanya menarik. Dia menyukainya. Dia mau lagi./ Enak? Enak? Astaga. Awalnya aneh./ Awalnya aneh. (Awalnya aneh.) Tapi makin baik./ Dia menyukainya. (Ini makin baik.) Enak? Astaga, menggemaskan sekali! Sayang. Aku berpikir untuk merapikan baju Noah. Ada banyak baju. (Mereka mulai merapikan bajunya.) Noah, lihat baju-baju kecil ini. Itu jadi milik adikmu sekarang. Kau tahu apa ini? Ini sarung tangan, Berikan tanganmu. Mari kita coba./ Terlalu kecil sekarang. (Dia terlihat siap bertarung.) Kau bisa memberikannya pada adikmu? Entahlah. Kau mewariskan baju-bajumu sekarang. Pakaikan ini padanya. (Bajunya tidak bisa dikancing.) (Noah memakainya saat dia belum bisa berjalan)
40:15
Dia masih bayi. Bajunya pas sekali waktu itu. Sekarang jadi menekan selangkangannya. Yunjung, kau tidak tahu rasa sakitnya. Aku tahu rasa sakitnya./ Ini lucu sekali. Mereka harus melepas topi itu. Itu akan menekan aliran darahnya. Noah tumbuh besar./ Apa dia mengantuk? Dia akan jatuh ke belakang. Dia akan jatuh ke belakang. Noah. Noah./ Gendong dia. Tadi dia berlarian./ Tidurlah. Dia bahkan tidak rewel. Dia langsung tertidur. Bayi yang aktif dan makan dengan lahap cenderung tidur nyenyak. Makan, bermain, dan tidur nyenyak adalah yang terbaik bagi orang tua. Noah lahir tiga minggu lebih cepat. Kita ke RS tanpa persiapan. Kita tidak bisa bawa apa-apa. Noah lahir tiga minggu lebih cepat. Jika bayi ini lahir tiga minggu lebih cepat seperti Noah, dia akan lahir besok. Dia akan lahir besok. Saat itu kami berada di Yangyang karena aku ingin melihat
41:33
laut sebelum melahirkan. Kami sedang memanggang daging saat air ketubanku pecah. Mau pergi ke mana kita? Kami akan ke Seoul dari Yangyang./ Kenapa kita di Yangyang? Kami ingin istirahat untuk terakhir kalinya, jadi kami pergi melihat laut. Tapi, air ketubanku pecah. (Dia merasakan kontraksi.) Tidak apa-apa, Nak. Kita akan segera bertemu. (Seperti itulah Noah lahir.) Kita sampai. Ayo./ Ayo. (Dia melakukan pemotretan saat hamil.) Aku ke sini untuk mengambil foto.../ Benar. kehamilan keduaku./ Waktu cepat berlalu. Benar. Ayo ganti baju. Astaga, manisnya. Ayo pakaikan padanya. Dia pakai celana./ Noah. Benar. (Apa seperti ini rasanya punya anak perempuan?) (Noah memakai gaun dan bando.) (Putri Noah telah lahir.) Manisnya! (Putri Noah telah lahir.) Ayo berputar. (Canggung)
42:48
Dia tidak mau melakukannya. Noah, lihat ini. Secara naluriah dia tidak menyukai. Ayo lepas. (Dia ganti baju untuk menyesuaikan konsep.) (Ini gaya pantai.) Bukankah Ibu cantik?/ Ibu cantik? Noah, apa ibu cantik?/ Apa Ibu cantik? Bayi. Dia memakaikannya krim. Para suami harus baik pada istri mereka. Tadi, kau bilang dia baik pada istrinya. Sekarang, kau bilang dia harus baik padanya. Wanita hamil mudah berubah. Berpose. Benar. Kau terlihat cantik. Baik. Bagus. Noah menyentuh perut ibunya dan melihat ke kamera. Dia pandai sekali. Aku Noah. Kau Noah./ "Aku Noah." Berpose. Sampai jumpa./ Sampai jumpa. Benar. Cantiknya! Itu sempurna. Tetap di sana. Benar. Angkat kakimu seperti Noah. Benar. Bagus. Cantiknya!/ Itu foto yang bagus. (Foto keluarga yang indah telah diambil.) (Mari segera bertemu, Rainbow.)
44:03
Letakkan di sini./ Kalau kita letakkan di sini... Ini bagus. Kau harus maju sedikit lagi. Turun sedikit. (Ibu dan Ayah sedang apa?) 1, 2. (Memiringkan kepalanya) (Foto macam apa ini?) (Ayah hamil.) Noah. Halo? (Junmo keluar untuk menerima telepon.) Baik. Sampai bertemu nanti. (Dia terlihat serius.) Benar. Ada apa?/ Apa yang harus kulakukan? Sesuatu terjadi di kantor. Mendadak sekali./ Benar. Benarkah? Ada apa? Apa kau baik-baik saja?/ Aku baik-baik saja. Aku akan menelepon. (Apa yang terjadi?) Apa sesuatu yang buruk terjadi?/ Aku ingin tahu apa yang terjadi. Apa dia bekerja di rumah? Kenapa dia pulang? (Bergegas) (Dia membeli bahan makanan.) Dia pasti merencanakan acara. Apa dia mengundang tamu?/ Aku datang. Selamat datang. Halo. Begitu dia melihatku...
45:25
Kuharap kau tidak kena marah. (Apa yang Junmo lakukan?) Kenapa rumahnya bersih sekali?` Astaga./ Apa itu? Cuaca sudah tidak hujan. Tidak./ Cuacanya bagus, kan? Ya./ Hujan itu sangat merepotkan. (William tidak beranjak.) Ada apa? (Es krim.) William. Kau mau?/ Ya. Benarkah? Kau mau yang mana? Yang ini?/ Ya. Yang ini?/ Ya. Benarkah? (Itu es krim durian.) (Durian adalah makanan yang disukai dan dibenci.) Roti. (Aku mau lihat.) Kau boleh coba lebih dahulu. (Bagaimana reaksi William?) Apakah enak? (Ya.) (Anehnya, rasanya membuat ketagihan.) Enak? Maaf. Kau belum boleh makan ini. (Sedih) (Aku akan makan ini saja.) Kau seperti orang mabuk. Hei.
46:44
(Aku mabuk durian.) Enak./ Enak? Lezat. (Terima kasih.) Ayo naik perahu. Ayo. (Keluarga Hammington naik perahu.) Cuacanya bagus. Kita sedang menuju ke sebuah pulau. (Sebuah pulau?) Jika kalian punya rekomendasi tentang apa yang harus kami lakukan di Singapura... Jika mau ke luar dari kota, mungkin bisa coba pergi ke Pulau Ubin. Jaraknya sekitar 10 menit dengan perahu. Kedengarannya menyenangkan. Pulau Ubin berada di timur laut Singapura. Pulau itu merupakan desa tradisional di Singapura. Ayo. William. / Astaga. William, beri salam. Beri salam./ Hai. Hai./ Hai. William terkenal. Dia adalah bayi Gelombang Korea. William, dahulu Singapura itu seperti ini. Apa yang kau lihat? Lilin./ Apa? Lilin./ Lilin? Ya. Batu lilin.
48:00
Lilin. Kau baru pertama kali melihatnya, bukan? (Apa itu?) Lihat pohon itu. Pohon itu pasti menyukai air asin. Ia hidup di dalam air. Tempat ini berbeda dari tempat tadi, bukan? (Dibandingkan dengan Singapura,) Ini seperti negara berbeda. (Pulau Ubin terlihat sangat berbeda.) (Sam merasa seperti memasuki alam hijau.) Sepertinya orang sering naik sepeda. (Turis dan warga lokal bersepeda dengan bebasnya.) Lihat itu. William, kau mau naik sepeda? Ya. Kau tahu cara naik sepeda? Tunggu. Ada banyak sepeda. Berapa biayanya? (Apa kita akan naik sepeda?) (Mari kita sebut ini 'Hammingway.') Itu adalah kereta di belakang sepeda. Ayo berangkat! (Hammingway datang.) Ayo berangkat! (Bentley berpegangan erat.) (Haruskah kukendarai lebih kencang lagi?) Ini menyenangkan. Ada banyak anjing di sini, bukan? (Menyalak) (Ini seperti tur safari.)
49:23
(Bentley terus memandang ke depan.) Ayah bawa kudapan. Ayo kita makan itu nanti. (Di mana kudapannya?) (Perlahan mereka memasuki alam hijau.) Ayah pernah ke hutan. Kalian tahu apa yang tinggal di hutan? Buaya. Ada buaya. (Ada monyet juga.) Wow! Ini indah sekali. Tempat itu seperti hutan. Tempat itu sangat berbeda dari kota. (Meninggalkan kota untuk menenangkan diri.) (10 menit kemudian.) (Tersengal-sengal) (Kenapa menjadi lambat?) Ini melelahkan. (Ini menyenangkan dan menyejukan.) Untuk memberi kalian kenangan indah... Ternyata ada tanjakan. Ayah berjuang keras. Anak-anak berada di belakang, itu pasti berat./ Benar. (Laki-laki muda seharusnya tidak lemah.) Ayah lelah. (Pada saat itu,) (William menemukan sesuatu.) (Apa itu?) (William menemukan kelapa di tepi jalan.)
50:40
Lihat ini. Itu kelapa. (Mereka berjalan mendekati kelapa itu.) Lihat. Apa kau pernah makan kelapa? (Terdengar suara) Kong King./ Kong King? Apa itu?/ "Kong King" itu apa? Kong King./ Apa itu? Apa kera berjalan bebas seperti itu? Ada apa ini? Hei! (Kera-kera itu mencium aroma kudapan.) Mereka mencium aroma kudapan di keranjang. Mereka mencuri kudapan. (Mereka mengambil seluruh kantong itu.) Aku tak percaya ini. (Mereka lari dengan kedua kaki karena terburu-buru.) Dia bahkan tidak bisa mendekat karena ada anak-anak. Ada apa ini? Hei!/ Lihat itu. Hei. Bagaimana ini? Mereka mengambil semua makanan kita. Duduk. (Aku tidak percaya ini.) (Ayamnya lezat.) Mereka memakan semuanya. (Mereka makan enak.) Kong King. / Kong King mencuri kudapan mereka. Makanlah. (Terima kasih.) "Makanlah"? Sampai jumpa. Mereka bisa melihat kera dari dekat. Itu kenangan yang bagus. (Omong-omong,)
51:54
(kepala Bentley turun.) Bagaimana dia bisa tidur dengan posisi itu? Kurasa Sam tidak menyadarinya. Air. Kau mau minum? Monyet merampas airnya. Monyet-monyet tadi merampas makanan dan air. Para monyet itu mengambil air kita, William. Kita tidak punya air. Kenapa ada banyak bendera? (Bendera apa ini?) Tempat apa ini? Apa itu sebuah kuil? Apa tempat misterius yang muncul di hadapan keluarga Hammington itu? Ayo parkir sepedanya di sini. (Tempat ini menarik.) Adik tidur. Adikmu tidur? Ya./ Astaga. "Adik tidur." Dia terbangun sekarang. Dia bangun. (Bentley bangun.) Bentley bahkan tidak menangis. Ada bekas tanda tidur di wajahnya. Ayo kita ke atas. (Mereka masuk ke dalam kuil.) (Ragu-ragu) Ada apa? Ayo naik./ Dia merasakan sesuatu. Tempat apa ini? (Matanya terbuka lebar.) Siapa itu, William?
53:26
(William menunduk pada patung itu.) (Bentley sedikit gugup.) Ayah Sam. "Ayah Sam"? / Apa itu ayah? Ayah!/ Anak-anak tidak bisa berbohong. Benar. Mereka melihat dengan jelas./ William cerdas. Apa? Siapa ayahmu?/ Dia bertemu ayahnya di Singapura. Air di dalam perut. / "Air di dalam perut?" Hei. Apa maksudmu itu mirip ayah? Kenapa dia pura-pura tidak mengerti William? William benar. William, ada banyak dewa di sini. (Kuil ini berisi banyak dewa.) Siapa itu? Siapa yang ada di sebelah bebek itu? (Psy, sang dewa.) Bukankah itu Psy? Siapa pria yang mengenakan kacamata itu? Halo. (William menari mengikuti irama "Gangnam Style".) Benar. William sangat menyukai "Gangnam Style". (Dia cukup populer.) Menggemaskan sekali! Dia sangat menggemaskan. ??Aku bergaya ala Gangnam ?? (Tubuhnya masih ingat goyangan itu.) Kita adalah gaya ala Eungam. Ya./ Benar, bukan? Kemarilah.
54:43
Pria Eungam. Ayo kita cari air minum. Kemarilah. (Benar!) Ada orang di sini? Halo. Halo./ Halo. Hai./ Halo. Apa kau punya air minum? Tentu saja. Terima kasih. (Silakan minum air dingin ini.) Ya. Manis sekali./ William. Terima kasih. Terima kasih./ Sama-sama. Terima kasih./ Kau menggemaskan sekali. Halo./ Ben. Boleh aku menggendongmu? (Mari kugendong.) (Tersenyum) Apa kau mau melihat kura-kura? Kura-kura? Benarkah?/ Kura-kura. Apa kau mau melihat kura-kura? Kau mau? (Mereka pergi melihat kura-kura.) Berikan ini pada kura-kura. William. / Baiklah. Bagus. Lempar ini ke air. Ya. Lemparkan. (Kura-kura cangkang lunak dan ikan lele berkumpul.) Apa itu kura-kura? Bukankah itu buaya? Dia terkejut. Astaga. Mau lempar ke sana? Mereka keluar.
56:00
(Demi makan roti) Ada banyak sekali kura-kura. (kura-kura naik ke daratan.) Bagus. (Ini luar biasa.) Kau mau memberi mereka minum? Hei. (Itu dingin.) Hei. Apa kau pikir mereka haus? Dia cemas soal itu./ Mereka tinggal di dalam air. (Selamat menikmati makananmu.) (William konyol.) Hati-hati jari kakimu. Jari kakimu terlihat seperti roti. (Aku mencium aroma roti.) Aku takut./ Kenapa kau tiba-tiba takut? Mau pergi?/ Ya. (William melambaikan salam perpisahan tanpa ragu-ragu.) Katakan sampai jumpa./ Sampai jumpa. Sampai jumpa. Dia tidak pernah lupa meniupkan ciumannya. Terima kasih. Sampai jumpa./ Katakan sampai jumpa. Sampai jumpa. Mau pergi makan?/ Ya. Baiklah. Ayo pergi. Ada ikan lumba-lumba. Malam tiba di Singapura. Sekarang saatnya makan malam. William, di Singapura tinggal banyak orang. Ada orang Tionghoa, India, Malaysia.
57:16
Ini adalah pecinan. Wow! Ada banyak makanan. Surga makanan, Pecinan, memiliki kedai makanan yang tak ada habisnya. (Apa yang harus kumakan?) Keluarga Hammington akan makan apa? (Keluarga Hammington akan makan apa?) Astaga. Dia terlihat gembira./ Itu kotor. Kurasa dia bisa mencium aroma makanan. Terima kasih. Terima kasih banyak. (Astaga) (Matanya terbuka lebar.) Apa ini? (Ini mi tradisional Singapura.) Ini adalah mi tradisional Singapura. Mau mencobanya? Mi Singapura. Buka yang lebar. (Sam memasukkan mi ke dalam mulut William.) (William makan mi dengan wajahnya.) (Ini lezat.) Pastikan kau mengunyahnya. (Makan) (Kenapa piringku kosong?) Seperti ini cara memakannya. Kau tak boleh memakannya. Pastikan kau mengunyahnya. (Ayo makan bersama.) (Sedih) Ini. (Tunggu hingga aku lebih besar.) (Ben mengisap dot dengan kesal.) Dia hanya bisa mengisap dotnya. Apa itu?
58:40
(Hidangan kedua datang.) (Astaga) Astaga. (Itu adalah gunung yang besar.) Terima kasih. (Makanan apa ini?) Hidangan yang kedua adalah kare kepala ikan yang bisa kalian nikmati. Ini adalah makanan khas yang bisa kalian coba di Singapura. (Hidangan ini terlihat luar biasa.) (Itu besar sekali.) Ini besar sekali. (William mencobanya.) Tidak enak? Pedas./ Kare rasanya pedas. Baiklah. (Bentley terburu-buru.) (Aku akan memberinya nasi saja.) (Sudah menanti!) (Bentley memiliki sejarah dengan nasi.) (Saat William menikmati makan nasi,) (Bentley hanya bisa menatap.) Astaga. Dia mau coba. Makan nasinya. (Dia bahkan mau nasi yang ada di kaki seseorang.) Nasi. (Aku akhirnya makan nasi.) Kau mau nasi? (Astaga) Lihat itu. Matanya makin lebar.
59:59
Anak-anak dapat merasakan manisnya nasi. Akhirnya dia tahu rasa dari nasi. (Ben menghirup nasi.) William. (Teksturnya luar biasa.) William, lihat. (Nasi, kau luar biasa.) Ini sangat lezat. (Hore!) (Menari) Apa yang terjadi jika memasukkan jarimu ke dalam mulut singa? Dia mau nasi lagi. Apa ini? Mata./ Di mana matamu? Boleh ayah memakannya?/ Ya. (Sam mulai melepas matanya.) (Aku tak bisa menyaksikannya.) Apa?/ Keras. Kau mau coba?/ Keras. (Aku mau nasi lagi.) Apa itu keras?/ Ya. Kau tidak mau ini?/ Tidak. (Permisi) Itu akan menggigit. Jangan masukkan jarimu ke mulutnya. (Kenapa tidak melihatku?) Jangan lakukan itu. Dagingnya enak? (Tidak bisa seperti ini.)
01:01:19
Kapan kau akan makan ini? Adik mau nasi. Mau makan nasi lagi? Aku mau nasi. Kau mau nasi?/ Dia sangat gembira. Aku mau nasi./ Kau juga? Kau mau nasi?/ Ya. (Berikan aku nasi juga.) Bagus. (Ini yang terbaik.) Rasanya lezat. (Beri aku nasi juga.) Kau mau nasi lagi? Maafkan ayah. Kau mau nasi? William, kau mau nasi? Baiklah. Hei. Pasti sulit memberi makan dua anak di kiri dan kananmu./ Benar. Sam sungguh hebat. Oh, tidak./ Dia sangat mahir. Nasi./ Kau mau nasi? Nasi. Ini... Hei. Kalian terobsesi pada nasi. Aku mau nasi./ Hei. Bolehkah ayah makan? Ayah. Ayah, makan. Ayah boleh makan?/ Ya. Baiklah. (Sam makan.) Ini benar-benar cocok dengan selera ayah. (Ben memakan nasi yang ada di tangan Sam.) William, makan mi itu untuk besok.
01:02:35
(William menyimpan mi di wajahnya.) Kau memakannya?/ Ya. (Ini makan malam yang lezat.) (Aku masih lapar.) (Mencium) Apa? Mau cium bibir ayah? (Aku akan beri hati saja.) William. Lihat buah-buah itu. Halo. Ada buah yang ingin kau makan? Kau harus makan buah setelah makan./ Benar. William, ini. (Menggigit) (Ini manis.) Beri ayah sesuap. (Berikan ayah sedikit.) (Bayi berusia delapan bulan berusaha mencuri buah itu.) Dia mau buah itu. Dia terburu-buru. (Astaga) (Jangan lakukan itu.) Benar. Itu milik William. (Kalau begitu aku akan makan jari ayah.) (Sam membeli mangga untuk Bentley.) Terima kasih. Ini untuk adik. Saat dia mencoba mangga, dia terkejut karena kelezatannya. Astaga. Astaga. Astaga. Hei./ Astaga.
01:03:59
Dia memakannya. (Dia akhirnya memakannya.) Rasanya pasti sangat manis. Ayah harus berikan semua pada Bentley? Nanti dia akan sakit perut. (Bagaimana bisa ada makanan selezat ini?) Ini sangat lezat. Baiklah. (Ben menyukai mangga.) Dia makan dengan lahap, bukan? Anak-anaknya memiliki gen penikmat makanan. (Aku belum selesai.) William. (Bentley mengamuk.) Tidak? Ada apa denganmu? (Dia langsung bahagia.) Momen kau tersenyum sehabis menangis... Adikmu makan dengan lahap. (Aku bersyukur dilahirkan.) Sam pasti tak memiliki rasa cemas. (Ben bahkan menghisap jari Sam.) Senang jika memiliki anak yang makan dengan lahap. Itu yang paling didambakan para orangtua. (Petualangan makan Bentley akan berlanjut.) (Suara bel berbunyi.) (Sepertinya ada tamu.) Aku datang. Selamat datang. Halo./ Silakan masuk. Astaga./ Siapa mereka? (Siapa tamunya?) Penyiar Kim Kyunghwa. Aktris Choi Jahye. Penyanyi Esther.
01:05:18
Bahkan ada aktris Jeon Hyebin. Kenapa rumah ini bersih sekali? (Mereka berempat adalah sahabat Kahi.) Astaga./ Apa itu? Luar biasa./ Siapa yang membuat ini? Tadi dia pulang cepat untuk menyiapkan pesta kejutan perayaan kehamilan istrinya. Luar biasa./ Siapa yang membuat itu? Aku./ Kau melakukannya sendiri? Kau meniup balonnya?/ Aku merinding. Apa ini? Ini seru sekali. Halo?/ Halo? (Dia mengecek lokasi Kahi.) Hei. Kau ada di mana? Kau ada di mana?/ Aku dalam perjalanan pulang. Benarkah? Aku butuh waktu untuk bekerja karena ada masalah mendadak. Aku akan segera pulang. Aku hampir sampai. Baiklah. Kau harus jadi seorang aktor. Aktingmu bagus. Aku takut Heart akan menyalak. Jika Heart menyalak... (Kahi tiba di tempat parkir.) Matikan lampunya./ Ayo matikan. Aku akan melakukan sisanya. Kau sangat teliti./ Ya. Jangan buang-buang waktu. Itu kiat yang bagus. Aku akan belajar dari hal ini.
01:06:30
Itu sia-sia karena aku di sini. Kau ingin aku pura-pura tidak tahu? Kau benar. Dia datang. Dia datang./ Ayo bersiap-siap. (Mereka menyalakan lilin.) (Berlari) Heart! Kau baik-baik saja? (Suami Kahi muncul.) Kejutan./ Apa? Apa yang terjadi?/ Silakan masuk. Sayang./ Ada apa? Pekerjaanmu sudah beres? Mereka pasti gugup. Mereka pasti antusias. (Pesta kejutannya dimulai.) Apa ini?/ Astaga. ??Kau ??/ ??Kau ?? (Kau dilahirkan ke dunia ini.) Astaga! (Untuk dicintai.) (Kahi terharu.) (Apa kau terkejut?) Astaga. (Teman-temannya berkumpul) (demi Kahi.) Astaga. Kenapa kau menangis? Dia pasti terharu karena suaminya menyiapkan pesta kejutan ini.
01:07:50
Dia menangis./ Tentu saja dia menangis. Apa ini? Astaga./ Apa yang harus kulakukan? Apa ini?/ Jadi... Tidak apa-apa menangis jika kau ingin menangis. Saat hamil, wanita merasa kesepian. (Puas) Ini menakjubkan. Apa ini? Kau menyiapkan semua ini? (Kejutan itu sukses.) (Kahi masih terharu.) Apa.../ Berhenti menangis. Dia baik sekali padaku. Dia sangat baik. Aku bahkan mengatakan padanya kalau dia membuatku sangat bahagia. Aku gembira menantikan masa-masa mendatang. Aku menyiapkan steik untuk hari ini. (Steik ala Junmu.) Kau menyiapkan steik? Benarkah? Kalian ingin tingkat kematangan seperti apa? Steik? Bagaimana denganmu?/ Setengah matang. Aku mau yang matang. Ya./ Aku sedang hamil. Dia sedang hamil./ Ya. Setengah matang untuk kami? Setengah matang?/ Baik. (Dia bekerja keras hari ini.)
01:09:05
Air ketubannya pecah di rumahku. Benarkah?/ Bagaimana bisa? Aku pergi ke Yangyang untuk melihat pantai. Dia bilang kalau aku boleh menginap di rumahnya. Itu ada di Provisi Gangwon, bukan? Apa yang kau lakukan?/ Aku panik. Kau butuh dokter kandungan./ Tentu saja. Lalu lintas ramai. Saat itu akhir pekan./ Cuaca juga hujan. Seperti itulah kau dilahirkan. (Terima kasih atas kerja samamu.) Bagaimana kau bisa cantik sekali padahal punya dua anak laki-laki? Benar./ Itu tidak benar. Sebenarnya./ Itu tidak benar? Saat aku masih lajang, aku menyaksikan ibu yang membentak anak mereka di restoran. Lalu dahulu aku berpikir, "Kenapa dia membentak anaknya?" Kupikir sikapnya itu terlalu berlebihan. Aku bersikap tenang di sini, tapi saat di rumah... "Hei!" / Benar sekali. Dengan anak laki-laki itu berbeda. "Sayang, sayang. Hei!" (Dia juga memiliki seorang putra.) Suaraku menjadi keras. Aku hanya mengubah nada suaraku agar terdengar menakutkan.
01:10:09
"Sudah berapa kali ibu mengatakannya?" Jika aku mengatakan itu, mereka akan terdiam. Mungkin karena pengucapanmu. Itu karena dia memiliki anak perempuan. Maaf, tapi bukankah tanggal kelahirannya hampir tiba? Kapan tanggalnya? Tanggal kelahirannya dua Juli. Aku melahirkan Noah tiga pekan lebih awal. (Ceri yang lezat.) (Aku hanya akan menatap ke satu arah.) (Aku ingin makan ceri itu.) (Aku akan beraksi.) (Aku harus makan apa yang ingin kumakan.) (Sementara itu di dapur...) (Dia memasak steik tenderloin.) (Dia juga membuat hiasan hidangan.) Ini steik kalian. (Dia suami sempurna yang bisa masak.) Apa kami semua dapat makanan? Dia bahkan menghiasnya./ Ini. Terima kasih atas makanannya. (Steik buatannya ditata dengan sempurna.) (Kuharap rasanya lezat.) Ini lezat./ Kau suka? Ini lezat. (Semua kagum.) Hidangan ala Amerika.
01:11:23
Kau pasti terlalu gugup untuk makan. Tidak. Aku kepanasan. Dia lelah. (Terima kasih.) Aku harus memperhitungkan waktunya agar tepat. Ya./ Aku harus berhasil membuatnya terkejut. Ada banyak yang harus disiapkan. Aku ingat saat minum bersama Kahi dan kami menangis karena kami sangat kesepian. (Aku ingat masa-masa itu.) Aku dan Hyebin selalu mengeluh karena tidak memiliki pasangan. (Tapi kenapa hanya aku yang lajang?) (Bel berbunyi.) Siapa itu? Apa ini semua katering? Dan mereka kembali untuk mengambil piringnya? Sepertinya itu seorang wanita. Dia pasti terlambat datang. Selamat datang. Halo. Ada yang datang?/ Suara itu... Halo./ Halo. Halo. Astaga. Itu ibunya Sarang. Itu Yano Shiho. Hei! Lama tak jumpa. (Halo.) Ini hadiah./ Apa itu? Kenapa kau ada di Korea?
01:12:34
Suamimu menghubungiku./ Benarkah? Kebetulan, aku ada pekerjaan di sini, jadi aku datang ke Korea. Boleh aku membukanya?/ Ya. (Apakah hadiah yang diberikan Shiho?) Itu menggemaskan./ Itu menggemaskan. Apa itu pakaian bayi? Menggemaskan. Apa ini? Topi? Itu akan terlihat menggemaskan. Menggemaskan sekali. (Itu kostum Mickey Mouse.) Sarang sangat suka Mickey Mouse. (Ini adalah saat karakter bersejarah ini dilahirkan.) (Mickey Mouse Choo yang legendaris.) (Menggemaskan) Ini sangat menggemaskan. Terima kasih banyak. Bayiku pasti suka. (Noah mendekati Shiho.) Noah. Kau keren sekali. (Kagum) Dia gagah sekali./ Dia seorang laki-laki. (Noah penuh dengan energi.) Dia memiliki daya tarik yang berbeda dari Sarang. Noah menyukainya. Aku iri./ Shiho... Aku mau anak laki-laki./ Kau mau anak laki-laki?
01:13:44
Apa?/ Apa? (Aroma anak laki-laki.) Anak laki-laki./ Anak laki-laki. Gagah sekali./ Kau suka anak laki-laki. Bukankah Sarang ingin memiliki adik? Dia bilang dia tidak membutuhkannya. Dia tidak butuh adik? Dia cemburu./ Cemburu? Dia cemburu?/ Dia jadi cemburu. Menurutmu, Sarang mirip denganmu atau suamimu? Wajahnya.../ Wajah? Bagian ini?/ Dia mirip Sunghoon. Dia mirip Sunghoon di bagian ini. Bukankah menarik bagaimana anak-anak terlihat seperti bagian berbeda dari dirimu? Di mana Sunghoon? Di Jepang./ Di Jepang? Dia ada di Jepang saat ini. Di Jepang?/ Apa dia sendiri? Aku akan telepon dia./ Benarkah? Aku akan telepon dia./ Baiklah. Teleponlah. Sudah lama tak bertemu dia. Ini dia. Sunghoon. (Sunghoon dan Kahi saling mengenal.) Noah, melambai pada Paman Sunghoon. Kapan kau akan melahirkan? Aku mungkin akan melahirkan besok. Benarkah?/ Ya. Apa kau baik-baik saja?/ Ya, aku baik.
01:14:55
Baguslah. Noah sangat keren. Bagaimana rasanya memiliki anak laki-laki? Rasanya luar biasa. "Rasanya luar biasa." Tapi aku juga ingin seorang putri. Aku ingin seorang putra. (Bagaimana reaksi Sunghoon?) (Tak ada komentar.) Dia tersudut. Sampai jumpa. Sampai jumpa./ Sampai jumpa. Sampai bertemu lagi. Sampai jumpa./ Sampai jumpa. Terima kasih telah datang walau kalian semua sibuk. Mari angkat gelas untuk persalinan yang lancar. Bersulang./ Bersulang. Bersulang. Terima kasih./ Semoga persalinannya lancar. Baik. 1, 2.../ 1,2, 3. (Pesta kejutan untuk persalinan lancar berhasil!) Alice! Alice! (Kakinya terlihat tergesa-gesa.) (Seungjae?) Alice! Alice! (Dia mencari Alice dengan putus asa.) Alice!
01:16:08
(Jiyong terlihat serius.) Alice! (Kau ada di mana?) Seungjae datang. (Apa yang terjadi pada Seungjae?) Tempat apa ini? Kuil Yongju. Hwaseong. / Hwaseong. Ini kuil terkenal di Hwaseong. Kuil Yongju berlokasi di Hwaseong. Kuil ini didirikan untuk menghormati Putra Mahkota Sado. (Kuil Yongju.) Apa dia belum datang? Sepertinya belum. Kau merindukan dia?/ Ya. (Siapa yang akan datang?) Kenapa dia belum datang? (Seseorang mendekat ke arah Seungjae.) Ada yang datang. Siapa itu? Halo. (Hei, Kawan.) Levi. / Halo. (Ini pertemuan kedua mereka.) Dia bertemu Levi di acara ulang tahun Alice. Astaga. Dia memeluk Seungjae. / Bagus. Lama tidak jumpa, Levi. (Dia juga memberi salam pada Jiyong.) Kabarmu baik?/ Kabarku baik. Seungjae! Levi! Ada yang memanggil kalian. Hyunwoo. (Itu Hyunwoo dari Tiongkok.)
01:17:21
Hati-hati. Halo./ Halo. (Lama tidak jumpa, Hyunwoo.) Lama tidak jumpa, Hyunwoo. Aku yang paling tua di sini. Kau yang paling tua, lalu Hyunwoo. Kau yang paling muda. Aku kakak yang termuda. Baiklah. Aku Seungjae yang ingin cepat besar. (Seungjae ingin cepat besar.) Kenapa kita bertemu di sini? Alice ingin mengunjungi kuil. (Itu pilihan Alice.) (Mereka bertemu pertama kali saat menginap di kuil.) Seungjae dan Alice memiliki banyak kenangan. Tapi Alice akan kembali ke Australia. Mereka berempat bertemu untuk itu. Alice, bintang hari ini, akhirnya tiba. (Alice mendekat.) Itu Alice! Alice. Alice! Apa ini? Tiba-tiba? (Seungjae tidak basa-basi.) (Mereka segera tertawa.) Hei, Alice! Halo./ Apa kabarmu? Selamat bersenang-senang. Sampai jumpa nanti. Kami akan bersenang-senang./ Kami akan bersenang-senang.
01:18:33
Ayo! Sampai jumpa! Ini kuilnya. Anak-anak, kuil ini dibangun oleh Raja Jeongjo dari dinasti Joseon untuk ayahnya./ Jeongjo? Ini untuk ayahnya Pangeran Sado. Siapa yang membangun? Raja!/ Raja! Raja apa?/ Sejong yang Agung! Bukan. Dia Raja Jeongjo. Dia membangun kuil ini untuk ayahnya. Dia membangun rumah untuk ayahnya. Benar. Menurutmu, dia anak berbakti atau tidak? Siapa itu berbakti?/ Berbakti? Itu bukan nama. Itu kasih sayang anak terhadap orangtua. Cinta.../ Dia mencintai ayahnya. Ya. Itu benar. Kau mencintai ayah atau tidak?/ Cinta. Lalu apa kau akan membangun kuil seperti ini untuk ayah? Ya./ Benarkah? Kau serius? Aku akan menjadi raja. Raja yang lebih besar dari ayah. Aku adalah raja. (Apa aku akan menjadi raja?)
01:19:39
Raja yang lebih besar dari ayah. Benarkah? (Belajarnya cukup sampai di sini.) (Aku akan lebih giat belajar sejarah.) Halo. Halo./ Halo. Bagaimana caranya memberi salam pada biksu? Halo./ Halo. Halo./ Bagus. Ini tempat yang bisa kalian datangi untuk minum teh. Silakan masuk. Apa ini rumahmu? Ya, ini rumahku. Apa ini kali pertama kau ke tempat seperti ini? (Apa yang dilihat Seungjae?) (Kudapan) Boleh aku makan satu? Ya, silakan. Selamat menikmati. Terima kasih./ Terima kasih. Tentu. Selamat menikmati./ Anak-anak. Anak-anak./ Apa ini perang? (Mereka menyukai kudapan.) Seungjae, menurutmu bagaimana rasanya memiliki seorang putra seperti dirimu? Aku?/ Ya. Aku boleh memiliki bayi? Ya. Saat kau memiliki bayi. Jika aku memiliki bayi, menurutku dia akan menggemaskan. Tentu saja.
01:20:55
Jika kau memiliki seorang putra, kau akan beri dia nama apa? Manis. Manis? Manis./ Seungjae. Putri Seungjae. Putri Seungjae? Ayah Seungjae akan membawa dia ke mana-mana. Aku akan meletakkan dia di kereta bayi. Ayo berterima kasih pada biksu atas kudapan ini. Terima kasih./ Terima kasih. Senang bertemu denganmu. Tutup mata kalian untuk meditasi. Tutup mata dan berjanjilah di dalam hati bahwa kalian takkan melakukannya lagi. Meditasi itu sulit untuk anak-anak. Tentu saja. Seungjae dan Alice pergi berkencan. Kau mau minum air dingin? Ya. Ada di mana tempatnya? Aku menemukannya. Ada kura-kura. (Itu sumber mata air berbentuk kura-kura.) (Mereka mengambil air dingin.) (Seungjae memberikannya pada Alice terlebih dahulu.) Dia seorang pria sejati. Rasanya lezat. Rasanya seperti apa? Stroberi. Milikku rasanya seperti apel. (Kencan mereka manis seperti buah.)
01:22:08
Seungjae. (Alice mendekati Seungjae.) Seungjae. (Apa dia berusaha mencium Seungjae?) Aku mau pergi ke toilet. Kenapa dia berbisik soal itu pada Seungjae? Aku akan mengantarmu. Kita harus menyeberangi jembatan ini. Bertahanlah. Aku akan mengantarmu ke sana! Ini toiletnya. Aku akan berjaga di sini. Kau masuklah. Baik./ Alice! Aku akan pegangi tasmu. Aku akan pegangi tasmu. Masuklah. Baik, tapi jangan dibuka. (Mengangguk) Saat kita pacaran dulu, kau juga menjagaku. "Kau masuk saja."/ "Kau masuk saja." "Aku akan pegangi tasmu." Adegan ini tidak asing bagiku. Baik, tapi jangan dibuka. Aku tak boleh membuka ini. (Pria sejati tidak boleh menyentuh barang-barang wanita.) Bagaimana dia tahu cara bersikap seperti itu? Bukankah itu luar biasa?/ Dia tahu karena dia melihat ayahnya melakukannya. Terima kasih.
01:23:27
(Bangga) Ayo menggambar di sini. Apa kau ingat pertemuan kita di kuil? Apa kau ingat kita bermain bersama saat itu? (Sekotak kudapan saja) (membuat mereka tersenyum lebar.) Aku menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukmu. (Seungjae menyanyikan lagu selamat ulang tahun dengan sepenuh hati.) (Mereka memiliki banyak kenangan bersama.) Lalu kenapa kau akan pergi ke Australia? (Maafkan aku.) Apa kita tetap berteman meski kau pindah? Ya./ Bolehkah aku meneleponmu? Ya. Kau boleh meneleponku kapan saja. Aku akan merindukanmu, Seungjae. Aku juga akan merindukanmu, Alice. Kenapa Seungjae dan Alice lama sekali? (Mereka sudah lama selesai melakukan meditasi.) (Mereka kembali setelah berkencan.) Kalian pergi ke mana? (Mereka kembali setelah berkencan.) Kalian dari mana?/ Kami pergi mencari minum. Hanya itu saja?/ Ya. (Aku akan memakluminya untuk hari ini.)
01:24:46
Ayo. Bergandengan tangan./ Cuacanya panas! Saatnya mengucapkan sampai jumpa. Alice, sudah saatnya pergi. Kau benar-benar akan pergi? (Mengangguk) Apa kalian akan pergi ke bandara? Sekarang saatnya pergi ke bandara. Mereka akan pergi ke bandara. (Saatnya berpisah.) Kau harus mengucapkan sampai jumpa sekarang. Dia sedih. Dia tidak pulang. Dia akan pergi ke Australia. Apa kau sedih? Ya./ Kau sedih. Dia sangat menyukai Alice. Waktu itu juga dia banyak bicara tentang Alice Dia sedih. Seungjae, aku punya hadiah untukmu. Ini adalah unicorn. Aku juga punya hadiah lain. (Alice memberi Seungjae hadiah perpisahan.) Kuda unicorn? Kembalilah./ Baik. Sampai jumpa./ Sampai jumpa. Sampai jumpa./ Terima kasih. (Terima kasih telah menjadi temanku.) Ucapkan sampai jumpa pada Ayah Seungjae./ Sampai jumpa. Sampai jumpa! (Seungjae terus melambaikan tangannya.) Sampai jumpa! (Itu salam perpisahan yang lama.)
01:26:01
Alice! (Ini adalah perpisahan yang paling menyedihkan.) Sampai jumpa! (Sekarang dia benar-benar pergi.) Seungjae. / Hyunwoo akan pergi. Sampai jumpa./ Sampa jumpa. Kami permisi./ Kami permisi. Sampai jumpa, Levi. Sampai jumpa, Hyunwoo. Seungjae, kita harus pergi sebelum lalu lintas ramai. Ayo. Apa? Ayo ke bandara dan ucapkan selamat tinggal. Sekarang? Kau mau ke bandara? Sungguh? Ya. Seungjae, kau benar-benar mau ke bandara? Ya./ Kita satu jalur dengan bandara. Haruskah kita ke sana./ Ya. Kau benar-benar mau ke sana? Aku benar-benar mau ke sana, berhenti bertanya. Tapi kau tak pernah mengantar ayah saat ayah pergi. Aku belum memberi dia hadiah. Tapi dia akan pergi hari ini. Kuharap dia tidak akan pergi. Berapa lama hingga kita tiba? Lima menit lagi. (Mereka tiba di bandara.) Ini sangat dramatis. Ini gila. Alice! (Seungjae memanggil Alice dengan putus asa!)
01:27:23
Alice! (Alice tidak ditemukan.) Alice! Kau ada di mana? Seungjae datang. Mereka belum pergi, bukan? Apa itu mereka? Apa itu dia?/ Dia terlalu besar. Alice. Itu bukan dia./ Bukan. Itu bukan dia./ Itu bukan dia. (Kecewa) Itu bukan dia. Apa Alice sudah masuk pesawat? Astaga. Hatiku benar-benar hancur. Jangan berlebihan. Hatiku hancur. Alice! (Dia memanggil namanya dengan keras.) Halo? Kami ada di bandara mencarimu. (Sedih) Seungjae, kita bisa menemukan Alice. Ayah sudah telepon ibunya. Mereka masih di sini. Kita bisa menemukan dia. Semangat! Kau seorang pria. Kau pasti berhasil. Alice. (Seungjae mencari dengan harapan.) Alice. Itu dia. Alice. (Alice menunggu Seungjae.) Alice!
01:28:43
Alice! (Seungjae menemukan Alice kembali.) Ini hadiah untukmu. (Ini hadiah terakhirku.) Apakah ini bintang laut? (Mengangguk) Jangan lupakan aku. Sudah saatnya pergi. Alice? Seungjae, dia benar-benar harus pergi. Dia harus pergi. Kapan kau akan kembali? Aku akan kembali sebulan lagi. Kukira mereka akan pergi untuk selamanya. Dia akan kembali sebulan lagi. Aku ikut sedih karena Seungjae. Sebulan itu singkat. Aku hampir menangis. (Kedua pria ini memiliki ekspresi yang sama.) Jaga dirimu. (Semoga selamat sampai tujuan.) Syukurlah. Itu akhir yang bahagia. / Untung saja akhirnya bahagia. Kenapa kau pergi mengantar Alice? Karena aku ingin mendapatkan hatinya. (Aku ingin merebut hatinya.) Aku mencintai Alice. Aku ingin menikahinya. (Tolong terima cintaku, Alice.)

DOWNLOAD SUBTITLES: