The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.282 : A Fairytale in Our Daily Life Pt.2[ENG/IND/2019.06.23]

The Return of Superman | 슈퍼맨이 돌아왔다 - Ep.282 : A Fairytale in Our Daily Life Pt.2[ENG/IND/2019.06.23]

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 1248

Number of words: 6941

Number of symbols: 30406

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:00
(Ke mana semua orang pergi?) (Apa?) (Dia mengamati dengan waspada.) Dia mengamati dengan waspada. - Dia memindai. / - Bayinya bersuara. (Bayinya menangis.) Apa yang akan dia lakukan? (Adik bayi, mengapa kamu menangis?) Tunggu. (Tertawa) Karena bayinya menangis, Bentley menggendongnya untuk menenangkannya. (Berbaringlah sebentar.) (Menangis) (Mengapa kamu menangis lagi?) (Apa yang harus kulakukan agar berhenti menangis?) (Melenguh) - Tiba-tiba sekali. / - "Melenguh"? (Melenguh) (Apa Bentley akan berhasil membuat bayinya tertawa?) Ben berusaha - menenangkan bayinya. / - Sungguh. (Aku tidak bisa melakukan ini sendiri.) Ada apa, Bentley? - Bentley tidak bisa bicara. / - Apa ada sesuatu? Dia ingin Sam mengikutinya? Dia menunjuk arah yang benar. Ada apa? Astaga. Hei. (Lihat bayinya.) Jangan, jangan. (Sam mulai berakting.) Itu bisa berbahaya jika menggendong bayi seperti itu. Mereka akan percaya aktingnya jika Sam menyayanginya.
01:17
(Sam berakting.) (Aku ingin menyentuh bayinya.) Kamu boleh menyentuhnya. Lakukan pelan-pelan. - Lakukan pelan-pelan. / - Bentley menyukai - bayi lebih kecil. / - Sentuh bayinya. Cantiknya! Aku ingin gendong bayinya. - Kamu bisa menggendong bayinya? / - Ya. (Aku iri.) Mereka akan bersikap sangat baik pada adik perempuan. - Benar. / - Kamu langsung membaringkannya. Tidak, jangan sentuh bayinya. William menghentikannya. Beri tahu Bentley. Ayah, ayo beri bayinya makan. (John berhenti menangis saat makan.) - Makan. / - Makan. John sedang makan, bukan? (Menggapai) Bentley ingin menyentuh bayinya. (William, aku membencimu!) Bentley marah. (Aku ingin memberinya makan juga.) (Bentley cemberut.) Bentley, makan kudapan selagi John minum susu. John senang sekali. Kudapan. Bentley ingin memberi bayinya kudapan. Kudapan. Kudapan. Kudapan. (Aku menemukannya!) Dia ingin memberikannya ke adik bayi.
02:31
Ayo kita beri bayinya jeli. (Jelinya diambil di depan matanya.) Jelinya diambil. (Aku yang membawa jeli ini!) Karena dia sudah minum susu, kita beri dia jeli. - William mencuri perhatian. / - Kerja bagus, William. - William yang mendapat pujian. / - Benar. Bentley yang membawa jelinya. Astaga. Dia sedih. (Hiduplah bahagia dengan bayi itu.) Dia perlu ruang dan waktu sendiri. (William kembali dari toilet.) (Mengapa dia terlihat terkejut?) Sam pasti telah mengubah bonekanya. Kamu jadi besar. Bentley, kemarilah. Bayinya jadi besar. (Bayinya jadi besar?) (Apa yang terjadi?) (Bayinya benar-benar jadi besar.) Ayah, bayinya jadi besar. Kamu gemuk seperti Ayah. Apa? Ayo bawa dia ke luar. - Kita bawa dia ke luar? / - Ya. (Aku tahu apa yang kita perlukan untuk pergi ke luar.) Sepertinya dia akan membawa sesuatu. Dia melihat ke sini.
03:52
(Kereta bayi) - Bukan, bukan. / - Yang ini. Kereta bayi. - Bentley mengerti semuanya. / - Letakkan di sini. Ini seperti keretanya. (Aku akan mendorongmu dengan nyaman.) - Kamu hebat. / - Dia mengurus bayinya dengan baik. Gendong belakang. Gendong belakang. Kamu ingin menggendongnya di belakang? (Aku!) - Gendong belakang. / - Ayah akan taruh di punggungmu. Mana John? Mana bayinya? Dia di belakangmu. Benar. - Ada bayi menggendong bayi. / - Mana dia? (Aku tidak bisa lihat bayinya.) - Dia tidak bisa lihat. / - Jangan gendong seperti itu. - Dia harus menggendongnya di depan. / - Mana John? - Seperti anjing mengejar ekornya. / - Tepat sekali. Kamu menangkapnya. Kamu masih terlalu kecil untuk mengurusnya. Ayah akan pergi mengganti popoknya. Bermainlah di sini. (Menggaruk) Anak-anak. John sudah besar. - Astaga. / - Kapan dia akan berhenti? William, halo. Senang bertemu denganmu. Aku John. (Astaga. Dia John?)
05:06
Astaga. Dia terkejut sekali sampai jatuh. (Apa ini benar si bayi?) - John sudah besar sekali. / - Dia terkejut. Terima kasih sudah membesarkanku dengan sangat baik. Senang bertemu denganmu. (Sama-sama.) Peluk aku. (Kamu tumbuh cepat sampai aku tidak mengenalimu.) (William hanya melihat.) Sepertinya William tertarik pada sesuatu. (Tepat sebelum mereka meletakkan John di kereta...) (Menatap) Itu seperti mainan. Itu seperti mainan. Jangan beri tahu Bentley, mengerti? - William sudah tahu. / - William sudah tahu. Sekarang, Sam dan William menipu Bentley bersama. Bentley melakukan dengan baik. Benar, bukan? Itu John. (William tidak bisa berakting.) Benar. Ini John. Itu berhasil berkat William. (Tanpa mengetahui kebenarannya,) (Bentlet hidup bahagia selamanya bersama John.) Itu pemandangan yang ada di lukisan, rumah-rumah manis menciptakan perpaduan. (Kota ini keluar langsung dari dongeng) Ada peri-peri manis tinggal di sini.
06:24
(Menggeliat) Siapa peri-peri itu? Aku bisa tahu siapa peri itu dari kakinya. Benar. Kakinya terkenal. (Dia tidur seperti kucing.) Itu Gunhoo. (Aku mengejutkanmu, bukan?) (Senang bertemu kalian, Bibi dan Paman.) (Sekarang, aku ada di...) Apa karena dia ada di Swiss? Wajahnya terlihat lebih.. - Cocok dengan latar belakangnya. / - Benar. Swiss adalah negara yang memiliki energi Pegunungan Alpen dan alam liar. Dengan alam yang diberkati salju abadi, hari-hari Gunhoo dan Naeun di Swiss akan dimulai. (Hari-hari Gunhoo dan Naeun di Swiss) (Jatuh) Dia penat terbang dan lelah karena penerbangan panjang. Lihat betapa bengkak kakinya. Kaki kita jadi bengkak setelah penerbangan panjang. (Dia istirahat sejenak.) (Dia tidak punya waktu untuk tidur.) Benar. Gunhoo.. - Dia tidak akan istirahat. / - Tidak akan. (Ini dia Gunhoo, si penuh semangat.) (Apa yang pertama ada di jadwalnya?) (Dia mengunjungi juru kamera.) (Permisi.)
07:37
(Senang bertemu denganmu lagi.) Dia pasti senang bertemu juru kamera di negara lain. (Kamu sudah datang jauh-jauh membawa peralatan berat.) Astaga, jangan, jangan. (Aku ingin memberi salam pada bibi dan paman.) Kita akan senang jika dia memberi salam ke kamera. - Benar. / - Lihat senyumnya. Guten tag. (Ya) (Itu salam.) Guten tag. Ucapan salamnya berubah karena dia di negara lain. (Ada paman lain.) (Aku akan memberinya salam.) Dia manis sekali. (Sampai jumpa.) (Tangan Paman mendekat.) - Apa yang dia lakukan? / - Aku akan lap ingusmu. Dia ingin mengelap ingusnya. (Gunhoo menolak.) (Paman ingin mengelap ingusnya.) Aku akan lap ingusmu. (Mereka bergetar seperti mesin cuci.) (Aku akan mengurusnya.) Sampai jumpa. Sampai jumpa. Dia jadi sangat dekat dengan para paman. (Astaga, siapa itu?) - Dia beri salam tiap paman. / - Dia beri salam semua. Paman yang dia kenal ada di sini. (Untuk Paman,) (aku akan siapkan syuting ini.) Siap.
08:51
- Siap. / - Astaga. - Dia tahu yang dia lakukan? / - Ya. Dia pasti melihat orang melakukannya saat syuting. (Dia menyambut semua orang.) (Apa yang harus kulakukan sekarang?) (Dia berdiri dengan satu kaki dan merenung.) Dia merenungkan apa yang harus dia lakukan. (Benar!) (Gunhoo melihat barang yang favoritnya, kereta bayi.) Apa dia membawanya dari Korea? (Karena aku sedang berlibur,) (aku tidak boleh malas di pagi hari.) (Biar kuberi tahu kenapa aku membawanya.) (Antusias) (Dia berlarian di pagi hari.) Bagaimana dia bisa berlari sesaat setelah bangun tidur? (Gunhoo, sang penggiat, berlari tanpa berhenti.) (Ini sulit.) (Jangan salah.) (Aku belum lelah.) (Saat aku bersama teman, aku tidak lelah.) (Ikuti aku.) (Muncul) Siapa itu? (Naeun terbangun karena suara berisik itu.) - Naeun terbangun. / - Apakah kamu tidur nyenyak? (Itu Naeun!) Naeun bahkan lebih cantik di Swiss. - Dia bahkan lebih cantik. / - Paman di sini.
10:04
Bagaimana Paman bisa sampai di sini? Paman naik pesawat. Aku juga naik pesawat. Naeun cantik di mana saja dia berada. Paman mau makan ini? Aku suka kue. Aku hampir membuka mulutku. (Berbalik) (Naeun mendengarkan kotak musik.) (Apa ini?) (Bukankah itu mengagumkan?) Itu kotak musik. (Mata Gunhoo makin lebar.) (Mendengarkan musik mengingatkanku akan Ayah.) Jooho tidak bisa bersama mereka karena pertandingan. (Jooho yang manis itu mudah takut.) (Juru kamera yang bisa menyorot tunggal Jooho di sini.) (Kami harap dia baik-baik saja tanpa menangis.) (Pastikan Ayah menang.) Dia tiba-tiba rindu ayahnya. (Maaf karena kami meninggalkan Ayah.) Musiknya berakhir. (Apa itu sudah berakhir?) (Aku belum selesai mengenang Ayah.) (Memukul) Terkadang, memukul kotak musik memainkan musiknya. Dia pasti pernah melihatnya.
11:21
(Memukul) (Saat mesin tidak berfungsi, pukul saja.) Astaga. (Musiknya akan mulai sekarang, bukan?) (Astaga.) (Sepertinya aku merusaknya.) (Raja Kehancuran di Swiss) (Sementara itu, di dapur...) Siapa yang sedang berbincang dengan Anna? (Mereka mungkin akan memanggilmu lima menit lagi.) Halo, namaku Kaya. - Aku teman Anna. / - Dia teman Anna. Tiap kali kami jumpa di Swiss, kami menghabiskan banyak waktu bersama. Menyenangkan habiskan waktu dengan Naeun dan Gunhoo. Mereka juga sangat menggemaskan. (Bibi Kaya akan membuat kenangan indah bersama mereka.) - Selamat pagi. / - Selamat pagi. (Bibi, halo.) - Aciel, berhenti. / - Selamat pagi, Aciel. Aciel berusaha menyentuhnya sendiri. - Dia berhenti saat aku suruh / - Dia fasih berbahasa. tidak boleh melakukannya. - Naeun hebat. / - Kerja bagus.
12:30
Dia berhenti saat kamu menyuruhnya? - Ya. / - Bagus sekali. Kamu bisa bermain di sini. Aku ingin membantu Bibi. (Aku akan ke luar.) (Dia ke luar sendiri.) (Astaga, udaranya selalu sejuk.) (Ikuti aku.) (Aciel Park di Swiss, Catatan Taman) Kamu yakin itu bukan resor? (Aku akan memperlihatkan taman yang luar biasa.) (Pemandangan dari taman) Apa itu rumah? Gunung di belakang dan danau di depan. Itu bukan Bendungan Paldang. Itu bukan Kebun Binatang Grand Park Seoul. Bukankah itu Desa Jerman di Namhae? (Bukankah itu luar biasa?) Ada apa dengan ekspresinya? (Tiap pagi, dia menyapa rumput) (dan bunga yang harum.) (Sekarang favoritku,) (batu kerikil.) (Aku mabuk akan hal-hal ini.) (Ini rasa Swiss.) Dia sangat gembira hingga merasa pusing. Benar. (Kamu tidak akan tahu jika tidak mencobanya.) Dari mana dia belajar melakukan itu?
13:46
(Aku tidak akan melewatkan ini.) Gunhoo suka alam. - Dia pasti suka di sana. / - Sungguh. Dia tampan sekali. Dia sangat menggemaskan. (Aku melihatnya.) (Paman melihatnya, bukan?) (Apa lagi yang bisa kuperlihatkan pada mereka?) (Ikuti aku.) (Astaga.) - Ada apa di taman itu? / - Apa itu? Kenapa itu ada di Swiss? Aku mengerti jika itu ada di Thailand. - Bukankah itu patung Buddha? / - Benar. (Kenapa kamu ada di tamanku?) (Dia memberi salam dahulu.) (Apa ada yang tahu dia siapa?) Itu Buddha. Itu tidak terduga. (Senang bertemu denganmu.) (Angkat tanganmu!) Bisa bantu aku mencuci buah? (Mereka membuat jus dengan apel dan wortel.) Cantik sekali! (Siap dimulai?) - Bibi Kaya membuat jus. / - Itu keluar. (Jus sehat Bibi Kaya) (Boleh aku coba?)
15:16
Bibi juga harus coba. (Bibi Kaya mencobanya.) Ini sangat lezat. Itu sempurna. Apa ini? Ini bawang putih. - Apa yang akan terjadi sekarang? / - Apa itu? Bibi akan melapisi wajan dengan bawang putih. karena fondue harus berasa seperti bawang putih. Buah segar dan sayuran dan beragam daging akan dicelupkan ke dalam keju hangat untuk hidangan tradisional swiss, fondue. Bibi Kaya membuat hidangan itu dengan penuh perhatian. (Suasananya yang terbaik.) Semua akan lezat jika dicelupkan ke dalam keju. (Dia dapat banyak keju.) Kenapa dia tidak makan? (Astaga.) - Wajahnya gelap. / - Apa itu untuk Bibi? Kenapa kamu tidak makan? (Kurasa ini bukan gayaku.) Apa mereka tidak suka fondue? Aciel. (Kamu mau coba?) (Aku juga tidak mau memakannya.) (Kamu mau makan roti?) (Tidak.) Dia tidak suka makanannya. (Aku ingin pergi ke Ulsan.) (Keinginannya untuk makan selalu meningkat.) Dia selalu makan dengan baik. Sungguh.
16:30
(Semua yang aku makan lezat.) Mereka lebih pilih makanan di Ulsan. - Makanannya tidak sesuai selera. / Tidak sesuai. (Dia mengeluarkan sesuatu.) Jika kamu tidak mau makan makanan Swiss, - bibi beri rumput laut kering. / - Mereka suka itu. - Dia langsung mengambilnya. / - Naeun. Kenapa kamu makan rumput laut kering di Swiss? (Ini makanan yang aku suka.) (Dia punya selera orang Korea.) (Aku akan coba juga.) (Rumput laut kering yang terbaik.) Benar. Kamu harus makan rumput laut kering di Swiss. (Gunhoo memakan itu seutuhnya.) Ini lucu. (Dia makan bagian yang sobek.) (Dia menghirup rumput laut kering seperti kambing.) (Mereka menikmati rasa korea di Swiss.) (Kagum) (Kalau begitu...) Dia menambahkan fondue pada rumput laut kering. (Bibi Kaya memberinya fondue dalam rumput laut kering.) Ya. Dia sukses. Dia mengetahuinya. Anak-anak selalu mengetahuinya. (Jangan lakukan itu, Bibi Kaya.) (Rumput laut sudah lezat tanpa apa-apa.) Terima kasih, Bibi Kaya.
17:52
Terima kasih kembali. Kamu tahu siapa yang akan datang besok? Bibi dengar ada paman yang akan datang besok. (Paman yang mana?) Paman? (Siapa dia?) Paman mana yang akan datang dari korea dengan semangat dan mengejutkan demi Gunhoo dan Naeun? Mereka tercengang. Siapa itu? Identitasnya akan segera diketahui. Ayo. Apa? (Bicara asal) Air? Air. Keluarga Hammington jalan-jalan di taman dengan danau. Bayi, aku kehujanan. - Cuaca pasti hujan. / - William kehujanan. Hari ini sejuk. Ayah penasaran temanmu datang atau tidak. Temanku datang. - Benarkah? / - Cuacanya tidak optimal. - Kamu bertemu teman yang mana? / - Ayo duduk dahulu. - Astaga. / - Baiklah. - Teman yang harus mereka temui. / - Kamu mau turun? Bip. Bip? (Sekarang giliranku.) Kamu mau naik, bukan? Bayi.
19:13
(Tangkap aku kalau bisa.) (Itu berbahaya.) (Sam bergerak cepat menangkap dia.) (Menyeret) Kenapa kakinya diangkat? (Astaga.) Jangan lakukan hal berbahaya. Jangan buat onar saat temanmu datang, paham? (Berteriak) Bayi, kamu akan jatuh. (Moo) Kenapa bersuara seperti itu? Ayah. Temanmu datang. Temannya datang? - Sam. / - Halo. (Teman yang ditunggu William dan Bentley.) (Dain) Ayo temui mereka, Dain. Dain bilang dia mau bertemu temannya. Astaga. Jeongcheol bilang temannya makan dengan lahap. - Sam. / - Jeongcheol. - Kamu sehat? / - Ya. - Dia menggemaskan dengan jas hujan. / - Aku tahu. - Halo. / - Dia gadis yang termuda. - Dia sudah tumbuh besar. / - William, halo. - William. / - Bentley, halo. - Beri salam pada Paman. / - Ayo berjabat tangan. Senang bertemu denganmu. (Bentley tersenyum.) Dia seusia Bentley. usianya tiga tahun.
20:20
- Senang bertemu denganmu. / - Dia berusia tiga tahun. Dain, ayo naik. (Mereka bertemu Dain untuk kali pertama.) - Dain, ayo naik. / - Tunggu. - Lihat mata William. / - Mereka fokus padanya. Ini kali pertama kamu bertemu seseorang seusiamu. Kamu selalu bermain dengan gadis yang lebih tua. Halo. Dia anak perempuan. (Menyentuh) Tunggu. (Bentley menyentuh bibir Dain.) Apakah Bentley menyentuh bibir Dain? (Bentley, apa itu?) Kalian berdua... Benar. (Seperti itu memperlihatkan sopan santun.) - Bagus. / - Baiklah. - Dia keren. / - Bagus. Berjabat tangan. - Mau berjabat tangan? / - "Seperti ini caranya." "Suatu kehormatan bertemu denganmu." Usia kalian sama, jadi, bicara dengan santai saja. - Benar. / - Aku lebih tua. - "Aku lebih tua." / - Ya, kamu lebih tua. - Dain. / - Dain. Kamu mengenakan topi yang cantik. Dia keren. Aku seekor katak. Apa? - Kamu seekor katak. / - Seekor katak. - Tolong jangan salah mengerti. / - Seekor katak. - Mau bermain di sana? / - Ya. Baiklah. Omong-omong, kita memilih hari yang sempurna. Cuacanya bagus.
21:25
Ya. bagus sekali karena cuacanya sejuk. - Aku tahu. / - Bayi harus naik ini. Siapa yang mau naik ini? - Dain. / - Dain.? Dain saja? Dain, naik itu. Itu mobilku. - Apa itu mobilmu? / - Kamu mau naik itu? - "Itu mobilku.." / - Kamu yakin? - Ben ingin naik itu. / - Sungguh. - Ayo. / - Astaga. - Duduk. / - Duduk. Ayo. - Bip. / - Ayo. Ayo. (William gembira.) - Ayo. / - Ini menyenangkan. Apa Bentley akan berjalan? Kamu dorong saja. (Apa aku harus berjalan?) Astaga. Bagus. Dain, kamu bingung, bukan? Kamu menggemaskan sekali. (Dia punya selera yang bagus.) Mereka harus membiarkan Bentley naik. Aku suka karena tanahnya basah karena hujan. Tanahnya cukup kering. Mereka para pria hutan yang berani bertahan bersama di tengah hujan deras. Jeongcheol pernah tampil di "The Law of Jungle." Saat kamu pernah ke hutan, kamu menjadi kuat. Hujan itu bukan masalah.
22:36
Kamu bisa berkemah di tengah hujan. (Cuaca buruk tidak bisa menghentikan kita.) Kita harus bangun ini di mana? Perhatikan tanganmu. Apa dia membawa ini ke mana-mana? Kita harus melakukan ini bersama. Cuaca sedikit hujan, bukan? Tenda. (Hujan makin deras.) (Maju) Selesai. Astaga. (Aku akan jadi payungmu.) - Dia bersikap tenang. / - Dia tidak menutup wajahnya. Kita tidak akan basah bahkan jika hujan makin deras. (Selagi William melindungi Dain di bawah hujan,) - Ayo. / - Ini bagus. (tenda besar telah didirikan.) William menjaga Dain dengan tenang. (Terima kasih.) Untuk melakukan ini dengan benar, aku bawa ornamen. - agar suasananya sempurna. / - Kamu siap sedia. - Apa itu? / - Sinterklas! (Dia tiba-tiba mulai menyanyikan "Jingle Bells".) (Terkejut) Dain, aku keren, bukan? Aku pohon. Dia bernyanyi karena ornamennya seperti ornamen Natal. Itu sempurna. - Berkemah yang romantis. / - Aku tahu. Mereka melakukan aktivitas berkemah yang romantis.
23:50
Mereka bahkan memasang lampu. Sudah selesai. William. Bahkan ada tempat tidur gantung. Itu cantik. Berkemah yang romantis sedang populer belakangan ini. (Dain tidak di sini.) Dain, apa kita sedang main petak umpet? Dain di mana? - Di mana Dain? / - Aku tidak bisa lihat dia. Di mana Dain? - William, kamu juga melakukannya? / - Ya. (Berteriak) - Astaga, itu rusak. / - Astaga. - Dia meniup lilin. / - Apa ini hari ulang tahunmu? Dain suka tiup lilin kue ulang tahun. Benarkah? (Selamat ulang tahun) (Apa artinya kita akan makan keik?) (Tiba-tiba jadi pesta ulang tahun.) Tiup itu. (Meniup) William mengaguminya. Dain, masuklah. Di sini menyenangkan. Dia tidak menyuruh Bentley masuk. Apa yang kamu lakukan? "William, sadarlah." Hei. Ini kacau. (Ada apa?) (Bentley meledak.) Bentley sekarang sekuat William. (William terlempar.)
25:07
Bentley pasti kesal William hanya memperhatikan Dain. Perkelahian antar saudara itu tidak ada gunanya. Ayah, Dain, Bentley, dan aku akan pergi ke taman bermain dan bermain bersama. - Dia baik. / - Aku akan menyiapkan semua di sini. Tolong jaga anak-anak. Kenapa aku tidak di sini saja? Aku juga akan menyiapkan makanan. Baik. Aku akan lakukan yang terbaik. - Baiklah. / - Itu akan jadi tantangan. Ada pepatah, "Bekerja di lapangan itu lebih baik" - "daripada menjaga anak." / - Benar. - Ayo. / - Ayo. - Ayo. Bentley, ayo. / - Sepatu botmu lepas. (Apa?) - Dain. / - Sepatu botmu lepas. - Dia ambil dengan kedua tangannya. / - Bisa pasangkan? (Dia memasangkan sepatu ke kakinya.) - Dia memasangkan sepatunya? / - Bagus. Dain, ayo. Kemarilah. Ayo bermain bersama. Bisa naik? Perlahan saja. Selangkah demi selangkah saja. Hati-hati. Selangkah demi selangkah saja. Paman, tolong beri aku tisu basah. Tisu basah? Kamu butuh itu? - Ini. / - Kenapa kamu butuh tisu basah?
26:14
William, bisa turun? Tidak, biar aku bersihkan dahulu. - Dia membersihkannya. / - Astaga. Selesai. Kamu bisa merosot. - Tidak kusangka. / - Hati Dain akan berdebar. Dain, merosot saja. (William memberi dukungan untuknya secara antusias.) Dia berdiri di bawah - dan menopang Dain. / - Dia akan menopang Dain. - Dain, merosot. / - Ayo. Aku di sini. (Apa?) Dain, kamu pandai melakukan ini. - Dain, kamu pandai dalam hal ini / - Itu tiba-tiba. Bentley memeluk dia. (Kenapa dia yang peluk saat aku yang bekerja keras?) Ini menarik. (Dia menyentuh bibir Dain lagi.) - Dia sentuh lagi. / - Kenapa dia terus melakukan itu? (Apa ada sesuatu di bibirku?) - Dain, ayo naik ini. / - Baiklah. - Kamu mau naik itu? / - Kamu tidak takut? (Ini menyenangkan.) (Gembira) (Aku akan bermain sendiri.) Bentley, di mana sepatu satu lagi? - Di mana itu? / - Hujan. Ayah sibuk sekali. Bagus. - Ayah. / - Dain, tunggu. Entah harus ke mana - karena ada tiga anak. / - Dia pasti bingung. Astaga. - Lalu bagaimana? / - Kenapa kamu lepas ini? Kamu harus mengenakan sepatumu.
27:29
Paman akan membantumu kenakan sepatumu. Kenakan sepatumu. Berhenti berlari dan kenakan sepatumu. (Sam menyiapkan makanan dengan tenang) - Ada semangka. / - Itu pasti kudapan. Anak-anak pasti lapar. Kapan mereka akan kembali? - Ayah. / - Apa ini? (Ketiga anak itu kembali.) (Bentley berlari ke arah makanan.) Lepas sepatumu. - Ini. Ayo ke atas alas. / - Tidak apa-apa? Jangan mulai. Aku tidak tahu harus melakukan apa. Itu kali pertama aku mengasuh tiga anak. Apa ini? Mi? Ya. Mi. Kamu tambahkan mi ke dalam semangka? Ini baru. Kamu makan mi seperti ini di rumah? Mereka makan nasi dengan sup Dongchimi. Benarkah? Baik. Sudah selesai. - Sudah selesai. / - Mi semangka selesai. - Apa? / - Aku penasaran rasanya. Dain, silakan makan. William memberimu makanan. Terima mangkuknya dengan kedua tangan. (Makanan terasa lebih lezat setelah bermain.) Itu terlihat lezat. Aku belum pernah makan mi semangka. Semangka dan mi dongchimi. (Tertawa) Semangka dan mi dongchimi. Semua yang kamu suka ada di dalam. Kamu suka dongchimi?
28:37
Dia suka dongchimi. Itu aneh sekali. Aku penasaran rasanya. Rasanya pasti seperti mi dongchimi. Itu hanya ada di dalam semangka. - Itu lezat. / - Itu lezat. - Itu akan memuaskan anak-anak. / - Tentu saja. Kamu punya selera seperti orang dewasa. Bagaimana? Kamu tumpahkan semuanya. Apa kamu makan mi itu? Anak-anak pasti suka. Rasanya manis dan asam. - Ini lezat. / - Lezat? Ada hal lain yang bisa kamu makan. Apa itu? - Kali ini, sesuatu yang hangat. / - Hangat? Aku bawa eomuk. Ini luar biasa. Dia bawa kuahnya dengan terpisah. - Dia jaga kehangatannya. / - Ini ide bagus. Kamu makan sekaligus? Kamu harus makan perlahan. (Apa dia juga makan mangkuknya?) Lepaskan aku. Kamu baik-baik saja? Kamu mirip Bentley. (Apa harus kuperlihatkan cara memakan dengan benar?) (Tidak!) (Tidak perlu dipotong.) Bentley terlihat menggemaskan tiap kali dia makan. Kalian. (Apa dia makan satu pak mi?) - Apa itu? / - Seluruhnya? Itu mi.
29:53
Kamu pejuang makanan. Kamu baik-baik saja? (Menjatuhkan) Apa dia celupkan ke dalam sesuatu? Kamu harus jadi juru masak. Kita bisa mengusahakan itu dari sekarang. (Sudah selesai.) Bukankah itu panas? Kamu akan membuat Koki Baek Jongwon gugup. Pasti rasanya lebih lezat di dalam kuah eomuk. Dia makan dengan baik. Dia adalah pengembang makanan. Aku tahu. Itu benar. Dia bermain-main setelah makan sedikit. - Dia harus dimarahi. / - Tidak. Anak-anak harus selalu punya ketertarikan dan senang - agar bisa melakukannya. / - Aku harus saksikan saja? Mungkin dia tertarik pada seni. Mungkin dia artistik. Astaga. Dia jatuh. Dia suka humor fisik. Darah ayahnya mengalir dalam dirinya. Kami makan dengan baik berkat kamu. Tidak. Apakah kita harus bertemu tiap cuaca hujan? - Sebentar lagi musim hujan. / - Kamu benar. - Musim hujan akan datang. / - Ya, musim hujan. Sampai jumpa lagi. Baiklah. (Ayo makan makanan lezat lagi lain kali!) Tempat Gunhoo dan Naeun kunjungi pertama di Swiss
31:01
adalah desa Vitznau yang kecil dan damai. Lihat, Aciel. Ada kereta. Setelah melintasi desa itu, ada kereta yang siap mendaki gunung menunggu Gunhoo dan Naeun. (Gunhoo, Naeun dan Bibi Kaya datang untuk naik kereta.) Halo. - Selamat datang. / - Halo. Halo. Kita selalu bayangkan kereta merah dengan latar putih - Kereta. / - saat membayangkan Swiss. (Kereta apa yang membawa mereka bersama Bibi Kaya?) (Itu kereta tua.) Itu terlihat bagus. (Senang) (Naeun merasa senang hari ini.) Naeun sedang senang. - Gunhoo... / - Tiba-tiba dia merasa kesepian. (Apa karena penat terbang?) Apa ini foto? (Dia menemukan kegunaan bar untuk pipinya.) - Apa yang harus kita lakukan? / - Apa itu guna pipi? (Bayi, halo.) (Halo!) Itu manis sekali. Astaga. Dia akan merasa lebih baik setelah kereta melaju. (Keretanya berangkat.) Keretanya melaju. Kereta mulai melaju. Kamu tahu? Kereta ini berusia 150 tahun.
32:26
Keretanya tua sekali, bukan? Kereta ini kali pertama diluncurkan di Eropa. Itu punya sejarah selama 150 tahun. Itu kereta yang bisa mendaki gunung. - Aku mau ikut. / - Kita memanjat. Benar. Kita akan ke sana. (Dia merasa senang.) Lihat, Aciel. (Apa itu?) Gunhoo mulai gembira. (Dia tidak bisa berhenti memandang.) (Paman lihat itu?) (Mau lihat bersamaku?) (Seiring kereta mendaki gunung,) (ada pemandangan indah di kedua sisi kereta itu.) Itu danau, bukan? (Danau tenang menyapa mereka.) Danaunya indah. - Udaranya pasti segar. / - Ya. (Mengagumi.) (Jendela itu bagai bingkai.) Mereka tidak bisa berhenti mengaguminya. (Gembira) (Tolong diam.) Halo. Kita menanjak. (Berteriak) (Kereta ini) (dinamakan Naeun Gembira Ekspres.) Halo, pohon. Kita akan naik.
33:53
Halo, bunga. Halo, bunga. (Ada apa dengan Naeun?) Kita naik tinggi sekali. (Mau lebih tinggi lagi?) Makin tinggi mereka, makin berkabut. Apa itu? Apa itu awan? Apakah mereka bisa melihat di dalam awan? Tidak. Ini naik tinggi sekali. Ini sangat cantik. Itu sapi. Lihat. Sapi? (Sapi?) Kurasa Gunhoo merasa sedikit... - Seharusnya dia bisa lihat sapinya. / - Ya. Benar-benar ada sapi. (Aku komunikator binatang.) Dia pandai menyapa sesuatu. Dia pandai menyapa. Halo. Selamat datang di kereta Gunung Rigi. - Apa itu menyenangkan? / - Ya. Bisa aku periksa tiket kalian? Ya,. Aku akan memberikan tiketnya. Mereka periksa tiketnya di sini? (Mereka periksa tiket dengan cara klasik.) - Terima kasih. / - Ini. Di mana ayahmu? Ayahku pemain sepak bola. Ayahmu dahulu pemain FC Basel. Ayahmu anggota FC Basel?
35:17
Ayahku adalah Park Jooho. (Begitu.) Ayahku menang. (Rasa sayang pada ayahnya bersinar bahkan di Swiss.) Kamu mau minum? - Ya. / - Ya? Dan keju juga. (Mereka beli kudapan.) Itu bagus. (Schau hin.) Lihat ini. "Schau hin." "Schau"? (Tayangan ulang) Apa itu bahasa Jerman? Apa dia bisa bahasa Jerman? (Bukankah kata ini terdengar tidak asing?) Kurasa kami sudah sering mendengarnya. (Schau hin!) (Lihat ini.) (Saat dibandingkan,) (terdengar sama!) (Kamu pasti tidak tahu.) Aku merinding. (Mari lihat.) (Bagaimana dengan batu?) (Itu "stein".) Astaga. Selama ini, Gunhoo bicara asal dalam bahasa Jerman. Itu tidak terduga. (Untuk "Aku sudah selesai", ada dua arti.) Bagaimana dengan "Aku sudah selesai"? ("Itu biasa saja".) Ini "Aku sudah selesai" dalam bahasa Korea. (Dia menunjuk,) (itu "die da", yang artinya "itu".)
36:39
(Dia akan sering ucapkan "die da" mulai sekarang.) "Die da!" Benarkah? Astaga. Apa dia bicara asal menggunakan dua bahasa - selama ini? / - Kurasa begitu. (Saatnya mencoba kudapan di kereta yang melaju.) (Ada orang di sana.) (Aku tadi merasa sedih, maka aku tidak menyapa.) (Halo!) (Senang bertemu denganmu.) Lihat, ada salju. Kami tiba! (Mereka bisa lihat desanya di bawah. Mereka di mana?) Pemandangan luar biasa dengan salju putih. Mereka tiba di puncak Gunung Rigi. Ada danau penuh warna dan Alpen diselimuti salju. Pemandangan terkuak bagai panorama, Gunung Rigi juga disebut sebagai Ratu Pegunungan. Aku mau ke sana. "Ratu Pegunungan." Itu bagai lukisan. (Kita ada di mana?) Aku akan buat bola salju. Aciel, aku suka melakukan ini. (Tunggu...) (Apa kita datang ke sini untuk melihat salju?) (Apa dia sebahagia itu hanya karena melihat salju?) (Membunyikan lidahnya) (Bodoh!) Astaga, lihat gunung itu. (Itu adegan yang hanya bisa kamu lihat di Alpen.) Itu berawan, tapi itu yang menjadikannya keren.
38:04
(Sudah ada cukup salju juga di Korea.) (Menghela napas) (Bicara tidak jelas) (Apa kita naik pesawat 12 jam untuk melihat salju ini?) Sudah dimulai. Dia komunikator alam. (Jika kita di sini,) (kita harus lihat pemandangan dengan benar.) (Aku berbeda.) (Aku berbeda!) Apa yang dia katakan? Aku sangat ingin tahu apa yang dia katakan. (Jalan berjinjit) Kamu harus dengar baik-baik. - Mungkin itu bahasa Jerman. / - Itu bercampur. (Ada rumah!) (Ada air juga!) (Dia mengekspresikan secara intuitif.) (Ini luar biasa. Lihat.) (Tolong!) Aciel! (Ada apa dengannya?) (Astaga.) (Ikut Tur Gunhoo. Kami berbeda.) (Apa pilihan Gunhoo?) (Itu!) "Die da." (Di sana!) - "Di sana." / - Selama ini, - dia mengatakan semua dalam bahasa Jerman. / - Benar. (Mobil ini terlihat bagus untuk itinerari kita.) (Ayo naik itu!) (Dia menyukainya.) (Dia terlambat mengikuti tur Gunhoo.)
39:25
(Kamu cerdas!) Kita akan terbang. Dia tiba-tiba bicara dalam bahasa Inggris. (Dia bisa bicara asal dalam tiga bahasa.) (Aku memimpin para bayi yang suka bicara asal.) (Mau ke puncaknya sekarang?) Siap, ayo! (Aku juga.) Siap, ayo. Dia bisa bicara berapa bahasa? (Dia monster bicara asal yang bisa bicara tiga bahasa.) (Bergegas) (Kita akan naik seberapa tinggi lagi?) - Ada apa? / - Apa? (Itu!) (Apa yang dilihat Gunhoo?) Padang rumput di puncak Gunung Rigi. Di atasnya ada komunikator alam, Gunhoo. Itu seperti adegan film. Di mana Eden? (Di sana!) ("Suara Gunhoo dan Naeun") (Aku Aciel!) Ini "The Sound of Music" versi mereka. (Aku sudah selesai!) (Itu klasik 2019.) - Itu mirip. / - Itu seperti film. (Momen indah di Alpen) ("Suara Gunhoo dan Naeun") (Jangan ubah saluran!) (Mereka menikmati secangkir cokelat panas di puncak.)
41:01
Sungguh. (Mereka minum minuman hangat di puncak gunung.) (Menyeruput) (Apa yang dilakukan Gunhoo?) - Di mana Gunhoo? / - Astaga. (Perhatian) (Paman, ayo bicara.) Dia terlihat serius. - Apa dia diwawancara? / - Ya, dia diwawancara. (Aku...) (Alasan aku di sini) (untuk menjawab segalanya) (yang membuat kamu penasaran.) (Hal pertama yang ingin kuucapkan adalah...) (Tadi apa?) (Sekarang aku ingat.) (Bicara asal) (Tadi, aku katakan) ("schau".) (Seperti yang sudah kamu tebak,) (aku bisa bicara asal dalam bahasa Jerman.) (Aku juga bisa bicara asal dalam bahasa Korea!) (Jadi...) (Itu sama saja.) Apa dia bicara soal hubungan Korea dan Jerman? (Para paman, yang mengerjakan subtitel!) (Kamu pasti merasa tertekan.) Mereka pasti tertekan. Saat Gunhoo besar, aku ingin perlihatkan video ini dan tanya apa yang dia bicarakan. (Keesokan harinya) Gunhoo, cuaca hujan.
42:20
(Saat hujan,) (lebih baik bermain dengan mainan di ranjang.) (Tidak.) (Bermain mainan di ranjang menyenangkan, tapi...) Dia menggemaskan sekali. Dia terlihat tenang. (Mengunyah) Gunhoo, paman kita datang hari ini. Apa paman mereka datang hari ini? Aku penasaran apa dia akan basah karena hujan. Mereka mulai menunggu. Kapan dia akan datang? (Siapa yang akan datang ke Swiss?) Siapa paman yang ditunggu Naeun ini? (Seseorang tiba bersama dengan awan hujan.) (Dia membuat langkah aneh.) Dia datang. (Apa ini tempat Gunhoo dan Naeun?) Apa itu wanita? Tapi Naeun bilang dia seorang paman. (Melegakan tenggorokan) (Ayo!) (Suara ini berasal dari lokasi syuting.) (Pantulannya bisa terlihat di jendela.) (Siapa kamu?) Astaga! (Aku wanita Swiss yang seperti bunga) Apa dia menjadi Heidi? (Ada pria aneh menyanyi di luar.)
43:47
(Dia terlihat mencolok di luar jendela mereka.) (Dia jarang bernyanyi langsung bahkan sebagai idola.) (Nyanyiannya yang terbaik.) (Hal-hal aneh terjadi saat hujan.) Dia terlihat terkejut. (Dia tidak terhentikan.) (Tariannya mencapai puncak.) (Semuanya, kalian melihat ini?) (Aku selamanya jadi pamanmu.) (Itu Paman Kwanghee!) Halo, Naeun dan Gunhoo. Kurasa mereka berharap ini mimpi. (Aku akan menyanyikan bait keduanya saja.) (Kenapa kamu tidak merespons?) (Itu jendela kedap suara yang dibuat di Swiss.) (Ini yang mereka lihat dari sudut pandang mereka.) Mereka tidak bisa dengar dia. Swiss terkenal akan rumput lautnya dan jendela kedap suara, bukan? (Jangan dekat-dekat dia!) - Suaranya... / - Tidak heran mereka diam. Tidak heran. Mereka tidak bisa dengar apa-apa. (Naeun...) (Aku harus punya hati kuat!) Itu tidak terduga. (Tunggu, Gunhoo.) (Dia berusaha keras. Dia sepertinya tidak asing.) - Di luar berisik sekali. / - Aku tahu. Kamu tahu siapa aku? Wajahnya mengatakan dia tidak percaya. - Paman Kwanghee. / - Siapa? Paman Kwanghee. (Siapa? Paman Kwanghee?)
45:05
(Senang) Kamu kenal aku? - Paman Kwanghee. / - Senang bertemu denganmu. Gunhoo, kamu kenal aku? (Balik badan) Dia kabur. - Dia tidak kenal. / - Paman Kwanghee. Kamu sehat? Mau bernyanyi? ♪ Ayo mendaki gunung ♪ (Sekarang, aku bisa bernyanyi selagi berteduh.) (Ada apa dengan dia?) (Aku sangat lelah.) Gunhoo. Mereka sudah beberapa kali bertemu. Kwanghee pasti terlihat asing baginya. Halo. Halo. - Tenaga dimatikan. / - Gunhoo tidak kenal paman. Naeun, Paman datang jauh ke sini. Kamu senang bertemu Paman? Halo, aku Paman Kwanghee. Senang bertemu denganmu! Aku sedang bekerja di Inggris, dan aku dengar Naeun dan Gunhoo ada di Swiss. Jarak mereka hanya satu jam. Aku rindu Naeun dan Gunhoo, maka aku terbang dari Inggris ke Swiss. - Dia datang dari Inggris. / - Bagaimana kabarmu? (Tunggu!) (Itu benar-benar Paman?)
46:23
Kamu kenal Paman? (Tidak) Kemarilah, Naeun. - Dia kabur. / - Gunhoo tidak kenal paman. Gunhoo... (Tunggu!) (Kenapa aku kabur saat ini rumahku?) - Lepas itu. / - Apakah harus paman lepas? Bantu paman melepasnya. Stiker itu mungkin membuat dia seperti orang asing. Menurut Gunhoo itu aneh. Bagaimana? Apa salah satunya sudah lepas? (Tunggu!) Coba lagi. Apa sekarang dia akan mengenali Kwanghee? (Kurasa aku kenal Paman.) Dia pasti sudah kenal. (Menatap) Kemarilah. Kamu tidak kenal Paman? Apa ini? - Ini? / - Bukankah paman beli ini untukmu? - Benar. / - Ini yang Paman belikan untukku. - Ini, bukan? / - Ya. Kamu bawa ke sini? Mereka membawa hadiah itu ke Swiss. - Dia pasti senang. / - Pasti. - Kamu ingat ini? / - Ya. - Kita beli itu di Korea. / - Ya. Kamu bawa ini? Gunhoo, kamu membawanya? Dia mulai mengenali Kwanghee. Aku tersentuh. Kamu bawa ini di pesawat?
47:40
- Dia pasti tersentuh. / - Gunhoo yang paling suka itu. Benarkah? (Aku berbuat kesalahan pada orang sebaik itu.) Kamu bawa jauh-jauh ke sini? (Mengambil) (Maaf, Paman.) Gunhoo. Tidak apa-apa karena dia sudah mengenalimu. (Orang ini...) - Jangan. / - Apakah harus aku matikan? (Benar-benar Paman kami!) Naeun, mau menyanyi? - Aku mau menyanyi. / - Baik. Kamu bisa mulai dahulu. Hei. (Ya! "Baby Shark"!) (Aku tahu lagu ini.) (Dia secara otomatis melakukan tarian Baby Shark.) (Dia pandai menari.) Naeun menyanyi, dan Gunhoo menari. (Dia memeriahkan suasana.) Naeun, kamu suka mikrofon itu? (Berteriak!) (Naeun gembira.) Kamu suka. (Berteriak) Apa telingamu sakit? Kemarilah. Apa telingamu sakit? (Ini akan jadi hari dengan suara keras lainnya.) Telinga Gunhoo sakit. Kemarilah. Aku menyiapkan hadiah untuk Paman. - Untuk paman? / - Ya. - Apa itu? / - Hadiah? Apa itu tanganmu? Ini tanganmu.
48:57
- Apa hadiahnya ada di dalam? / - Itu bukan tanganku. Pasti sesuatu yang kecil. Coba sentuh itu! - Boleh paman sentuh? / - Buka mata Paman! - Paman buka mata? / - Ya. - Boleh paman buka? / - Buka. - Apa itu? / - Buka. - Apa itu? / - Apa itu batu? (Batu?) (Astaga...) Apakah dia memberikan batu sebagai hadiah untuknya? - Dia harus pura-pura suka. / - Ya. Kamera merekam. Apakah aku harus bersikap senang? - Dia harus pura-pura. / - Itu batu. Itu hanya batu. Aku bawa batu itu dari langit. - Dari langit? / - Dia bawa itu dari langit. Paman bodoh, tapi kamu tidak bisa membodohi paman. Aku bawa itu dari suatu tempat yang sangat tinggi. Ini? Dari langit? Paman suka batu apa? Dia akan suka batu apa? (Gunhoo dan Naeun berusaha keras mencari hadiah.) Apa itu batu dari puncak Gunung Rigi? Kamu juga mau cari batu, Aciel? (Aku mau batu juga!) - Itu batu berharga. / - Itu sangat berharga. (Ini...) - Batu. / - Ya, itu batu. (Aku harap Paman Kwanghee suka!)
50:11
Aku ingin batu dari puncak - Gunung Rigi juga. / - Kamu bawa ini untuk paman? Ya. Paman akan cari itu dan menjaganya. Maaf, Naeun. Paman punya kenangan buruk dengan batu. Paman trauma. Orang memanggil paman Kepala Batu. Terima kasih, Naeun. Ayo bersenang-senang hari ini. (Selamat datang di Tur Kwanghee!) Perjalanan kita akan mengandung cerita. (Luar biasa) Sepertinya Paman Kwanghee menyiapkan sesuatu. Apa yang harus kukatakan? Aku orang Korea. Saudaraku yang bisa fasih berbahasa Jerman. Aku bisa berbahasa Jerman. (Serahkan turnya padaku!) (Dia penerjemah mereka.) (Genius bahasa, Park Naeun) (Luar biasa) (Siapa yang bertanggung jawab buat reaksi dalam tur?) (Kamu?) (Bukan, aku!) (Malu) (Pesulap bicara asal Gunhoo akan bergabung.) Gunhoo, lihat. Paman yakin cuacanya bagus? (Hujan di awan terus mengejar mereka.) Cuacanya tidak bekerja sama. (Dia menyerah.) Maaf, Semua. Apa mereka bisa teruskan tur?
51:21
Ini tidak akan mudah. (Jangan cemas!) (Aku berjanji ini akan menyenangkan!) (Tur Kwanghee di Swiss) ("Bird" oleh Ha Sungwoon)

DOWNLOAD SUBTITLES: