How I Tricked My Brain To Like Doing Hard Things (dopamine detox)

How I Tricked My Brain To Like Doing Hard Things (dopamine detox)

SUBTITLE'S INFO:

Language: Indonesian

Type: Human

Number of phrases: 233

Number of words: 2212

Number of symbols: 13657

DOWNLOAD SUBTITLES:

DOWNLOAD AUDIO AND VIDEO:

SUBTITLES:

Subtitles prepared by human
00:07
Anda mungkin tidak memiliki masalah dalam bermain game atau menjelajahi media sosial di ponsel Anda. Sebenarnya saya tidak ragu Anda bisa duduk di depan layar dan melakukan kedua kegiatan itu selama 2 jam, atau bahkan lebih lama tanpa konsentrasi Anda terganggu. Tetapi bagaimana dengan setengah jam belajar? Huft. Itu mungkin terlalu sulit. Bagaimana kalau bekerja di bisnis sampingan Anda selama satu jam lagi? Hmm. Kedengarannya tidak terlalu menarik. Meskipun secara logis Anda tahu bahwa belajar, berolahraga, membangun bisnis atau yang sama-sama produktif lainnya, akan memberikan Anda lebih banyak manfaat dalam jangka panjang, tetapi Anda masih lebih suka menonton TV, mainkan video game dan menggulir media sosial. Orang mungkin berpendapat bahwa sangat jelas mengapa bisa begitu. Satu kegiatan mudah dan tidak membutuhkan banyak usaha, sedangkan aktivitas lainnya sulit dan itu membutuhkan usaha kerasmu. Tetapi beberapa orang tampaknya tidak memiliki masalah dalam belajar, berolahraga, atau mengerjakan proyek sampingan mereka, secara teratur. Yang menimbulkan pertanyaan: Mengapa beberapa orang lebih termotivasi untuk mengatasi hal-hal sulit?
01:11
Dan adakah cara untuk melakukan hal-hal sulit, mudah? Untuk menjawab pertanyaan ini, kita perlu melihat neurotransmitter otak ini: Dopamin. Dopamin sering dianggap sebagai molekul kesenangan. Tetapi tidak hanya itu saja fungsinya Dopamin adalah apa yang membuat kita menginginkan sesuatu. Dan keinginan itulah yang memberi kita motivasi untuk bangkit dan melakukan hal-hal. Jika Anda tidak yakin seberapa kuat dopamin, izinkan saya memperkenalkan Anda pada beberapa eksperimen yang neurosaintis lakukan pada tikus. Para peneliti tersebut menanamkan elektroda di otak tikus. Setiap kali tikus menarik tuas, para peneliti merangsang sistem hadiah tikus di otak. Hasilnya adalah tikus-tikus itu mengembangkan keinginan yang begitu kuat sehingga mereka terus menarik tuasnya dan selama berjam-jam. Tikus akan menolak untuk makan atau bahkan tidur. Mereka hanya akan terus menekan tuas sampai mereka jatuh karena kelelahan. Namun kemudian ketika prosesnya dibalik. Para peneliti tersebut memblokir pelepasan dopamin di pusat penghargaan otak. Akibatnya, tikus menjadi sangat lesu yang bahkan hanya bangun untuk minum
02:14
tidak sepadan dengan usaha. Mereka tidak mau makan. mereka tidak mau kawin. Mereka sama sekali tidak menginginkan apa pun. Bisa dibilang tikus kehilangan semua keinginan untuk hidup. Namun, jika makanan diletakkan langsung di mulut mereka, tikus akan tetap makan dan menikmati makananya. Mereka hanya tidak memiliki motivasi untuk bangun dan melakukannya sendiri. Anda akan berpikir bahwa kehausan atau kelaparanlah yang memotivasi kita untuk mendapatkan makanan atau air. Tetapi ada juga dopamin yang memainkan peran penting dalam kasus ini. Eksperimen tikus itu mungkin merupakan kasus yang ekstrem. Tetapi Anda dapat melihat efek serupa dopamin pada manusia dan dalam kehidupan kita sehari-hari. pada kenyataannya, otak Anda mengembangkan prioritas sebagian besar berdasarkan pada berapa banyak dopamin yang diharapkan akan didapat. Jika suatu kegiatan melepaskan terlalu sedikit dopamin, Anda tidak akan memiliki banyak motivasi untuk melakukannya Tetapi jika suatu kegiatan melepaskan banyak dopamin, Anda akan termotivasi untuk mengulanginya, berulang kali. Jadi perilaku mana yang melepaskan dopamin? Setiap aktivitas yang Anda antisipasi ada potensi hadiah, melepaskan dopamin. Tetapi jika Anda tahu tidak ada imbalan langsung dengan perilaku itu, otak Anda tidak akan melepaskannya.
03:18
Misalnya, sebelum Anda makan makanan yang enak, otak Anda melepaskan dopamin, karena Anda mengantisipasi bahwa makanan akan membuat Anda merasa enak. Bahkan jika itu benar-benar membuat Anda merasa lebih buruk. Itu karena otak Anda bahkan tidak peduli jika aktivitas dopamin tinggi merusak Anda. Ia hanya menginginkan lebih dari itu. Contoh stereotip adalah seseorang yang kecanduan narkoba. Dia tahu bahwa apa yang dia lakukan tidak baik untuknya. Tapi yang dia inginkan adalah mendapatkan lebih banyak dari obat itu. Selain membuat Anda tinggi, kokain dan heroin juga melepaskan dopamin dalam jumlah yang tidak wajar pada gilirannya membuat Anda semakin ketergantungan pada barang-barang tersebut. Tentu saja harus dicatat bahwa hampir semuanya melepaskan sejumlah dopamin. Bahkan meminum air ketika Anda haus, tidak. Tetapi pelepasan dopamin tertinggi terjadi ketika Anda mendapatkan hadiah secara acak. Salah satu contohnya adalah bermain mesin slot di kasino. Bahkan jika Anda baru saja kehilangan uang sampai titik itu, Anda akhirnya berharap untuk mendapatkan hadiah yang lebih besar. Anda tidak tahu kapan itu bisa terjadi. Dan dalam masyarakat digital saat ini, kita membanjiri otak kita dengan jumlah dopamin tinggi yang tidak wajar setiap hari, bahkan ketika kita tidak
04:23
menyadarinya. Beberapa contoh perilaku dopamin tinggi termasuk: menggulir situs web media sosial, bermain video game, menonton pornografi di internet, dll. Kita mengantisipasi semacam penghargaan dengan masing-masing perilaku itu. Itu sebabnya kita terus memeriksa ponsel kami. Kita berharap melihat pesan teks atau pemberitahuan lainnya. Dan kita tahu bahwa pada akhirnya kita akan menerimanya. Kita menjadi seperti tikus-tikus yang menarik tuas, mencoba mendapatkan pukulan dopamin baru. Dan Anda mungkin berpikir, "Oh, emang kenapa?" "Sepertinya ini tidak membahayakanku sama sekali." Tapi kamu salah. Tubuh kita memiliki sistem biologis yang disebut homeostasis. Ini berarti bahwa tubuh kita suka menjaga kondisi fisik dan kimia internal pada tingkat yang seimbang. Setiap kali terjadi ketidakseimbangan, tubuh kita beradaptasi dengannya. Biarkan saya memberi Anda sebuah contoh: Ketika kondisi lingkungan dingin, suhu tubuh kita turun. Dan sebagai hasilnya, kita mulai menggigil untuk menghasilkan panas dan menghangatkan tubuh. Namun ketika panas di luar, suhu tubuh kita naik.
05:26
Dan kita mulai berkeringat untuk menghilangkan panas itu. Intinya tubuh kita mencari untuk mempertahankan suhu sekitar 37 derajat Celcius atau 98 derajat Fahrenheit, tidak peduli apapun yang terjadi. Tetapi ada cara lain homeostasis memanifestasikan dirinya. Dan itu melalui toleransi. Misalnya, seseorang yang jarang minum alkohol, akan mabuk sangat cepat. Tetapi seseorang yang minum secara teratur, harus minum lebih banyak alkohol, karena tubuh mereka telah mengembangkan toleransi terhadapnya. Pada dasarnya dibutuhkan lebih banyak dan lebih banyak alkohol untuk membuat mereka mabuk, karena mereka sudah menjadi kurang sensitif terhadap efeknya Dan itu tidak jauh berbeda dengan dopamin. Tubuh Anda berusaha mempertahankan homeostasis, sehingga mengatur reseptor dopamin Anda. Pada dasarnya otak Anda terbiasa memiliki kadar dopamin yang tinggi dan tingkat itu menjadi hal baru yang normal untuk Anda. Dengan demikian Anda mengembangkan toleransi dopamin. Ini bisa menjadi masalah besar, karena hal-hal yang tidak memberi Anda banyak dopamin, tidak menarik minat Anda lagi. Dan jauh lebih sulit untuk memotivasi diri Anda untuk melakukannya. Mereka merasa bosan dan kurang senang, karena mereka tidak melepaskan dopamin sebanyak
06:30
hal-hal yang dapat melepaskannya dalam jumlah tinggi. Itu sebabnya orang cenderung lebih suka bermain video game atau browsing internet, dibandingkan dengan mempelajari atau mengerjakan tugas mereka. Video game membuat kita merasa baik dan nyaman, karena mereka melepaskan banyak dopamin. Sedihnya hal-hal seperti bekerja keras atau membaca, melepaskannya dalam jumlah yang lebih rendah. Ini adalah salah satu alasan mengapa pecandu narkoba yang mencoba berhenti, sulit menyesuaikan diri pada kehidupan normal. Toleransi dopamin mereka menjadi sangat tinggi sehingga kehidupan normal tidak mampu menyamakannya. Mereka menjadi seperti tikus-tikus dari percobaan sebelumnya yang tidak memiliki motivasi untuk melakukan apa pun jika tidak ada pelepasan dopamin yang cukup. Dan itu terjadi bukan hanya pecandu narkoba saja. Orang yang kecanduan video game, media sosial atau pornografi internet mengalami hal yang sama. Setelah toleransi dopamin mereka menjadi terlalu tinggi, mereka tidak dapat menikmati perilaku dopamin yang rendah. Yang menimbulkan pertanyaan: Adakah yang bisa dilakukan untuk mencegah hal ini? Jawabannya adalah Anda perlu melakukan detoksifikasi dopamin. Sekarang mungkin sudah memiliki gambaran seperti apa bentuk detoks dopamin.
07:34
Apa yang akan Anda lakukan adalah menyisihkan satu hari, di mana Anda akan menghindari semua kegiatan yang sangat merangsang. Anda akan berhenti membanjiri otak Anda dengan dopamin dalam jumlah tinggi dan Anda akan melakukannya untuk membiarkan reseptor dopamin Anda pulih. Sekedar mengingatkan: Jika Anda menderita kecanduan narkoba, maka saya sarankan Anda mencari bantuan profesional, karena Anda mungkin telah membentuk ketergantungan fisiologis dan psikologis. Dan saya tidak ingin Anda mengalami gejala penarikan yang ekstrem. Mari kembali membahas detoksifikasi. Selama 1 hari penuh Anda akan mencoba untuk bersenang-senang sesedikit mungkin. Anda tidak akan menggunakan internet, atau teknologi apa pun seperti ponsel atau komputer Anda. Anda tidak diperbolehkan mendengarkan musik, Anda tidak diperbolehkan masturbasi atau makan junk food. Pada dasarnya Anda akan menghapus semua sumber kesenangan eksternal sepanjang hari. Anda akan menerima kebosanan. Dan percayalah, akan ada banyak kebosanan. Namun Anda diizinkan untuk melakukan hal berikut: Jalan-jalan. Meditasi dan menyendiri dengan pikiran Anda.
08:35
Renungkan hidup dan tujuan Anda. Tuliskan gagasan yang Anda dapatkan. Bukan di komputer atau ponsel Anda, tetapi di selembar kertas. Semua ini mungkin terlihat cukup intens. Tetapi jika Anda menginginkan hasil yang radikal dan Anda menginginkannya dengan cepat, Anda harus dapat mengambil tindakan radikal. Sekarang Anda mungkin bertanya pada diri sendiri: Mengapa ini bahkan berhasil? Anda bisa memikirkannya dengan cara ini. Katakanlah Anda telah makan seluruh makanan di restoran terbaik di kota Anda. Akibatnya, yang terjadi adalah makanan-makanan mewah itu menjadi kebiasaan baru Anda. Jika seseorang menawarkan Anda semangkuk nasi, Anda mungkin akan menolak Itu tidak akan terasa seenak makanan restoran Anda. Tetapi jika Anda tiba-tiba menemukan diri Anda terdampar di pulau terpencil dan Anda kelaparan, tiba-tiba semangkok nasi putih itu tidak tampak begitu buruk. Dan itulah yang dilakukan detoks dopamin. Ini membuat Anda berpuasa dari semua kesenangan yang biasanya Anda dapatkan, dan pada gilirannya, itu membuat kegiatan yang kurang memuaskan menjadi lebih diinginkan. Sederhananya: Dopamin detoks bekerja karena Anda menjadi sangat bosan, hal-hal yang membosankan menjadi
09:39
lebih menyenangkan. Sekarang jika Anda tidak ingin mengambil tindakan ekstrem seperti itu dan membuat diri Anda berpuasa dari semua kesenangan, Anda dapat melakukan detoksifikasi dopamin yang lebih kecil. Anda akan memilih satu hari dalam seminggu, di mana Anda akan sepenuhnya menahan diri dari salah satu perilaku dopamin tinggi Anda. Apapun perilaku itu. Mungkin memeriksa ponsel Anda setiap saat, bermain video game di komputer, menonton acara TV makan junk food, menonton pornografi internet, apa pun. Dan mulai sekarang, setiap minggu selama satu hari penuh, Anda akan menghindari aktivitas itu. Anda masih dapat melakukan hal-hal lain, kecuali perilaku yang terlarang Anda pilih. Ya, Anda akan merasa sedikit bosan, tetapi itulah intinya. Anda ingin membiarkan reseptor dopamin Anda pulih dari dopamin tinggi yang tidak wajar yang telah membanjiri otak Anda. Dan kebosanan akan mendorong Anda untuk melakukan hal-hal lain hari itu. Hal-hal yang biasanya Anda tunda, karena tidak mengeluarkan dopamin sebanyak mungkin Dan karena Anda bosan, lebih mudah bagi Anda untuk melakukannya. Tentu saja menghindari perilaku dopamin tinggi sesekali baik.
10:39
Tetapi idealnya Anda harus menghindari perilaku itu sama sekali, atau setidaknya sebanyak mungkin. Alih-alih, Anda ingin menghubungkan lebih banyak dopamin dengan hal-hal yang benar-benar bermanfaat bagi Anda. Dan apa yang saya temukan adalah bahwa aktivitas dopamin tinggi Anda saat ini, dapat berfungsi sebagai insentif untuk mengejar hal-hal, yang sebenarnya memberi Anda manfaat jangka panjang. Dengan kata lain, Anda dapat menggunakan aktivitas dopamin tinggi Anda, sebagai hadiah untuk menyelesaikan pekerjaan yang sulit. Dan inilah yang saya lakukan sendiri. Saya melacak semua pekerjaan dopamin yang sulit dan rendah yang saya lakukan. Membersihkan apartemen saya, berlatih piano, membaca buku, melakukan semacam olah raga, membuat video ini, dll. Setelah saya bisa menyelesaikan sejumlah pekerjaan, saya menghadiahi diri saya sejumlah aktivitas dopamin tinggi pada akhir hari. Kata-kata kunci di sini adalah: setelah, dan, pada akhir hari. Jika saya menikmati perilaku dopamin tinggi lebuh dahulu, maka saya tidak akan merasa ingin melakukan pekerjaan rendah dopamin. Saya tidak akan cukup termotivasi. Jadi saya selalu mulai dengan hal-hal yang sulit, hanya kemudian saya membiarkan diri saya menikmati kegiatan
11:41
berdopamin tinggi. Untuk memberi Anda sebuah contoh: Untuk setiap jam kerja rendah dopamin, saya menghadiahi diri saya dengan 15 menit perilaku tinggi dopamin di penghujung hari. Itu berarti bahwa selama 8 jam dopamin rendah, saya membiarkan diri saya kira-kira 2 jam perilaku dopamin tinggi. Tentu saja, ini adalah rasio saya. Anda dapat mengubah mereka sesuai keinginan Anda. Juga harus dicatat bahwa jika Anda kecanduan sesuatu yang merusak kesehatan Anda, maka Anda tidak ingin memperlakukan perilaku itu sebagai hadiah. Alih-alih menemukan hadiah yang berbeda, itu tidak terlalu merusak. Satu yang menurut Anda masih sepadan dengan usaha. Dan jika Anda bertanya-tanya apa "guilty pleasure" saya, itu Internet. Saya dapat dengan mudah asyik selama berjam-jam tanpa melakukan hal lain. Itu sebabnya saya memiliki sistem ini. Jadi saya bisa mengendalikan kecanduan saya. Tapi jangan salah, bahkan dengan sistem ini, saya masih merencanakan hari-hari di mana saya sepenuhnya tidak melakukan aktivitas berdopamin tinggi. Untuk mengakhiri video ini saya ingin mengatakan bahwa sangat mungkin membuat hal-hal sulit,
12:41
menjadi lebih mudah. Tetapi ketika otak Anda mendapatkan begitu banyak dopamin sepanjang waktu, Anda tidak akan terlalu bersemangat mengerjakan sesuatu yang tidak banyak melepaskannya. Itu sebabnya Anda mungkin ingin membatasi penggunaan ponsel dan komputer Anda, bersama dengan perilaku melepaskan dopamin tinggi lainnya. Dan saya dapat memberitahu Anda bahwa itu pasti sepadan. Jadi, jika Anda memiliki masalah motivasi, mulailah mendetoksifikasi otak Anda sesegera mungkin. Pisahkan diri Anda dari dopamin dalam jumlah tinggi yang tidak wajar, atau paling tidak biarkan diri Anda terpapar terhadap itu lebih jarang. Hanya dengan demikian aktivitas normal, setiap hari, berdopamin rendah, menjadi menarik kembali dan Anda akan dapat melakukannya lebih lama. Kita semua adalah pecandu dopamin sampai batas tertentu. Dan itu hal yang baik, karena dopamin memotivasi kita untuk mencapai tujuan kita dan meningkatkan diri kita sendiri. Tetapi terserah pada Anda untuk memutuskan dari mana Anda akan mendapatkan dopamin. Apakah Anda akan mendapatkannya dari hal-hal yang tidak menguntungkan Anda? Atau Anda akan mendapatkannya dari pekerjaan yang mendukung tujuan jangka panjang Anda? Pilihan ada padamu. Jika Anda menikmati video ini, saya akan sangat menghargai jika Anda mengetuk tombol suka.
13:42
Ini sangat membantu channel saya, karena algoritma Youtube melihat bahwa orang-orang menyukai jenis video ini dan menunjukkan konten saya kepada orang banyak. Ini memungkinkan lebih banyak orang untuk mulai meningkatkan kehidupan mereka. Seperti biasa, terima kasih telah menonton, dan saya harap video ini membuat Anda lebih baik dari kemarin.

DOWNLOAD SUBTITLES: