MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP24 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

MULTISUB【山河令 Word Of Honor】EP24 | 张哲瀚龚俊仗剑江湖,执手天涯 | 张哲瀚/龚俊/周也/马闻远/孙浠伦/陈紫函/寇振海/黑子 | 古装武侠片 | 优酷 YOUKU

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 559

Number of words: 2812

Number of symbols: 15979

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:28
♪Tanyakan pada pedang, dendam terhapuskan♪ ♪Baru dan lama akan membingungkanku♪ ♪Tanya taktik dan langkah, siapa lebih hebat♪ ♪Nasib berubah, sulit ditebak♪ ♪Tanya jalan dan arah, jarak yang jauh♪ ♪Di mana pendampingku♪ ♪Tanya hujan dan langit cerah, punya beban pikiran apa♪ ♪Menghadapi bulan setiap saat♪ ♪Tanyakan bunga dan daun, warna yang bagus♪ ♪Hidup ini singkat, berapa musim semi lagi♪ ♪Tanyakan musim semi dan dingin, badai berlanjut♪ ♪Awan mudah tersebar, hari sulit dilewati♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪ ♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ ♪Tak ada yang tahu bunga mekar lebih awal♪ ♪Langit tak pernah menertawakan, kita tetap bertambah tua♪ ♪Sungai kecil, tapi terasa jauh♪
01:30
♪Ada yang pergi dan kulupakan♪ =Word of Honor= =Episode 24= (Desa Empat Musim) Desa kita ini,… …setiap musim punya kelebihan dan keindahannya sendiri. Musim semi bagai lautan bunga, musim panas bunga mekar,… …musim gugur bunga beterbangan, musim dingin jadi bunga salju. Desa Empat Musim, penuh dengan berbagai tumbuhan. Sungguh membuat orang merasa senang. Kelinci kecil. Panggil "Paman Wen baik" tiga kali, kutangkap untuk kau mainkan. Boleh panggil "Paman Guru" baik saja? Kalian hentikan. Kelinci di gunung ini… …kebanyakan adalah peliharaan istri guru agungmu. Lihat dari istri guru agungmu, lepaskanlah kelinci ini. Istri Guru Agung sama seperti ibuku, suka memelihara hewan kecil. Benar. Istri guru agungmu dan Kakak Ipar Bi sangat baik. Jika ada hewan yang terluka di gunung ini,… …mereka akan menyembuhkannya, lalu memeliharanya.
03:18
Jika siapa yang berani memburu dan ketahuan Istri Guru Agung,… …itu akan gawat. Suatu kali Guru dan Paman Zhang bertaruh,… …menangkap rusa dan memakannya. Aku tak tega. Kuberitahukan pada istri guru agungmu. Dia memukul guru agungmu sampai mengelilingi gunung ini. Ayahku juga. Dia berwibawa di hadapan orang. Di balik itu juga sering dipukuli ibuku. Hampir tiba, ayo. Ayo. Lihat. Ukiran di batu itu. (Tak berpikir untuk kembali) Guru mengukirnya saat Qin Jiuxiao tepat berusia satu bulan. (Tak berpikir untuk kembali) (Desa Empat Musim) Guru, aku pulang. (Desa Empat Musim) (Cuaca Bagus) (Cuaca Bagus) Dulu tak seperti ini. Pasti karena terlalu lama tak ditinggali,… …sehingga jadi tak terurus. Tak apa. Hanya perlu dirapikan saja.
05:43
Benar, hanya perlu dirapikan saja. Jika tak ditinggali, tentu akan tak terurus. Kita sudah kembali, 'kan? Benar, 'kan? Apa gunanya terima murid sepertimu, katakan sesuatu. Guru, tenang saja. Jika ada masalah, murid yang hadapi, bukankah ada aku di sini? Aku dan Paman Guru… …akan sama-sama merapikan tempat ini. Kau ini sungguh pandai melibatkan orang. Tak apa. Aku bawa kalian keliling dulu. Setelah turun gunung dan beli beberapa barang,… …baru kita rapikan. Baik. Chengling, lihat. Chengling. Jangan remehkan batu-batu di taman ini. Semuanya ada aturannya. Di luar sana ada 28 formasi bintang. Jika ada musuh menyerang,… …kita hanya perlu melawan musuh dari sini. Semua ini adalah rancangan Guru Long. Jangan sentuh. Perangkap ini sudah lama tak diperbaiki,… …mungkin sudah berkarat. Setelah diperbaiki akan kuperlihatkan pada kalian. Ini adalah aula pertemuan. Saat kecil, guru akan duduk di sana dan menguji kami. Saat ada hari besar, semuanya akan berkumpul di sini. Berkumpul bersama.
08:03
Bunga mekar sepanjang tahun, mengetahui segala hal di dunia. Guru. Ini digambar oleh Guru Agung juga? A-Xu. Benar. Delapan puluh satu bunga plum,… …mewakili 81 orang Desa Empat Musim di generasi ini. Pada akhirnya,… …semuanya mati di tanganku. A-Xiang, kau lapar tidak? Bagaimana kalau kita cari tempat untuk makan dulu? Tak berselera. Tak berselera? Kubuatkan dua masakan asam pedas,… …agar kau berselera. Setiap hari hanya tahu makan. Kau tak bosan? A-Xiang, kau mau ke mana? Cari tempat yang tenang. Bagaimana denganku? Bukankah katanya wanita suka pria yang mengakui isi hati? Kenapa sejak mengakui perasaanku pada A-Xiang,… …dia jadi selalu marah-marah padaku. Apakah aku sungguh salah? Cao yang Dungu. Ada bagusnya jadi orang dungu. Tak tahu apa pun. Hentikan! Zhu Yaozhi. Aku tahu kau dikelabui Gao Chong. Namun, mengingat kesetiaanmu, aku tak perhitungkan denganmu. Jika kau masih tak sadar dan melindungi guru iblismu itu,…
09:59
…maka kuanggap kau cari mati. Guruku bukanlah iblis. Dia dicelakai orang. Dia tak mungkin bersekongkol dengan Lembah Hantu. Bukti sudah jelas, kau masih berani menyangkal. Saat Rapat Besar Pahlawan, ada yang melihatnya. Wen Kexing, Ketua Lembah Hantu bantu Gao Chong menghadapi musuh,… …bahkan menculik anak Keluarga Zhang. Sembarangan! Tuan Muda Wen adalah penolong Chengling. Dia menolong Chengling, mengantarnya ke Danau Tai. Usianya tak sampai 30 tahun,… …bagaimana mungkin jadi Ketua Lembah Hantu. Pemimpin Iblis itu penuh sihir. Pasti bisa awet muda. Apa yang aneh dari itu? Wen Kexing yang memimpin untuk memusnahkan Sekte Danau Jing. Berlagak jadi penolong masuk ke Ikatan Lima Danau. Betapa sombongnya. Gao Chong dan Pemimpin Iblis Wen bekerja sama membohongi semuanya. Mengira bisa membohongi untuk sesaat,… …apakah bisa untuk selamanya? Ketua Sekte Zhao sudah membagi gambar… …Wen Kexing dan Sepuluh Hantu Jahat pada dunia persilatan. Apakah identitas Master sudah terbongkar? Zhu Yaozhi, kuanggap kau masih muda. Asalkan kau bilang Gao Chong adalah seorang penipu. Kau masih saudara baik Ikatan Lima Danau.
11:13
Jika kau masih menyangkalnya, aku akan membunuhmu. Ketua Sekte Zhao juga tak akan menyalahkanku. Jangan harap. Katakan. Gao Chong adalah seorang penipu. Selamanya tak bisa diampuni. Selamanya adalah orang berengsek. Jika kau menghina guruku lagi, aku akan melawanmu! Kubunuh kau, Bocah Tengik. Hentikan! Pendekar Shen. Paman Guru. Paman Guru. Siapa yang berani melukai murid kakakku? Ya ampun. Akhirnya Si Dungu berguna kali ini. A-Xiang, kau sudah kembali. Kenapa kau masih berdiri di sini? Aku menunggumu. Aku khawatir kau tak bisa menemukanku,… …dan panik. Ayo pergi. Jangan berhenti di kota ini lagi. Kita tak makan dulu? Jalan saja dulu. Setelah di Sekte Pedang Qingfeng, aku akan memasak. Kubuat kau mati kekenyangan. Baik, baik. Cao Weining. Kau sungguh mau menikahiku? Tak diragukan lagi. A-Xiang, kenapa kau tanya pertanyaan ini lagi? Aku sudah bersumpah pada Saudara Wen. Bagaimana jika gurumu tak menyukaiku? Tidak akan, dia pasti akan menyukaimu. Kau begitu baik. Jika dia tak menyukaiku? Merasa aku gadis liar yang tak punya orang tua, bagaimana?
13:27
Tak akan, Paman Guru Fan paling baik. Jika Guru tak setuju, aku akan cari Paman Guru Fan. Bukan ini yang kumaksud. Cao Weining. Jika gurumu dan paman gurumu tak setuju, kau bagaimana? Kau tahan aku, kita kawin lari. Siapa yang mau menahanmu? Dibayar pun aku tak mau. Aku salah bicara. Aku tahan kamu, aku culik kamu. Bagaimanapun boleh. Aku tetap mau bersamamu. A-Xiang, jika seumur hidup ini, aku tak bisa bersamamu,… …bagaimanapun aku tak akan bahagia. Meski Langit runtuh pun tak bisa menahanku. Lagi pula, mereka juga tak akan menghalangiku. Paman Guru Fan pasti menyukaimu. ♪Wajah memerah♪ ♪Berdandan cantik♪ ♪Terdiam dengan tersipu♪ Ayo. ♪Bertemu cinta di tengah-tengah luasnya dunia♪ ♪Orang yang mencintai saling merindukan♪ ♪Menunggu waktu untuk bersama lagi♪ Tidak, kertas tak bisa menyembunyikan api. Suatu hari, kau akan tahu siapa aku. Namun,… Namun,… Tak ada saat yang lebih penting dari orang yang kau cintai sekarang.
14:57
Hari demi hari, lebih lama lebih baik lagi. Kau tak akan mau pedulikan hal lain lagi. Paman Wen, apa yang ada di dalam ini? Kenapa begitu berat? Arak untuk gurumu. Berikan padaku. Tak perlu, Paman Wen. Anggap latihan. (Tak berpikir untuk kembali) Paman Wen, Guru bilang… …Desa Empat Musim hanya tersisa satu, semuanya mati di tangannya. Sudah kubilang jangan tanya lagi, 'kan? Aku bertanya padamu, 'kan? Paman Wen, cepat jelaskan padaku. Kulihat Guru begitu sedih, aku juga ikut sedih. Apa pun yang terjadi di masa itu, itu adalah privasinya. Mungkin itu adalah luka terbesarnya. Jika dia tak bersiap menceritakannya,… …mungkin dia tak mau mengungkitnya. Aku tak ingin kau bertanya padanya. Aku mengerti. Paman Wen, kau dan Guru sangat kompak. Dia juga berpesan seperti ini padaku. Katanya, menyentuh bekas luka orang, bukan perbuatan pria sejati. Memintaku jangan… …bertanya tentang Pendekar Wen dan istrinya. Tentang orang tuamu. Aku bukan sengaja. Paman Guru, jangan marah. Kau panggil aku apa? Memang harus panggil Paman Guru, 'kan?
16:48
Apa yang tak bisa dijelaskan? Kenapa harus menebak-nebak? Guru sudah bilang tak peduli kau mengakuinya atau tidak. Dia tetap mengakuimu sebagai Adik. Namun, dia berpesan harus tunggu kau yakinkan hati… …bersedia kembali ke perguruan baru ganti panggilan. Tak akan memaksa. Lihatlah, jelas-jelas kalian begitu sehati. Untuk apa basa-basi seperti ini? (Tak berpikir untuk kembali) Paman Guru. (Tak berpikir untuk kembali) (Desa Empat Musim) Ketua Lembah, Wen Ruyu sudah bunuh diri. Petunjuk kunci terputus lagi. Ayah. Ibu. Bunuh dia. Bunuh aku! Aku tak ingin hidup lagi! Cepat bunuh aku! Kenapa kau tak membunuhku? Beri tahukan padaku. Apakah kau pernah lihat kunci yang ada pada orang tuamu? Aku tak mau hidup lagi! Cepat bunuh aku! Aku… Aku akan jadi Hantu terkejam! Akan kubunuh kalian semua! Ketua Lembah, anak ini masih kecil, sifatnya sudah begitu unik. Dilihat saja sudah tahu dia terlahir sebagai Hantu Kecil. Bagaimana kalau kita kabulkan permintaannya?
19:12
Baik, maka kabulkan permintaannya. Nak. Karena kau sudah datang ke Lembah Hantu,… …kau harus terima takdir. Ayahmu adalah Tabib yang baik. Sayangnya aku tak bisa menolongnya. Namun, untung saja aku bisa menolongmu. Minumlah. Kau akan melupakan segalanya. Aku tak boleh lupa, aku tak boleh lupa. Adik seperguruan. Adik seperguruan. Duduklah. Cukup, Lao Wen. Jangan bergerak. Cukup, Lao Wen. Malam ini sudah dilewati. Tak perlu buang tenaga dalam. Malam ini sudah lewat, bagaimana besok malam? Masalah besok dibicarakan besok. Tujuh paku ada di tubuhku, setiap malam kambuh sekali. Hanya saja terkadang ganas, terkadang lebih lembut. Ada apa dengan Ye Baiyi? Dia juga bukan kura-kura puluhan ribu tahun. Kenapa lambat sekali? Kenapa masih belum ada kabar? Tuan Baik Wen, dia sudah berbaik hati membantu. Kau masih memarahinya di belakang. Aku akan katakan hal yang sama di depannya. Iblis Tua ini tak beri pesan apa pun.
22:17
Kaulah yang tak berhati nurani. Katanya orang berbibir tipis sangat tak setia,… …menurutku sangat benar. Mereka bilang… …aku adalah orang paling tak berperasaan di dunia. A-Xu. Tadi kau terus memanggil Adik Seperguruan dalam mimpi. Kau memimpikan apa? Jika kau tak mau katakan, aku tak akan tanya. Lao Wen. Apa yang tak bisa dibicarakan antara kita? Tak ada yang tak bisa ditanya. Ketua. Jika Anda ingin aku berkorban untuk keadilan Desa Empat musim,… …aku tak akan menolak. Namun, Anda mau aku membunuh orang yang setia,… …aku tak bisa. Kak, Tuan Jiang sudah pulang kampung untuk pensiun. Kenapa Raja masih tak mengampuninya? Dia orang yang begitu baik. Kak, anggap hargai Xiao Xue. Memohonlah pada Raja. Bukankah kau paling menyayangi Xiao Xue? Jiuxiao. Masalah pengadilan… …tak bisa diputuskan dengan kata baik dan buruk. Raja ingin dia mati, maka dia harus mati. Tak perlu alasan. Tuan Jiang berbudi pada kami. Kami tak mengerti masalah pengadilan. Kami juga bukan bagian dari itu. Namun, orang dunia persilatan tahu apa itu balas budi.
24:02
Setelah berpamitan denganmu, kami akan mencari Tuan Jiang. Mengantarnya keluar Xibei. Jika Duan Pengju masih ingin mencelakai Tuan Jiang,… …langkahi dulu mayat kami. Cari mati. Meski itu hal yang tak mungkin, akan tetap kami hadapi. Aku, Luo Haoning, lebih baik mati untuk balas budi,… …juga tak mau jadi orang licik yang hidup tanpa arti. Kakak Seperguruan. Sudahlah. Aku ikut kalian ke sana. Berdirilah. Minum arak Zhuangxing ini, kita susul Tuan Jiang. Baik. Ketua, akhirnya kau tersadar. Saat itu, dia mau pergi membantu, aku memberinya minum… …arak yang sangat memabukkan. Dia pingsan selama lima hari lima malam. Saat bangun semuanya sudah terjadi. Kebenciannya padaku begitu dalam, jadi, dia pergi tanpa pamit. Saat bertemu lagi dengannya, dia sudah berbaring di peti. Dia mengira aku terkurung di kota, dia datang untuk menolongku. Pada akhirnya dia mati di kota. Kekasihnya bersusah payah membawa jasadnya ke hadapanku.
26:21
Saat itu aku tak tahu hubungan gadis itu dengan Jiuxiao. Saat aku tahu, aku sudah memaksa gadis itu… …minum racun yang membuatnya tak bisa bernafas. Jika sungguh ada kehidupan lain,… …mereka pasti bersama-sama… …memarahi Kakak Seperguruan yang kejam ini. Mereka tak akan memarahimu. Mereka… Mereka pasti memahamimu. Kau salah. Mereka bisa berakhir seperti itu,… …karena mereka tak memahami kakak seperguruannya. Sejak kecil, Jiuxiao mengagumi kakak seperguruannya. Guru… …juga menganggapku seperti anak kandungnya. Semua saudara di desa… …menganggapku sebagai keluarga dan senior. Menghormati dan mencintaiku. Mereka telah dikelabui. Mereka sama sekali tak tahu Zhou Zishu yang sebenarnya… …sangat tak berguna dan selalu melarikan diri. A-Xu. Duduk dulu. Guru meninggal karena sakit. Sebelum pergi, dia menyerahkan Desa Empat Musim padaku. Ketua yang muda, mudah ditindas.
28:39
Yang baik dan buruk. Banyak orang yang datang cari masalah. Aku bertahan dua tahun. Melihat satu per satu Paman mati demi melindungi Desa Empat Musim. Aku tak bisa bertahan lagi, jadi aku lari. Jangan menyalahkan diri. Kelak apa yang terjadi? Aku sungguh lari. Tidak. Kau pasti ada kesulitanmu. Kesulitan? Hanya alasan yang enak didengar saja. Ayahku adalah tangan kanannya Raja Jin sebelumnya. Raja Jin sekarang adalah kakak sepupuku. Dia khawatir di sampingnya tak ada yang bisa dia percayai. Dia menulis surat memintaku membantunya. Putra Mahkota. Asal panggil apa, panggil Kakak Sepupu. Kakak Sepupu, ada apa denganmu? Raut wajahmu sangat pucat. Bagaimana kabar Raja? Guru. Dia sudah meninggal. Guru masih sehat dan muda, kenapa bisa… Ayahanda percaya rumor. Menyiksa Guru agar berbicara. Hal yang tidak dilakukan, bagaimana Guru mau mengakuinya.
30:29
Guru bunuh diri di penjara. Kau tahu apa yang Guru lakukan sebelum meninggal? Dia menulis puisi kematian yang memenuhi dinding. Air mengalir ke sungai,… …jendela menerangi kegelapan. Kebohongan bisa merusak kebenaran,… …awan di langit bisa menutupi matahari. Aku lihat dinding penuh tulisan darah itu. Dunia apa ini? Guru selalu adil dan terbuka, demi negara demi rakyat. Kakak Sepupu, jangan terlalu sedih. Kelak kita… Ayahanda… Ayahanda marah. Dia bahkan membuang jasad Guru ke hutan. Tak membiarkan pengawal mengambil jasadnya. Membiarkannya dimakan hewan liar. Aku tak berguna. Aku tak berguna. Aku… Aku bahkan tak bisa memberi Guru sebuah ketenangan. Kakak Sepupu, tenang saja. Aku akan mengambil jasad Guru dan menguburkannya. Baik. Zishu, kapan kau bisa turun gunung untuk membantuku? Jadi, aku bawa semua saudara di Desa Empat Musim…
32:11
…dan tunduk kepada Raja Jin. Tak sangka… …semua hanya untuk membohongi diri sendiri. Begitu masuk ke lumpur kekuasaan,… …mana bisa lepas dengan mudah. Aku melihat saudara-saudaraku… …satu per satu mati di depanku. Pada akhirnya,… …bahkan Jiuxiao juga mati. Setelah Jiuxiao mati, tak ada artinya aku hidup. Lalu,… …kau tebak apa yang terjadi. Aku melarikan diri lagi. Pada akhirnya,… …hanya tujuh paku ini saja yang tersisa. Orang yang ingin dilindungi,… …hal yang ingin dilakukan,… …semua seperti pasir di tangan,… …tak bisa dipertahankan. Untung saja Langit memberkati. Memberiku kesempatan mengubahnya, generasi tak berhenti. Namun, aku tak tahu… …apakah bisa melihat anak ini jadi berbakat atau tidak. Kenapa tak bisa? Ye Baiyi sudah berjanji. Iblis Tua itu tahu banyak hal. Dia bilang bisa obati, pasti bisa obati. Di dunia ini tak ada kepastian.
34:20
Aku tak peduli. Hal ini harus pasti. Bagaimanapun hasilnya, aku ingin memberitahumu. Kau bisa menemaniku pulang, aku sungguh senang. Adik seperguruan. Sudah hampir pagi, istirahatlah dulu. Aku keluar cari udara dulu. Lao Wen. Meski kau dan guruku ada status jadi guru dan murid,… …tapi tak ada jodoh untuk itu. Kau tak mengakui Desa Empat Musim adalah perguruanmu. Aku tak memaksa. Anak Suami Istri Wen kembali ke Desa Empat Musim. Jika Guru di Surga tahu, pasti akan sangat senang. (Desa Empat Musim) Guru sudah bangun. Apakah aku membangunkanmu? Tidak. Sudah pukul berapa ini? Kenapa aku tidur begitu lama? Hampir siang. Paman Wen bilang semalam kau tak tidur nyenyak. Menyuruhku jangan membangunkanmu, agar kau istirahat. Mana dia? Paman Guru. A-Xu, sudah bangun? Setelah kulihat, kerusakan gambar ini tidak parah. Cukup dirapikan saja. Sudah selesai kuperbaiki, hanya perlu penambahan warna.
37:55
Untung saja setelah dirapikan, gambar tak lagi kusut. Nanti aku turun gunung dan cari pelukis handal… …lakukan perbaikan pada tulisan gurumu,… …maka akan sama seperti awalnya. (Toko Penyimpanan Uang Ping'an) Tuan, pelan-pelan. Kapan suratku bisa sampai di Kunzhou? Tuan, tenang saja. Anda adalah tamu terhormat. Tak akan menunda urusan Anda. Merpati kami dilatih dengan baik. Tak sampai dua hari, suratnya akan sampai di Kunzhou. Baik, pergilah. Baik, hati-hati di jalan. Iblis marga Wen itu. Usianya terlihat tak beda jauh dari kita. Kenapa bisa jadi Ketua Lembah Hantu? Kalian tak tahu, 'kan? Banyak sekali sihir dari Lembah Hantu. Gambar Wen Kexing terlihat muda,… …mungkin saja, dia orang tua berusia 70 tahunan. Benar. Mengandalkan kekuatan baru bisa mempertahankan wajahnya. Ketua Lembah Hantu yang kalian bahas bermarga dan bernama apa? Anak dari mana ini? Bisa bicara sopan? Langsung bertanya begitu. Tahu aturan tidak? Dari mana asalmu? Kau… Kau siapanya iblis itu? Kenapa asal membuat rumor di sini? Kami tak buat rumor. Ikatan Lima Danau sudah mengirim gambar… …semua anggota Lembah Hantu ke semua sekte.
39:31
Benar. Jika tak percaya, lihat saja sendiri. ♪Di bawah langit biru aku melewati sungai dingin♪ ♪Di malam sunyi, bayangan bulan di gelas tersenyum padaku♪ ♪Siapa yang izinkan aku berkuda berkeliling dunia?♪ ♪Siapa yang mabuk dan tak bisa menemukan rumahnya?♪ ♪Di tengah suasana sunyi, hujan mencium jendelaku♪ ♪Tak peduli apa pendapat orang, aku tetap setia♪ ♪Angin musim semi berhembus ke tepi sungai♪ ♪Tak mampu menghangatkan hati♪ ♪Semua hal datang terlalu mendadak, apakah itu adalah cahaya kita?♪ ♪Terlalu lambat bertemu, namun, kebahagiaan belum terlambat♪ ♪Jangan lagi menyia-nyiakan waktu kita♪
41:14
♪Lupakan kesedihan itu, jalanilah hidup yang tenang♪ ♪Lampu yang bersinar menerangi dunia♪ ♪Masa lalu bagaikan kabut♪ ♪Akan kuhabiskan hidupku bersamamu♪ ♪Di mana pun kau berada, aku akan bersamamu♪

DOWNLOAD SUBTITLES: